Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
siapa? (part. 3)


__ADS_3

.


.


.


Varel membawa Shila pulang ke Rumahnya tapi Shila menolak untuk pulang sebab ia benar-benar takut hantu Varel itu datang lagi bahkan masuk ke kamarnya.


"om..". rengek Shila


Varel tersenyum dan mengangguk membawa Shila pergi, kali ini Shila membawa Varel ke Apartemennya dan menginap disana sampai Shila benar-benar tenang.


"kenapa sayang? ". tanya Varel


"coba om panggil aku dengan nama? ". pinta Shila sebelum masuk ke Apartemen Varel


"ada apa Maharaniku? ". gemas Varel


Shila tersenyum, akhirnya ia masuk ke Apartemen Varel sedangkan Varel hanya tergelak kecil.


"kamu sedang apa sayang? ". tanya Varel melihat Shila langsung pergi menjelahi Apartemennya.


Shila berbalik dan berjalan ke arah Varel hingga berdiri didepan kekasihnya itu.


"dimana dapurnya om? ". tanya Shila tampak bingung


Varel tertawa, "sejak tadi kamu keliling Maharani? kenapa tidak bertanya sejak awal hmm? ".


Shila mengerucutkan bibirnya, "tinggal jawab aja om, hadiah yang kuberikan untuk om diambil oleh hantu itu, aku harus membuatkan hadiah lain untuk om".


"kamu membelikan apa untukku sayang? ". tanya Varel menyibakkan rambut panjang pujaan hatinya.


"dasi om". cengir Shila


"dasi? ". beo Varel dibalas anggukan oleh Shila


"dimana om dapurnya? ". tanya Shila dengan kesal


Varel menggendong Shila, sedangkan Shila masih kesal pun melingkarkan tangannya dileher Varel membiarkan Varel membawanya pergi ke dapur, Varel melihat raut wajah kesal Shila hanya bisa menggeleng gemas sambil mencium Pelipis Shila.


"disini sayang..! aku tidak banyak stok makanan, apa kamu mau aku belikan sesuatu? ". tanya Varel mendudukkan Shila di meja dapurnya yang minimalis dan sangat unik.


"benarkah om? ". tanya Shila mengedarkan pandangannya.


"iya.. ayo katakan apa saja yang harus aku beli? ". pinta Varel


Shila meminta buku dan Pena, dengan senang hati Varel mengambilkannya, ia mengusap kepala Shila saat Shila terlihat begitu serius menulis bahan-bahan perlengkapan masak yang harus di belikan Varel.


.

__ADS_1


Varel kini di dalam mobil memejamkan matanya, Varel membawa mobil Shila, ia menahan amarahnya untuk saat ini karna hari ini adalah hari spesialnya bersama Varel.


"bersembunyilah dengan baik karna aku akan menemukanmu". gumam Varel menyunggingkan senyum sinisnya.


Shila berkutat dengan dapur, ia mengaduk adonan spesial untuk Varel jujur saja Shila sangat pintar memasak walau hanya sekali menonton atau merasakannya, lidah pengecap Shila sangat baik.


setibanya Varel Shila mengusir kekasihnya itu untuk keluar, Varel dengan patuh pergi lalu masuk ke Ruangan Kerjanya.


Varel tau mobil yang ia beri GPS itu ada dilokasi tak jauh dari Restaurant nya, "kenapa aku bisa kecolongan? apa dia tau mobil itu aku beri GPS? ". gumam Varel dengan heran


"tidak mungkin dia tau". decak Varel


Varel meminta Nando untuk mencari tau tentang Pria yang dikatakan hantu oleh Shila,


"tuan.. akhirnya kau percaya juga". gerutu Nando


"hmm.. aku akan memilih percaya karna dia merebut dasiku". geram Varel


"dasi? apa Tuan bertemu dengannya? ". tanya Nando bahasa teman tapi Ia tidak biasa memanggil nama Varel


"iya.. dia merebut dasiku hadiah ulang tahun Maharani untukku". jelas Varel


"apaa..? Ya Tuhan..! dia benar-benar mengincar Kekasih anda Tuan, lalu apa yang dilakukan olehnya? apa niatnya? apa rencananya? sebenarnya apa maunya? kenapa dia menggunakan wajahnya sebagai anda? ". Nando mengoceh heran


"diam.. kau cari tau saja tempat tinggalnya, aku tidak akan melepaskannya, aku ingin bertanya dengan mommy dan Papi tapi karna Shila masih trauma aku menemaninya". Varel


"baik Tuan". sahut Nando mengerti


Varel memijit pelipisnya sambil memejamkan matanya, "dari tubuh, wajah, gerak-gerik, bahkan wajah dingin dan datarnya sangat mirip? siapa dia? apa aku benar-benar punya saudara kembar? ".


.


"om..?". panggil Shila beberapa jam kemudian


"iya sayang? ". sahut Varel yang sengaja tidak menutup pintu Ruangannya karna takut tidak mendengar suara Shila sebab Ruangannya kedap suara


Varel berlari ke arah Dapur dan terperangah melihat semua yang ada di meja makan nya,


"bagaimana om? ". tanya Shila


Varel melihat ke Shila, "sayang..? kamu..? " Varel mendekat lalu menangkup wajah Shila mencium lama kening Shila


Shila tersenyum membiarkan Varel melepaskan rasa sayangnya itu, betapa lembutnya Varel memperlakukannya.


ulang tahun Varel benar-benar terasa begitu berharga hingga ia terharu karna benar-benar mendapatkan hati Shila sepenuhnya.


"om kenapa? ". tanya Shila merasa heran


"tidak sayang, aku hanya sedang memikirkan apa aku boleh tidur memelukmu". jawab Varel

__ADS_1


"tentu saja..! hehe.. aku masih ada rasa takut om jadi aku memang mau tidur sama om". cengir Shila


Shila membersihkan tubuhnya di kamar Varel, pria itu begitu tau apa yang dibutuhkan Shila, kini Shila ada di ruang ganti Varel ia menganga melihat baju tidur cantik yang ukurannya berbeda dengan milik Varel tadi.


"baju tidur sama? ". beo Shila


Shila memakai baju tidur itu ternyata sangat pas di tubuhnya malah sangat nyaman, "Om Raffan sudah menyiapkan segalanya". senyum manis Shila


"om? ".


Varel menoleh lalu tersenyum lembut meletakkan Ponselnya dan berjalan ke arah Shila.


"kamu suka sayang? ". tanya Varel


Shila melihat pakaian Varel lalu pakaiannya juga, "om sangat mengerikan". kekeh Shila merasa geli


Varel tersenyum lebar menggendong Shila meletakkan Shila di ranjangnya tanpa pikir apa-apa lagi ia memeluk Shila yang hanya tersenyum membalas pelukan Varel mencari tempat ternyaman di pelukan Varel.


.


.


Shila bekerja seperti biasa telah melupakan kejadian malam itu, sedangkan Varel serius mencari tau pria asal-usul pria itu.


"Mommy? ". panggil Varel serius


"apa nak?". tanya Jessy heran dengan panggilan Varel terdengar aneh tak seperti biasa nya seolah sedang ada yang ingin ia tanyakan.


"apa Varel punya saudara kembar? ". tanya Varel tiba-tiba membuat Jessy mengerutkan keningnya.


"saudara kembar? maksud kamu apa nak? mommy tidak punya anak kembar". Jessy


Ramon baru datang tak sengaja mendengar percakapan mereka, wajahnya terlihat lebih serius ia mendekat dan merangkul bahu Varel.


"Ayo ikut Papi nak! ". ajak Ramon namun Varel berusaha menolak tapi mendengar bisikan Ramon membuatnya tanpa ragu mengikuti Ramon


"ada apa sih? sayang? apa maksudmu punya kembaran? dimana kamu tau hal itu nak?". cecar Jessy diabaikan saja oleh Varel yang dibawa pergi oleh Ramon.


"saat mengandung Varel aku memang memiliki anak kembar tapi aku pikir itu hanya kesalahan mereka saja, aku tidak pernah berpikir punya anak lain seperti Varel? ". gumam Jessy tampak mondar-mandir memikirkan masalah 27 tahun yang lalu.


"katakan pi..! apa aku memang punya saudara kembar?". tanya Varel serius


Ramon melihat situasi lalu memegang bahu Varel, "dari mana kau tau itu nak? ". tanya Ramon serius


"jadi benar?". tanya Varel


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2