Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
hutang maaf??


__ADS_3

.


.


ke esokan malamnya.


acara pertemuan penting antar Perusahaan, seluruh finalis PI dari generasi pertama hingga ke tujuh diundang oleh Varel sebagai Pemimpin Fox Group.


Varel melirik mommynya yang benar-benar tidak berbicara dengannya hampir 2 minggu lamanya, Jessy tampak serius mengenalkan Frans kemana-mana dan Ramon tampak sibuk mengikuti istrinya yang lebih memperhatikan Frans dibanding Papanya Frans sendiri (alias suami Jessy).


"apa gadis pilihan mommy akan datang? siapa namanya Shila ya? ". tanya Frans


"iya nak..! bagaimana kamu bisa tau nak? ". tanya Jessy


"Frans lihat di youtube Mom, dia benar-benar sangat cantik, apa sama dengan dunia nyatanya? bukan filter kan? ". cecar Frans


"huushh.. dia sangat cantik, hatinya juga lembut dan tulus". Jessy


"tapi Frans harus tanya abang Mom, jika abang tertarik padanya secantik apapun Frans tidak akan mau menyukainya, Frans tidak mau memiliki saingan seperti abang Varel, dia terlalu sulit untuk dilawan". Frans


"dia bahkan tidak menyukainya berapa kali pun mommy mengatakannya, kamu tenang saja Frans ! pikirkan saja hatimu". Jessy


Ramon hanya menatap datar istri dan anaknya yang mengoceh berdua tanpa mengajak dirinya berbicara juga.


Frans tersenyum lebar lalu melihat arah lain dan tersenyum kecut, "mommy tidak tau gosip yang beredar di Perusahaan Fox Group tentang Abang dengan Shila yang dijuluki si cantik bar-bar itu". batin Frans.


Shila datang ke acara pertemuan itu lalu sang juara PI dari generasi pertama hingga keenam mendatangi Shila dan mereka semua mengucapkan terimakasih pada Shila.


"tidak usah sungkan kak, Shila cuma melakukan apa yang menurut shila benar". cengir Shila membuat mereka semua tertawa berebut mencubit pipi Shila.


"itu dia". tunjuk Jessy dengan gemas ke arah Shila.


Frans memicingkan matanya lalu celingak-celinguk melihat wajah Shila karna di tutupi banyak wanita-wanita seksi dan cantik lainnya.


"Frans boleh kesana Mom? ". tanya Frans


"jangan..! lihat saja dulu, kamu harus gunakan trik untuk mendapatkan hatinya". jawab Jessy


"what?? harus menggunakan trik? bagaimana bisa mom? apa orang seperti kita butuh trik mendapatkan perempuan yang kita inginkan? ". Kata Frans dengan bingung.


"memang mommy akui itu harus mencoreng harga diri kalian tapi begitulah gadis itu, dia ikut acara kita demi mendapatkan uang untuk biaya operasi Papanya, dia bahkan tidak memperdulikan hadiah dengan masuk ke 1 kamar bersama abangmu". jelas Jessy


"woww...! dia menolak abang Mom? ". tanya Frans dengan takjub


Jessy mengangguk mengelus rahang Frans.


Frans melihat ke arah Shila dan akhirnya ia bisa melihat Shila yang tertawa lepas bersama ke enam wanita-wanita cantik yang seksi.


"wow..! mom.. dia.. " Frans menunjuk Shila


"kamu suka kan? ". tanya Jessy dibalas cengiran oleh Frans.

__ADS_1


ditempat Varel tepatnya disudut Ruangan.


Varel menatap tajam ke arah Shila, "dia masih bisa tertawa seperti itu setelah menamparku ya? ".


Varel meletakkan gelas wine nya lalu berjalan tenang ke arah Shila, tatapan tajam seperti sebilah pedang seperti siap menusuk-nusuk Shila yang sedang tertawa tanpa beban.


hap..!


Shila spontan saja menggunakan ilmu beladirinya, ia hendak membanting tangan Pria yang berani memegang bahunya, tapi sepertinya Pria itu sudah belajar dari gerakan Shila sebelumnya.


Shila berbalik dan terbelalak melihat Varel, semua mata melihat ke arah mereka, termasuk wanita-wanita cantik disekitar Shila.


"ikut aku..! ". Varel memegang pergelangan tangan Shila.


"tunggu.. Om.. om.. lepaskan aku.. Om..! ". pekik Shila


Jessy dan Frans saling pandang seketika,


"apa terjadi sesuatu diantara mereka sayang? ". tanya Ramon disamping Jessy


"diam! ". ketus Jessy


Frans memicingkan matanya melihat gelagat abangnya, "ya Tuhan..! Mommy sepertinya Putra sulungmu sudah terpikat dengan keistimewaan menantu pilihan mommy". batin Frans tak bisa berkata-kata


.


"om tunggu..! " protes Shila


Varel menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah Shila, wajah kesal Shila terlihat lucu hingga Varel cukup terpesona walau hanya sedetik,


"apa lihat-lihat? tidak lihat gaun ini? ". tanya Shila dengan ketus


Varel memutar bola matanya dengan jengah, "kau punya hutang maaf padaku! ". kata Varel mendekat ke hadapan Shila lalu menggendong Shila yang memekik seketika.


"aaahhhh"


semua yang melihat itu berteriak ditempat, Jessy mengejar Shila yang dibawa oleh Varel.


"apa yang akan dilakukan bocah kurang ajar itu? ". batin Jessy khawatir


"sayang? ". pekik Ramon ikut-ikutan mengejar Jessy


Frans menepuk dahinya melihat keluarganya itu.


.


Shila menatap tajam ke Varel yang menatapnya tak kalah tajam, siapapun yang melihat itu mereka akan dinilai seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar hebat, si wanita marah karna kekasihnya terlalu posesif dan si pria marah karna sang kekasih terlalu mempesona hingga menarik perhatian pria lain.


Shila benar-benar tidak suka bersama Pria seperti Varel yang ditanya tetap diam hanya matanya saja yang berbicara seolah mengatakan untuk diam.


.

__ADS_1


"hutang maaf apa maksud om? ". tanya Shila dengan geram.


"pertama..! perbaiki panggilanmu! ". titah Varel membenarkan dasi nya.


"apa salah saya memanggil anda om? badan anda sangat besar seperti om-om berumur 30 tahunan". jawab Shila dengan ketus berjalan ke arah sofa dan duduk anggun disana.


"aku masih 26 tahun jadi jangan panggil aku om bodoh". jawab Varel


"suka-suka aku lah mau manggil om apa". ketus Shila membuang muka


Varel menarik nafas dalam-dalam, "kenapa harus ada bocah sepertimu dimuka bumi ini? ". gumam Varel


"aku mendengar om ya? jangan macam-macam jika masih sayang tulang rusuk om itu". ancam Shila


"ck..! kau hutang maaf padaku". Varel mengabaikan ancaman Shila.


"hutang maaf apa? bukankah om yang salah? ". tanya Shila dengan alis mengkerut.


"kau mempermalukan aku didepan banyak orang bocah..! kau tidak tau itu? apa kau tidak tau gosip mereka mengatakan apa? mereka bilang aku selingkuh darimu dan kau marah besar padaku hingga menerobos ruang rapat". bentak Varel


Shila melebarkan matanya, "benarkah?? seserius itu?? ".


"pake nanya lagi". decak Varel


Shila mendengarkan penjelasan Varel sambil mengangguk-ngangguk serius, sungguh seperti anak kecil yang mudah marah juga mudah dibujuk.


"oohh". Shila


"apaa? kau bilang apaa? ". tanya Varel dengan tatapan tajam dan aura yang super dingin.


"issh.. aku jawab oh om.. kenapa emangnya? ". tanya Shila dengan santainya.


"kau bahkan menghina mommyku jadi harus minta maaf dan ganti rugi". ketus Varel


"siapa yang menghina mommy Om? saya hanya bilang pasti mommy om malu memiliki anak seperti om, sebagai sesama perempuan kami sangat mengerti tapi om sebagai lelaki tidak akan faham rasanya saat harga diri diinjak-injak tapi om tidak bisa melawan".


"kau mengajariku lagi hah? ". Varel mendekat dan menatap sengit ke arah Shila.


Shila tak kalah sengit, ia dan Varel bertatapan cukup lama.


"kau sama sekali tidak takut padaku ya? apa kau tidak ingin tetap kaya?". sindir Varel


"biarkan saja..! hutang saya sudah lunas dan sebentar lagi Papa saya akan sembuh, om mau buat saya jatuh miskin? silahkan saja". tantang Shila balik lalu tersenyum sinis


Varel sampai kaget melihat keberanian Shila, nyali gadis ini benar-benar sangat besar tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2