Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
perlakuan istimewa (part. 1)


__ADS_3

.


.


.


"apa aman untuk bayi kita? ". tanya Ariel


"maksud mas? ". tanya Vivi tidak mengerti


"malam ini adalah malam pengantin kita bukan? ". seringai Ariel


"apaa? bukankah kita sudah sering melakukannya? ini bukan malam pertama lagi, mungkin sudah malam ke 20-an". jawab Vivi dengan kesal


Ariel tertawa, tidak ada seorang pun yang bisa menolak pesona Ariel, perempuan kelas atas saja terpesona dengan penampilan Ariel apalagi Vivi yang berasal dari kelas bawah diserang dengan lembut dan penuh cinta oleh pria tampannya itu.


.


jelang 2 minggu pernikahan Varel dan Shila, segala ujian telah mereka lewati dari musuh-musuh baru Varel yang tidak ingin Produk kecantikannya semakin melejit pesat tapi berkat adanya Ariel semua teratasi dengan mudahnya.


dan beberapa musuh lama Ariel juga datang untuk mencoba melukai Vivi, walau Vivi tidak berpendidikan tinggi dan tidak terlalu jago berkelahi ia sangat licik dan semua orang tau itu, berkat kelicikannya itu ia selamat dari kejaran orang-orang jahat yang mengincarnya, Ariel, Varel serta Frans menjadi semakin akrab karna mereka selalu bersama-sama melawan musuh.


sementara keluarga Varel tak bisa apa-apa hanya memfokuskan diri ke persiapan acara pernikahan Shila dan Varel, mereka tidak bisa menunda lagi karna undangan telah tersebar luas jika ditunda akan mengalami kerugian besar serta malu yang teramat besar.


"bagaimana kandungan kakak? ". tanya Shila


Vivi tersenyum mengelus perutnya yang kian membuncit walau sedikit tapi terlihat seperti ia mengandung 4 bulan saja sebenarnya belum 4 bulan, terlihat sekali Vivi hamil anak kembar.


"masih sempat-sempatnya tersenyum! seharusnya kakak tidak pergi kesana sendirian". omel Shila


Vivi tertawa, "aku harus seperti belut kan? semua yang aku lakukan harus selamat dari pegangan musuh, tidak boleh ada yang bisa mendapatkan tubuhku yang sedang mengandung ini".


Shila tertawa sambil geleng-geleng kepala, "kakak tidak takut? Pak Ariel sangat pucat hari itu, dia sangat khawatir bahkan Papi ingin mengundur pernikahan kami tapi karna perkataan Mommy semua tetap berjalan lancar dengan mempercayai Frans, Om Varel dan Pak Ariel".


"sudah-sudah.. Mas Ariel memang khawatir karna ada bayinya disini". jawab Vivi tertawa


"issh.. yang dia khawatirkan Kakak juga bukan bayinya saja". gerutu Shila


"bagaimana kak? hadiahku? bermanfaat bukan? ". cecar Shila menaik turunkan alisnya.


Vivi berubah datar, "awalnya aku tidak suka hadiahmu, itu sangat menggelikan tapi karna anting-anting itu aku sangat senang".


"lalu? kemana semuanya? kakak buang? ". tanya Shila

__ADS_1


"mana mungkin, Mas Ariel...? hmm..? ". Vivi tidak bisa melanjutkan kata-katanya


Shila tertawa terbahak-bahak, "aku mengerti Kak, ahahahah".


Vivi dan Shila tertegun saat ada seorang perempuan berpakaian formal datang menyapanya.


"perkenalkan nama saya Diani Nona, saya adalah Utusan Tuan Ariel dari seleksi Tuan Aham dan Jack untuk menjaga Nona".


Shila tertawa lepas seketika sedangkan Vivi menatap kesal ke Shila yang tengah menertawainya,


"apa yang aku katakan benar kan kak? kakak akan diberi pengawal, haha". tawa Shila


"iya.. terimakasih Diani, dimana tinggalmu? ". tanya Vivi


setelah berkenalan Diani diantar oleh pelayan ke kamar khusus untuknya, ia bekerja menjaga Vivi tentu dimanapun Vivi berada ia harus ada disana.


"lihat saja Shila, aku yakin kamu juga akan mengalaminya". kesal Vivi


Shila tertawa mengangguk-ngangguk, "iya kak aku tau tapi aku jago berkelahi".


Vivi mendelik kesal, "aku gadis licin".


Shila semakin tertawa, Vivi selalu mengatakan dirinya itu belut yang sulit untuk ditangkap itu sebabnya ia selalu lolos dari kejaran musuh Ariel, Ariel merasa beruntung Vivi bukanlah wanita penakut masih bisa berpikir jernih saat musuh menyerangnya.


.


hingga malam hari pesta pernikahan Varel dan Shila berlangsung meriah, kecantikan Shila serta ketampanan Varel sangat cocok diberi penghargaan sebagai pasangan pengantin yang Visualnya paling sempurna.


Vika bersama Vivi sedang makan bersama, sementara Ariel tampak sibuk dengan rekan-rekan kerjanya, tak lupa pula Diani selalu mengekor kemana Vivi pergi.


"apa kakak tidak risih diikuti seseorang? ". tanya Vika penasaran melihat Diani


"mau bagaimana lagi dek, abang iparmu sangat posesif dengan anaknya". balas Vivi


Vika tertawa kecil, "kalau posesif pada bayinya tentu ibunya juga, kakak jangan mencoba membohongiku aku tau Bang Ariel sangat mencintai kakak".


Vivi tersenyum saja, "bagaimana kuliahmu dek? ". tanya Vivi


"baik kak..! setelah ini aku akan fokus kuliah supaya tamat lebih cepat dan kerja di Kota yang sama dengan kakak, Apartemen kakak bisa kan aku tinggali? ". tanya Vika berbinar


"tentu saja, kakak bahkan tidak tau Apartemen kakak sudah lunas". kekeh Vivi melihat ke arah Ariel yang begitu sibuk.


"iyalah.. punya suami kaya emang enak". senyum manis Vika.

__ADS_1


"kakak berharap kamu juga akan menemukan pria yang sangat mencintaimu dek..!". Vivi berdoa dengan tulus.


Vika tersenyum, "iya kak, aku akan menjaga mahkotaku baik-baik seperti yang kakak minta demi kebaikanku kan? ".


Vivi tersenyum memeluk adiknya dengan sayang, sementara Diani tersenyum tulus melihat kedua kakak adik itu yang sangat manis.


"kak Shila cantik sekali kak". Vika tersenyum melihat ke panggung pengantin


Vivi terkekeh, "artis kakak tentu saja sangat cantik".


Vika tersenyum, "kata orang-orang kakak terkena cipratan dewi keberuntungan maka nya kakak dicintai oleh Abang Ariel".


"iya.. kakak tidak mengelak itu". jawab Vivi mengingat hari dimana ia masuk ke pelukan Ariel saat berpura-pura menjadi Varel, saat itu Shila mengelak hingga Vivi lah yang masuk dalam pelukan Ariel.


jika dipikir-pikir apa yang netizen katakan tentang diri Vivi sangat benar, Shila memang dewi keberuntungan siapapun yang dekat dengan Shila akan beruntung.


.


Shila tertegun saat Varel mengulurkan tangannya dan meminta Shila mengikutinya ternyata Varel membawa Shila ke Piano.


"Om? ". Shila tersenyum tampak binar mata nya seolah tau apa yang akan dilakukan Varel.


Nando dan Frans mengambil kursi khusus lalu meletakkannya di belakang Shila.


"silahkan duduk kakak ipar". seru mereka kompak


Shila tertawa melihat Nando yang ikut meledeknya kakak ipar padahal umur Nando lebih tua darinya.


Shila duduk dengan anggun lalu Varel duduk didepan Piano, ia memainkan Piano dengan lancar hingga Shila tersenyum senang menangkupkan kedua tangannya.


Shila semakin senang saat gerakan tangan Varel semakin cepat mengeluarkan melodi yang sangat indah, Jessy dan Ramon hanya tersenyum saja menatap mereka, Suryo bersama ujang dan Aji tampak bahagia dan terharu melihat betapa bahagianya Shila diperlakukan istimewa oleh Varel.


"anakku akan bahagia kan Ji? ". tanya Suryo ke Aji


"iya Pak..! Neng Shila akan bahagia dengan Tuan Varel". jawab Aji


"aku teh bangga dengan neng Shila pak, dia sangat hebat pantas mendapatkan Pria hebat seperti Tuan Varel". sahut Ujang juga.


Suryo memeluk kedua temannya itu, ia menganggap Aji dan Ujang sebagai teman Suryo serta sudah seperti keluarga bagi Shila.


Pak Joko dan Pak Anton datang bersama keluarganya, mereka ikut menghadiri pesta pernikahan anak dari bos baik mereka itu, kedua satpam setia Jessy dan Ramon telah bangun dari koma beberapa minggu yang lalu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2