Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
dia tulus padamu


__ADS_3

.


.


.


setiba nya di Mansion, Varel langsung masuk ke Ruangan Kerjanya, ia tampak sibuk mengobrak-ngabrik berkas-berkasnya yaitu identitas Elis yang sebelumnya pernah ia cari tau.


"akhirnya ku dapatkan". gumam Varel


Varel membuka nya dan melihat semua yang terjadi pada keluarga Elis, "woww..! cepat sekali bangkrutnya, apa setelah aku tolak? tapi itu tidak mungkin". gumam Varel berdecak


Varel membuka lembaran yang lainnya, kali ini ia diam membuka lagi lembaran lainnya hingga habis dan akhirnya ia mengerti.


"Papanya pejudi lalu meninggal ditabrak lari karna mabuk-mabukan hmm? ibunya sudah menikah lagi dan meninggalkan anak bungsunya? ". Varel tampak berpikir.


"umurnya sudah 21 tahun, artinya dia masih masa kuliah, dimana dia? ". Varel sekali lagi membuka berkas itu dan menatap cukup lama foto seorang bocah kecil lelaki ditengah-tengah foto keluarga Elis.


Varel mencari tau lewat koneksinya disetiap kampus yang ada di Indonesia ini, jam sudah menunjukkan pukul 10.09 malam namun yang ia cari belum ia dapatkan.


"mereka pasti sedang tidur". Varel berdecak memijit pelipisnya.


karna kata-kata Shila sebelumnya mencerahkan mata hati Varel yang kecilnya seperti lubang semut, benar-benar hanya Shila yang bisa membuat Varel tunduk serta bisa merenung.


ke esokan paginya.


Varel meminta Nando untuk mencari asal-usul anak lelaki yang bernama Ellio Putra, dimana lelaki muda berumur 21 tahun itu adalah adik satu-satunya Elis


"kalau dia memang adik satu-satunya Elis pasti dia ada di Rumah Sakit menjemput jasad kakaknya Tuan Muda". ujar Nando membuat Varel tersentak akan kebodohan kecilnya.


"kenapa aku melupakan hal itu?". decak Varel


"ada apa Tuan Muda? ". tanya Nando


"tidak apa.. kau datangi saja dia dan katakan pada dokter disana beri asuransi jiwa untuk keluarga korban, aku akan menanggungnya". kata Varel


"baik Tuan". sahut Nando berbalik tanpa bertanya lagi.


Nando sangat mengenal Varel yang tidak pernah memikirkan orang lain, tapi saat memiliki Shila sudah jelas Nando yakin Shila bisa merubah Tuan Mudanya menjadi Pria yang lebih Manusiawi, terbukti disaat seperti ini dan itulah sebabnya Nando tidak kaget lagi akan perubahan itu.


Varel menatap lekat potret Shila yang memberengut di meja kerjanya, menurut Varel foto-foto Shila seperti itu bukannya jelek malah terlihat imut hingga setiap Varel melihat potret itu makin membuatnya merindukan sang kekasih hati.


.


Shila yang sedang fokus memainkan ponselnya tersentak seketika saat melihat seorang Kru Iklannya datang, yang membuatnya kaget adalah Pria itu dahulunya seorang Kru rendahan yang disuruh-suruh oleh orang lain juga atasan Pria itu.

__ADS_1


"Izal? itu kamu? ". tebak Shila berdiri dari duduknya.


"iya ini aku Nona Shila". jawab Izal yang memang sedikit non formal pada Shila.


"kenapa kamu bisa ada di Fox Entertainment?". tanya Shila mengedarkan pandangannya merasa heran karna ia tau Izal bukan bekerja di Entertainment milik Fox Group.


"aku bekerja disini karna mendapatkan ramalan dari Pria Culun di tempat kerja kita belasan hari yang lalu Nona". ujar Izal membuat Shila terdiam langsung teringat Om Tampannya.


"bagaimana ciri-cirinya? ". tanya Shila


Izal dengan semangat menceritakannya hingga Shila menahan senyum seketika karna ia tau Pria Culun yang dimaksud Izal adalah CEO Tertinggi Fox Group.


"aku mencarinya kemana-mana Nona Shila tapi aku tidak menemukannya, aku ingin mentraktirnya makan, dia juga mengidolakanmu Shila". Izal


"hmm? ". Shila tampak pura-pura kaget


"boleh aku minta tanda tanganmu serta Fotomu Shila, aku akan berikan untuknya". tanya Izal dengan serius


Shila tersenyum dan mengangguk, ia merasa Izal sangat tulus ingin berteman dengan Varel saat menyamar menjadi si Pria Culun.


"ini apa? ". tanya Shila mengambil berkas di lantai


"eeh..? hehe.. itu naskah pertama yang ingin saya beritau pak Heri". jawab Izal nyengir malu


Shila membuka berkas itu dan jantungnya berdebar kencang, "First Love?". beo Shila menatap Izal


"siapa artisnya zal? ". tanya Shila tiba-tiba dirinya ingin menjadi pemeran utama dalam naskah itu.


"aku belum menemukannya Nona Shila, mungkin aku akan pikir-pikir terlebih dahulu, karna peran sebagai Pria Kaya jarang aktor yang memiliki ketampanan hakiki seperti Tuan Muda Fox Group". Izal garuk-garuk kepala


"ini naskah film atau sinetron? ". tanya Shila


"ini Film durasi 2 jam Nona, aku akan membuatnya semaksimal mungkin... nanti saja cari pemeran utamanya". Izal


"aku sangat menyukai karakter perempuannya, apa aku boleh menjadi pemeran utamanya? ". tanya Shila membuat Izal terduduk lemas.


"hah? kamu kenapa Zal? ". tanya Shila


"N.. Nona Shila mau menjadi pemeran utama dalam film pertama aku? ". tanya Izal sekali lagi dengan nada tergagap.


Shila mengangguk, "karakternya sangat mengagumkan bahkan tidak sepertiku, aku ingin mencobanya".


Izal mengatup rahangnya yang terbuka, "b.. baik Nona.. terimakasih.. a.. aku akan menyiapkannya lebih cepat".


Shila terkekeh melihat Izal yang sempoyongan hingga beberapa kali menabrak pilar saking kosongnya pikirannya karna Shila akan membintangi film abal-abal yang ia ciptakan.

__ADS_1


Izal merasa dirinya begitu disambut di Fox Entertainment, tidak ada yang merendahkannya meski ia tamatan dari kampus tak dikenal.


.


"om? ". Shila melihat Varel yang datang dengan penampilan barunya yaitu si Pria Rock'n, Rambut panjangnya dan tak lupa kaca mata tebalnya.


Varel tersenyum karna Shila mengenalinya, "tumben kamu mengenaliku sayang? ". Varel memeluk Shila dengan mesra


Shila tersenyum, "entahlah..! aku sudah mulai terbiasa dengan segala macam penyamaran om". kekeh Shila


"hmm". Varel semakin memeluk erat Shila bahkan ia sudah mencampakkan rambut palsunya hingga tergeletak dilantai.


"om tau Izal? ". tanya Shila melepaskan pelukannya dari Varel


"siapa dia? ". tanya Varel


"issh.. yang om bantu masuk disini, dia tampak tulus ingin berteman dengan om". jawab Shila


Varel mengangguk, "benarkah? apa katanya? ".


"dia meminta tanda tangan serta fotoku untuk om sebagai hadiah karna om meramalnya bisa masuk ke Entertainment ini". jelas Shila terkikik.


Varel terkejut, "benarkah? ".


"iya om..! coba om menyamar lagi sebagai pria culun disekitarnya". Shila


Varel tampak berpikir dan mengangguk pelan lalu kembali memeluk Shila.


"om? ". Shila mendongak


"hmm?". Varel tersenyum begitu tampannya


"kenapa om tersenyum? ". tanya Shila dengan kesal


"aku sudah terbiasa dengan panggilanmu sayang dan itu sangat lucu, aku setampan ini kamu panggil Om". jelas Varel tertawa


Shila menebarkan senyumnya, "om sangat tampan walau menyebalkan saat itu aku lihat memang om sangat tampan".


Varel tertawa, "akhirnya kamu memujiku tampan sayang". Varel menduselkan hidungnya dengan hidung Shila.


Shila tersenyum memejamkan matanya, "om? "


"hmm? kamu mau bicara apa sayang? ". tanya Varel yang tau Shila ingin mengatakan sesuatu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2