
.
.
"Mommy bicara apa? kenapa mommy bisa berpikir kalau yang ada di Rumah Mommy bukan om Raffan?". tanya Shila
Jessy tersenyum lembut, "mommy tau sayang..! mommy tidak akan melakukan apa-apa hanya ingin bertemu dia saja". jawab Jessy
Shila tersenyum kaku tidak tau lagi tau berkata apa karna Jessy sendiri terlihat sudah begitu yakin kalau yang ada di Rumahnya bukanlah Varel, entah apa yang terjadi disana hingga Jessy bisa tau padahal sebelumnya semua baik-baik saja.
"mommy mohon nak..!". pinta Jessy memelas.
Shila tertegun melihat mata Jessy berkaca-kaca, "mommy kenapa nangis? apa yang terjadi mom? ".
Jessy memeluk Shila dan menceritakan tentang semua luka di tubuh Pria yang ada di Rumahnya bukan karna tidak percaya tapi luka-luka itu terlihat begitu sudah lama tentu Jessy tau putranya yang sebenarnya tidak memiliki bekas luka apapun.
Shila sampai kaget mendengarnya, ia tau kehidupan Ariel begitu menderita karna cerita Varel namun ia tak menduga tubuh pria gagah itu akan ada bekas luka hingga begitu menyakiti hati Jessy.
"memangnya luka apa saja mom? ". tanya Shila penasaran
"Cambuk, bekas jahitan Operasi, tubuhnya penuh bekas luka yang terlihat sudah lama, Mommy memiliki penglihatan yang tajam nak..! mommy sangat tau luka-luka apa saja itu". isak Jessy
"iya mom.. udah.. mommy jangan menangis ya? om Raffan baik-baik saja". Shila membujuk dengan tatapan lembutnya.
.
Shila mendatangi Apartemen Varel dan masuk disana karna tau sandi Apartemen kekasihnya itu, Shila tidak membawa Frans karna Frans akan mampir nanti setelah menyelesaikan sesuatu.
"sayang..? Maharani? ". panggil Varel yang tau kedatangan Shila
hanya Shila yang tau sandi apartemennya, selain itu tamu harus menekan bel.
Shila berjalan ke arah Varel yang ada di dapur tanpa mengenakan baju hanya celana saja.
"Om..? om ngapain di dapur? ". tanya Shila yang mendengar suara Varel tadi.
Varel memberikan jus jeruk yang ia buat untuk dirinya namun malah kedatangan Shila yang mendadak membuatnya lupa akan tujuannya ingin minum jus jeruk.
Shila tersenyum lalu menyedotnya dengan jarak begitu dekat dengan Varel, Shila memperhatikan tubuh Varel yang tidak ada bekas luka sama sekali.
"pantas saja om Ariel ketahuan". batin Shila
__ADS_1
Varel melihat tubuhnya sendiri, "kamu tidak nyaman melihatku buka baju sayang? ". tanya Varel
"bukan om..! hehe.. aku suka". cengir Shila tanpa sadar tangannya memegang dada bidang Varel
Varel terkekeh mengelus pipi Shila yang merona, Shila menyodorkan sedotan jus jeruknya dengan senang hati Varel meminum bekas bibir Shila lalu meletakkan gelasnya di meja yang ada sampingnya.
"ada apa sayang? apa kamu merindukanku? ". tanya Varel melingkarkan tangannya dipinggang Shila, sementara Shila meletakkan tangannya di dada bidang Varel.
"ada seseorang yang ingin bertemu dengan om". kata Shila
Varel menautkan kedua alisnya, "siapa sayang? ".
"ikut aku om..! ". Shila menarik lengan Varel yang mengikuti kemana Shila membawanya.
Varel melebarkan matanya melihat Jessy yang baru saja berdiri di sofa Ruang Tamu nya.
"mommy? ". Varel tertegun benar-benar melihat mommynya.
Jessy berdiri dan menatap tubuh Varel yang kebetulan tidak memakai baju, Jessy mendekat lalu Shila menjauh saat Jessy mendekati Varel.
"mommy ngapain disini? ". tanya Varel setelah menyadarkan dirinya dari keterkejutannya.
Jessy meraba tubuh Varel yang bersih tidak ada bekas luka sama sekali, Varel menaikkan sebelah alisnya menatap Shila seolah meminta jawaban sedangkan Shila hanya memasang wajah sedihnya saja seperti merasakan kesedihan Jessy.
"bagaimana keadaanmu selama ini nak? kenapa menghilang dari mommy dan Papi hmm?". tanya Jessy
"Varel tidak menghilang Mom!". bela Varel seakan belum tau kebenaran nya telah di ketahui Jessy.
semua mata menoleh ke pintu yang cukup jauh mendengar bunyi bel,
"biar Shila yang buka". Shila berdiri dan berlari kecil ke arah pintu
"kakak ipar? ". sapa Frans tersenyum tampannya
"ayo masuk..! ". ajak Shila
Frans menatap Apartemen tempat tinggal abangnya, "dasar pria dingin, apa dia sama sekali tidak merindukan mommy dan papi? malah suka menyendiri mentang-mentang ada abang kembar lainnya". gerutu Frans didengar oleh Shila
Shila tersenyum lembut, "sebenarnya Om Raffan sangat merindukan kedua orangtuanya tapi melihatnya dari jauh itu sudah cukup, lagian om Raffan pria yang kuat dan mandiri". jawab Shila
"kakak ipar jangan membelanya, Papi, mommy dan Aku sangat marah padanya". kesal Frans malah dapat kekehan dari Shila
__ADS_1
"mau kemana? ". tanya Shila
"jadi kemana tujuan kita? ". tanya Frans menggaruk kepala nya yang tidak gatal
Shila menarik lengan Frans yang tertegun seketika namun ada rona di pipinya, ia tidak pernah sedekat ini dengan kakak iparnya yang sangat cantik.
"sayang.. kamu? ". Varel berjalan cepat ke arah Shila yang menarik tangan kekasihnya lalu menatap tajam ke arah Frans
"dasar anak kecil..! berani sekali kau menyentuh milikku". Varel menyentil kening Frans yang mengaduh kesakitan seketika
"ini memang bang Varel mom..!". kesal Frans yang sangat mengenal sosok abangnya yang pelit karna tidak suka miliknya disentuh
Frans berdecak tak percaya akan kebodohannya yang tidak menyadari hal itu.
"nak..! cepat ceritakan yang sebenarnya..! kenapa kamu bisa bertukar posisi dengan anak mommy yang lain? ". tanya Jessy
Varel melihat ke arah Jessy, "mommy bicara apa sih? ini aku Varel".
"om.. mommy sudah tau". Shila memegang lengan Varel hal itu membuat Varel semakin terkejut hampir saja dia tumbang karna kakinya lemas tiba-tiba namun dibantu oleh Shila.
Frans menatap wajah Varel juga tubuh Varel yang tidak ada luka, Frans memang tau tubuh abangnya bersih karna abangnya itu sangat menjaga penampilannya tapi mengapa ia tidak pernah berpikir bahwa Pria yang sedang berada di Rumahnya itu bukanlah Varel, apa mungkin karna Frans tidak pernah melihat Ariel buka baju?.
alhasil Varel menceritakan yang sebenarnya hingga Jessy menangis terisak-isak mendengar semua itu, Frans juga menangis mendengarnya padahal ia jarang menangis karna ia adalah pria ceria yang suka berpetualang.
"syukurlah dia kembali dalam keadaan baik-baik saja...! hiks.. hiks.. ". isak Jessy
"kenapa mommy jadi cengeng hmm? bukankah seharusnya mommy menjewernya? dia berani datang hanya untuk balas dendam". gerutu Varel dapat pukulan dari Jessy
"kau memang Varelku". kata Jessy dengan kesal
Shila menghapus air matanya yang mendengar semua itu, padahal ia sudah tau tapi melihat Jessy menangis membuatnya ikut menangis padahal Shila sudah tau cerita yang sebenarnya.
tak lama kemudian Ramon juga datang menyusul karna dapat Searlock dari Frans, ia juga menangis mendengar semuanya.
"Varel mohon Papi, Mommy dan Frans harus bersikap biasa saja, dia hanya salah faham dengan kita semua mom.. berikan cinta kalian padanya, Varel baik-baik saja disini karna ada Maharani". Varel berkata dengan serius
"dasar anak nakal..! kau mencampakkan kami setelah ada Maharanimu heh? bisa-bisa nya kau menutupi semua ini dari kami". kata Ramon dengan datar namun terlihat matanya masih memerah sehabis menangis tadi.
Varel merangkul pinggang Shila tanpa ragu mencium pelipis Shila didepan keluarganya, Shila tersenyum kaku karna tau sifat Varel yang tak kenal tempat.
.
__ADS_1
.
.