
.
.
.
sejak Frans mengatakan Raisa menciumnya saat mabuk, Raisa selalu melarikan diri setiap bertemu dengan Frans.
seperti saat ini Raisa rela mengurung diri dikamar supaya tak bertemu Frans sampai ia benar-benar kelaparan.
Frans menarik nafas berkali-kali hingga ia memberanikan diri masuk ke kamar Raisa, Raisa yang sedang termenung dibalkon memeluk lututnya tak menyadari kedatangan Frans, Frans terus saja melangkahkan kakinya ke arah Raisa.
"dia sangat cantik seperti itu". batin Frans tersenyum melihat rambut Raisa diterbang angin.
Raisa terlonjak kaget saat Frans berjongkok disampingnya menyibakkan rambut Raisa dibalik daun telinganya.
"T.. Tuan? ". Raisa membelalak dan menurunkan kakinya lalu melarikan diri tapi Frans sudah menahan pinggang Raisa dan menyeretnya kembali berhadapan dengan Frans.
"mau lari lagi? ". tanya Frans
"Hmm..? hmm..? ". Raisa gelagapan tidak tau mau berkata apa karna ia benar-benar malu telah mengungkapkan perasaannya pada Frans.
Raisa seperti gadis murah*n saja, padahal sebenarnya itu Raisa tidak pernah menyatakan Perasaan hanya Frans saja yang iseng, tak disangka perkataan Frans malah membuat Raisa selalu melarikan diri setiap berjumpa dengannya.
Frans mendengar bunyi perut Raisa, "ini akibat kamu melarikan diri dariku, kenapa malah tidak makan? aku sudah bilang tidak masalah kan?"
Raisa masih diam dengan degup jantung yang berdetak begitu cepat seperti habis maraton saja. siapa yang tidak akan berdebar dengan cara Frans memegang pinggangnya.
"mau makan?". tanya Frans
"T.. Tidak Tuan". jawab Raisa menggeleng kepalanya.
"makan atau aku makan". ancam Frans
"h. haa?". Raisa tidak mengerti.
Frans menarik dagu Raisa dan mengecup bibir Raisa, sedangkan Raisa melototkan matanya dengan wajah yang kian memerah.
"begini..! ". kata Frans
Frans menarik pinggang Raisa saat tubuh gadis itu limbung kebelakang dan matanya terpejam terlihat ingin pingsan tapi tersadar saat masuk ke Pelukannya Frans.
"karna kamu menyukaiku aku menerimamu". bisik Frans
Raisa semakin tersadar hanya bisa mengerjab-ngerjabkan mata besarnya, bibirnya seperti terkunci tak bisa berkata-kata walau hanya bertanya apakah ini mimpi? Raisa berharap ini benar-benar mimpi.
.
plak...!
Frans mengerutkan keningnya melihat Raisa menampar wajahnya sendiri, lalu Raisa mencubit pipinya sendiri.
"ini mimpi? karna tidak sakit". gumam Raisa mengangguk mengira semua hanya mimpi.
__ADS_1
"Tuan Muda Player Game adalah kekasih si gadis biasa Raisa". ujar Frans lalu mencubit kuat pipi Raisa yang memekik kesakitan.
"sekarang sudah percaya? ". tanya Frans
"ta.. tapi kenapa Tuan? anda tidak perlu merasa tidak nyaman karna ungkapan perasaan saya, s.. sa.. saya hanya dalam keadaan mabuk, jangan percaya perkataan orang mabuk Tuan". Raisa berkata setelah menyadarkan diri.
"aku tidak akan menerima ungkapan cinta dari seseorang jika aku tidak suka". jawab Frans
"hah? Tuan bercanda? Tuan menyukaiku? haha". Raisa tertawa canggung dan terdiam melihat wajah serius Frans yang terlihat sangat tampan.
"aku pernah pacaran dengan 1 perempuan namanya Erin, dan dia seorang model international sekarang ada di Amerika. kamu bukan yang pertama bagiku tapi kamu gadis pertama yang membuat aku tertarik padamu sebagai lawan jenis". Frans
"E.. Erin? ". gagap Raisa
"hmm..! dia pernah jadi model di Indonesia hanya 3 bulan langsung ke Amerika". jawab Frans
"hmm? ke. kenapa putus Tuan? ". tanya Raisa lalu membekap mulutnya.
"tidak cocok! ". jawab Frans santai.
Raisa diam lalu, "kalau saya tuan? menurut saya kita juga kurang cocok". cicit Raisa.
"kata siapa? ". tanya Frans
"ka.. kata saya". Jawab Raisa
"dari segi? kasta? ". tebak Frans
"menurutmu kedua kakak iparku dari kalangan bangsawan? ". tanya Frans serius
Raisa terlihat berpikir, Vivi bukan dari keluarga orang kaya tapi Shila kaya karna penghasilannya menjadi artis.
"kami tidak pernah menilai kasta terutama mommy dan papiku, mereka malah tidak suka jika aku menghamili anak gadis orang". kata Frans
Raisa membelalakkan matanya, "Hha? "
"bang Ariel membuat Kak Vivi hamil karna dia tidak besar bersama kami, percayalah padaku..! jangan membandingkan kekayaan diantara kita, aku hanya minta kamu akan memilihku dari pada karir itu saja". jelas Frans
Raisa terdiam, "karir? ".
"hmmm! alasan aku putus dengannya karna dia memilih karir, aku tidak suka saat gayanya yang terlihat murahan. selama aku tau dunia hiburan hanya satu perempuan yang mau meninggalkan karirnya demi cinta yaitu kakak iparku". Frans
Raisa pun mendengarkan cerita Frans hingga tanpa sadar sarapannya sudah habis.
"Tuan..? ".
Frans memejamkan matanya, "aku sekarang siapa bagimu? "
"atasan". jawab Raisa
"saat kita berdua jangan panggil Tuan, jika kamu tetap memanggilku Tuan aku akan memanggilmu Nona". jawab Frans.
hari pertama Frans dan Raisa jadian tidak ada yang spesial, mereka hanya saling buka buku diary satu sama lain tapi Raisa hanya mendengarkan saja sesekali bertanya. Frans merasa beban pikirannya begitu berkurang setelah bercerita dengan Raisa.
__ADS_1
.
.
setelah puas berlibur, mereka semua kembali ke Kota Jakarta. Raisa naik mobil bersama Frans sesekali Raisa melihat Frans dan melihat arah lain
"Raisa..? ini tidak mimpi.. Tuan Frans memang kekasihmu.. dia pacarmu..! Idolaku, bos ku, pacarku". Pekik Raisa dalam hati.
Raisa tersenyum manis melihat arah depan dan Frans tak sengaja melihatnya, Frans menggenggam tangan Raisa yang tak berani melihat Frans hanya diam membiarkan tangan mereka bertautan mesra.
.
.
di depan Rumah Raisa.
"mau masuk? ". tanya Raisa
"boleh! ". jawab Frans tersenyum mengelus kepala Raisa yang tersenyum malu.
Raisa belum terbiasa, Pria yang ia kira tidak akan pernah digapai olehnya kini telah menjadi pacarnya? hei..? mimpi apa Raisa, apa yang Raisa lakukan hingga bisa memiliki pacar hebat dan sempurna seperti Frans.
Raisa tersenyum melihat Frans membawa kopernya dan kedatangan Frans disambut baik oleh Lely serta adik-adiknya Raisa.
"kita makan bersama bagaimana? ". tanya Frans
"hmm? ta. ta.. pi". Rizzo
"tenang saja abang sudah minta seseorang untuk antar makanan kesini, lagian Raisa belum makan sejak siang tadi". Frans mengelus kepala Raisa didepan ibu dan adik-adik Raisa.
mereka melihat itu ada perbedaan diantara Raisa dan Frans, apalagi Raisa terlihat begitu malu-malu kucing. makanan tiba pun mereka makan beramai-ramai dan Frans bertanya apa makanan yang Raisa inginkan dan Raisa juga bertanya apa Frans punya alergi begitu juga sebaliknya.
"aku bisa makan apapun karna aku seorang petualang". jawab Frans
"kak Raisa alergi durian abang bos". jawab Rizzo
"benarkah?? aku juga tidak suka bau durian". jawab Frans tersenyum ke arah Raisa yang menundukkan kepala.
.
Raisa mengantarkan Frans ke depan Rumahnya lalu Frans mengecup kening Raisa yang kaget tapi tidak melawan, Raisa memang memendam perasaan pada Pria baik itu yang kini adalah pacarnya.
"sampai jumpa 2 hari lagi". bisik Frans
Raisa pun tersenyum dan Frans mencubit pipi Raisa. Raisa melambaikan tangannya saat mobil Frans pergi dari pekarangan rumahnya, Raisa terpekik saat adik-adiknya menarik-nariknya masuk dan mengintrogasinya.
apalagi Rizzo yang tau cara Raisa menatap Frans begitu malu, bahkan bertanya apa alergi Frans? itu bukan pertanyaan antara Karyawan dan Bos.
.
.
.
__ADS_1