
.
.
sepertinya dunia begitu adil dengan Varel dan Ariel, jika dahulunya Varel harus menahan diri karna memiliki orangtua yang gila menantu kini Varel telah bahagia bersama Shila, sedangkan Ariel yang hidup menderita juga pelan-pelan bahagia bersama Keluarganya.
"kau yakin disini Rumah Tuan kita? ". tanya seorang Pria berkumis pada rekannya yang juga lumayan tampan namun rambutnya tidak ada, bukan botak hanya saja sangat tipis mungkin rambut pria tampan itu hanya 2 cm saja.
"ya.. aku yakin.. kau meragukanku?". ejek pria tampan itu yang tak lain namanya adalah Abraham dan sering dipanggil Aham.
"bukan meragukan tapi rumah ini sangat mewah dan setau aku ini Rumah Keluarga Fox Group". kata Rion yang merupakan pria berkumis
pletak..
"apa-apaan kau ini? ". bentak Rion dapat sentilan maut dari Aham.
"kau lupa kalau Tuan kita punya kembaran yang sama dengan penguasa Fox Group, dasar bodoh..! kau cukur habis saja kumismu itu". geram Aham
Rion membelalak, "hei.. apa hubungannya dengan kumisku hah?".
"sudah.. kau jangan mengajak ribut sekarang kau pikirkan bagaimana caranya supaya kita bisa masuk ke Rumah itu tanpa di curigai". Aham memotong pembicaraan Rion yang hendak berbicara
Rion mengumpat kesal sambil mengelus kumisnya kini, sebenarnya Aham tampan lumayan di gilai banyak wanita tapi karna ia benci dirinya merubah penampilannya dengan mencepak habis rambutnya hingga tinggal beberapa cm saja, namun walaupun sudah hampir botak tetap saja Aham masih di gilai wanita klub.
alhasil Aham dan Rion menyerah karna penjagaan Rumah Keluarga Fox Group sangatlah ketat, bahkan jika mereka memanjat lewat jalan lain tapi tidak akan bisa karna ketinggian temboknya tidaklah normal.
"gila.. ini Rumah kenapa udah kayak tembok Cina?". gerutu Rion mendongak tinggi akan tembok Rumah mewah targetnya
"coba kau memanjat". titah Aham
"tidak bisa botak..! kau tidak lihat ketinggiannya? ". tolak Rion
"kau duduklah Kumis". geram Aham
Rion terpaksa duduk tapi memasang wajah tak terima dan saat Aham meminta Rion berdiri berpijak di bahu nya, Aham tetap tidak bisa menggapai ketinggian tembok Rumah itu.
"berapa tinggimu Kumis? ". kesal Aham
"169 tak". jawab Rion
"pantas saja kau sangat pendek". umpat Aham
Rion melototkan matanya, "jangan karna kau lebih tinggi sedikit dariku jadi besar kepala ya? tinggi kita tidak berbeda jauh botak". bentak Rion
__ADS_1
"lumayan tinggiku 180 dari pada kau yang pendek dari Idolamu itu". ejek Aham
"jangan mengejek Nona Shilaku..! ". bentak Rion
"bagaimana bisa kau mengidolakan perempuan tinggi tapi kau malah kerdil". ejek Aham melompat kebawah
"Botaakkkk". marah Rion
"suara apa itu? ". teriak seseorang
Rion dan Aham membelalak, dengan cepat mereka berlari dan bersembunyi sebab keahlian mereka adalah bersembunyi jadi tidak heran penjaga Mansion Keluarga Fox Group tidak menemukan apa-apa.
.
Ariel menatap cermin setelah selesai mandi, ia melihat tubuhnya yang basah namun ia sama sekali tidak menyadari tubuhnya banyak bekas luka, Ariel hanya sibuk mengelap tubuhnya lalu menatap wajahnya di pantulan cermin.
"aku bahagia menjadi Varel..! ". senyum tipis Ariel merasa hatinya benar-benar menghangat.
"tidak masalah aku memiliki ini semua dan dia hanya minta kekasih Arogannya itu saja kan?". seringai Ariel
.
"kamu mau kemana nak? ". tanya Jessy melihat Ariel sudah berpakaian rapi tapi tidak berpakaian formal.
"mau kemana? mau ketemu Shila? ". tanya Jessy berkacak pinggang
"bukan..! dia tidak suka aku datangi saat bekerja". jawab Ariel
"baguslah kau mengerti nak..! ya sudah pergilah hati-hati dijalan". Jessy mengelus rahang Ariel dengan lembut
Ariel mengangguk lalu tersenyum tipis meninggalkan Jessy, setelah memastikan mobil Ariel pergi kaki Jessy tiba-tiba lemas, ia segera menopang tubuhnya di pilar yang ada didekatnya.
"anakkuu..! ". lirih Jessy dengan nada penuh rasa bersalah
sekejam-kejamnya Jessy pada Varel tapi Jessy sangat mencintai putranya dan sangat menjaga tubuh putranya jangan sampai ada luka begitu juga dengan Varel yang sangat menjaga penampilannya, namun saat melihat bekas luka di tubuh Ariel bagaimana seorang Ibu bisa tidak terluka?
Jessy yang sangat menyesal karna telah membuat Ariel hidup menderita di luar sana apalagi dengan banyak bekas luka di tubuh putranya itu, Jessy merasa itu semua salahnya.
"bedeb*h sial*n itu...! aku harap kau menderita di neraka..! kau membuat aku dan putraku terpisah hingga tubuhnya begitu mengerikan!! aku harap kau menderita dibakar oleh api neraka". maki Jessy dengan tatapan nyalang ke arah langit.
Jessy hendak masuk namun kedatangan Ramon dan Frans membuatnya menoleh.
"kenapa mommy? ". tanya Frans dengan khawatir melihat dari jauh kaki mommynya bergetar dibawa jalan sendiri
__ADS_1
Ramon juga datang dan memegang bahu Jessy, "kenapa sayang? ".
"tidak apa pi.. nak..! mommy hanya lemas saja, mommy belum bisa melupakan bekas luka di tubuhnya". jawab Jessy tersenyum hambar
"jangan menyalahkan diri mommy sendiri..! Abang baik-baik saja, dia Pria yang cerdas pasti sudah mengetahui kebenarannya dan bisa membedakan bagaimana keadaannya dulu, semua terjadi karna musibah.. tidak ada yang ingin dia berpisah dari Mommy dan Papi saat itu kan? ". Frans
"anakmu sudah dewasa sayang..! " Ramon tersenyum lembut menatap putranya
"Frans akan tetap disini menemani Mommy ! apapun yang terjadi kedepannya mommy akan Frans lindungi dengan segenap jiwa". kata Frans
Jessy dan Ramon memeluk putra bungsu mereka dengan bangga, sungguh mereka sudah siap menerima balasan dendam dari Ariel, mereka tidak akan mencari alasan karna itulah Frans tidak akan kemana-mana selain tetap bersama keluarganya terutama mommynya yang bisa saja terkena serangan panik sewaktu-waktu.
.
.
"Tuan? ".
Ariel berbalik melihat asal pemilik suara itu dan dengan cepat Aham dan Rion berlari mendekati Ariel.
"kenapa? ". tanya Ariel bersidakap dada
"tidak ada Tuan, kami ingin memastikan apa Tuan sudah balas dendam". jawab Rion mengelus kumisnya dengan kikuk
Ariel menatap Rion dan Aham bergantian, "apa ada masalah dengan Perusahaanku? ". tanya datar
"benar tidak ada Tuan! apa anda sudah membalaskan sedikit rasa sakit hati anda? ". tanya Aham dengan datar terkesan serius
"aku sudah tau kebenarannya..! mereka tidak membuangku". jawab Ariel dengan santai terus berjalan dan Aham serta Rion kaget juga ikut berlari menyusul Ariel meminta penjelasan.
Aham dan Rion menganga melihat Tuannya tersenyum tulus untuk pertama kalinya, sebelumnya Ariel adalah pribadi yang tak punya hati juga sangat keras kepala, bagaimana bisa kini melunak seolah hatinya telah ditemukan dalam Mansion Keluarga Fox Group.
"lalu bagaimana dengan Perusahaan BRIMA Tuan? ". tanya Rion
"beri aku waktu untuk bisa menggabungkan keduanya". jawab Ariel membuat Rion dan Aham terbelalak sempurna.
"appaa? ". sahut Aham dan Rion dengan tak percaya kata-kata Ariel
.
.
.
__ADS_1