Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
malah datang


__ADS_3

.


.


.


"apaaa?? kok bisa?? ". pekik Shila seolah protes mendengar kabar bahwa hari ini Shila akan syuting bersama Varel


"apanya? bukankah itu hal wajar? ". tanya Vivi balik


"tapi bukannya besok dia syutingnya? kenapa sekarang? ". tanya Shila dengan kesal


Vivi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "kenapa kamu tidak suka Shil? ".


"aku tanya balik kak ! kenapa aku harus suka? ". kesal Shila membuat Vivi tersenyum kikuk.


"apa Tuan Muda mencintai Shila secara sepihak? benarkah begitu? ". batin Vivi menebak-nebak.


sementara satu Kru Iklan yang bekerja dibawah naungan Fox Group pun terheran-heran, untuk pertama kalinya Varel mengajukan iklan bersama dengan model iklan mereka, tapi walau bagaimana pun tidak ada yang bisa menolak permintaan seorang Varel yang selalu mutlak.


"kalau begitu aku syutingnya besok aja bagaimana kak? ". tanya Shila ke Vivi


"tidak bisa Shila, besok kamu ada jadwal syuting, kamu datang ke acara varietyshow terkenal". jawab Vivi


"kalau begitu ditunda bagaimana? ". tanya Shila


"yang mana yang di tunda? yang Variety show? ". tanya Vivi dibalas anggukan oleh Shila


"huh.. mana bisa Shila, besok itu memang jadwalnya Varietyshow itu muncul di TV, lagian mereka sudah membuat janji padamu sebelum aku menjadi managermu, kalau kamu menunda hari ini maka tidak ada waktu lain kali". jelas Vivi dengan sabar.


"jadwalku akan berantakan ya? ". tebak Shila


"nah.. kamu tau..! aku juga bingung kenapa Tuan Muda tiba-tiba ingin syuting hari ini juga, apa besok Tuan Muda ada acara juga? ". tanya Vivi penasaran


"om itu hanya ingin mengejekku saja". gerutu Shila


"tapi tidak mungkin akan melakukannya di tempat umum kan? ". tanya Vivi balik


"asal kamu tau kak..! Om Varel itu tidak peduli dengan image nya, mau dikatakan dia kejam atau jahat dia tidak akan peduli, itu artinya baik didepan kamera maupun dibelakang kamera dia tetap akan membuliku". jelas Shila


"kalau begitu kan kamu bisa melawan". jawab Vivi


"iya juga ya? ". gumam Shila tertawa pelan melupakan keresahannya.


Shila kan tidak takut pada Varel, jika Varel mengejeknya atau mempermainkannya nanti Shila akan mengamcam Tuan Muda Fox Group itu atas nama Nyonya Jessy Ramon. Varel paling lemah akan hal itu.

__ADS_1


di lokasi syuting.


"loh..? kok tidak ada orang kak? ". tanya Shila celingukan


"iya juga ya..? mereka kemana?". gumam Vivi menoleh kiri-kanan.


"apa mereka tidak takut barang-barang ini dicuri orang? kenapa terlalu ceroboh meninggalkan semuanya?". tanya Shila melihat kamera mahal dan lain-lain yang pasti sangat mahal di tinggal begitu saja.


"apa mereka menyambut Tuan Muda Ya? ". celutuk Vivi asal


"hah? kenapa om itu harus disambut? ". tanya Shila tidak mengerti


"kamu lupa Shila? dia pimpinan tertinggi Fox Group saat ini, sementara Hotel Fox Group juga milik keluarganya". jelas Vivi dengan gemas


"ah.. iya..? kekayaan mereka tidak normal". Shila mengangguk membenarkan.


benar saja semua orang mengikuti Varel yang berjalan selangkah dibelakang Varel ada Nando dan dibelakang Nando ada semua kru pembuatan Iklan.


Shila bersidakap dada menatap Varel juga banyaknya yang mengekori Varel.


"Pak sutradara? ". panggil Shila


"eh.. Iya Nona? ". sahut Sutradara iklan.


"apa tidak berbahaya kamera-kamera mahal ini di tinggal begitu saja?". tanya Shila dengan serius.


Shila melihat nya dan terkejut, "pantas saja? ". gumam Shila


.


"ekhem..! ". Nando berdehem hingga Shila menoleh ke arah Nando.


Shila melirik situasi yang menjadi hening lalu melihat pelakunya adalah Varel yang menebarkan aura dinginnya yang tidak bersahabat.


"ck..! om kami sudah kedinginan disini jadi tidak usah mengeluarkan AC mu itu". gerutu Shila


deg..!!


semua orang yang mendengarnya mematung dengan mata melebar syok, mereka tidak percaya ada seseorang yang mengomeli seorang Varel, mereka sebenarnya tidak terlalu membenarkan berita yang ada karna tidak dilihat secara langsung.


Shila melihat wajah tegang mereka semua hanya Nando yang terlihat tenang-tenang saja seolah sudah tau dengan perilaku Shila terhadap tuannya.


Varel mengabaikan kata-kata Shila malah melihat sekeliling,


"om? kenapa om syuting hari ini? ". tanya Shila yang kini sudah ada di hadapan Varel.

__ADS_1


Varel beralih menatap Shila yang masih pendek darinya padahal bagi ukuran perempuan Shila sudah masuk jajaran Gadis Ideal dengan bentuk tubuh dan tinggi yang sesuai standar Model Internasional.


"aku sibuk besok". jawab Varel dengan santai mengangkat tangannya mengusap kepala Shila lalu melewati Shila dengan santai dan duduk di kursi Shila.


"aku juga sibuk besok om! apa jadwal syuting om tidak bisa besok aja?". tanya Shila sambil mengekori Varel.


Nando menjelaskan alasan Varel tiba-tiba syuting hari ini sehingga Shila memutar bola matanya dengan jengah.


"memang kenapa aku syuting hari ini? ". tanya Varel tersenyum smirk.


"mereka menjadi kaku karna ada om dan juga om tidak mau membersihkan gosip? kenapa om malah nongol, nanti apa kata wartawan? mereka akan semakin berpikir ada sesuatu diantara kita". kesal Shila


Varel menarik tangan Shila hingga terduduk dipangkuan Varel, Nando melihat arah lain dan yang lainnya melotot sempurna melihat pemandangan itu.


"kenapa kau berisik sekali hah? tidak bisakah kau jadi gadis pendiam hmm? telingaku sakit mendengar ocehanmu itu". Varel berkata sambil mengetuk kening Shila.


Shila memukul bahu Varel sambil mendengus mengusap keningnya, "awas aja om marah-marah ya karna setelah ini gosip akan sampai ke singapura". gerutu Shila


Varel tersenyum, Shila melihat sekitar


"ada apa? ". tanya Varel


"ini tempat dudukku om..! om duduk disana!". tunjuk Shila melihat tempat duduk khusus Varel menjelang syuting.


Vivi yang tersadar dengan cepat mengusir Kru Iklan untuk cepat melakukan tugas mereka sebelum Varel marah karna menonton adegan romantis itu, Nando pun ikut-ikutan membantu Vivi.


"aku sudah nyaman duduk disini". jawab Varel memejamkan matanya lalu merebahkan tubuhnya di sandaran kursi Shila.


Shila seperti anak kecil mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk untuknya, ia bangkit dari pangkuan Varel.


Varel membuka matanya dan melihat Shila duduk di meja membuatnya tertawa kecil, Shila menatap kesal Varel yang seperti biasa menertawainya.


"kenapa tidak ambil kursi ku itu? kenapa malah duduk di meja? anak kecil tidak boleh duduk dimeja tidak sopan namanya". ejek Varel


"kursi om itu berat, anak kecil tidak bisa membawanya". ketus Shila


Varel lagi-lagi tersenyum dan menatap Shila dari jarak dekat lalu mengetuk kening Shila namun Shila sudah melindungi keningnya itu dan Varel semakin tersenyum lebar hingga lebih menawan. Shila tidak heran lagi melihat senyum om jahatnya itu yang selalu mengejeknya walaupun Shila juga berani melawan Varel.


mereka seperti kucing dan tikus selalu bertengkar mulut dan tidak ada yang mau mengalah, kedekatan Varel dan Shila itu tentu menjadi sorotan banyak orang terlebih lagi mereka teringat berita tentang hubungan Varel dengan Shila.


jika Shila tidak mengakuinya berarti Varel mengakuinya, cinta sepihak? wow..? seorang Varel mencintai seorang perempuan dan lucunya gadis itu malah tidak tau sementara 1 negara tau.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2