Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
kembali


__ADS_3

.


.


.


ternyata rencana yang Vivi jalankan benar-benar ampuh, saat ia keluar Hotel Debby mendekatinya dan melepas topengnya.


Vivi tadi mengganti minumannya dengan yang lain tentu menumpahkan yang sebelumnya karna takut ada yang salah minum.


"dasar wanita jal*ng...! kau membuat hasil kerja kerasku menjadi sia-sia". marah Debby


Vivi yang tadinya pura-pura memegang pelipisnya berubah datar seketika menatap Debby.


"bagaimana kau bisa disini? ". tanya Vivi dengan logat tak senang.


"hahaha...! aku yang akan membuatmu malu, setelah ini kau akan menjadi perempuan gila di pesta dan melepas bajumu sendiri, supaya orang tau kau adalah jal*ng...!". teriak Debby menggema


Vivi tersenyum sinis, "dulu aku tidak berani melawanmu karna aku benar-benar tidak ingin putus sekolah saat aku ketahuan bekerja, tapi sekarang kau harus sadar diri kalau aku sekarang berada diatasmu".


"sialan kau! mulutmu tidak berubah ya? kau semakin kasar". maki Debby


Vivi terkekeh, "sekarang kau kembalilah ke Rumahmu dan lihat apa yang akan dilakukan suamiku untuk mengajari pria sombong dan angkuh sepertimu".


Debby tertawa, ia mendekat tapi tiba-tiba pukulan di tengkuknya membuatnya jatuh tak sadarkan diri, sebelum memejamkan mata ia melihat Vivi tengah tersenyum meremehkan ke arahnya.


akhirnya Debby merasakan rasanya dipandang jijik oleh orang lain, dulu ia memang suka memandang rendah orang lain tapi memang Debby bedeb*h saat masa sekolahnya, karna benci ia suka merusak perempuan dan membuangnya seperti lacur.


.


"mas mau apain dia? ". tanya Vivi


"kita akan kurung dan siksa dia bersama Desi". senyum tipis Ariel


tak berapa lama Rion dan Aham datang ke Bandung dengan mobil pribadi, betapa kesalnya kedua orang setia Ariel itu menyuruhnya datang hanya untuk membawa Debby ke Kota.


Aham dan Rion didalam mobil tampak berbicara dengan serius.


"jadi ini ide Nona Vivi? ". tanya Aham


"iya Tuan Ariel tadi yang mengatakannya, apa kau tidak ingat? ". tanya Rion meledek.


"Nona Vivi semakin licik saja, bahkan saat dikejar-kejar musuh Tuan Ariel dia berhasil menyelamatkan diri". kata Aham menggeleng pelan kepalanya.


"iya, Tuan Ariel terlihat kacau saat itu". Rion


"sudahlah..! yang penting Nona Vivi sangat pantas menjadi istri Tuan Ariel yang kejam sedangkan dia perempuan Licik". kata Rion terkekeh


"hmm". sahut Aham mengangguk mengakui hal itu.


.


.


di Dubai


sudah dua minggu lebih Shila dan Varel menghabiskan waktu di negara itu, sesekali Varel harus mengadakan rapat online Perusahaan Kecantikannya, ia tidak ingin Nando kewalahan mengurus perusahannya yang baru saja naik daun.

__ADS_1


"setelah ini aku kembali, aku berjanji akan memberimu liburan 1 bulan". kata Varel serius.


"terimakasih Tuan Muda". senyum lebar Nando membayangkan ia akan tidur berhari-hari di apartemennya.


"bagaimana dengan Ariel? ". tanya Varel


"sepertinya Tuan Ariel akan menjual Perusahaan BRIMA Tuan". jawab Nando


"bagaimana itu bisa terjadi? ". tanya Varel heran sebab ia tau Perusahaan itu adalah awal keberhasilan Ariel.


"Tuan Ariel tidak ingin uang darah manusia hina yang terselip saat ia membangun Perusahaan itu dari nol". jawab Nando


Varel tersenyum tipis, "biarkan saja dia menjualnya, akan terlalu serakah jika Ariel menggabungkan Fox Group dengan Perusahaannya itu".


"benar Tuan". jawab Nando


Varel menelan salivanya bersusah payah melihat Shila keluar dengan jubah mandi dan rambutnya basah.


"Tuan? ". panggil Nando melambai-lambaikan tangannya.


"sst.. diamlah..! aku akan mematikannya". kata Varel memutuskan panggilan Nando yang berubah datar di negara sana.


.


"aah...! ". Shila terpekik saat Varel memeluknya dari belakang mengendus lehernya.


"tidak ada siapa-siapa disini sayang, kenapa kamu sering terkejut? ".tanya Varel gemas.


"Suamiku berbahaya, aku mencium bau-bau mesum disini". kesal Shila berusaha melepaskan pelukannya dari Varel.


"Suamiku, aku sudah mandi". rengek Shila


"aku akan memandikanmu". seringai Varel


alhasil Shila tak bisa menolak lagi, ia pasrah dan menikmati saja sentuhan Varel hingga Varel semakin senang.


.


Shila menatap sengit suaminya yang membuatnya keramas berkali-kali, ia merasa rambutnya akan lepas dari kepalanya saking seringnya bersampo.


"kapan kita pulang? ". tanya Shila


"kita beli oleh-oleh mau? ". tanya Varel membuat senyum Shila terbit seketika.


Varel sangat pandai membuatnya senang.


.


.


kini Shila dan Varel telah tiba di Negara kelahiran, kedatangan Shila dan Varel membuat beberapa penumpang pesawat takjub.


"seharusnya aku pakai masker tadi". gumam Shila dengan kesal


Varel terkekeh, "kamu tidak malu karnaku kan? ".


"lihatlah..! sudah lama aku mundur dari dunia Entertainment tapi mereka selalu ingin tau keseharianku". gerutu Shila

__ADS_1


Varel merangkul pinggang Shila sambil menyerahkan kaca mata hitam miliknya ke wajah Shila.


cara Varel menjaga Shila membuat iri orang-orang yang melihatnya, sepertinya Shila harus membiasakan diri diikuti Wartawan kemana-mana, ya walaupun Shila bukan lagi selebriti tapi kehidupan pribadinya tetap disorot media.


.


"sayang..? ". Suryo terharu melihat putri kesayangannya tiba di Rumah Makannya.


"hehe.. Papa..? Shila kangen banget". ucap Shila dengan manja memeluk Suryo.


Varel bersidakap dada memperhatikan Suryo dengan Shila, setelah itu barulah Varel berpelukan akrab dengan Suryo.


"apa anakku begitu menyusahkanmu nak? ". tanya Suryo mengelus kepala Shila


Shila memberengut.


"tidak Pa..! Maharani sangat patuh dan aku sangat menyukainya". jawab Varel serius


"Papa..? Shila bukan anak-anak lagi, Shila tau cara melayani Suami Shila dengan baik sebagai istri yang sempurna walaupun Shila masih muda". ucap Shila serius


Varel terkekeh mencubit Pipi Shila.


"kalian pasti lelah! ayo kita pulang! ". ajak Suryo tertawa.


beberapa pelanggan setia Suryo memekik senang melihat Shila dan Varel secara langsung, mereka sangat senang hingga melupakan makanan mereka malah sibuk bergosip iri.


.


Shila merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya dan Varel juga ikut tumbang disamping Shila, mereka saling melirik lalu tertawa.


"kamu yakin tidur disini sayang? apa perlu aku minta Vivi kesini? mommy? ". tanya Varel merapikan rambut Shila.


Shila menggeleng, "suamiku tidurlah disini! besok kalau mau bekerja silahkan saja, ingat tepati janji suamiku pada Om Nando".


"aku akan merindukanmu sayang". rengek Varel tak terima


Shila tertawa, "suamiku telah merusak jam tidurku jadi biarkan istrimu ini istirahat ya?"


Varel menghela nafas panjang terpaksa ia menerima permintaan Shila, jujur saja ia sudah tau akan ketagihan dengan tubuh istrinya tapi bukan maksud ia menganggu jam tidur Shila, hanya saja Varel terlalu candu.


"mandilah! ". pinta Varel


"kalau begitu kita mandi bersama". ajak Shila tersenyum lebar


"kamu tau kan mandi tidak akan sekedar mandi?". tanya Varel menyeringai.


"iya.. aku tau suamiku..! cepatlah! setelah itu aku bisa tidur kan? ". senyum Shila


Varel mengangguk senang, "konspirasi yang menguntungkan".


Shila tertawa, ia benar-benar lelah sepulang dari Bulan madu tapi ia adalah seorang istri jadi Shila akan melakukan tugasnya sebagai istri, lagian ia sangat suka bermesraan dengan Varel.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2