Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
di jemput


__ADS_3

.


.


"Aaahh! ". Shila kaget saat ada yang memegang tangannya.


Shila berbalik dan melihat sekeliling tidak ada siapapun melainkan pekerja kru Iklan saja.


"kenapa Shil? ". tanya Vivi terengah-engah


mendengar Shila berteriak membuatnya segera berlari ke arah Shila.


"kak tadi ada yang memegang tanganku". bisik Shila celingukan kesana-kemari.


"Shila.. jangan takut ya? mungkin saja dia salah orang atau tidak sengaja, jangan terlalu memikirkannya ya? ". bujuk Vivi untuk menenangkan Shila.


"lalu bagaimana besok malam Shila? apa kamu bisa melanjutkan acara award nya? ". tanya Vivi berbisik


Shila di bantu oleh Vivi kembali duduk,


"aku benar-benar takut kak..! aku lebih memilih melawan pria berkuasa dari pada memilih menghadapi seorang peneror misterius". bisik Shila juga.


"peneror itu orang gila Shil, kita lapor polisi ya? ". bujuk Vivi


"tidak usah kak..! bisa saja fans Shila itu masih anak sekolah dan belum ada akal sama sekali". tolak Shila


"tapi tetap saja dia membuatmu seperti ini Shila, jangan anggap remeh peneror itu Shila, bisa saja dia akan tetap mengirim benda yang sama". Vivi


Shila tersentak lalu melihat Vivi, "benarkah? dia akan mengirim hal yang sama? ".


"Shillaaaa...!". geram Vivi


"aku mau istirahat aja kak". Shila memegang pelipisnya


Vivi terpaksa mengalah, ia membantu Shila untuk istirahat lalu ia mengedarkan matanya melihat sekeliling.


"manusia gila seperti apa yang mengganggu Shila? apa dia memang tidak ada pekerjaan? apa seorang Fans fanatik sebuah pekerjaan? bukankah tidak digaji? dasar gila". batin Vivi menyumpah serapah.


Vivi bisa melihat profesionalitas Shila dalam bekerja walau masih ada rasa takut terhadap fans misterius itu.


"waaahhh.. Shila cantik banget ya?? ". bisik-bisik Kru


"iyalah.. dia kan kekasih Tuan Muda Varel". balas yang lainnya


"hati-hati bicaramu.. kalau didengar oleh Tuan Muda Varel bagaimana?".


"apa nya yang perlu ditakutkan? mereka memang berhubungan, apa kau tidak percaya?? ".


"aku pikir itu gosip? Tuan Muda tidak pernah tertarik dengan manusia kau tau itu kan? apalagi manusia berjenis kelamin perempuan".

__ADS_1


"kau tidak percaya bukan? tapi memang hanya Shila yang bisa menaklukkan hati Tuan Muda Fox Group yang sangat tidak suka dengan manusia itu".


Vivi mendengar bisik-bisik para Kru iklan yang dibintangi Shila, ia tidak tau kalau Shila memiliki hubungan dengan Tuan Muda Fox Group.


selama ini Vivi bekerja dengan Publik Figur perempuan pasti mencari alasan supaya bisa bertemu dengan Varel, bahkan Vivi tidak pernah melihat Tuan Muda Fox Group itu secara langsung.


"apa Shila punya hubungan khusus dengan Tuan Varel? apa hanya gosip saja? kalau memang benar aku benar-benar diberkati". batin Vivi


selama ini Vivi tau tidak ada Artis perempuan manapun yang bisa menjalin hubungan dengan seorang Varel, bahkan didalam mimpi pun mereka tidak bisa diumbar karna Varel memang dikenal sebagai manusia yang tidak suka terhadap manusia terutama perempuan.


Vivi dengan cepat berlari ke arah Shila dan menyelimuti Shila sambil tersenyum menatap Shila, sedangkan Shila menatap Vivi dengan heran.


"kenapa kak? ". tanya Shila


"tidak ada". jawab Vivi tersenyum lebar


"aku tidak ada jam kerja lagi kan kak? ". tanya Shila sambil membenarkan selimutnya lalu menunduk sopan ke semua kru Iklan.


"tidak ada..! apa kamu punya janji Shila? ". tanya Vivi


"iya.. aku mau makan bersama Tante Jessy". jawab Shila melihat jam tangannya.


"Tante Jessy? ". beo Vivi tampak berpikir.


Shila melihat sebuah mobil mewah tiba-tiba menghadang jalannya, "nah udah dijemput! aku pulang ya kak? kakak pulang aja tidak usah menungguku".


Vivi terkejut lalu melihat ke arah jemputan Shila adalah Mobil milik Varel, benar saja Varel membuka atap mobilnya dan melirik Shila sekilas.


"bb.. bye? ". lambai kikuk Vivi masih dengan raut wajah tidak percaya ada seorang perempuan bisa duduk didalam mobil seorang Penguasa Fox Group.


Varel melajukan mobilnya setelah memastikan Shila memasang seatbeltnya.


Vivi tersadar saat gosip-gosip kru kembali terdengar olehnya, mereka heboh karna Varel dan Shila memang memiliki hubungan spesial.


"aku bekerja dengan orang yang sangat tepat". gumam Vivi tersenyum lebar seketika.


menurut Vivi, Tuan Muda Fox Group itu bukan Pria bodoh yang tidak bisa mencari perempuan yang baik dan Vivi semakin yakin Shila adalah gadis yang baik hingga bisa bersama dengan Seorang Tuan Muda Fox Group.


.


.


di dalam restaurant Fox, Shila berjalan mengikuti Varel bahkan beberapa kali Shila menarik jas Varel.


"kenapa? ". lirik Varel ke Shila


"om jangan cepat-cepat jalannya". gerutu Shila


"kau yang lambat jalanmu bocah". ketus Varel

__ADS_1


Shila mengabaikannya, ia tetap memegang jas Varel, mata Shila mengedar takjub melihat isi Restaurant terkenal itu.


"ck.. matamu hampir keluar!". ejek Varel


"huh..! desain nya benar-benar bernuansa Eropa ya om ! sangat cantik". puji Shila


"lantai ini bernuansa Eropa, paling atas bernuansa khas Indonesia". jawab Varel


"benarkah om? ". tanya Shila merangkul lengan Varel


Varel mengangguk lalu mengenalkan keistimewaan Restaurantnya, mereka hanya membahas Restaurant tapi para pelayan dan tamu yang makan disana yang melihat mereka malah berpikir hal lainnya.


"Tante...?? ". Shila melepaskan lengan Varel dan berlari ke arah Jessy yang tertawa lebar melebarkan tangannya.


hap..


mereka berpelukan layaknya seorang anak dan ibu, hingga Varel menggeleng kepalanya dan memilih duduk melihat buku menu restaurantnya.


"bagaimana pekerjaanmu sayang? ". tanya Jessy merapikan rambut Shila


"bagus Tante..! Tante mau bicara hal penting apa? ". tanya Shila duduk dengan raut wajah penasaran.


"Tante mau kamu jadi model Restaurant tante". jawab Jessy membuat Shila kaget mendengarnya.


"model? ". beo Shila


"iya sayang..! ada apa? apa ada yang mengganggumu?". tanya Jessy


Shila tampak berpikir,


"Tante dengar dari Heri kamu menolak iklan dari Restaurant Tante ya? ". Jessy


"maaf Tante..! tapi Kak Navira ingin menjadi bintang iklan Restaurant Tante, Shila tidak mau mengambil keinginannya". cicit Shila dengan kepala tertunduk


"apa dia yang mengatakannya padamu? ". tanya Jessy


"udah lama Tante, dia ingin sekali bekerja sama dengan iklan yang bersangkutan dengan Agensi nya, tapi karna tidak ada yang memberinya pekerjaan itu Shila ingin memberikannya". jelas Shila


Varel melihat ke arah Shila, Varel juga mendengar cerita Navira sang Juara PI season 6.


Jessy terharu mendengar penjelasan Shila lalu Shila menatap sengit ke Varel yang telah menghancurkan masa depan Navira hingga membuat Navira si pekerja keras itu menjadi jal*ng yang tidak berdaya pada Pak Bangkara.


Varel menghela nafas panjang, ia memang salah tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur dan ia tidak bisa mengelak karna itu memang benar.


"kak Navira baik kok Tan, cuma dia ingin sukses saja hingga dia terpaksa harus seperti itu". bela Shila


"itu sebabnya Tante malu bertemu orangtua mereka sayang.!". kata Jessy dengan nada pelan dan terbesit rasa bersalah padahal bukan salah Jessy.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2