
.
.
.
di Mansion.
"kenapa mom? Mommy kok belum tidur? ". tanya Frans mendatangi Jessy yang mengedarkan pandangan dengan cepat mengecup kening Jessy hingga Mommynya itu tertawa.
Jessy tau kalau Frans takut ketahuan Ramon yang akan meledek Frans tak punya pasangan hingga mencium istrinya padahal istrinya itu Mommynya sendiri, Ramon memang sangat cemburuan.
"siapa gadis tadi nak? ". tanya Jessy sambil duduk di sofa.
"gadis tadi? ohh.. Raisa? ". Frans menebak.
"iya.. kamu menyukainya? ". tanya Jessy
Frans terkekeh, "Frans merasa tidak Mom, tapi dia memang imut dan unik juga suka anak kecil, bahkan Vikri saja menyukainya".
Jessy tersenyum lembut, "kapan kamu menikahinya?". celutuk Jessy.
Frans terbatuk-batuk seketika, "hah? apa maksud Mommy? apa Mommy juga akan desak Frans menikah? kan sudah punya 4 cucu".
Jessy tertawa keras putra bungsunya ini memang blak-blakan,, "baiklah...! tapi jangan lakukan hal diluar batas seperti abang Ariel mu ya? tidak boleh buat cucu diluar nikah".
Frans menggeleng kepalanya pelan, "tidak Mom..! Frans tidak akan melakukan hal itu, Frans tau kok arti menjaga seperti bang Varel, kami besar sama-sama dan tau ajaran Papi".
"baguslah nak..! ya sudah sekarang istirahat lah". Jessy mengelus rahang Frans.
di dalam Kamar, Frans merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
Jessy dan Ramon tidak pernah menjodoh-jodohkan Putranya lagi dengan perempuan manapun, cukup sekali saja yaitu Varel karna putranya Jessy itu tidak pernah punya pacar dan itu membuatnya khawatir dan mencoba menjodohkannya dengan perempuan lain, sebab Jessy takut putranya tidaklah normal hingga ia bertemu dengan Shila si Juara Putri Indonesia tentu saja Jessy begitu menyukai Shila, perjalanan Cinta Shila dan Varel cukup panjang dan dramatis.
sejak saat itulah Jessy tak lagi menjodoh-jodohkan Ariel dan Frans dengan perempuan manapun, tapi Ariel memang sedikit terbuka pada Jessy dan memberi tau tentang Vivi, sebagai ibu tentu saja Jessy mendukung perempuan manapun yang disukai anak-anaknya asalkan gadis itu memang gadis baik-baik tidak perlu latar belakang keluarganya.
"Raisa?". gumam Frans memicingkan matanya menatap langit-langit kamarnya.
"tidak.. tidak..! Mommy hanya iseng saja, Mommy cuma takut aku menghamil* anak gadis orang, huuh..!". Frans membalik tubuhnya hingga menelungkup dan memejamkan matanya karna matanya mulai terasa mengantuk.
ke esokan harinya.
Perusahaan Frans akan meluncurkan Game baru yang telah diperbaharui oleh Raisa dan Arif, mereka bertiga ada di Ruangan yang sama hanya saja Raisa dan Arif berdiri memegang berkas masing-masing sementara Frans begitu serius memainkan game baru yang akan meluncur itu.
__ADS_1
"sempurna..! ". Frans tersenyum puas dengan hasil perbaruan game akan meluncur itu.
saat ini Player Game adalah Perusahaan Game nomor 1 yang sangat terpengaruh saat ini, mengalahkan Perusahaan Game lainnya bahkan game baru Perusahaan Frans begitu di tunggu-tunggu.
"persiapkan semuanya..! kita akan luncurkan 1 jam lagi". titah Frans
"baik Tuan". jawab Arif dan Raisa serentak.
mereka pun pamit undur diri, 1 jam game baru akan diluncurkan 1 Perusahaan Frans begitu sibuk bahkan makan siang pun mereka bawa roti kemana-mana, mereka bekerja begitu baik karna jika mereka berhasil akan mendapatkan uang yang banyak.
1 minggu kemudian.
Game baru itu pun laris dipasaran, kini tibalah Karyawan Perusahaan Player Game gajian.
mereka dapat uang banyak hingga mencapai belasan juta perorang, Frans tidak mengambil untung dari hak karyawannya, ia tau pekerjanya sangatlah hebat dan kesuksesan nya berasal dari kerja keras mereka semua yang ingin dapat bonus, tips serta gaji besar.
"kenapa Raisa? kamu nangis lagi ya? ". kekeh Arif dan ditertawai oleh teman-teman kerja Raisa
"aku enggak nangis teman-teman tapi hanya terharu". bela Raisa menghapus air matanya memeluk tas nya erat-erat.
mereka tak kuasa menahan tawa, tidak ada yang tak bahagia terima gaji besar tapi Raisa lah yang paling bahagia sampai menangis setiap kali gajian.
sesampainya di Rumah Raisa seperti biasa memeluk Rizzo adik keduanya laki-laki.
"kakak senang karna hidup kita tidak sesusah dulu lagi dek, kita tidak lagi hutang-hutangan, kakak janji setelah ini akan kredit motor untukmu kuliah ya? ". Raisa
"tidak usah kak". elak Rizzo yang tidak mau menyusahkan kakaknya lagi, sudah dibiayai kuliahnya itu sudah membuatnya bahagia dan tidak mau serakah lagi.
"udah dek..! nanti bisa antar adik-adik sekolah kan? supaya biaya keluar kita tidak begitu besar lagi kan? pokoknya kita beli motor aja tapi kakak tidak bisa beli kontan cuma bisa kredit". Raisa.
"nak..? apa tidak berlebihan? ". ibu Lely tiba-tiba datang
Raisa menjelaskan semuanya hingga ia bertekad membeli motor baru tapi hanya Rizzo saja yang boleh membawa motor sebab adik-adiknya yang lain masih dibawah umur, Raisa tidak ingin adiknya dalam bahaya.
.
.
Frans ada di Sorum Motor, ia hendak membeli motor gede untuk dibawa santai olehnya.
"Eeh? Raisa? ". gumam Frans menajamkan penglihatannya.
"Tuan? ". sapa Karyawan pria yang akan melayani Frans
__ADS_1
"sssttt?? sebentar ya? ". bisik Frans
Raisa mencari motor matic untuk Rizzo, tiba-tiba Frans datang mengagetkan Raisa.
"sedang apa? ". tanya Frans
"Eeh..? hmm..? itu.. Tuan..? hmm..? ". Raisa gelagapan karna malu baru gajian langsung ambil motor alias kredit.
"kami beli motor baru abang Bos tapi kredit". Rizzo yang jawab dengan sopan dan senyuman ramahnya ke Frans yang baik hati.
"ohh.. gitu ya? kebetulan abang juga cari motor baru, karna abang lagi menang tender besar ambillah satu motor yang kamu mau dan abang yang bayar". Frans
"tapi Tuan? ". Raisa hendak menolak tapi Frans meletakkan jari telunjuknya di bibir merah muda Raisa hingga gadis itu terpaku ditempat.
Raisa jadi orang linglung saat Frans merangkul bahu Rizzo pergi, mereka seperti langsung akrab dan meninggalkan Raisa yang menggerutu karna langsung terpaku disentuh bibirnya oleh tangan Frans.
(bagaimana jika Frans menciumnya? sudah pasti pingsan Si Raisa ini 😂😂😂)
"waah.. keren abang bos..! motor ini sangat keren". puji Rizzo begitu suka motor yang Frans inginkan.
"kau mau motor ini juga?". tanya Frans
"aah.. tidak abang Bos..! Rizzo ambil motor matic saja supaya Rayola, Richa dan Ramon bisa naik sekaligus kalau motor begini mah hanya bisa bawa satu penumpang saja". cerocos Rizzo
Frans tertawa mengacak rambut Rizzo, "kamu memang dewasa ya?".
Rizzo pun mengatakan impiannya ingin membahagiakan Kakaknya yang selama ini begitu kesulitan menyekolahkannya juga adik-adiknya hingga Frans tersenyum tipis, sikap baik Rizzo seperti ini pasti karna ketulusan Raisa merawat adik-adiknya bahkan sama anak orang saja tulus apalagi sama adik kandung sendiri.
Frans beli motor baru dan akan langsung diantar Ke Rumahnya, begitu juga motor matic yang dibeli Frans untuk Rizzo akan diantar ke alamat Rumah.
"ayo naik..!". pinta Frans
"tapi Tuan? anda jangan begini Tuan.. saya tidak enak". keluh Raisa dengan memelas.
Frans terkekeh, "ayo seret kakakmu Rizzo..! kita makan enak..!". ajak Frans
Rizzo tersenyum lebar menarik Raisa, ia langsung suka dengan Pribadi Frans dan berdoa suatu saat nanti Frans akan menjadi abang iparnya yang akan membahagiakan kakak kesayangannya.
.
.
.
__ADS_1