
.
.
Suryo memeriksa keadaan Shila,
"Papa..? Shila tidak apa-apa sekarang Pa". jawab Shila sambil tersenyum
Suryo bertanya, "apa udah makan sayang? ". tanya Suryo
"udah makan bubur, minum jahe dan Susu Pa". jawab Shila sambil tersenyum ke arah Varel
Suryo menoleh ke Varel yang diam saja ditatap olehnya, "terimakasih nak..! ". ucap Suryo
"iya om. ! tidak apa, Maharani sangat berarti bagi aku om". jawab Varel dengan serius
Suryo mengelus dahinya,
"Papa kenapa? lagi-lagi Papa kerja semalaman? tidak ada istirahat? ". cecar Shila memegang lengan Suryo
"pelanggan banyak Nak..! mulai hari ini Papa akan mengurangi masakan Papa supaya tidak begitu banyak dan dagangan Papa cepat habis". Suryo
"Papa ngomong apa sih? Papa mau dagang hari ini? istirahat aja, kasihan mang Ujang dan mang Aji nggak ada jadwal liburnya". Shila
Suryo tersenyum dan mengangguk mengiyakan permintaan Shila yang ingin ia istirahat.
"kalau begitu aku keluar dulu om.. Maharani". Varel hendak keluar namun Suryo menahannya.
"kita bicara berdua nak". Suryo
"Ya udah.. Shila mau tidur aja lagi". jawab Shila yang kembali berbaring lalu memejamkan matanya.
Varel mengangguk lalu dengan cepat menyelimuti Shila hal itu tak luput dari pandangan Suryo yang terlambat bertindak.
.
"Nak..! kamu pasti tau apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu bukan?". tanya Suryo
"iya om". jawab Varel
"menurutmu kenapa aku menolak permintaan Papamu?". tanya Suryo
"karna om tidak suka sistem perjodohan itu, aku juga tidak suka tapi sekarang aku benar-benar mencintai putri Om, walau Varel banyak kekurangan tapi Varel berjanji akan menjadi laki-laki terbaik untuknya". jawab Varel yang masih keliru bahasa sopan dan tidaknya.
jujur saja Varel tidak pernah berkata sopan, ia hanya sopan pada Mommynya saja itu pun sering melukai hati Mommynya namun sejak bersama Shila, seorang Varel mau belajar atas sifatnya itu yang sudah dikenal jahat oleh orang lain.
"om tau kamu mencintai putriku nak..! om tidak pernah menilaimu karna harta yang kamu miliki, jika saja om memang inginkan hartamu sudah dari dulu om menerima tawaran Papimu, tapi om menerimamu saat ini karna sebagai lelaki om tau betapa besar cintamu padanya, awalnya om tidak menerimamu karna Shila tidak mencintaimu tapi sekarang Om tau putri semata wayang Om tampak tertarik padamu, jangan pernah sia-siakan perasaannya".
__ADS_1
"aku tau om. ! aku rela menggantung diriku sendiri jika suatu saat aku memang menyakitinya". Varel
"om tidak butuh janjimu tapi buktikan lewat perbuatanmu kedepannya, putri Om tidak pernah jatuh cinta saat ini dia belum mencintaimu tapi hanya sekedar tertarik padamu sebagai lawan jenis, jangan memanfaatkan otak polosnya". Suryo
"maksud om? ". tanya Varel
"kamu pria dewasa nak..! umurmu 26 Tahunan bukan? pikiranmu dengan pikiran putri om yang masih 20 tahun tidak sama denganmu....". Suryo
"aku tau Om..! Maharani akan menjadi Gadis pertama dan aku juga berharap dia adalah cintaku selamanya, bagaimanapun dia tidak mencintaiku suatu saat nanti, aku tidak akan pernah melepaskannya". Varel
"kamu sangat hebat nak..! kamu mungkin bisa menikah dengan perempuan manapun karna uangmu sangat bisa menafkahi istri simpananmu". Suryo
"aku tidak akan melirik perempuan manapun Om, om tidak tau hati setiap manusia kan? aku sangat tau hatiku Om, aku bukan Pria romantis jika Maharani tidak mencintaiku maka aku mungkin tidak akan menjalin cinta dengan siapapun". Varel
"hmm? ". Suryo
"aku akan sendirian hingga Maharani menikah dengan orang yang dicintainya itu lalu berpisah dari Suaminya sampai tahun kapanpun itu". Varel
"baiklah..! untuk sekarang aku percaya padamu, jika suatu saat om tau kamu menduakan putri om maka jangan salahkan om jika om membunuhmu detik itu juga". Suryo
"iya om..!". jawab Varel dengan cepat tanpa berpikir
"ya sudah..! pulanglah, tadi Nyonya Jessy menghubungiku kalau kamu kembali dari London menemui Shila bukannya menemuinya". Suryo
"mommy tidak akan marah Om, tapi jika dia tau calon menantu kesayangan sedang sakit, aku yakin Varel akan terkena amukannya". jawab Varel
mereka bercengkrama sampai keluar Rumah,
Varel teringat satu hal, "om? ".
"ya". sahut Suryo mendatangi Varel begitu juga Varel yang hendak masuk ke mobilnya.
"1 minggu lagi ada acara di Aula Perusahaanku Om, apa kami bisa memesan nasi box untuk karyawanku om? tadi malam aku melihat dagangan Om sangat ramai sepertinya sangat enak dari aroma masakannya padahal sudah malam". Varel
"untuk berapa box? ". tanya Suryo
"500 Box". jawab Varel
"tidak terkejar, tapi om akan minta pekerja paruh waktu untuk membantu Om". Suryo tentu tidak bisa menolak rezeki
"iya om..!". Varel mengangguk lalu pamit pergi.
.
.
.
__ADS_1
di tempat terpencil, jauh dari pelosok kota.
Elis di ikat di dalam kolam berenang dan tak lupa AC dingin yang telah dipasang disekitar ruangan tertutup itu.
"aaahhh...! lepaskan akuuu...! siapa yang melakukan iniii". jerit Elis berusaha melepaskan ikatan dibelakangnya.
Elis dikurung sudah hampir 4 jam, bibirnya sudah sedikit membiru tapi tidak ada tanda-tanda ada orang lain yang melepaskannya.
"lama-lama aku bisa mati membeku disini brengs*k...!!". maki Elis memberontak
namun apapun yang Elis lakukan tidak merubah keadaan, ia tidak bisa keluar dari kolam renang itu karna tangannya masih diikat.
sementara pelaku yang membuat Elis seperti itu sedang berkumpul bersama Mommynya, Varel seperti tidak punya hati saat ini tertawa diatas penderitaan Elis tapi itulah ganjaran untuk Elis karna berani menyinggung belahan jiwanya hingga Varel yang belum puas menatap manik mata Shila harus menekan amarah yang ia dapatkan hanya mata terpejam sang kekasih hati demam disiram air oleh Elis di Ruangan berAC.
"dimana Shila nak? kenapa tidak datang kesini? ". tanya Jessy mengelus rahang Varel
"mom..! Varel sangat merindukannya jadi membuatnya begadang tadi malam". jawab Varel nyengir dapat tonyoran khas dari Jessy
jujur saja Varel sebenarnya berbohong karna ia tidak sanggup memberi tau Jessy bahwa Shila sedang sakit tadi malam, Varel sangat tau bagaimana sayangnya Jessy pada Shila melebihi rasa sayangnya Jessy pada darah dagingnya sendiri.
sejak dulu Jessy sangat menginginkan anak perempuan tapi tidak pernah mendapatkannya karna yang maha kuasa memberinya 2 anak laki-laki yang sangat tampan dengan 2 kepribadian yang berbeda.
.
.
ke esokan paginya
Varel pergi ke Rumah Shila dan melihat kekasihnya sedang bersiap hendak keluar dari Rumah.
"mau kemana sayang? ". tanya Varel berlari menyusul Shila yang diikuti Vivi
"om? Elis ditemukan di ujung aspal Om". kata Shila dengan serius
"hah? wanita itu? ". tanya Varel pura-pura kaget namun masih bisa dipercayai.
"aku bahkan belum balas dendam padanya". gumam Varel seolah kecewa
"maksud om balas dendam apa? ". tanya Shila menarik tangan Varel membawanya masuk kemobilnya.
Varel tidak keberatan, kemanapun Shila membawanya Varel akan mengikutinya sekalipun masuk ke sarang harimau atau buaya.
.
.
.
__ADS_1