Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
ditunggu


__ADS_3

.


.


"tante?". Shila melihat Jessy yang nyelonong masuk ke kamar Varel.


"kamu tidur sama tante malam ini sayang". kata Jessy dengan senyum manisnya


"tapi Om bagaimana tan? ". tanya Shila


"dia baik-baik saja..! dia pergi juga keluar negri bersama Frans". jawab Jessy


"ahh.. iya.. apa Frans memang suka bepergian tante?". tanya Shila penasaran


"apa Frans tadi bilang padamu dia akan ke Singapura sayang? ". tanya Jessy balik


"iya Tan..! katanya dia akan kembali kalau Shila mengundangnya, tapi Shila tidak mengerti mengapa Frans datang kesini hanya karna Shila mengundangnya, memangnya Shila mengundang apa ya? ".


Jessy terkekeh, "ayo sayang kita berbaring, tante udah pengen rebahan nih".


Shila mengangguk mengikuti Jessy, selama 2 hari Shila tidur bersama Jessy, Shila tidak lagi kaku saat bersama Jessy malah seperti teman dan terkadang seperti ibu untuk Shila.


"bagaimana keadaan Papamu sayang? ". tanya Jessy


"baik Tan.. hehe.. tadi keluar dari kamar mandi Shila menghubungi mang Aji". cengir Shila


"baguslah..! kamu bagaimana sayang? apa Varel jahat padamu? ". tanya Jessy menangkup pipi Shila


Shila menggeleng kepalanya, "om Varel patuh sama Shila karna takut Shila kadukan sama tante".


"benarkah? yakin memang karna takut dikadukan sama tante aja? ". tanya Jessy menggoda


"iya tante..! Shila sering mengancamnya biar patuh sedikit, maaf ya tante. ! Om tampan susah diatur jadi Shila bawa-bawa nama tante deh". cengir Shila dengan jujur.


Jessy tertawa menggeleng kepalanya, "hari ini kamu ada jadwal apa sayang? ".


"nanti Kak Vivi jemput Shila ada acara fashionshow nanti malam tan, kak Agus membuat acara Fashionshow khusus dan Shila harus datang kalau tidak kak Agus bisa marah". jawab Shila tertawa lebar


Jessy tersenyum, "ya sudah.. ! hati-hati ya sayang? nanti kamu pulangnya sama Varel aja". Jessy


"eeh..? tapi om Varel kan lagi diluar kota tan". protes Shila


"nanti dia akan datang ke acara Fashionshow kalian, dia sebagai tamu VVIP". jawab Jessy


Shila mengangguk mengerti.


.


sore hari


di tengah keramaian di kerumuni fans, Shila terkejut saat ada tangan yang memegang bok*ngnya, Shila dengan cepat menangkap tangan itu tapi ia kehilangan jejak karna banyak orang disekitarnya.


"Ya Tuhan...! bagaimana ini? apa fans aku itu datang lagi ya? ". batin Shila dengan mata mengedar


Shila menjinjit namun kedatangan Vivi membuat pandangannya teralihkan

__ADS_1


"ada apa? kenapa tidak masuk juga? ". bisik Vivi


"ada yang...? ya sudahlah tidak jadi". ujar Shila yang tidak jadi melanjutkan perkataannya.


Vivi membawa Shila masuk ke Acara penting milik Agus, Agus menjadi seorang desaigner ternama berkat ketenaran Shila.


Shila terdiam di ruangan make upnya,


"Shila..? ". Vivi menepuk tangannya didepan wajah Shila hingga gadis cantik yang biasanya bawel itu terkejut.


"hah? ". sahut Shila celingukan


"kenapa tidak berbicara? ada apa denganmu? apa aku punya kesalahan? ". tanya Vivi


"bukan kak.. kenapa kakak selalu bertanya seperti itu? ". tanya Shila balik


"jika kakak salah katakan saja Shila, kakak akan memperbaikinya". pinta Vivi tersenyum


"huh..! sebenarnya tadi ada yang memegang bok*ngku kak!". Akhirnya Shila menceritakan yang terjadi padanya tadi pada Vivi


Vivi berdiri seketika," apa??? tunggu sebentar..! aku akan cek CCTV".


Shila hendak menahan tangan Vivi tapi sudah pergi membuatnya kesal dan tidak bisa berkata-kata lagi, "percuma aku bicara sama kak Vivi". dumel Shila


Shila menenangkan diri untuk mendinginkan kepalanya yang terasa panas memikirkan orang yang meremas bok*ngnya.


"kenapa dia muncul saat banyak orang? bagaimana caraku melihatnya? apa aku punya salah? ". gumam Shila penasaran.


.


Vivi melihat CCTV di ruang keamanan, ia menggebrak meja seketika.


"perbesar lagi pak". titah Vivi dengan geram.


Vivi menemukan Pria yang berani memegang tubuh Shila, ia memperhatikan bentuk tubuhnya adalah seorang pria tua.


"apa pria tua?". gumam Vivi


.


.


Di tempat lain


Nando menghadang lari seseorang hingga jatuh tersungkur.


"sialann...? ". maki Pria itu berbalik ternyata Nando pelakunya.


siapa yang tidak mengenal Nando, seorang Asisten handal Varel, ia bangkit dan melarikan diri namun langkahnya terhenti seketika melihat pria super tampan dengan tubuh atletis yang tinggi.


"T. tuan? ". beo pria itu dengan nada gemetar ketakutan.


"kau berani mendatangiku ya? apa kau pelaku yang meneror Shila selama ini hah? ". bentak Varel dengan marah


"t.. tidak tuan..! saya baru saja datang hari ini". kata Pria tua itu yang tak lain adalah pak Bangkara yang pernah dipecat karna keserakahannya sendiri menyalah gunakan kekuasaan yang diberikan Varel.

__ADS_1


"kau fikir aku percaya? ". seringai Varel


pak Bangka mengeluarkan pisaunya, "jangan dekat-dekat denganku..! at.. atau anda akan terluka". ancam Bangka dengan gemetar


Varel melihat tangan Bangkara yang gemetaran,


Varel melirik Nando yang dengan cepat memutar tangan Bangkara hingga pisaunya terjatuh, Bangkara berusaha melawan tapi tenaganya tidak ada apa-apanya dibanding Nando.


"masukkan dia ke dalam sel tahanan ku, besok akan aku akan aku eksekusi". kata Varel


pak Bangkara berusaha melawan dan membela diri pada Varel, nyatanya Varel tidak terpengaruh sama sekali lebih memilih melanjutkan perjalanannya ke acara Fashionshow Shila nanti malam, sedangkan Nando membawa Bangkara ke ruang tahanan milik Varel.


.


Varel disambut baik oleh para pekerja Agus dan membawa Varel ke lantai atas dimana disana adalah ruang khusus untuk Varel sebagai tamu VVIP.


Varel mengangkat tangannya saat ada yang melayani minuman untuknya,


"air mineral saja cukup". kata Varel dengan dingin


"baik tuan". jawab mereka serentak lalu pergi meninggalkan Varel seorang diri.


"dia tidak takut kan? semoga saja dia baik-baik saja". gumam Varel yang tau ada seseorang yang memegang bok*ng Shila dari Vivi yang mengirimkan rekaman CCTV pada Nando.


.


Shila berpenampilan sangat profesional, Varel sampai memperhatikan Shila dengan teliti sebab ia tidak mengerti mengapa Shila bisa berubah menjadi gadis dewasa, anggun dan sangat berkelas diatas panggung.


"bocah itu? kenapa dia bisa berbeda? ". decak Varel melihat tatapan Shila yang terlihat seksi belum lagi senyum tipis Shila.


Shila bahkan tidak sadar diperhatikan oleh Varel karna ia tidak tau kalau Varel sudah ada di tempat ini, ia tidak terlalu mengharapkan kehadiran Varel disini karna tau Varel sangatlah sibuk.


.


"Shila..? ". panggil Vivi


"hmm? ". Shila berbalik dan melihat ada Varel ruangan make upnya.


"om? om kesini? " tanya Shila berlari ke arah Varel namun heelsnya tergelincir karna licin hingga terjatuh kedepan dan beruntung Varel cepat menangkapnya.


Vivi mengerjabkan matanya melihat pemandangan itu, sementara Varel dan Shila saling bertatapan.


"kau belum juga dewasa ya? ". ejek Varel mengetuk kening Shila.


Shila berdiri tegak sambil tersenyum, "om kapan sampainya? ".


"tadi". jawab Varel


"oh.. ya udah om duduk dulu..! tunggu aku ganti baju ya?? ". Shila menarik lengan Varel dan memaksa nya duduk.


Varel tidak berbicara hanya mengeluarkan ponselnya dan memainkan ponselnya sambil menunggu Shila kembali berganti pakaian.


tanpa diberitau pun Shila tau Varel datang sedang menunggunya karna Jessy yang meminta Varel untuk menjemput Shila, sebab selama Suryono di Jerman Shila akan tinggal di Mansion keluarga Varel.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2