
.
.
"udah om..! ayo..! ". ajak Shila yang sudah berganti pakaian.
"hmm". Varel berdiri lalu mengambil alih bawaan Shila
Shila berbalik pada Vivi lalu berkata,, "aku pulang ya kak? kakak pulang aja".
"iya.. mobilmu bagaimana? apa perlu diambil cepat kebengkel? ". tanya Vivi
"besok aja ambilnya kak..! jangan terlalu dipaksakan, kakak pasti lelah kan?". Shila
Varel menarik lengan Shila yang berjalan mengikuti Varel tapi tidak melihat jalan melainkan masih melihat Vivi, Vivi mengangguk-ngangguk cepat akan perintah Shila tanpa bertanya lagi.
.
"terimakasih om". ucap Shila
"hmm.. katakan pada Mommy aku masih ada urusan". balas Varel
"urusan?". beo Shila
Varel mengangguk.
"kalau tante tanya om pulangnya jam berapa Shila harus jawab apa? ". tanya Shila dengan serius
"hmm.. jam 11 malam". jawab Varel lalu melajukan kendaraannya meninggalkan Shila.
Shila berbalik membawa barang-barangnya masuk ke Mansion, benar saja apa yang Shila pikirkan akan ditanya oleh Jessy, Shila hanya menjawabnya berdasarkan gerak-gerik Varel yang terburu-buru seolah sedang mengurus hal penting.
sesampainya di kamar nya Shila membersihkan diri lalu melakukan panggilan Vidio dengan mang Aji dan berbicara tentang kondisi Suryo yang semakin membaik hingga Shila melupakan rasa lelahnya saat ini.
"terimakasih mang..! Shila mohon jaga pola makan Papa ya mang?". pinta Shila menghapus air mata haru nya.
.
"kenapa om varel terlihat buru-buru ya? memang urusan apa malam-malam begini? ". gumam Shila tampak berpikir.
Shila melihat internet bukan sosmed, Shila enggan membuat akun sosmed karna ia tidak terlalu tertarik.
"aaahh..! kenapa jadi begini? ya ampun..! aku tidak pernah lihat berita ternyata para wartawan cerewet itu berpikir kami pacaran? pantas saja mereka bertanya-tanya tentang om Varel padaku". decak Shila
__ADS_1
Shila menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, "kenapa jadi begini ya? berita nya begitu berlebihan".
"kenapa sayang? ". tanya Jessy membuat Shila kaget.
"Tante? hehe.. ini Tan.. Shila lihat berita". cengir Shila menunjukkan ponselnya.
Jessy mengambil ponsel Shila dan melihat isinya,
"kasihan om Tante, karna Shila dia jadi terkena skandal, lagian kenapa para wartawan itu membuat berita yang tidak benar? kenapa mereka yang langsung mengklaim kami itu sepasang kekasih! sejak kapan kami terlihat mesra, dasar orang-orang aneh". gerutu Shila terlihat kesal.
Jessy menahan senyum melihat berita itu lalu memberikannya pada Shila.
"kamu tidak senang dengan berita itu sayang? ". tanya Jessy penasaran
"issh.. tante..! ya nggak senanglah kan itu tidak benar, nanti kalau om Varel jatuh cinta sama perempuan lain lalu perempuan itu menolak karna berpikir Shila ini kekasih Om Varel bagaimana?? itu tidak baik Tan, begitu juga dengan shila". jawab Shila
Jessy tersenyum, "Varel tidak akan jatuh cinta pada perempuan lain".
"kenapa tante bisa begitu yakin? ". tanya Shila keheranan.
"tentu saja..! apa kamu tidak tertarik pada putra Tante sayang? dia sangat tampan dan tidak memiliki kekurangan apapun, kamu tau kan? ". tanya Jessy
"hah?". cengo Shila
"maksud tante apa? kenapa bertanya seperti itu? Shila tidak tau kenapa Shila harus tertarik dengan om Varel hanya karna dia tampan dan tidak punya kekurangan, Shila hanya mencintai 1 pria yaitu Papa Shila sendiri, tidak ada pria lain". Shila
Shila tersenyum manis lalu memeluk Jessy dengan erat, "iya Tante..! Papa Shila adalah yang terbaik".
Jessy mengerti tipe ideal Pria idaman Shila adalah Pria seperti Suryono, bertanggung jawab, penyayang, dan rela melakukan apa saja demi orang tersayangnya, semua yang Shila inginkan ada pada diri Varel jika sudah benar-benar jatuh cinta pada Shila.
.
.
Varel membuka pintu kamarnya tidak ada siapapun lalu pergi ke kamar Shila dan melihat Shila tengah tertidur di ranjang memeluk Jessy.
Varel tersenyum tipis lalu menutup pintu kamar Shila dan kembali ke kamarnya. Varel membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, berganti pakaian lalu langsung merebahkan tubuhnya di ranjang besarnya.
"bukan pak tua bangkara pelakunya? lalu siapa? siapa lagi sipengecut itu? ". gumam Varel
Varel berdecak karna Nando belum menemukan pelaku yang mengirim paket misterius ke Shila, jika sekali lagi muncul mungkin Nando bisa saja menemukan pelakunya.
.
__ADS_1
.
"bagaimana? kau belum juga menemukan pelaku yang sebenarnya? ". tanya Varel yang kini duduk di kursi kebesarannya (Perusahaan).
"sedikit lagi Tuan.. saya menemukan anak itu tapi saat saya tanya anak itu malah menangis karna dia hanya di suruh dan diberi uang sebagai bayaran". Nando
"apa peduliku? kau cari saja sendiri jangan melaporkan anak kecil itu padaku". acuh Varel membuat Nando tersenyum canggung.
"maaf Tuan..! saya hanya merasa sudah menemukan titik terang". cengir Nando
"bukan titik terang masih titik buntu". ralat Varel
"dimana bocah itu bekerja? ". tanya Varel
"anak kecil itu tuan? ". tanya Nando
"bocah itu Shila.. menurutmu bocah yang mana?? ". jawab Varel dengan nada dingin.
"oh.. maaf Tuan..! Nona Shila sedang mengadakan sesi tanda tangan dengan fans". jawab Nando
"kau...? bukankah itu bisa memancing fans gilanya itu?? kenapa kau tidak berada disana hah? ". bentak Varel
"saya sudah mengirim seseorang berpura-pura menjadi fans Nona Shila untuk mencari pelaku yang mencurigakan Tuan". jawab Nando dengan tenang.
Varel memejamkan matanya, "kenapa aku yang repot? ck..! kau pergilah! ". usir Varel
"baik Tuan Muda". balas Nando segera pergi dari ruangan Varel.
Varel memejamkan matanya pun masih ada bayangan Shila yang sedang berpose anggun di panggung acara Fashion show Agus tadi malam, kecantikan Shila tentu masuk ke dalam matanya padahal sebelumnya Varel tidak terlalu peduli penampilan bocah itu.
selama Varel di luar kota, jujur saja Varel gelisah tidak melihat Shila didepannya, biasanya Varel bisa melihat Shila tidur di sekitarnya walau berjauhan di ranjang dan disofa tapi masih satu kamar dan Varel bisa melihatnya. tapi Varel belum tau artinya cinta, ia masih merasa frustasi dengan bayangan Shila itu.
"jika terjadi sesuatu pada bocah itu bagaimana? kenapa aku tidak tenang? ". decak Varel yang berdiri seketika memegang pelipisnya sendiri.
"tenang.. tenang..! apa yang kau fikirkan? itu tidak benar". Varel berusaha menenangkan diri.
"huhh..! ini tidak berhasil". geram Varel mengambil jasnya serta kunci mobilnya dan pergi dari ruangannya.
karyawan Varel saja sampai kaget melihat Varel keluar di jam seperti ini, biasanya Varel akan keluar saat jam makan siang, mereka penasaran pada orang luar biasa seperti apa yang bisa membuat seorang Varel meninggalkan pekerjaannya.
Varel tiba di tempat Shila, ia masih di dalam mobil memperhatikan banyaknya fans Shila yang sedang menunggu giliran untuk bertemu Shila dan meminta tanda tangan Shila.
.
__ADS_1
.
.