Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
sahabat baik?


__ADS_3

.


.


"Izal membuat sebuah naskah dan itu terinspirasi dari Om yang jatuh cinta padaku, tapi bukan aku bermaksud percaya diri om tapi karakter perempuan dalam naskah itu tidak terlalu seperti ku, Diandra sangat keren, aku ingin menjadi karakter Diandra dalam Naskah itu". Shila


"Izal? ". beo Varel


"iya Om..! ". jawab Shila


"kamu mau terjun ke dunia akting sayang? bukannya kamu tidak mau? ". tanya Varel dengan bingung


"aku mau kalau menjadi karakter Diandra Om". jawab Shila


"lalu siapa pemeran utama prianya? ". tanya Varel dengan serius


"belum ada, kata Izal karakter Pria seperti om tidak ada, kalaupun ada yang memiliki aura bangsawan yaitu Aktor Aris tetap saja tidak tampan". jawab Shila tersenyum memeluk Varel


Shila tau Varel sangat cemburuan, ia harus bisa meyakinkan kekasihnya ini tidak akan terjadi cinta lokasi antara dirinya dengan lawan mainnya nanti.


"apa dia mau menjadikanku pemeran utama prianya? ". tanya Varel membuat Shila tersedak air li*rnya sendiri hingga terbatuk-batuk


"sayang? ". Varel melepaskan pelukannya dari Shila menggendong Shila duduk di sofa lalu ia dengan cepat mengambilkan air minum untuk kekasihnya itu.


Shila dengan cepat minum gelas pemberian Varel, Shila meneguknya sampai tandas dan Varel mengelus-ngelus punggung Shila dengan raut wajah khawarir.


"kenapa sayang? kenapa kamu sampai tersedak? kamu makan apa? apa mau aku tuntut pembuat makanan itu? ". cecar Varel


Shila menganga lebar dan Varel mengambil tisu lalu mengelap bibir Shila yang basah, sungguh Varel begitu cekatan.


"om bertanya aku makan apa? om tidak sadar ucapan om sendiri tadi? ". tanya Shila dengan kesal bukannya baper dengan perhatian om tampannya itu.


"ucapan yang mana sayang? ". tanya Varel


"om bilang ingin menjadi pemeran utamanya? apa om pikir akting itu main-main? kenapa om mau jadi aktor padahal itu bukan keahlian om". tanya Shila dengan kesal


"katamu karakternya diambil dariku kan? bukankah karakter dalam itu memang untukku? aku pasti cepat menyesuaikannya, lagian aku sangat pandai menghafal". jelas Varel

__ADS_1


Shila memijit pelipisnya, "om kehabisan uang? ". tanya Shila dengan kesal


"tidak sayang". jawab Varel


"terus kenapa mau jadi aktor? cemburu juga ada batasnya". gerutu Shila


Varel terkekeh, "aku akan mengikuti apapun kesukaanmu sayang, sekalipun kamu menyuruhku masuk ke lubang harimau". bisik Varel


Shila melebarkan matanya, "om udah gila..! sana pergi..! ". usir Shila menarik lengan Varel dan membuangnya keluar dari ruangannya seperti tamu kesasar saja.


Varel terkekeh saat Shila dengan raut wajah menggemaskannya menutup pintu dengan kencang, Varel berada diluar pintu Ruangan milik Shila lalu ia berputar dan melihat orang-orang lalu lalang menatapnya, dengan cepat Varel membenarkan kaca mata tebalnya dan pergi dari sana .


Shila mengomel-ngomel akan cinta Varel yang bilang rela masuk ke kandang Harimau demi dirinya, "apa om udah Gila? apa cinta memang segila itu? om kan cab*l dan cemburuan".


Shila mendelik kesal melihat rambut palsu Varel tergeletak dilantai.


.


Izal beryes gembira saat dijalan melihat naskah pertamanya diterima oleh Pak Heri yaitu Direktur Fox Entertainment.


atasannya begitu bijak tanpa melihat asal-usul tempat kuliahnya, Heri membaca naskahnya jika tertarik maka akan diterima jika tidak walau tamatan sarjana dari luar negri pun tidak akan diterima olehnya begitulah Heri yang dipercaya oleh Tuan Muda Fox Group menduduki posisi Direktur di Fox Entertainment.


"i.. itu..? haha.. aku. menemukannya". Izal berlari ke arah Varel yang tampak menunggu antrian martabak telur.


"hei.. siapa namamu? ". Izal menepuk pundak Varel yang kini menyamar sebagai Si Culun.


"heh..? kau..? bagaimana? apa kau mendengarkan perkataanku? ". tanya Varel pura-pura kaget


"tentu saja.. berkatmu aku lulus disana, kau belum menjawab pertanyaanku siapa namamu?". tanya Izal


Varel melirik tangan Izal yang melingkar di bahunya, ia merasa pria ini kurang ajar tapi Izal tidak tau identitasnya, Varel ingin tau seberapa besar ketulusan pria ini padanya saat ini yang menyamar menjadi pria miskin tak punya apa-apa.


"namaku? Leo". jawab Varel yang teringat karakter lawan main Diandra di naskah Izal adalah Leo.


Izal tersentak sesaat lalu tersenyum, "namamu kebetulan sama dengan karakter di naskah cerita baru ciptaanku".


"benarkah? kebetulan sekali". kekeh Varel yang menyamar menjadi Leo.

__ADS_1


Izal membawa Varel ke restaurant terkenal dan hal itu membuat Varel terdiam, "kau membawaku ke tempat ini? bukankah ini sangat mahal? ".


"hei.. aku belum punya kekasih tapi aku punya teman sepertimu..! aku harus berbagi denganmu..! aku sudah gajian pertama hehe.. aku traktir kau makan". Izal bersemangat menarik Varel masuk.


Varel merasa nyaman berteman dengan Izal yang sederhana tidak menilai jati dirinya yang Varel mengatakan bahwa dirinya merantau jauh dari keluarga dan lucunya Izal juga menceritakan masa lalunya.


"jadi ini yang namanya berteman baik? aku dengan Nando tidak pernah seperti ini". batin Varel yang merasa tidak ada batasan antara dirinya dengan Izal sementara saat bersama Nando ada.


"kau mau jadi pemeran utama di dalam kisah ini? ". tanya Izal yang melihat Leo alias Varel sedang membaca Naskahnya.


"aku?". Varel pura-pura terkejut dan dibalas anggukan oleh Izal.


"kenapa aku? seharusnya kan Tuan Muda yang pantas menjadi pemerannya kan? bukannya kau bilang diambil dari kisah Tuan Muda Fox Group?".


"oh.. ayolah teman..! Tuan Muda Fox Group sangat jauh kelasnya diatas kita, aku yakin kalau kau dimake up sedikit akan jauh lebih tampan bahkan mengalahkan aktor Aris". bujuk Izal


Varel menahan senyumnya sekuat tenaga, "menurutku kau harus tawarkan pada Tuan Muda Fox Group, mungkin dia akan menerima peran ini".


"apa maksudmu? Tuan Muda sangat kaya raya, mana mau dia menjatuhkan diri menjadi aktor dengan gaji tak seberapa dengan omsetnya di Perusahaan besarnya itu". decak Izal


"bukannya aku lihat di TV Tuan Muda tampak sangat mencintai Mah.. eh.. Shila kan? aku yakin dia pasti akan menerima peran ini jika lawan mainnya adalah kekasihnya sendiri". jelas Varel yang hampir keceplosan menyebut Shila dengan sebutan Maharani.


"benarkah? hmm.. iya juga tapi menurutku tidak mungkin". Izal


"coba saja". tantang Varel (Leo).


.


Varel melihat Izal tanpa ragu mengeluarkan uang untuk membiayai makanan mahalnya, "Pria ini sudah gila..? dia dapat gaji malah membayarku makan? apa dia tidak mau menabung untuk film barunya? ". batin Varel terheran-heran


Varel tau jika Sutradara belum terkenal akan jarang mendapatkan sponsor tapi Izal malah tanpa ragu mengeluarkan uangnya untuk orang asing, ia baru tau arti ketulusan dalam persahabatan.


"kedepannya dia akan menjadi sahabat baikku bersama Nando". batin Varel menyunggingkan senyum tipisnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2