
.
.
.
Frans kembali ke Rumahnya dan mencari Raisa ternyata Jessy mengatakan Istrinya tengah berada di Kolam renang.
Frans berlari kecil dengan langkah tak sabar menemui sang Istri lalu Frans melihat Raisa tengah bengong menatap kolam berenang seolah ragu-ragu mau main tapi tidak bisa berenang begitulah arti tatapan Raisa ditangkap oleh Frans.
"sayang? ". panggil Frans
Raisa menoleh ke Frans, ia berdiri sambil tersenyum manis betapa cantiknya Raisa saat ini berkat segala perawatan Jessy, Shila dan Vivi yang rajin membawa Raisa ke Rumah Kecantikan.
"kenapa? mau berenang? ". tanya Frans lembut merangkul pinggang Raisa.
Raisa tidak menjawab hanya senyam-senyum malu sudah ketahuan oleh suaminya.
"mau berenang bareng aku sayang? ". tanya Frans
Raisa menggeleng kepalanya, "tidak mas". jawab Raisa.
"loh..? kenapa? ". tanya Frans
"aku Cuma mau menatap aja". jawab Raisa
"ayo ikut! aku akan ajak kamu berenang". Frans menarik tangan Raisa.
Raisa bersikeras tidak mau dan Frans tidak lagi memaksa karna Raisa sendiri yang menolak.
"yakin? ". tanya Frans yang sudah berulang kali menanyakan Raisa.
"sangat yakin". jawab Raisa memeluk Frans dengan manja.
Frans mengecup puncak hidung Raisa, "lalu mau apa lagi hmm?? ".
"kita naik motor ya mas? aku mau makan bakso". pinta Raisa memelas.
"Bakso? dimana tempatnya yang enak? aku belum nemu yang enak". Frans
"benarkah? kalau begitu mas ikuti aku pergi ke suatu tempat, aku tau makanan bakso terenak". Raisa terlihat bersemangat.
"ayo kita berangkat! ". ajak Frans yang disorak gembira oleh Raisa.
.
.
Jessy tersenyum sambil menggeleng kepalanya melihat Frans dan Raisa pergi dengan motor mencari makanan yang Raisa inginkan.
"hati-hati sayang..! jangan menginjak lubang, istrimu sedang hamil muda". teriak Jessy.
"iya Mom". sahut Frans
dengan motor besar Raisa dan Frans membelah kota Jakarta menuju tempat yang Raisa inginkan, Frans membawa motornya dengan kecepatan sedang sementara Raisa memeluk suaminya begitu erat sambil tersenyum cerah sepanjang perjalanan.
__ADS_1
setibanya di Rumah Bakso terkenal di tempat itu saja, Raisa memesan versi jumbo dan Frans juga sama karna selera Raisa tidak mungkin salah.
"hmmm? aku tidak sabar mas! ". rengek Raisa yang sudah tidak sabar menunggu bakso nya.
Frans tersenyum menggenggam tangan Raisa dengan tatapan Cinta, Raisa memang wanita dari kalangan sederhana tapi hanya Raisa yang mencintainya dengan tulus, wanita yang tidak mencintainya karna harta tapi dengan hati yang tulus dan mau meninggalkan pekerjaan demi sang suami.
"Bakso besar dan Jumbonya 2". pelayan datang memberikan pesanan Raisa dan Frans.
"terimakasih". ucap Frans dan Raisa serentak.
"minumannya apa kak? bang?". tanya Pelayan
"Es !". jawab Raisa
"tidak boleh..! kamu ingat apa kata dokter sayang? tidak boleh minum es". jawab Frans tegas.
Raisa pun menurut tak minta es lagi, Frans memesan teh manis 2 lalu pelayan itu pun pergi menyiapkan minuman Frans dan Raisa.
"mas?? aku boleh makan duluan? ". tanya Raisa memelas.
Frans mengangguk dengan senyuman tampannya, Raisa berdoa cepat-cepat lalu memakan Baksonya dengan semangat dan matanya berbinar-binar seketika.
Frans mencoba kuahnya terlebih dahulu dan mengangguk karna kuah baksonya enak.
.
.
Raisa memesan banyak bakso untuk Ibu dan adik-adiknya di kota, Frans tidak memesan apapun untuk keluarganya karna ia ingin menginap di Rumah Ibu Lely.
"Ibuuuu?? ". panggil Raisa setibanya di Rumah Mewah tempat tinggal Lely dan adik-adiknya.
mereka semua menyalami Frans dan Raisa.
"lihat?? kakak bawa apa? ". Raisa menunjuk plastik yang dibawa suaminya
"apa kak? ". tanya Rayola semangat
"baksooo! ". jawab Raisa
"yeeee! ".
"dek? ". Raisa memegang tangan Rumini yang mendongak ke Raisa
"dimana abang Rizzo? ". tanya Raisa ke Rumini.
"abang Rizzo sedang diluar kak, abang Rizzo bekerja". jawab Rumini.
"jam berapa baliknya dek? ". tanya Raisa sambil membawa adiknya masuk ke Rumah.
Ibu Lely tiba dari dapur dan Frans menyalami Ibu mertuanya itu yang tersenyum lembut,
suasana menjadi ramai saat makan bakso didepan ruangan TV, Frans terkekeh saja sambil minum teh buatan Raisa untuknya.
"ngantuk sayang? ". tanya Frans
__ADS_1
"enggak". jawab Raisa
"tidur saja sayang..! kamarmu itu luas bisa bawa nak Frans tidur juga". jawab Ibu Lely.
"tenang saja kak..! kami rajin merapikan kamar kakak". sahut Richa
sementara adik Raisa yang lain sibuk makan sambil menonton TV, keluarga sederhana itulah mereka tapi Frans tidak ilfil sebab sudah tau hal itu.
di kamar
"waah.. ini kamarku mas? ". tanya Raisa berdecak tak percaya kamarnya di Rumah Lely sangat cantik dan luas.
Frans tertawa, "Ibu yang membuat kamar ini khusus untukmu sayang, aku sudah bilang ini kamarnya tapi Ibumu tidak mau dan kamar ini harus menjadi milikmu".
"lalu bagaimana dengan kamar ibu? ". tanya Raisa
"kamar Ibu dilantai bawah juga sama luasnya cuma yang ini lebih indah pemandangan dari arah balkon". jawab Frans.
.
Frans dan Raisa menginap 2 hari di Rumah itu, Frans harus balik beberapa kali ke Mansion untuk kerja juga mengganti motornya dengan mobil.
kini Frans membawa Raisa ke Mal,
"Frans? ". panggil Erin dari belakang.
Raisa menoleh kebelakang sedangkan Frans tidak malah berdecak tak senang bertemu dengan si mantan yang merasa sok di cintai hingga Frans mau menunggunya padahal wanita bukan hanya Erin saja.
"siapa dia Frans? ". tanya Erin
Raisa tau siapa Erin karna wanita itu adalah Model terkenal, Jujur saja Raisa kagum dengan Erin tapi mengingat perbuatan Erin pada suaminya membuat Raisa tak suka namun tak diperlihatkan dengan jelas.
"mas? ". panggil Raisa ke Frans.
"maaf sayang..! aku malah membuatmu bertemu dengannya". ucap Frans ke Raisa.
Erin memicingkan matanya, ia menatap penampilan Raisa dari ujung rambut sampai ujung kaki, bagaimana bisa ia kalah dengan wanita yang terlihat biasa ini?
"apa dia yang kamu sebut istrimu? ". tanya Erin sekali lagi.
"hmm..! lanjutkan saja kesenanganmu". kata Frans lalu membawa Raisa pergi.
Erin mengepalkan tangannya, tubuh Erin memang sempurna tapi sudah di celap-celup oleh Pria lain berbeda dengan Raisa yang tubuhnya biasa saja namun masih murni dan Frans adalah Pria pertama bagi Raisa.
sebenarnya Erin dahulu juga gadis yang diangkat derajatnya semenjak berpacaran dengan Frans tapi dirinya mulai serakah ingin menjadi terkenal, ia mengira Frans akan terus mencintainya malah mengikuti zaman walau tubuhnya harus diberikan kesana-kemari.
"mas nggak apa-apa? ". tanya Raisa dengan khawatir ke Suaminya.
"tidak apa sayang". jawab Frans merangkul pinggang Raisa lebih erat.
Raisa menoleh kebelakang dimana Erin masih memperhatikannya, ia kembali menatap Frans dan bertanya apakah Frans bisa menemaninya.
"tentu saja sayang! dia bukan siapa-siapa bagiku". jawab Frans tersenyum lembut ke Raisa.
.
__ADS_1
.
.