Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Bonus Ekstra Part. 14


__ADS_3

.


.


.


1 bulan berlalu


Raisa tengah bersantai di tempat duduknya menyandarkan tubuhnya di kursinya dan kepalanya mendongak ke atas tengah menatap langit-langit Ruangannya.


"Tatakk?". Frans yang tengah menggendong Vikri kini menyapa Raisa.


Raisa terbelalak lalu berbalik dan tak percaya ada Vikri disini.


"Vikrii? ". Raisa tersenyum senang melihat bocah pintar itu.


Vikri merentangkan tangannya dan Raisa juga mengulurkan tangannya akhirnya menggendong Vikri yang tertawa menggemaskan apalagi mengatakan dengan bahasa cadelnya Vikri rindu dengan Raisa.


"aku minta maaf Raisa, Vikri selalu ingin minta ikut dan bertemu denganmu". ucap Frans


"tidak masalah Tuan, tadi saya sangat lelah tapi melihat Vikri saya kembali segar lagi". Raisa dengan gemas mencium pipi Vikri yang menyeringai lebar.


"kalau begitu aku lanjut kerja ya? kalian sedang istirahat kan? besok kita liburan bersama sebagai ucapan terimakasihku kalian sudah bekerja keras selama 1 bulan ini untuk mendapatkan Kontrak Tuan Thinez". Frans


"iya Tuan". jawab Raisa


Frans pun mengelus kepala Vikri, "jangan nakal jagoan..? atau Mamamu akan menahanmu tidak bisa pergi lagi hmm? ". Frans mencubit pipi Vikri.


"siap bos". jawab Vikri seperti hormat bendera hingga Raisa tertawa hal itu membuat Frans melirik ke arah Raisa.


Frans pun pergi lalu ia mendengar Raisa mengomeli bocah menggemaskan itu, terlihat sekali Vikri begitu akrab dengan Raisa.


"apa yang lain cedang istilahat tak? ". tanya Vikri


"iya sayang, apa perlu kita makan bersama? kebetulan kakak bawa banyak makanan". Raisa begitu dramatis.


tangan mungil Vikri pun bertepuk tangan dengan senang.


Raisa merasa terhibur dengan kedatangan Vikri, bocah itu sangat pintar berkata-kata hingga Raisa sedikit belajar dari Vikri.


"kamu bakal jadi orang hebat sayang..?". gemas Raisa


"kalau Vikli besal nanti tatak mau menikah cama Vikli? ". tanya Vikri mengerjabkan matanya dengan polos.


Raisa tertawa lepas, "kamu yakin mau menikahi kakak sayang? ".


"tentu caja". jawab Vikri begitu yakin malah terlihat lucu.


"coba kita bandingkan umur kita ya?? kalau Vikri nanti umur 27 tahun Kakak umur berapa ya? ". gumam Raisa


"kenapa halus umul 27 tak? itu tellalu tua, vikli nanti nikah cama tatak umul 20 tahun aja". jawab Vikri hingga Raisa tidak bisa menahan tawanya.


"sayang..? pria hebat itu menikah di umur 27 tahun, karna disana adalah waktu yang sangat pantas untuk Pria mapan menikahi kekasih hatinya". jelas Raisa menoel-noel pipi Vikri.

__ADS_1


mereka bercerita banyak hal hingga Raisa jelas begitu terhibur dengan Vikri.


"jadi Vikli tidak boleh menikah dengan tatak? ". tanya Vikri


"bukan tidak boleh sayang, kamu masih terlalu muda dan saat kamu dewasa nanti kalau bersikeras menikahi kakak, saat itu kakak sudah tidak bisa memberimu bayi kecil". Raisa mencubit dagu kecil Vikri.


"memangnya talau udah tua tatak tidak bica punya bayi lucu ya? ". tanya Vikri dengan polos.


Raisa menggaruk kepalanya, Vikri adalah anak yang pintar jadi suka bertanya-tanya dan ingin tau banyak hal.


Frans yang mendengar pembicaraan mereka segera datang menyelah, Raisa terlihat lega karna Frans sudah menyelamatkannya.


.


.


ke esokan harinya


semua Karyawan Player Game sudah berkumpul di depan Perusahaan Frans, mereka tengah menunggu kedatangan Bus-bus sewaan Frans untuk berlibur ke Bogor.


"yeee...? itu dia..! ". teriak salah satu rekan kerja Raisa.


mereka bersorak seperti anak kecil yang dijemput oleh orangtua, bus disewakan 65 bus yang bisa menampung 30 orang per satu bus.


tersisa 5 orang yang tidak dapat tempat duduk, mereka pun bisa mencari-cari tempat tapi Raisa tidak bisa masuk karna sisanya sudah banyak terisi bawaan mereka dari Rumah yang tidak muat lagi disimpan dipenyimpanan barang dalam bus.


"Raisa? kamu sama aku saja". ajak Frans


Raisa meminta pada rekannya yang lain pun malah tersenyum tentu dengan sopan menolak, mereka ingin menikmati bersama teman-teman bukan dengan bos yang pasti jadi batu nanti disamping Bos.


"Raisaa? ". panggil Frans


"eeh..? iya Tuan". sahut Raisa kencang tapi memelas pada teman-temannya yang memberi semangat pada Raisa menjadi patung didalam mobil mewah si Bos.


walaupun Frans asik dan baik tapi kalau hanya berdua dengan bos dalam jangka lama didalam mobil pasti tidak nyaman.


.


.


"kenapa tadi lama? kau takut 1 mobil denganku? ". tanya Frans


"bukan Tuan, tapi saya merasa tidak nyaman saja, berdua dengan bos". jawab Raisa dengan jujur.


"tidak apa..! aku juga tidak segaring itu". balas Frans


Raisa melihat ke arah Frans yang memasang kacamata hitamnya dan atap pun dibuka hingga Raisa terbelalak kaget.


"kalau malu pakai saja masker itu". Frans


Raisa pun dengan cepat mengambil masker yang ditunjuk Frans dan memasangnya lalu menghela nafas lega.


ternyata mereka terjebak macet, Raisa sampai gelisah karna ditatap banyak orang berbagai kendaraan.

__ADS_1


Frans melirik Raisa yang tidak nyaman pun menutup atap mobilnya hingga Raisa menoleh ke Frans.


"katakan saja kalau tidak nyaman". Frans


Raisa tersenyum kikuk, diam-diam lega karna tidak ditatap aneh lagi oleh penumpang pengemudi lainnya.


tidak banyak bicara didalam mobil, Frans tipe Pria yang ramah jika lawannya banyak mengajaknya bicara maka ia tidak akan diam, tapi lain jika lawan bicaranya itu pendiam.


.


.


setibanya di Hotel Bogor, Frans sudah menyewa 1 hotel itu untuk kamar setiap Karyawannya walaupun satu kamar ada yang 3 orang tapi mereka tidak ada yang protes sebab tau hotel itu memang punya kamar sedikit, punya tempat berteduh saja sudah membuat mereka senang.


"apa-apaan ini? kenapa aku satu kamar dengan Tuan Frans? kalian bercanda ya? ". kesal Raisa


"kalian mau jadikan aku patung lagi? ". Raisa terlihat frustasi.


mereka semua malah melarikan diri, bahkan Arif pun tidak mau satu kamar dengan Frans karna tidak nyaman, mereka semua menunjuk Raisa karna gadis itu yang paling patuh.


jika Raisa saja yang patuh bisa protes apalagi mereka semua? tentu saja tidak bisa membayangkan tidur satu kamar dengan Frans, ada yang bilang bisa mati dalam tidur, mati tegak, mati serangan jantung lah karna Frans idola mereka jika dilihat dari dekat bisa berbahaya untuk jantung.


"maaf ya Raisa? selamat menikmati". teriak mereka semua


Raisa marah-marah pun diabaikan oleh mereka, "bagaimana ini? ". gumam Raisa melihat kunci kamarnya yang berupa kartu.


Kamar Frans memang VVIP tapi satu kamar dengan bos itu tidak baik untuk jantung Raisa.


.


"aaahhh". Raisa menjerit menjatuhkan barang-barangnya menutup wajahnya.


Frans sampai kaget lalu melihat tubuhnya yang memakai jubah mandi.


"heiii?? kenapa reaksimu itu seperti aku tengah telanj*ng hah? ". tanya Frans dengan heran.


"T.. Tuan? bisakah saya tidur di Mobil saja? didalam bus juga tidak apa". cicit Raisa.


"tidurlah dikamar..! pintunya bisa dikunci jika kau merasa takut, aku tidur disofa". kata Frans.


"hahaha!! tidak usah Tuan, saya tidur disofa saja". Raisa berlari dan duduk disofa sambil tersenyum kaku.


"aku tidak jamin kau aman disini..! jika dikamar kau bisa kunci pintu tapi disini aku yakin kau tidak akan bisa tidur karna takut padaku kan? ". Frans berjalan didepan Raisa dan duduk disamping Raisa.


Raisa tertawa sumbang, "iya.. haha.. saya tidur dikamar saja Tuan".


Frans tertawa geleng-geleng kepala.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2