Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
mencoba membuka pikiranmu !


__ADS_3

.


.


ke esokan paginya.


Shila tersentak bangun dan menoleh kiri-kanan, Shila mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal karna ketiduran tadi malam.


"om Raffan pasti semakin mengejekku seperti bocah". kesal Shila


.


selama 1 bulan lebih Varel dan Shila berhubungan tanpa status, Shila yang tidak juga peka dengan perasaan Varel bersikap seperti biasa sementara Varel tetap setia bersabar.


"kenapa Tuan tidak juga mengutarakan perasaan Tuan pada Nona Muda? ". tanya Nando penasaran


"lalu menurutmu bagaimana? apa aku harus mengungkapkannya? kau tau sendiri kan Shila bagaimana?". kesal Varel seperti berbicara dengan teman.


yah.. semenjak Varel jatuh cinta pada Shila, Nando adalah tempat Varel menyampaikan keluh kesahnya seperti diary.


"justru karna tau Nona Muda seperti itu maka nya anda harus berterus terang Tuan, sampai kapan anda menutupi perasaan anda padanya? apa anda tidak takut ada pria lain yang menyukainya? ". Nando


"dia tidak akan mencintai siapapun kecuali Papanya, ck.. dia sungguh berpikir ada pria seperti Papanya di dunia ini". dumel Varel


Varel akui dirinya sempurna tapi dibandingkan Suryo tentu ia belum merasa sempurna, Pria seperti Suryo itu sudah habis dizamannya, lagian Varel memiliki kekuasaan, walaupun caranya menjaga Shila tidak sama seperti Suryo tapi ia memiliki caranya sendiri, setiap Pria memiliki cara masing-masing untuk melindungi dan memberi kasih sayang pada pujaan hatinya.


"saya melihat sutradara yang berusaha mengcasting Nona Muda itu begitu tertarik pada Nona Muda Tuan". ujar Nando


brakh..


"aku tau itu..! beberapa malam itu gelagatnya memang sudah terbaca olehku, Shila mungkin galak tapi dia tidak bisa membedakan mana fans yang sebenarnya dan mana fans yang berpura-pura saja, Shila sangat menjaga hati fansnya". geram Varel


"lalu mengapa anda tidak mengatakan pada Nona bahwa anda mengidolakannya, atau fansnya". tanya Nando


"kau fikir aku mau dijadikan bahan olok-oloknya? dia sangat tau aku gila bekerja sebagai artis dari dunia entertainment". kata Varel


"lalu anda membiarkan Carol mendekatinya? saya saja merasa Tuan Carol begitu agresif hingga bisa dekat dengan nona muda sangat cepat". Nando


"apa dia masih berusaha meminta Shila untuk menerima filmnya? ". tanya Varel


"Nona tetap menolak Tuan, Nona tidak ingin masuk kedunia akting karna ia hanya ingin menjadi model". jawab Nando

__ADS_1


"dimana Shila sekarang? ". tanya Varel


"di lokasi syuting untuk acara pemotretan iklan sponsor sunscrean Tuan Muda". jawab Nando.


"ayo kita kesana! ". ajak Varel


Nando mengangguk, ia geram sekali dengan kisah asmara Varel dengan Shila tanpa ada hubungan yang jelas, Varel memberi perhatian lebih sementara Shila malah tidak tau apa-apa selalu berpikir Varel seperti itu karna Jessy.


di lokasi syuting, didalam mobil Shila.


"Shila..? pak Carol itu datang lagi". geram Vivi


Shila menghela nafas panjang, "kenapa dia terus datang?".


"bukannya Kamu menyukainya? ". tanya Vivi


"kapan aku bilang kalau aku menyukainya? aku malah tidak nyaman dengannya, dia suka pegang-pegang tanganku dan aku benci itu". Shila


Vivi tersenyum, "lalu tuan Muda Fox Group bagaimana?? ". tanya Vivi menggoda


"om Raffan tidak memegang tanganku sembarangan, paling dia pegang kalau aku mau jatuh". jawab Shila dengan enteng.


Vivi tersenyum lebar, "apa kamu tidak punya perasaan pada Tuan Varel Shila? apa kamu tidak pernah berdebar padanya? ".


Vivi yang awalnya bersemangat mendengar jawaban Shila namun kata-kata Shila diakhir menghancurkan khayalannya.


"benar tidak ada?". tanya Vivi


"ya.. tidak ada kenapa emangnya? ". tanya Shila balik.


"ya Tuhan Shila... sebenarnya hatimu itu terbuat dari apa sih? terlihat lembut tapi kenyataannya sangat keras, kenapa kamu tidak jatuh cinta pada Pria sempurna seperti Tuan Muda Raffan mu itu?? ". geram Vivi meremas udara didepan wajah Shila seolah dirinya ingin meremas wajah Shila tapi tidak bisa.


"apaan sih kakak? jangan kayak Tante Jessy ya? aku tidak suka di jodoh-jodohkan, aku akan mencintai Pria yang ku sukai". Kata Shila dengan sombong.


"siapa pria yang kamu sukai? Papamu? sadarlah Shila Pria seperti Papamu itu sudah punah hanya ada Pria yang lebih baik dari Papamu ada, yaitu tuan muda Varel eeh.. Tuan Muda Raffanmu itu". jelas Vivi dengan gemasnya.


"apaa?? Papaku yang terbaik". Shila berkacak pinggang tak terima Varel jauh lebih baik dari Papanya.


"coba kamu bandingkan apa perbedaan Tuan Muda dengan Papamu? bukankah sama-sama selalu ada untukmu bahkan rela berkorban untukmu, walaupun pengorbanan Tuan Muda tidak seperti Papamu tapi bagaimana caranya supaya Tuan Muda masuk kedalam hatimu? apa kamu mau melihat Tuan Muda jatuh bangkut dulu lalu membawamu ke desa terpencil dan mencangkul padi disana ya? itu pria idealmu?? lalu sakit karna bekerja terlalu keras iya?".


"tuan muda sangat kaya raya Shila.. bahkan dia menganggur selama 10 tahun pun dia tidak akan jatuh bangkrut". Vivi

__ADS_1


Shila terdiam mendengar kata-kata Vivi


"maaf Shila..! aku benar-benar tidak mengerti bagaimana cara menyadarkanmu..! kamu terlalu terobsesi pada pengorbanan papamu tanpa tau didunia ini banyak macam cara manusia melakukan pengorbanan, pengorbanan tidak harus seperti yang pernah papamu lakukan". Vivi segera keluar dari mobil Shila lalu memukul-mukul bibirnya yang keceplosan.


Shila teringat apa saja yang pernah Varel lakukan untuknya, ia terhenyak untuk sesaat lalu menggeleng kepalanya seketika.


"om Raffan tidak mungkin menyukaiku dan aku juga tidak mungkin menyukai pria menyebalkan sepertinya". gumam Shila membela diri


Shila memekik kaget saat kaca mobilnya diketuk oleh seseorang, "huh..! kenapa pak Carol ada disini sih? apa dia tidak ada pekerjaan lain selain memintaku untuk membintangi filmnya? ". gerutu Shila.


Carol seumuran dengan Varel tapi Shila memanggilnya Pak hanya untuk formalitas pada sang sutradara film terkenal saja.


Shila membuka kaca mobilnya sedikit, "ada apa pak? ". tanya Shila


"buka pintu nya Shila.. aku akan masuk! ". kata Carol


"maaf pak..! saya sedang tidak bisa! saya harus menghafal naskah". tolak Shila dengan sopan


"aku temani Shila.. ayolah..! kita sudah berteman tapi kenapa kau masih menjaga jarak dariku hmm? ". tanya Carol


"bukan begitu pak..! tapi saya benar-benar harus menghafal naskah". jawab Shila lalu menutup kaca jendela mobilnya.


Carol berusaha mengintip tapi kaca Shila tidak bisa dilihat dari luar, Shila memang cukup dekat dengan Carol karna awalnya Carol memperkenalkan diri sebagai fansnya shila, tapi lama kelamaan sikap Carol membuat Shila tidak nyaman karna suka mengelus lengannya, menyentuh bahu terbukanya, serta memegang tangannya.


"Om Raffan (Varel) aneh tapi tidak pernah membuatku merasa tidak nyaman kenapa Pak Carol malah berbeda? dia aneh malah membuatku tidak nyaman". decak Shila mengabaikan Carol yang sibuk mengetuk-ngetuk pintu mobil Shila.


Carol memang jatuh cinta pada Shila cukup lama tapi ia tipikal orang yang tidak sabaran hingga terkesan seperti pria mesum yang sesungguhnya dimata Shila.


.


.


.


maaf ya Para Readers kesayangan Nae...! Nae belum bisa up banyak Karna Nae sedang kerja sama pemerintah RegSoSek nih, gajinya lumayan bisa tambahan beli HP baru.. wkwk.. jadi untuk 1 bulan ini Nae hanya bisa up 3, hehe... ntar kalau udah selesai Nae bakal Crazy up tiap hari deh... terimakasih...


selamat beraktifitas...!!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2