Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
keributan lagi


__ADS_3

.


.


Shila kembali ke Rumah Sakit dalam suasana hati yang baik, ia berlari dengan senang namun tiba-tiba ia melihat seorang Pria yang keluar dari Ruangan khusus.


"awass...! aaakh...! ". pekik Shila


Pria tampan itu tentu kaget, ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya saat ini.


bruukhhh


Varel melebarkan matanya saat Shila jatuh diatasnya.


"maaf om". Shila mengangkat wajahnya sambil mengelus keningnya yang terasa sakit.


"menyingkir..! ". usir Varel menepis Shila hingga terjatuh ke arah lain.


"awwh...! ". Shila meringis saat tangannya terasa sakit.


"pelan-pelan dorongnya om". protes Shila bangkit memegang lengannya yang terasa sakit.


"kau memanfaatkan keadaan ya?". tuduh Varel dengan ekspresi dinginnya yang tak bersahabat menatap Shila.


Shila mendengus, "kenapa om tiba-tiba buka pintu?". tuduh Shila balik


"kau malah menyalahkanku? siapa suruh kau berlari seperti anak-anak tadi hah? ". balas Varel


"dasar om, kenapa galak sekali! ". umpat Shila lalu melenggang pergi.


Varel menjatuhkan rahangnya melihat Shila yang tiba-tiba meninggalkannya tanpa embel-embel meminta maaf.


Varel memejamkan matanya, tangannya terkepal erat.


"anak itu harus diberi pelajaran, dia memanggilku Om? tidak bisa dibiarkan". gumam Varel


Varel mengikuti Shila tapi gadis kecil itu ternyata sudah menghilang, "sial..! aku kehilangan jejaknya". decak Varel.


"Tuan Muda". seorang Pria muda berlari mendekati Varel, umurnya tidak berbeda jauh dari Varel hanya berbeda bulan saja.


"hm.. apa? apa terjadi sesuatu dengan Mommyku? ". tanya Varel dengan serius menatap asistennya bernama Nando.


Nando mengangguk-ngangguk pelan, "Nyonya mencari Tuan dan menanyakan hal yang sama".


Varel menghela nafas panjang, "apa Mommyku buat drama baru lagi? ".


"Putri Indonesia periode Ke-7 ini adalah ide Nyonya Tuan.. saya tidak tau rencana Nyonya". jawab Nando


"apa lagi? bukankah sudah jelas kalau Mommy akan membuat pemenang kontes putri Indonesia akan diberikan padaku? sama seperti tahun-tahun sebelumnya". balas Varel berjalan pergi dan Nando mengekori Varel.


.

__ADS_1


Varel memutar bola matanya dengan malas saat si Nyonya Ratu mengomelinya.


"Mommy tidak lihat selang infus itu? kenapa masih aja bawel? ". tanya Varel dengan datar


"dasar anak tidak normal...! kenapa aku bisa punya anak sepertimu hah? semua wanita yang pernah Daddymu berikan apa tidak ada yang menarik dimatamu hah? tidak bisakah kamu membuka hati sedikit saja pada wanita lain? ". marah Jessy pada sang putra sulung kesayangannya.


Nando sudah tutup telinga, ia segera melarikan diri karna tidak ingin terkena amarah si Nyonya Besar.


"Mommy aku Pria normal.. Mom, aku jelaskan aku sangat normal mom, mommy tidak perlu meragukan hormon seksual ku". jelas Varel berjalan santai ke Sofa dan duduk disana dengan raut wajah tidak bersalah.


Jessy memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri, "justru Pria tidak menyukai wanita seksi dengan latar belakang sempurna itu tidak normal". bentak Jessy


Varel menggeleng kepalanya lalu mengusap-ngusap telinganya.


"mommy berisik..! jangan berbuat aneh lagi Mom.. aku lelah mengikuti permainanmu itu, hentikan semuanya". Varel bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jessy yang semakin emosi.


"Ya Tuhan...! kapan aku bisa bebas dari baju pasien rumah sakit ini". decak Jessy merasa jengah dengan kondisinya yang harus bolak-balik masuk Rumah Sakit demi mendapatkan perhatian putra nya yang sangat keras kepala itu.


.


"Tuan? ". Nando memanggil Varel dengan tatapan bingung namun terlihat penasaran.


"jika Mommyku masih nekat menjodohkanku dengan sang juara Putri Indonesia, suruh si Tua menggantikanku di kamar itu seperti biasa". titah Varel dengan serius.


"baik Tuan". balas Nando dengan raut wajah tak kalah serius.


.


"Papa? papa sudah bangun? ". sapa Shila dengan raut wajah ceria nya seperti biasa seperti pelangi di mata Suryo.


"nak.. kamu dari mana nak? ". tanya Suryo


"Shila ikut kontes kecantikan Papa.. Papa tenang saja, Shila akan menang dan membuat Papa sembuh total". jawab Shila tersenyum manis


Suryo menghela nafas berat.


"nak.. Papa pernah cerita padamu alasan kita tinggal didesa kan? ". Suryo mengingatkan.


Shila berubah sendu dan mengangguk dengan kepala tertunduk.


"Papa tidak pernah menyesal memilih melepaskan semua nya nak, bagi Papa kamu lebih penting dari apapun yang ada di dunia ini, Papa tidak akan pernah memaafkan diri papa sendiri jika Putri kesayangan Papa harus di jual ke Pria asing hanya demi kepentingan Papa sendiri". Suryo


"inilah alasan Shila sangat mencintai Papa.. Shila tidak tau apakah ada Pria lain yang akan mencintai Shila sebesar Cinta Papa pada Shila, Papa jangan memikirkan hal lain ya? sama seperti Papa ingin Shila bahagia maka biarkan Shila memilih jalan hidup Shila sendiri ya? Shila bisa beladiri kok, bukankah Shila hidup di hutan sudah biasa menyerang bab* hutan". canda Shila mencairkan suasana.


Suryo terkekeh pelan, "nak.. jangan tunjukkan tanduk dan taringmu pada orang yang ada disini, mereka semua akan ngeri padamu".


Shila menyeringai lebar lalu mengecup sayang telapak tangan Suryo.


"Shila akan jaga diri Pa..! Shila tidak akan mengecewakan Papa". Shila berkata dengan serius.


.

__ADS_1


ke esokan harinya.


Shila berjalan santai melewati banyak kamar Rumah Sakit yang di huni oleh pasien rawat jalan.


"tapi kenapa aku tidak melihat dokter Leon ya? apa dokter Leon tidak bertugas? atau kembali lagi ke desa? ". gumam-gumam Shila


Shila meloncat kaget seketika saat mendengar suara pekikan dan bentakan seseorang, "kenapa Rumah Sakit ini tidak setentram desa tempat tinggal kami? mereka bahkan lebih menyebalkan dari pada bab* hutan menghancurkan tanaman padi kami". gerutu Shila mengelap dahinya sendiri padahal tidak berkeringat sama sekali.


"semoga Papa cepat sembuh terus kami kembali ke desa". gumam Shila hendak pergi sebab enggan ikut campur.


plak...


Shila berbalik seketika mendengar suara tamparan keras, "ya Tuhan...! kemarin cinta ditolak sekarang tamparan, masalah rumit apa yang dihadapi manusia hidup di kota ini? ". gerutu Shila berjalan cepat mencari asal suara keributan itu.


Shila menerobos kerumunan hingga ia melihat kursi roda tidak ada orangnya, Shila melihat sekitar hingga matanya melebar melihat seorang wanita berpakaian pasien jatuh di lantai.


"eeh.. Ibu..? ". Shila spontan saja berjalan ke arah wanita itu dan membantu Wanita itu berdiri.


Jessy melihat gadis cantik yang tengah menolongnya, disaat semua orang menonton nya hanya Shila yang berani menolongnya.


"ibu tidak apa? ". tanya Shila memegang bahu Jessy seperti akrab saja.


"siapa lagi wanita ini? ". geram wanita yang menampar Jessy.


Jessy terpana melihat wajah Shila, Shila berbalik dan berkacak pinggang di hadapan wanita seksi itu.


"eeeh.. Badut..! kenapa anda menampar seorang ibu? apa anda tidak punya etika? ". bentak Shila dengan marah


"B.. badut..? whaaatttt? bad.. dut? I badut? hello I ini model You No?? I model ternama bernama Janne.. You bilang apaa?? ". jerit wanita itu syok memegang kedua pipinya sendiri


"apa anda tidak berkaca Badut? kenapa pipi anda merah-merah seperti badut yang sering saya tonton? dasar wanita jahat..!". Shila melangkahkan kakinya mendekat ke wanita itu yang melotot seketika


"kenapa? malu? I memang sangat cantik, I very-very Beauty ". ejek Shila mengibaskan rambut panjangnya hingga yang melihatnya menahan nafas.


Shila mengejek cara bicara wanita berwajah Asia yang berlagak seperti model Bule itu.


karna merasa malu Wanita seksi yang berprofesi sebagai model itu segera pergi, ia ingin mencari cermin dan melihat wajahnya sendiri karna tidak terima disebut Badut.


"ada apa? sana bubarrr! ". bentak Shila dengan galak pada para penonton.


"cantik-cantik tapi galak". gumam-gumam orang-orang yang menonton Shila lalu berpencar meninggalkan Shila.


Jessy tadi hendak melawan tapi tidak di duga ada seorang gadis yang menolongnya.


"Ibu kenapa sampai di tampar oleh badut itu? ". tanya Shila sopan sambil membantu Jessy duduk di Kursi roda.


Jessy terhenyak, "Saya tidak sengaja merusak gaun mahalnya Nona". jawab Jessy berpura-pura sebagai wanita miskin tak punya uang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2