Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
si misterius?


__ADS_3

.


.


.


tiket nonton bioskop First Love langsung habis saat dikeluarkan, jam pertama tayang pemain film First Love ikut menonton film mereka di bioskop di jajaran paling belakang.


kini Varel tidak berpakaian Formal melainkan berpakaian kasual hingga penampilannya terlihat lebih menawan, Varel tak pernah melepaskan kekasihnya walau Shila sibuk bercerita dengan rekan selebritinya.


"hmm".


"itu Leo.. itu Diandra..! waah.. kita beruntung".


"aku tidak menyesal menunggu tiketnya keluar dari jam 3 pagi tadi".


"ya ampun.. Tuan Leo sangat tampan dilihat secara langsung bahkan di TV nya juga sangat tampan".


"Diandra sangat beruntung".


"ahaha.. ayo kita masuk..! aku semakin tidak sabar".


"cepat beli popcorn nya".


di dalam bioskop, beberapa orang memotret Shila dan Varel bahkan ada yang meminta foto bersama sebelum lampu bioskop dimatikan


penayangan pertama selesai, penayangan kedua sekitar jam 12 dan untuk seterusnya akan terus berlanjut selama beberapa hari kemudian, sudah lebih 2 minggu penayangan namun film itu masih merajai segala film bioskop yang ada.


hari ini adalah pertemuan fans dengan para pemeran First Love, Varel tidak memberikan tanda tangan karna ia bukan aktor tapi hanya duduk disamping Shila merangkul pinggang gadisnya itu tanpa peduli Shila sudah malu akan perilaku Varel.


Fans memotret kedua pasangan itu, ada-ada saja tingkah Varel seperti mencium pelipis Shila, pipi, menatap, mengecup, meradu kening dengan pelipis Shila hingga para fans semakin menggilai pemeran Diandra dan Leo dalam Film itu.


malam harinya


Shila akan mendatangi acara Award, Varel juga akan datang sebagai CEO Fox Group pemilik Fox Entertainment, malam ini adalah bukti Izal telah diakui sebagai sutradara sekaligus penulis naskah terbaik tahun ini karna masuk nominasi sejajar dengan para sutradara lulusan terbaik Luar Negri.


Shila sibuk memainkan ponselnya di dalam mobil, "Shila pegangan..!". teriak Vivi


Shila pun dengan cepat berpegangan tapi tangannya masih memegang ponselnya, ia melihat ke arah depan ada lampu mobil putih tengah menyorotnya hingga Shila menautkan kedua alisnya.


ciiitttt


"siapa itu Kak? apa Om Raffan? ". tanya Shila meletakkan ponselnya hendak keluar namun dicegah oleh Vivi


"tunggulah sebentar. ! aku merasa bukan Tuan Muda". jawab Vivi


Shila beralih ke Vivi lalu menatap mobil itu dengan serius, "iya Kak... itu bukan mobil Om Raffan, mana mungkin Om Raffan menghadangku disini". gerutu Shila baru tersadar

__ADS_1


"siapa orang itu kak? kenapa aku merinding? mobil, warna, plat nya sama dengan milik om Raffan". bisik Shila


Vivi menautkan kedua alisnya, "iya.. astagah..! aku baru sadar platnya sama Shil".


"coba mundur kak! ". pinta Shila


Vivi pun mundur lalu memutar jalan dan masuk ke jalan besar namun mobil dibelakang masih mengikuti mobil Shila dan anehnya lagi terlihat begitu ketara.


Shila menghubungi Varel dan diangkat oleh Varel, "kamu dimana sayang? ". tanya Varel


"om dimana? ". tanya Shila balik


"aku ada didepan gedung acara Awards, aku tadi ingin mendatangimu tapi papamu bilang kamu udah berangkat sayang, kalau kamu udah berangkat seharusnya kamu udah sampai". Varel


"ada mobil asing yang tiba-tiba menghadang jalan kami om, anehnya mobilnya seperti mobil om juga platnya sama". Shila


"dimana kamu sayang? ". tanya Varel dengan nada serius.


.


Shila menatap kebelakang, "kak..! om akan datang, mobil itu memang bukan milik om Raffan, tapi siapa yang bisa membeli mobil semahal itu? ".


"Shila..! jangan takut..! mobil itu tidak akan bisa menghadang kita karna kita dijalan besar". jawab Vivi


.


Varel melihat Mobil Shila yang tak jauh dari pandangannya, Varel menginjak gasnya dan membalik setir hingga mobilnya berputar di jalan lalu tiba dihadapan mobil itu dengan posisi melintang.


Varel membuka atap mobilnya, tatapannya begitu dingin dan tajam pada pengendara mobil duplikatnya itu.


"aku keluar..! ". Shila mengangkat gaunnya hendak keluar


"tunggu Shila..! kita sama-sama". ajak Vivi


Shila mengangguk, Varel mengeluarkan pistol dari dalam mobilnya, ia tanpa takut menembak ban mobil itu berkali-kali.


dor.. dor... dor..


bunyi tembakan membuat beberapa orang memekik didalam mobil masing-masing tanpa ada yang berani keluar, jalanan menjadi macet satu jalur karna ketiga mobil yang menghalangi jalan serta mobil lain yang tak ada berani bergerak.


"berani sekali kau menggunakan mobil sepertiku mengikuti kekasihku, kau fikir aku tidak tau mobilmu hanya duplikat". decak Varel yang melihat ban mobil asing itu meletus.


Varel keluar dari mobilnya sementara mobil duplikat Varel tidak bisa berjalan.


brakh.. pintu dibuka lalu di tutup keras.


Varel menembak keatas sebuah peringatan jika orang berpakaian hitam dengan wajah di tutupi itu berani kabur,

__ADS_1


"kau fikir aku tidak berani menembak mu.! ". gumam Varel menembak ke kaki orang itu.


"dapat kau! ". Varel hendak berlari ke arah Pelaku namun panggilan Shila membuatnya menoleh.


"sayang? ". Varel berbalik arah ke Shila sambil sesekali melihat tubuh pria itu untuk mengenalinya.


"om? aku dengar suara tembakan apa om tidak apa-apa? ". tanya Shila memegang lengan Varel


Varel mengangguk mengelus pipi Shila, "maafkan aku sayang..! aku harus mengejarnya".


Varel hendak berlari mengejar pelaku misterius itu tapi Shila menahan lengannya.


"om..? jangan dikejar, aku takut dia melakukan sesuatu di lorong gelap itu nanti". pinta Shila


Varel melihat ke arah pria misterius yang melarikan diri tadi,


"lebih baik kita ke Gedung aja om, acara akan dimulai !". ajak Shila berjalan tenang namun dirinya lupa sedang memakai gaun hingga Shila hampir tersungkur.


Varel menarik pinggang kecil Shila dan masuk dalam pelukannya, Varel dan Shila bertatapan.


Varel mengecup puncak hidung Shila, "kamu tidak apa-apa sayang? ".


Shila tersenyum dan mencium balik pipi Varel, Vivi memutar bola matanya dengan jengah.


"Tuan.. Nona.. mari kita berangkat..! jalanan macet karna kalian berdua". ujar Vivi menunduk ala prajurit kerajaan


Shila berdehem lalu meminta maaf pada mobil-mobil yang lain, Varel merapikan gaun Shila lalu menuntun Shila naik ke mobilnya.


.


.


Varel melirik sekilas mobil duplikat nya lalu melajukan kendaraannya.


"siapa itu? kenapa dia bisa membuat mobil yang sama denganku, jika bukan karna aku perbaiki lebih bagus lagi mungkin mobil kami sama persis". batin Varel


baik kaca, ban dan segala mobil Varel dirubah menjadi anti peluru berbeda dengan mobil duplikatnya terlihat sama tapi kaca dan Ban nya bukan anti peluru.


"om? ". panggil Shila


"iya sayang? aku akan mengurusnya ya? aku hanya minta kamu berhati-hati". Varel berusaha setenang mungkin supaya Maharaninya tidak takut.


di acara Awards Shila dan Varel berjalan bergandengan tangan, sebelah tangan Varel masuk ke kantong celananya.


Varel hanya tersenyum tipis menyapa fans Shila yang sangat menyukainya bersama Shila, tentu ia sangat senang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2