
.
.
Shila berpidato singkat sedangkan Varel hanya mengatakan dirinya membintangi film itu bukan karna alasan tertentu, hanya karna Shila yang menyukai karakter Diandra didalam kisah itu.
beberapa orang terkekeh mendengarnya, ada yang iri dan ada juga yang berdecak kagum, Putra dibawah panggung hanya menatap Shila saja.
"andaikan saja Shila jatuh cinta padaku pasti hidupku akan bahagia, dia sangat cantik, sangat bertalenta, uuuhhh.. tubuhnya pasti bagus sekali juga masih murni". batin Putra yang memang sangat menyukai hal yang murni.
wajah Shila sudah merah menahan malu, Varel menatap lekat, "terimakasih telah memilihku sayang, aku akan menjaga kepercayaanmu itu, aku akan membuatmu menjadi ratu di hatiku hingga semua orang iri akan cinta kita". kata Varel
Shila yang malu segera mendekat lalu menyembunyikan wajahnya di belahan dada bidang Varel, semua yang hadir di acara itu bertepuk tangan serta bersiul menggoda pasangan itu, Varel mencium puncak kepala Shila mengelus punggung nya dengan lembut.
Varel hanya mengatakan apa yang ada dihatinya, ia tidak peduli masalah booming atau tidaknya karna dirinya memang tidak peduli orang lain hanya Shila dan Papanya Shila yang penting bagi Varel.
Nando dan Izal tertawa dibawah sana, "Tuan Mudaku sudah tidak waras". ujar Nando dengan kekehannya.
Izal pun mengangguk, "Shila sangat berbahaya, dia bisa membuat seekor Macan Buas menjadi jinak seperti kucing manis pada Shila, Shila terlalu istimewa". sahut Izal membenarkan.
"aku harap cinta mereka baik-baik saja sampai mereka Tua". gumam Nando
"kenapa bicaramu seperti itu? apa cinta mereka akan ada yang menghalangi? ". tanya Izal.
"hei.. Tuan Mudaku itu seorang Pria Penguasa didunia Perbisnisan, hidupnya dipenuhi orang-orang yang haus kekuasaan banyak musuh dimana-mana, banyak yang ingin menjatuhkannya tapi karna Tuan Muda tidak memiliki kelemahan, itulah yang membuatnya tidak ada yang berani menyentuhnya tapi sekarang lihatlah..! dunia tau betapa cintanya Tuan Mudaku pada Shila seorang PI season 7 yang sangat istimewa". decak Nando
Izal menganga, "hidup orang kaya tidak seenak yang dibayangkan ya? ". gumam Izal tak percaya
"kau fikir kami hidup seaman itu? kami harus bersikap kejam pada siapapun supaya mereka berpikir untuk mencari masalah dengan kami". kata Nando
"semoga saja mereka baik-baik saja, aku rasa badai topan manapun tidak akan ada yang bisa merebut Shila dari Varel, aku malah merasa Varel akan ikut masuk ke dalam badai itu tanpa rasa takut". Izal
"tentu saja..!". sahut Nando membenarkan.
Izal dan Nando saling melirik lalu tertawa bersama,
.
didalam mobil
"kenapa sayang? ". tanya Varel mengelus kepala Shila
"aku benar-benar malu om". gerutu Shila dengan kesal
Varel terkekeh, "apa?".
"sudahlah..! om tidak tau". jawab Shila semakin kesal
__ADS_1
Varel menarik tengkuk Shila lalu mengecup bibir Shila sekilas, Shila melebarkan matanya.
"O.. om? ". cicit Shila
Varel tergelak, "apa menurutmu ini ciuman pertama kita?".
Shila menggeleng-geleng kepalanya, "aku hanya belum terbiasa om". cicit Shila melihat arah lain tak berani melihat mata Varel.
"coba panggil aku yang lain sayang". pinta Varel
"hmm? ". Shila menatap Varel seketika
"panggil aku abang, sayang, atau hmm.. Husband? Hubby? Honey? Boo? Darling? yang? ".
Shila menganga mendengarnya, "hah? ".
"nanti saja kalau udah menikah". jawab Shila dengan kesal
Varel tersenyum, "itu artinya kamu mau menikah denganku sayang? ".
Shila mengangguk lalu terbelalak dan menggeleng-geleng kepalanya, "nggak cepat-cepat ya? ".
muuaaahhhh
Shila memejamkan matanya, sepertinya ia harus periksa ke dokter mengapa setiap berdekatan dengan Varel jantungnya berdetak lebih cepat, dan tubuhnya bisa tidak bergerak setiap kali Varel menyentuhnya bukan sentuhan 21+ melainkan sentuhan biasa seperti mengecup, memeluk, mencium Shila.
.
.
Shila berdecak pelan, "aku mau memeriksa jantungku kak".
"memang kenapa jantungmu? ". tanya Vivi berbisik
"diam aja..! ". kesal Shila dibalas dengusan oleh Vivi
Vivi yakin Shila tidak sakit tapi mengapa Shila merasa jantungnya bermasalah, mana mungkin Shila bisa masuk kontestan Putri Indonesia jika Shila memang punya penyakit khusus.
"antrian 9 ". kata Suster dengan mata mengedar
"saya". Shila tunjuk tangan
"mari silahkan masuk..! dokter sedang menunggu! ". kata suster
Shila bangkit menarik Vivi juga ikut masuk ke Ruangan dokter spesialis jantung.
"apa ada keluhan Nona? ". tanya dokter saat Shila duduk didepan nya.
__ADS_1
"iya dok..! jantung saya sering berdetak lebih cepat, tapi kenapa hanya pada 1 orang saja dok? ". tanya Shila melepas kerudungnya dan kaca matanya
Dokter itu melihat ke arah Shila dan kaget, "S.. shila?".
"aah.. iya saya Shila dokter". jawab Shila
"Shila kamu mikir apa sih? sakit berdetak 2 kali lebih cepat sama siapa? ". tanya Vivi
"diam kak..! ". kata Shila ke Vivi lalu Vivi menggeleng kepalanya pelan
"ekhem ! coba jelaskan lagi keluhannya Nona". pinta si dokter
Shila menceritakan semuanya hingga Vivi menjatuhkan rahangnya dan dokter jantung itu pun hanya bengong di tempat, ia segera menetralkan ekspresinya lalu menjelaskan dengan bahasa dokter.
Shila mendengarkannya dengan serius sambil manggut-manggut.
"Ya Tuhan..! tidak ada kamera disini kan? jika publik sampai tau betapa bodohnya Shilaku ini pasti akan jadi tertawaan publik karna tidak tau gejala yang dia rasakan itu adalah jatuh cinta". batin Vivi memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
"jadi gejala saya tidak berbahaya dok? saya hanya jatuh cinta? artinya saya cinta pada orang itu dok? ". cecar Shila
"benar Nona". jawab si dokter dengan sabar karna bagaimanapun Shila bayar berobat ke dirinya.
"apa tidak perlu di periksa dokter?". tanya Shila serius
"Shila.. sudah ya? haha.. Maafkan Shila saya dok..! tolong rahasiakan kedatangannya". Vivi berkata ke dokter nya sambil memasangkan kacamata juga kerudung Shila.
Shila ditarik oleh Vivi keluar dari sana, si dokter terkekeh pelan sambil menggeleng-geleng kepalanya, Shila adalah pasien pertama yang mengeluh padanya karna lelucon seperti jatuh cinta.
"gadis polos yang manis..! pantas saja Tuan Muda begitu menyayanginya". gumam dokter itu pelan
.
di dalam mobil
Shila mengerucutkan bibirnya mendengar omelan Vivi,
"kamu benar-benar ya Shila, kenapa kamu sampai periksa ke dokter masalah cintamu itu hah? kalau begitu gejalanya aku juga tau tidak perlu buang-buang uang periksa ke dokter spesialis jantung". omel Vivi
"mana aku tau kalau aku jatuh cinta sama Om Raffan Kak, kan aku tidak mau jatuh sakit, Papa juga sakit karna bekerja keras". jelas Shila
Vivi berdecak gemas, ia tidak tau mau bicara apa lagi, "bukankah kerjamu sangat santai Shila?". senyum Vivi yang terkesan dipaksakan
Shila melihat arah lain lalu melihat layar ponselnya dimana foto nya dengan Foto Varel berdua terlihat mesra, "aku cinta sama Om Raffan? jadi begitu perasaan Cinta ya? jantung kita berdetak lebih cepat pada orang yang kita cintai". gumam Shila dalam hati akhirnya tau arti Cinta.
.
.
__ADS_1
.