
.
.
"maaf om..! ". cicit Shila
"aku yang salah..! maafkan aku ya? aku tidak akan melakukan hal yang tidak kamu suka". ucap Varel memeluk Shila lebih erat sambil memejamkan matanya.
Shila tersenyum, "om sangat berubah ya? ". Shila
selama ini Shila tidak pernah mendengar Varel meminta maaf, tapi akhir-akhir ini Varel sering meminta maaf padahal bukan salah Varel sepenuhnya.
"iya.. aku mau berubah karnamu Maharaniku". balas Varel dengan senyuman
Shila tersenyum lebar memeluk Varel juga, "sekarang om pulang aja..! aku mau tidur". kata Shila dengan galak seketika
Shila melepaskan pelukannya dari Varel lalu menyilangkan tangannya didepan dad*nya.
"om cab*l..! sana pergi! ". usir Shila melangkah mundur
Varel tersenyum lalu mendekat ke Shila
"jangan dekat-dekat om..! ". pinta Shila dengan mata melebar
"boleh aku mencium keningmu? ". tanya Varel
Shila terhenyak, "t.. tidak mau". jawabnya
"apa kamu mau menjadi kekasihku?". tanya Varel
"be.. belum". jawab Shila tidak nyambung
Varel menautkan kedua alisnya, "maksudnya apa belum sayang? ". tanya Varel
Shila melebarkan matanya, "aku tidak mau". elak Shila
"katakan alasan kenapa kamu tidak mau menerimaku? apa karna aku kasar tidak punya etika? bukankah kamu bilang aku sudah berubah? ajarkan aku sedikit saja Maharaniku, aku mau berubah". Varel.
Shila terdiam, ia tidak bisa berkata-kata
"ayo katakan alasannya? apa yang ada didalam diriku yang tidak kamu sukai? aku akan merubahnya". tanya Varel
"a.. aku..? ". Shila tergagap
"iya..? katakan saja Maharani". pinta Varel
Shila awalnya tidak tau mau jawab apa namun tiba-tiba ia menemukan alasan, "kelakuan om yang pemaksa". jawab Shila dengan kesal
__ADS_1
Varel mengangguk, "jika aku belajar untuk tidak menjadi orang yang pemaksa, apa kamu bisa menerimaku? ".
Shila makin gugup, "mun.. mungkin saja". jawabnya lolos begitu saja.
"om pemaksa tidak tau tempat, datang suka-suka padahal aku tidak memanggil om, semua pekerjaanku yang sudah aku susun sesuai jadwal buyar saat om datang ke lokasi syuting ku..! om terlalu berkuasa dan itu membuatku tidak nyaman". cicit Shila dengan mata terpejam
"apa kamu tidak suka dengan kedatanganku masuk ke kamarmu seperti ini? ". tanya Varel
"tentu saja..! om seperti perampok sekaligus pria cab*l yang datang disaat aku berpakaian seperti ini". jawab Shila lagi menatap arah lain
"aku mengerti..! setelah ini aku akan perbaiki semua sifatku yang tidak Maharaniku sukai, tidurlah! aku akan pergi". Varel mengelus kepala Shila lalu berjalan ke arah balkon dan melompat
Shila melihat ke arah balkon, ia berlari dan menatap kepergian Varel yang berjalan lalu memanjat pagar tinggi,
"kenapa om tidak berbalik menatapku? ". gumam Shila menunggu Varel berbalik melihatnya
Shila menghela nafas saat Varel tidak menoleh kebelakang untuk melihatnya, ia berjalan lesu kembali masuk ke kamarnya dan menutup pintu ke arah balkon nya.
Varel melihat ke belakang dan ternyata Shila sedang menutup gorden kamarnya, "aku memang terlalu tidak sabaran, Shila itu gadis istimewa, untuk mendapatkan gadis istimewa tidaklah mudah, aku terlalu menyepelekan semua ini berpikir Shila akan luluh dengan ku".
Varel meloncat ke mobilnya lalu pergi dari tempat itu dengan pikiran kalut, Varel berperang batin dengan pikirannya.
Shila sangat istimewa, awalnya Varel mengatakan jika Shila menerimanya dengan mudah hal itu tidaklah asik tapi kenyataannya sangat sulit dan tentu membuatnya mulai goyah karna dirinya memang pemaksa, pantas saja Shila tidak menyukainya.
.
Shila mengedarkan pandangannya mencari Varel yang biasanya datang ke lokasi syutingnya tapi tidak ada sama sekali, biasanya tempat manapun akan selalu heboh jika Varel datang.
"Shila..? apa nanti malam kamu datang ke acara Dosenmu? ". tanya Vivi
"iya kak..! sepertinya kedatangan kami memang sangat wajib". jawab Shila menahan nafas
"kamu kenapa Shila? ". tanya Vivi merasa ada yang berbeda dengan Shila
"tidak apa Kak, cuma kecewa sedikit saja". jawab Shila
"kecewa karna apa? ". tanya Vivi
Shila menoleh ke arah Vivi, "tidak apa". jawab Shila sambil tersenyum
selama 1 minggu ini tidak ada gangguan di lokasi syutingnya, biasanya Varel akan selalu datang hanya untuk melihat Shila.
"apa kata-kataku begitu keterlaluan? kan aku bilang om pemaksa, bukan tidak menemuiku kan? harusnya om kurangi saja menemuiku, yang biasanya tiap hari kenapa jadi tidak ada sama sekali? apa om sudah jatuh cinta lagi? ". batin Shila memendam semuanya sendiri.
Shila menggeleng-geleng kepalanya, "bukankah bagus om tidak menemuimu Shila? dia tidak mengganggumu kan? ". batin Shila yang perang antara hati dengan pikirannya.
.
__ADS_1
.
malam hari
Shila memakai gaun mini datang ke acara dosen kampusnya secara online, kedatangan Shila membuat heboh satu acara itu.
"Bukankah itu Shila? kenapa dia bisa datang kesini?".
"bukankah ini hanya untuk undangan anak-anak kampus saja? bagaimana bisa model papan atas ada di kampus yang seperti kita? kalangan artis seharusnya kuliah di Luar negri kan? "
semua orang berbisik-bisik, mereka belajar Online jadi wajah asli mahasiswa/i Online tidak ada yang tau sebab kampus itu memang khusus untuk orang-orang sibuk atau orang Introvert.
"selamat atas pernikahan Ibu Dosen". ucap Shila dengan senyuman
"ka..kamu namanya siapa? ke.. kenapa aku tidak tau ada murid ku seorang artis? ". gagap Bu Dosen
"nama saya Kaysila Pamastri Bu? bukannya Ibu sering memanggil Saya Pamastri? ". tanya Shila kembali
"apaa..? jadi kamu Pamastri? ". tanya Bu Dosen dengan kaget
Shila mengangguk, "acara ibu lumayan juga ya? ibu bisa menyewa Aula Hotel Fox Group".
"aah.. i.. ibu berteman dengan Nyonya Jessy". jawab Bu Dosen dengan malu-malu karna ada artis diacaranya.
.
cukup lama Shila berada di acara itu tanpa disadari oleh Shila ada seorang wanita menatap benci pada Shila.
dia adalah wanita yang pernah menyatakan Cinta pada Varel di tangga darurat, Rumah Sakit namun di tolak mentah-mentah oleh Varel, "apa bagusnya dia? hanya modal cantik saja sudah membuat Tuan Muda tergila-gila padanya, aku jauh lebih seksi darinya". batin Wanita itu yang tak lain adalah Elis.
"Shila sangat cantik ya? pantas saja Tuan Muda sangat menyayanginya". puji seorang teman Elis
"cantik apa nya? harusnya modal seksi yang bisa memuaskan hasr*t Tuan Muda, percuma cantik jika tidak tau cara melayani Tuan Muda dengan baik". balas Elis dengan ketus
teman-teman Elis pun saling pandang, mereka merutuk dalam hati karna lupa Elis sangat menyukai Varel, saat bertemu dengan gadis yang bisa membuat Varel menggila tentu jiwa iri dan dengkinya semakin berkobar saja.
"aku akan beri dia pelajaran! sepertinya aku harus membuatnya cacat". seringai Elis
"jangan macam-macam Elis..! dia gadis milik Tuan Muda Fox Group, kamu bisa dalam bahaya! ". peringatan teman Elis
"aku tidak peduli..! jika Tuan Muda menolakku maka aku akan membuat siapapun tidak bisa memiliki Tuan Muda". jawab Elis dengan serius.
.
.
.
__ADS_1