Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
rindu


__ADS_3

.


.


Ariel dikejar-kejar seperti seorang pencuri yang akan di pukuli massa bedanya massa nya hanya wanita-wanita genit saja.


"Tuan...? dia pacarku".


"bukan.. dia pacarku aku yang mendapatkan bunganya".


"ini bungaku".


"heii.. aku tidak mau tau kalian menyingkirlah".


cekcok mulut wanita-wanita itu membuat Ariel bergidik ngeri, ia terus berlari namun entah kekuatan super apa yang ada pada diri wanita-wanita itu bisa begitu kuat berlari mengejarnya.


"kenapa mereka tidak menyerah juga, sialan.. dimana Nando? ". geram Ariel


"aahhh". Ariel berputar ke kiri saat didepannya ada wanita lain lagi dengan tangan terlentang seolah bersiap menangkapnya.


"mereka mengerikan sekali..! sialan.. kenapa gadis itu aneh sekali, apa dia tidak mencintai anak itu". Ariel mengoceh geram menyindir Shila


sementara Shila sibuk berbelanja hingga kenangan dimana dirinya meminta Varel membelikannya pembalut wanita pun terdiam.


Shila melihat seorang laki-laki biasa tampak malu-malu mengambil pembalut wanita seperti seorang pencuri yang takut ketahuan, Pria itu menyimpannya dibawah keranjangnya.


"uhh.. leganya..! ". gumam Pria itu lega lalu berjalan ke arah Kasir


Shila seakan begitu tertarik mengikuti Pria itu, ia penasaran bagaimana lelaki membeli pembalut wanita, Shila tertawa melihat muka merah pria itu yang tampak gelisah menggaruk-garuk kepala sementara penjaga kasir menahan tawa melihat belanjaan Pria itu.


"yang ini ukurannya terlalu panjang Tuan, apa anda ingin membeli ukuran yang pas? ". tanya Kasir itu sopan


"yang panjang? apa bedanya? ". tanya pria itu terlihat kebingungan namun terlihat malu karna belanja pembalut wanita malah terlihat bodoh.


Shila membalik tubuhnya dan teringat Varel membelikannya pembalut wanita dari ukuran kecil sampai ukuran panjang, saat itu Shila mengomel-ngomel karna Varel yang tidak bisa hemat malah membuang uang akhirnya ia mengerti mengapa Varel membeli banyak pembalut saat itu.


"pasti Om keliatan lucu berbicara dengan wajah linglung tapi mempertahankan wajah datarnya". gumam Shila terkekeh sendiri membayangkan hal itu.


"om dimana ya? ". gumam Shila berubah lirih seketika


Shila menarik nafas dalam-dalam lalu melanjutkan langkah kakinya belanja jajanan untuk cemilan bosannya di Kamar.


.


malam hari Shila menonton Drama di siaran televisi khusus, Shila tampak serius menonton sambil memakan cemilannya.


"aah.. begitu pria jatuh cinta ya? ". gumam Shila mengangguk-ngangguk

__ADS_1


Shila tertawa geli saat Pria pemeran utamanya mengoceh sendiri di dalam Ruangan, padahal karakter pria itu sombong dan Arogan, Shila tertarik menonton Drama itu karna mengingatkannya pada Varel,


saat ini Shila merindukan kekasihnya, ia tidak bisa tidur hingga tiba-tiba Shila terpekik saat ada lengan kekar merangkul lehernya.


"om? ". Shila melirik ke kesamping


Varel memeluk Shila sebisanya, Shila bangkit dan memutar tubuhnya menghadap Varel.


"Om? ". Shila mengangkat jemari tangannya dan kini mengelus rahang Varel


"aku sangat merindukanmu Maharaniku". bisik Varel dengan suara serak menatap sendu wajah cantik Shila.


Shila tersenyum, "om keliatan kurus! apa om tidak makan? ". tanya Shila dengan lembut


"bagaimana aku bisa makan jika aku tidak bisa menatapmu sayang". Varel memeluk Shila dengan erat sambil memejamkan matanya.


"om merindukanku tapi kenapa tidak menemuiku?". tanya Shila dengan serius, namun dengan nada kesal juga terdengar penasaran.


"ada masalah sayang, aku harus pandai bersembunyi dari Ariel". kata Varel


"apaa..? dia mengawasi om? ". tanya Shila dengan kesal.


"hmm..! dia mengawasimu untuk memastikan aku menemuimu atau tidak". kata Varel


"dasar om batu itu ya? pantesan aku merasa heran kenapa Om tidak menemuiku bahkan tidak mengangkat panggilan telfonku". Shila mengomel membuat Varel terkekeh menghapus air matanya


"kita makan ya? ". bujuk Shila


"aku ingin bersamamu saja sayang". Varel menolak makan karna tidak mau ditinggal Shila.


"sebentar saja om..! aku akan masak mie instan saja". senyum manis Shila


"apa itu mie instan? kamu makan-makanan tidak sehat sayang? ". tanya Varel dengan datar


Shila menyeringai lebar, "tidak setiap hari Om".


Cupp..!


Shila mengecup bibir Varel lalu berkata, "tunggu sebentar ya om".


Varel terkejut ia ingin mencium Shila sebab ia belum puas karna ia sangat merindukan kekasihnya itu tapi Shila sudah pergi meninggalkannya sambil berlari.


.


Varel menatap Shila yang tampak begitu bahagia menyeruput mie, dengan ragu-ragu Varel mengikuti cara Shila dan mata Varel terbelalak.


"enak juga". gumam Varel membuat Shila tersenyum lalu memberikan sosis gorengnya pada Varel.

__ADS_1


"makan yang banyak ya om? setelah ini aku ingin berciuman dengan om". kata Shila membuat Varel terbatuk-batuk seketika dan segera mengambil minuman yang diberikan Shila.


"sayang.. kamu".


Shila tertawa lepas, ia menonton Drama Korea di TV lalu melirik ke Varel yang menatapnya.


Shila dan Varel menghabiskan waktu berdua, bukan Shila yang bertingkah manja tapi Varel yang bertingkah manja, jujur saja ia begitu merindukan Shila saat merindukan mommynya Varel menatapnya dari jauh saja sudah senang tapi tidak jika merindukan Shila, Varel tidak puas jika tidak menyentuh wajah kekasihnya atau memeluk Shila.


.


"apa ini sayang? ". tanya Varel melihat kado yang diberikan oleh Shila


"buka om! ". pinta Shila sambil tersenyum


Varel membuka kertas kadonya lalu Varel tampak terkejut melihat isi kotak itu, ia bangkit dari tidurannya di pangkuan Shila.


"sayang..? ini? ". Varel tak percaya bahwa kekasihnya memberikannya hadiah limited bahkan Varel memang pernah sempat memesannya namun gagal.


"iya om..! om Suka jam tangannya? ". tanya Shila


"sayang.. aku akan memberimu apapun yang kamu minta sayang". Varel menciumi wajah cantik Shila hingga Shila tertawa geli


"sini aku pakaikan om". Shila mengambil jam tangan itu lalu memasangkannya di pergelangan tangan Varel.


"sangat pas". senyum manis Shila


"katakan apa maumu sayang, aku tau ini sangat berharga". Tanya Varel dengan lembut dan menatap Shila penuh cinta.


"aku mohon om jaga diri baik-baik, jaga pola makan om jangan sampai sekurus ini, aku tidak suka". Pinta Shila mengelus rahang Varel


Varel memejamkan matanya lalu mengambil tangan Shila mengecupnya dengan sayang.


"aku akan menuruti apapun kemauanmu maharaniku sayang". senyum Varel yang begitu tulus


mereka bertatapan mesra dan tak lama kemudian bibir mereka bertautan, betapa lembutnya Varel memperlakukan Shila walau Shila polos tapi ia benar-benar sudah jatuh cinta pada Varel apalagi Perubahan Sifat Varel yang sangat keren dengan mengalah demi abangnya (Ariel).


Varel tidak melakukan hal lain hanya sebatas ciuman saja, baginya Cintanya pada Shila sangat berharga begitu juga Shila yang sama berharganya bagi Varel, oleh sebab itu Varel pasti akan menjaga kehormatan Shila seperti Varel menjaga harga dirinya didepan banyak orang.


Shila juga suka bercium*n dengan Varel, bukan karna dirinya mesum tapi cara Varel menciumnya seakan memberinya pembelajaran khusus, di Zaman ini dimana ada pasangan kekasih yang katanya sepasang kekasih tapi telah melakukan hubungan yang hanya dilakukan oleh sepasang suami istri, tapi Shila dan Varel berbeda.


"kenapa kamu suka berterus terang sekarang hmm? apa kamu tidak malu? ". gemas Varel mengusap lembut bibir Shila


"aku suka kenapa aku harus malu? kan aku bukan perempuan munafik atau bermuka dua". kata Shila dengan bangga membuat Varel tergelak.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2