Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
tidak tau


__ADS_3

.


.


.


Vivi terpaksa menuruti perintah Jessy yang memberi supir untuknya ke Supermarket,


"pak..! saya kedalam ya? bapak nggak kemana-mana kan? ". tanya Vivi sopan ke Satpam yang disuruh Jessy mengantarkan Vivi


"tidak Nona, saya disini saja". jawab Pria itu dengan sopan


"tidak usah terlalu sopan pak". kekeh Vivi dibalas senyuman oleh Pria paruh baya itu.


Vivi membeli semua perlengkapan makanan juga snack berupa makanan sehat, Vivi juga banyak membeli Roti gandum dan banyak lagi untuk kebutuhan Ariel.


sebenarnya Ariel baik-baik saja di dalam Perusahaan bersama Nando, namun ia harus menangkap penghianatnya terlebih dahulu, orang yang berani menghianati Perusahaan Fox Group hanya karna perempuan (Desiana).


"Tuan..? ". sapa Nando


"bagaimana? kau menemukannya?". tanya Ariel


"anda benar Tuan, Tetua Joko yang telah membocorkan Rahasia kita, sesuai dengan analisis anda Tuan, dia memang pelakunya". jelas Nando


"oke..! biarkan dia bersenang-senang selama 2 hari ini, aku beri mereka waktu setelah itu mereka akan hancur dan aku musnahkan mereka tanpa sisa". Ariel


glek..!


Nando menelan salivanya bersusah payah, ya walaupun Varel kejam tapi Nando baru pertama kali melihat warna kekejaman Ariel yang seperti Mafia berdarah dingin, sangat menyeramkan menurutnya.


"apa karna Tuan Ariel besar di tempat seperti itu ya? sorot matanya ya Tuhan...! aku tidak berani menatapnya". batin Nando mengalihkan pandangannya ke Ipednya kini, pura-pura tidak tau apa yang Ariel pikirkan.


Ariel kan sejak kecil disiksa di dunia hitam hingga ia berhasil terbebas di usia 18 tahun namun ia harus kehilangan ginjalnya supaya ia bisa bebas, tapi berkat kegigihannya Ariel mendapatkan ginjal gantinya diusia 22 tahun, kekejaman yang ia lalui membuatnya tumbuh menjadi Pria kejam juga yang tak tak berbeda jauh dengan bos Mafia.


"Tuan..? " panggil Nando


"hmm? ". sahut Ariel beralih menatap Nando


"bagaimana dengan Wartawan di luar sana? mereka bahkan sudah berhari-hari berkemah di luar Gedung Fox Group". tanya Nando


"ckk...! biarkan saja dengan begitu Pria tua itu akan merasa diatas awan". jawab Ariel


Nando mengangguk membenarkan, Tetua Joko memang sering bersenang-senang ke Apartemen Desiana, karna Rencana Ariel sangat Brilian tentu saja Nando percaya Ariel yang akan menghancurkan 2 nyamuk itu secara bersamaan diwaktu yang tepat.


tok.. tok.. tok..


Ariel melirik ke arah Pintu dan Nando dengan cepat mengangguk berjalan ke arah Pintu tak lama Sekretaris Nando pun datang

__ADS_1


"Tuan.. Nona Vivi datang membawa kebutuhan Tuan Muda". ujar si Sekretaris dengan sopan


"bantu Nona Vivi membawakan barang-barang yang dibutuhkan Tuan Muda". titah Nando


"Tapi...? ". kata wanita cantik itu dengan ragu


"kenapa? ". tanya Nando


sekretaris cantik itu pun mengajak Nando ke meja Resepsionis tamu Presdir (CEO) memegang semua belanjaannya dengan kedua tangan kecilnya itu hingga Nando menganga.


"apa tangannya baja? ". gumam Nando


"Tuan? ". sapa wanita cantik disamping Nando


"iya.. kau bisa kembali! ". usir Nando


"baik Tuan". jawab wanita itu segera pamit undur diri


Nando memanggil Vivi dan gadis manis itu menoleh, tampaknya Vivi tidak kesulitan membawa semua belanjaannya itu dengan kedua tangan kecilnya bahkan koper Ariel juga bertengger manis di tangan Vivi.


"Tuan..? ini ...?". Vivi


"silahkan masuk Vi! ". potong Nando


Vivi menjatuhkan rahangnya, "a.. apa?".


"apaa? sana bawa masuk !". titah Nando dengan lirikan matanya


"cepatlah..! aku sedang sibuk". kata Nando dengan malas lalu melenggang pergi meninggalkan Vivi yang kikuk.


kedua Sekretaris cantik itu tengah menatap Vivi namun saat Vivi menatap mereka malah tampak menyibukkan diri seolah tak melihat Vivi padahal Vivi jelas menangkap basah tatapan mereka.


Vivi terpaksa masuk ke Ruangan CEO itu.


"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Tuan Muda Varel meminta Managernya Shila untuk datang kesini? ". wanita 1


"apa Tuan Varel menaruh hati pada gadis itu? ". wanita 2


"tapi bagaimana dengan Nona Shila? " wanita 2


"aku tidak tau". wanita 1


"sudah.. sudah.. kita fokus bekerja saja, Perusahaan dalam masalah dan kita bisa dipecat karna masalah spele untuk mengurangi beban". wanita 2


"iya juga". balas wanita 1


mereka fokus dengan pekerjaan tanpa berani bergosip, mana ada yang tau Pria yang ada di Ruangan Presdir itu bukanlah Varel melainkan Ariel.

__ADS_1


Ariel tersenyum tipis melihat Vivi tampak sibuk membawa semua kebutuhan serta keperluannya.


"kau bisa membawanya sendiri tanpa bantuan orang lain? ". tanya Ariel berdiri dari duduknya memasukkan kedua tangannya ke kantong celananya dan berjalan ke arah Vivi


Vivi tertegun melihat penampilan Ariel, "apa yang media katakan itu benar? kenapa Tuan Ariel terlihat baik-baik saja? Perusahaan dalam masalah tapi Tuan Ariel tidak terlihat berantakan seperti berita di artikel itu". batin Vivi merasa heran


"ada apa? ". tanya Ariel membungkuk sedikit hingga Vivi memejamkan matanya sambil membuang muka merasakan aroma maskulin dari tubuh Ariel dan juga aroma mint dari mulut pria tampan itu.


Ariel masih setia menatap wajah manis gadis cerewet ini.


"Tu... an.. jauh-jauh dari saya". gagap Vivi dengan kedua tangan didepan dada Ariel tapi tidak mengenai tubuh Ariel.


"kenapa? kau takut? ". tanya Ariel


Vivi menatap Ariel, "bukan takut Tuan tapi anda terlalu dekat, kaki saya gemetaran karna merasa kalau saya telah melakukan kesalahan besar saja". gerutu Vivi namun mata Vivi membulat seketika ia membekap mulutnya dengan syok karna keceplosan


Ariel terkekeh, "cepat bawa masuk semuanya..! "


Vivi menatap kesal Ariel tapi bibirnya tampak komat-kamit membawa semua barang-barang Ariel dan tak sengaja Ariel melihatnya, betapa gemasnya Ariel melihat itu, bibirnya berkedut menahan tawa berjalan membelakangi Vivi.


jika saja gadis manis itu mengomel seperti biasa pasti Ariel terhibur tapi Vivi masih seorang gadis penakut tentu Ariel tau Vivi hanya berani mengomel didalam hati.


Vivi membawa barang-barang Ariel di Ruangan itu matanya membelalak melihat banyaknya baju Formal disana.


"K.. kenapa bawa pakaian dari Rumah jika Tuan banyak pakaian disini? ". tanya Vivi memberanikan diri


"itu bukan pakaianku". jawab Ariel dan Vivi mengangguk karna menebak pakaian itu milik Varel.


"susun disini! ". titah Ariel membukakan lemari cantik yang masih wangi tercium oleh Vivi, Vivi tau lemari itu baru karna khas bau cendana nya masih pekat.


Ariel duduk dikursi sementara matanya mengawasi gerak-gerik Vivi menata pakaiannya dilemari, ia tidak berani menyentuh bagian yang tidak di suruh Ariel.


"apa kau tau cara memasak mie? ". tanya Ariel memecah kesunyian


"mie? Tuan mau makan Mie? ". tanya Vivi


"aku sudah lapar dan tidak ada makanan disini! ". jawab Ariel


"kenapa tidak keluar saja? bahkan disini ada kantin kan? juga penampilannya tidak seperti yang dikatakan orang-orang, apa dia bisa menahan lapar? kenapa pulak menahan lapar? apa kehabisan uang? aku tidak mengerti jalan pikiran orang kaya". gerutu Vivi dalam 1 tarikan nafas didengar jelas oleh Ariel yang menahan senyum.


pletak..!


"aduuhh". pekik Vivi mengelus-ngelus keningnya.


"ini namanya strategi bodoh..! " ejek Ariel yang entah sejak kapan sudah ada disamping Vivi yang tidak menyadarinya sama sekali terus saja mendumel hingga Ariel mendengarnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2