Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Bonus Ekstra Part. 1


__ADS_3

.


.


.


Frans tengah memperhatikan game baru yang akan segera ia luncurkan beberapa hari lagi.


Frans menghubungi Arif dan memintanya untuk datang ke Ruangannya, tak butuh waktu lama Arif pun mengetuk Ruangan Frans.


"Tuan?". sapa Arif membuka sedikit pintu Ruangan Frans.


"masuklah!". titah Frans


Arif berjalan cepat ke arah Frans, ia begitu berdebar sebab game yang terpilih akan dikeluarkan oleh Perusahaan Frans adalah Game milik Arif, padahal bukan pertama kalinya baginya tapi tetap saja gugup.


"bisakah kamu atur layar kecerahannya? mataku sangat lelah melihatnya, jika begini.. game kita tidak akan bisa bertahan karna sebentar saja mata akan sakit melihatnya ". Frans


"baik Tuan, saya akan minta bantuan pada Raisa yang matanya masih sehat". jawab Arif.


Frans tersentak lalu melihat ke Arif, "maaf..! aku tidak bermaksud menghina penglihatanmu".


Arif tersenyum lebar, "kenapa Tuan harus minta maaf? justru saya berterimakasih Tuan mau menerima saya yang matanya minus ini".


Frans menghela nafas panjang, "ya sudah minta bantuan pada siapa saja".


"baik Tuan". jawab Arif lalu menunduk hormat dan pergi dari Ruangan Frans.


Frans menutup game itu, ia akan mengujinya lagi setelah diperbaharui.


Arif menemui Raisa, "ada apa Rif? ". tanya Raisa


Raisa adalah gadis yang diterima oleh Vivi hanya karna ia punya 5 adik dan ibu yang sakit tapi sekarang Ibu Raisa sudah sembuh total karna kemurahan hati Vivi dan Shila.


"aku minta bantu padamu untuk mengubah layar kecerahan game kita, kata Tuan Muda matanya sakit saat lama-lama main game". pinta Arif


Raisa tersenyum, "baiklah..! kamu yang edit dan aku yang mengujinya bagaimana? ". tanya Raisa


"iya, itu lebih baik". jawab Arif.


mereka asik dengan tugas mereka hingga tidak sadar hari sudah gelap, Frans mengetahui ada orang yang masih berada di Kantornya pun mendatangi Ruangan kerja Arif dan Raisa.


"sedang apa kalian? ". tanya Frans


"eeh..? Tuan? ". Raisa dan Arif berdiri sambil gelagapan


"ka.. kami masih bekerja mengedit game baru Tuan". jawab Arif.


Frans menghela nafas, "kalian tidak lihat ini jam berapa? ". Frans menunjuk-nunjuk jam tangannya.


Arif dan Raisa melihat jam dinding pun terkejut, mereka sangat tau kalau Frans itu begitu ketat dalam hal pekerjaan dan tidak suka Karyawannya lembur.

__ADS_1


Frans tidak suka saja bekerja diluar jam kerja, karna menurutnya jam itu sangat istimewa bisa berkumpul bersama dengan keluarga.


"ya sudah cepat berkemas..!". titah Frans


mereka tak berani membantah, Bos mereka sangat baik tapi juga tegas, bahkan Frans rela mengundur waktu meluncurkan game barunya dari pada harus lembur supaya cepat siap, Frans tidak suka pekerjaan hasil terburu-buru karna menurutnya hasilnya tidak akan memuaskan.


walau begitu mereka sangat menghormati Frans, tidak ada yang menjelekkan Frans malah mereka mengidolakan Frans seperti artis saja.


Frans menemani Arif dan Raisa keluar Perusahaannya lalu mematikan semua lampu kecuali lampu diluar Perusahaannya.


"saya permisi Tuan". Ucap Arif pamit pada Frans dan Raisa dan berlari ditengah hujan.


Arif tinggal di sebrang jalan, tempat kos-kosannya laki-laki.


Raisa gelagapan saat ditinggal berdua dengan Frans,


"kau naik apa? ". tanya Frans


"Hmm.. O.. ojek Tuan". jawab Raisa gagap.


"apa matamu bermasalah? kau tidak lihat sedang hujan? bagaimana jika kau sakit? keluargamu akan khawatir dan pekerjaanmu bagaimana? ". cecar Frans


"ma.. Maaf Tuan.. s. saya akan naik angkot". cicit Raisa


"ckk..! ini sudah malam Raisa". decak Frans.


Raisa terkejut Frans memanggil namanya, baru beberapa bulan bekerja di Perusahaan Game milik Frans semua perempuan yang bekerja di Player Game itu sangat mengidolakan Frans.


"ayo ikut aku..! jangan menolak! ". ancam Frans


Raisa tak berani membantah, ia terpaksa ikut dengan Frans, didalam mobil hanya ada keheningan diantara mereka.


Raisa duduk didepan karna mobil Frans hanya bisa dinaiki oleh 2 orang, kalaupun dipaksa hanya 4 orang saja itu pun harus lewat depan atau meloncat sebab tidak ada pintu.


"Halo.. Kakak ipar? ". Frans mengangkat panggilan Vivi.


"Frans kamu dimana? ". tanya Vivi


"aku diluar Kakak ipar, kenapa? kakak ipar butuh sesuatu? ". tanya Frans


"Frans...! bisakah kamu jemput anak-anakku? bisa-bisanya abangmu bawa dia ke Perusahaannya, Kakak tidak tahan jauh dengan putra-putra Kakak Frans". rengek Vivi membuat Raisa menahan senyum.


Raisa tau Vivi sangat manja dan imut, bahkan saat dirinya ditanya oleh Vivi malah mengasihaninya, sampai sekarang Raisa masih teringat kata-kata manja Vivi yang mengadu pada Ariel, dan itu sangat menggemaskan pantas saja Ariel sangat mencintai Vivi.


"iya kakak ipar..! iya". pasrah Frans


tut.. tut..


"apa kau buru-buru pulang?". tanya Frans


"t...tidak Tuan". jawab Raisa

__ADS_1


"kalau begitu kita terpaksa putar arah karna aku harus menjemput keponakanku! kau tidak keberatan?". tanya Frans


"iya Tuan, saya tidak keberatan". jawab Raisa tersenyum lebar.


Frans pun memutar setir mobilnya dan melaju kencang ditengah hujan deras, diam-diam Raisa tersenyum karna ia sangat gemas dengan anak kecil dan tidak sabar ingin bertemu dengan Vikram dan Vikri.


.


Frans mengomel seperti perempuan pada Ariel yang terlihat santai bekerja sementara putra-putranya sibuk main game di laptop dan diponsel.


"ssstt..! berisik". ketus Ariel


Frans mendengus lalu berjalan ke arah Vikram dan Vikri, sedangkan Ariel melirik Raisa.


"kau punya kekasih Frans? ". tanya Ariel


"bukan..! dia karyawanku bang, kan abang kenal dia". jawab Frans


"oh.. yang punya tanggungan itu ya? ". tebak Ariel


"iya Tuan". jawab Raisa dengan sopan.


Ariel mengangguk lalu fokus dengan pekerjaannya.


"Papa.. Papa.. Viklam pulang cama papa". Vikram berlari ke Ariel dan memeluk erat kaki Ariel.


Sementara Vikri terlihat tenang saja digendong oleh Frans, sebab ia bermain game diponsel.


"abang.. pulang sana sebelum diusir Kakak ipar tidur diluar". ancam Frans melenggang pergi meninggalkan Ariel yang gelagapan meninggalkan pekerjaannya langsung menggendong Vikram.


Raisa mengekori Frans dan tampak gemas melihat Vikri, bocah menggemaskan itu hanya memeluk leher Frans dan mengerjab-ngerjab melihat Raisa dibelakangnya.


"ciluk.. ba..! cilukk. ba". oceh Raisa tanpa bersuara


Vikri menyeringai lebar melihat wajah lucu Raisa, apa yang Raisa lakukan sama seperti Mamanya lakukan hingga ia tidak bisa menahan tawanya.


Frans menoleh ke Vikri yang tertawa dengan suara khasnya, ia berbalik kebelakang, Raisa yang kepergok dengan tampang jeleknya pun gelagapan hingga Frans tertawa kecil kembali fokus dengan jalannya.


Raisa memukul-mukul kepalanya sendiri, sedangkan Ariel yang dibelakang mereka memicing curiga saja, tidak tau apa yang terjadi diantara frans dan Raisa tapi ia tentu yakin ada sesuatu.


Frans membawa Vikri naik mobilnya, sepertinya Vikri langsung bisa akrab dengan Raisa sedangkan Ariel malah tak percaya, ia tau putra-putranya susah dekat dengan orang asing.


"abang pulang saja sana..! aku akan bawa Vikri pulang bersamaku, jangan lupa bujuk Kakak ipar dengan makanan atau abang akan diusir olehnya". ledek Frans


Ariel mendengus mendengar ledekan Frans.


.


.


.

__ADS_1


eh.. eh.. eh.. kok bisa muncul.. wkwk.. Nae buat Partnya Frans ya? yang penasaran sama Frans.. wkwk..


__ADS_2