
.
.
Elis hendak mendatangi Shila namun kedatangan seorang pria berjas hitam membuatnya mengurungkan niatnya.
"abang?". Shila tersenyum lebar melihat kedatangan dokter Leon
"iya Shila..! kamu datang kesini ya? apa kamu mahasiswi kampus Introvert? ". tanya Leon
Shila mengangguk, "iya Bang.. Hehe". jawab Shila
Leon tersenyum lalu mendekat dan mengelus kepala Shila,
"Abang ngapain disini? ". tanya Shila
"Dosenmu itu tante ku sekarang". jawab Leon
"berarti tante nya om Raffan dong". tebak Shila
Leon mengerutkan keningnya tak suka disaat bersama dengannya Shila masih ingat dengan Varel, Leon tau Shila memanggil Varel adalah Raffan karna Shila begitu terbuka padanya layaknya saudara kandung.
"kami saudara sepupu jauh". jawab Leon
"sama aja abang punya saudara sedangkan aku tidak". jawab Shila
"bukankah kamu adikku? berarti keluargaku juga keluargamu". kata Dr. Leon
"hmm?". Shila terlihat bingung
"ikut aku..! ". Leon membawa Shila berjalan ke arah tempat ramai.
Shila diperkenalkan oleh Leon pada Kedua orangtuanya, sementara Cici (Ibu kandung Leon menyukai Shila).
Shila adalah gadis pertama yang dibawa Leon untuk berkenalan dengan Kedua orangtua Leon, tentu sebagai orangtua mereka mengerti ada maksud dari perkenalan itu, tapi Cici dan suaminya tidak bisa berharap sebab saingan cinta Putranya adalah Tuan Muda Fox Group. Shila yang sopan tentu menambah kesan baik dimata Kedua orangtua Leon,
"kenapa Shila? ". tanya Leon
"maaf bang..! aku mulai lelah tersenyum terus, rahangku terasa mau patah". gerutu Shila memegang pipinya
Leon terkekeh lalu mengelus kepala Shila, "Shila"
"hmm? ". sahut Shila menoleh ke Leon
"apa kamu mencintai Tuan Muda Fox Group? ". tanya Leon
Shila terdiam, "entahlah bang..! Shila tidak tau, Om Raffan dulu sangat menyebalkan tapi akhir-akhir ini dia sangat berubah".
"lalu kamu menyukainya? ". tanya Leon
"aku suka om Raffan menatapku bang". jawab Shila dengan jujur membuat Leon terhenyak seketika
__ADS_1
"lalu aku? ". tanya Leon
"Abang itu abangku, aku tentu tidak akan menyukai abangku sendiri". jawab Shila dengan senyuman tanpa sadar hal itu malah membuat Leon terdiam
senyum Leon memudar seketika melihat Shila yang tampak serius mengunyah makanannya, "tapi aku bukan abang kandungmu kan? ".
Shila menoleh ke Leon, "abang bilang apa? ". tanya Shila yang tidak mendengar gumaman Leon
"lalu jika aku dekat dengan perempuan lain? apa kamu cemburu? ". tanya Leon
"cemburu? ya tidaklah bang jika perempuan itu memang perempuan baik-baik". jawab Shila dengan enteng
Leon merasa sesak, ia tidak bisa apa-apa karna gadis idamannya memang sangat polos, sejak awal Leon mengajak Shila menikah namun gadis ini malah menganggapnya mengasihani Shila.
"aku pergi dulu ya? tiba-tiba ada pasien". ujar Leon menyembunyikan rasa sakit hatinya.
"iya Bang!". jawab Shila tanpa tau apa-apa pun malah percaya
Shila mengedarkan pandangannya hingga matanya menangkap sosok Elis yang menatap ke arahnya, "eehhh? bukannya itu perempuan seksi yang di tolak oleh pria kejam ya? pria yang tidak punya hati serta perikemanusiaan". batin Shila menebak
Elis tersenyum palsu lalu mendekat ke arah Shila, "kenalkan Nona samaku Elis ". kata Elis memperkenalkan diri dengan senyum nya yang palsu
Shila tersenyum, "apa Kamu sudah move on dari si pria kejam itu? ". tanya Shila dengan polos
"apa maksud Nona? ". tanya Elis yang tidak sadar
"oh.. aku melihat kamu menyatakan perasaan di tangga darurat tapi Pria kejam itu menolakmu kan? dasar tidak punya hati, dia menolak perempuan seksi sepertimu". kata Shila yang tidak sadar ucapannya didengar orang lain
"apa kata Nona Shila? apa Elis menyatakan perasaannya pada Tuan Muda Varel? ".
Shila mengerutkan keningnya, "Om Varel? apa maksudnya? ". batin Shila
"kamu sengaja mempermalukanku ya? ". desis Elis dengan geram ke arah Shila
"maksudmu apa? aku tidak tau? seharusnya kamu harus move on dong..! untuk apa kamu mencintai Pria yang tidak mencintaimu bahkan merendahkanmu, jika aku jadi dirimu aku lebih memilih menendang laki-laki itu lalu memakinya sampai puas". Shila
"cukup..! ". Elis yang tadinya ingin bermain cantik menjadi teman Shila malah terjebak masalahnya sendiri.
beberapa orang mendengarnya malah terkekeh sedangkan Shila melihat arah lain.
"Pria itu kan sedang tergila-gila pada Nona Shila, haha.. Elis bodoh sekali mengungkapkan perasaan ditolak bukannya move on malah makin terobsesi, apa dia tidak malu? ".
"haha.. lucu sekali Nona Shila"
"kamu jangan lupa Nona Shila adalah Gadis pertama yang melabrak Tuan Muda Kejam itu bahkan menamparnya di depan karyawannya di ruang rapat".
Shila menelan salivanya bersusah payah, "jadi pria kejam yang tak punya perasaan menolak wanita dibawah tangga ini adalah Om Raffan? kenapa aku tidak menyadarinya sama sekali? ". batin Shila tersenyum kikuk
"m.. ma.. maaf". cicit Shila
Elis yang sudah terlanjur dipermalukan tidak bisa memaafkan Shila, ia melenggang pergi meninggalkan Shila dengan tatapan semakin benci.
__ADS_1
"awas saja kau..! kau mempermalukanku". batin Elis dengan penuh dendam.
Shila menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Shila tersenyum canggung menatap semua orang.
.
.
di kamar Shila
Shila menjatuhkan tubuhnya diatas ranjangnya, ia menatap langit-langit kamarnya.
"jadi om Raffan yang menolak perempuan seksi seperti Elis tadi ya? aku pikir dia sudah tante-tante seksi tapi nyatanya masih seumuranku". gumam Shila yang tau Elis terlihat lebih dewasa tidak seperti gadis berumur 20 tahunan.
Elis mahasiswi kampus yang sama dengannya, dan hanya diangkatannya saja diundang oleh Dosennya alias diajar oleh Dosen itu saja.
pagi- pagi
Shila melihat ponselnya dan terpekik melihat berita Elis yang menyatakan cinta pada Varel dan ditolak oleh Varel, "ya Tuhan..! bagaimana ini? aku tidak sengaja".
Shila merasa bersalah karna membuat Elis diejek masyarakat, sebelumnya Elis seorang model namun tidak terlalu terkenal karna perkataan Shila di acara Dosennya kini Elis menjadi trending topik.
"apa ada wartawan diantara kami semua? dia malah memperkeruh situasi aku dengan Elis". decak Shila merasa pusing seketika
.
"Shila kamu? ". Vivi
"aku tidak sengaja kak..? bagaimana ini? ". Shila tidak bisa tenang menatap Vivi
"Shila.. tenanglah ini bukan salahmu..! kamu tidak salah, ada orang yang membenci Elis dan kebetulan kamu mengetahui kelemahannya". Vivi membujuk Shila sambil mengusap wajah Shila yang terlihat gelisah juga merasa bersalah.
"tapi tetap saja karna aku mengatakannya, semua jadi rumit". Shila
Vivi berusaha menenangkan Shila, Shila yang tidak bisa tenang mendatangi Elis yang ada di apartemennya, Vivi mengikuti Shila karna takut terjadi sesuatu pada Shila.
"kenapa kamu tidak bisa diam Shila? kamu tidak bersalah". kata Vivi sudah yang kesekian kalinya.
"Kak, bagaimanapun aku tetap salah, jika aku tidak mengatakan padanya didepannya pasti tidak akan terjadi hal ini padanya". jawab Shila
"dia benci padamu Shila.. Tuan Muda mencintaimu". ujar Vivi dengan geram
Shila menghentikan langkah kakinya, "apa Om Raffan bisa membantuku? ".
"membantu apa? ". tanya Vivi
"mengatakan sesuatu padanya". jawab Shila hingga membuat Vivi semakin geram dengan kepolosan Shila.
.
.
__ADS_1
.