Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
kekacauan kecil


__ADS_3

.


.


"kakak kenapa disini terus sih? udah hampir 1 minggu kakak di Apartemen terus". tanya Shila dengan kesal saat tiba-tiba masuk di Apartemen Vivi


Vivi tersenyum canggung, "maaf Shila, aku hanya ingin didalam Apartemen saja".


"apa hubungan kakak dengan Pak Ariel baik-baik saja? ". tanya Shila berjalan ke arah dapur.


"kenapa kamu bertanya seperti itu shil? ". tanya Vivi berteriak


"iya.. iya.. aku tidak akan bertanya kak". sahut Shila terkekeh di dapur tanpa tau wajah Vivi sudah merona disofa


"1 minggu lagi ada acara wisuda aku kak..! aku tidak mau tau Kakak harus datang". Shila membawa 2 gelas botol minuman dan satu lagi disodorkan ke Vivi


Vivi menerimanya sambil tersenyum, "baiklah..! aku akan datang".


Shila tersenyum manis, "kenapa kakak tidak datang ke Perusahaan Fox Group kak?". tanya Shila penasaran


"kenapa emangnya? ". tanya Vivi balik


"kak..! banyak wanita-wanita karir datang kesana dengan embel-embel menawarkan kerja sama, mereka secara terang-terangan menggoda Pak Ariel". gerutu Shila dengan kesal hingga Vivi menoleh ke Shila,


Vivi yang tadinya mau minum tidak jadi kembali menutup botol minumannya.


"dari mana kamu tau Shil? ". tanya Vivi


"Putri .. dia itu sekretaris meja tamu CEO, dan dialah yang memberitauku". jawab Shila


"apa mereka cantik-cantik? ". tanya Vivi penasaran


"cantik? pertanyaan macam apa itu? mereka malah menor-menor seperti tante-tante". jawab shila dengan kesal


Vivi tersenyum saja, ia tidak berani mengklaim Ariel adalah miliknya walaupun mereka telah melakukan hubungan bad*n tapi tetap saja Vivi merasa minder jika dibandingkan dengan wanita-wanita yang mendekati Pria sempurnanya itu.


"ayo kita kesana kak..! aku juga mau kesana dengan Om Raffan". ajak Shila


"hmm? ngapain? ". tanya Vivi


"mau tanya tentang Produk Paramastri yang sebelumnya di teliti oleh Fox Group saat Om Raffan jadi CEO disana, kan aku udah bilang sama kakak kalau om Raffan mau buka Perusahaan kecantikan yang namanya Ms. Paramastri". jawab Shila


"iya ya". Vivi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


.

__ADS_1


siang hari Shila berjalan memasuki gedung Perusahaan Fox Group dengan Vivi sementara Varel dibelakang mereka bersama Izal terlihat begitu akrab.


"kapan kamu menikah dengan Shila? ". tanya Izal merangkul Varel seperti teman


"Shila masih muda, dia berumur 21 tahun kau fikir dia mau menikah muda? ". Varel menjawab dengan nada datar


"kalau begitu aku yakin Ariel akan menikah lebih cepat". kekeh Izal


"kau tau sesuatu? ". tanya Varel memicing curiga


"aku dengar dari Tante Jessy kalau Tuan Ariel pernah bilang akan menikah dalam waktu 2 minggu saat itu, sekarang 1 minggu sudah berlalu artinya 1 minggu lagi dia akan menikah". jelas Izal merasa yang paling tau


Varel beralih menatap punggung Vivi, "apa ada sesuatu yang aku lewatkan? ". batin Varel


"kenapa kau menatap manager galak itu? apa kau benar-benar berselingkuh seperti yang dikatakan media waktu itu? ". celutuk Izal


Varel menyentil kening Izal hingga Pria itu melepaskan rangkulannya sambil mengelus keningnya.


"jahat sekali! ". gumam Izal


"dia itu milik Ariel". jawab Varel melirik Vivi hingga mata Izal membulat sempurna


"apaaa? ". syok Izal hingga Vivi dan Shila yang sudah cukup jauh dari mereka melihat ke arahnya.


"haha.. maaf.. maaf". ucap Izal dan Varel memutar bola matanya dengan jengah.


"bukankah manager galak itu punya hubungan dengan dokter Gibran? ". bisik Izal


"dalam hal perasaan saingan Cinta itu pasti ada, aku yakin ada sesuatu diantara mereka". gumam Varel mengingat karakter Ariel yang selalu punya berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia mau.


Izal yang mengingat Gibran malah iba karna tau Pria itu tidak akan menang melawan saingan Cintanya seperti Ariel maupun Varel.


"apa menariknya manager galak ini? aku heran dengan selera mereka yang suka perempuan galak sementara Shila gadis bar-bar". batin Izal yang membandingkan Shila dan Vivi itu satu frekuensi cuma beda karakter saja.


Izal memang mengagumi Shila tapi semenjak berteman dekat dengan Varel, ia menjaga dirinya untuk tidak terlalu berlebihan pada kekasih temannya itu.


.


"bisa berhenti kalian? ". bentak Ariel


"......?".


namun hanya sekejab, mereka kembali berbicara lagi meminta Ariel untuk memilih satu diantara mereka jika tidak? mereka tidak akan berhenti mengganggu Ariel setiap hari.


Ariel benci perempuan Agresif, tidak suka perempuan Bar-bar, tidak tertarik dengan wanita yang suka membuat kekacauan untuk menarik perhatiannya sungguh Ariel tidak suka tipikal wanita seperti itu.

__ADS_1


"Tuan bagaimana ini? ". tanya Nando yang juga menyerah berdiri dengan penampilan kacaunya.


Baju Nando sudah penuh bekas lipstik dimana-mana, Ariel juga tidak bisa berbuat apa-apa pada wanita-wanita yang demo meminta Ariel memilih mereka malah mengancam akan membuat kekacauan jika Ariel tak membiarkan mereka masuk.


memang 25 wanita karir dan seksi itu tidak berani menyentuh Ariel tapi berani masuk ke Ruangan Ariel dan itu membuat Ariel cukup stres dengan situasinya.


Varel, Izal, Shila dan Vivi tiba di Ruangan Ariel yang terlihat pusing dengan tingkah wanita-wanita karir yang kini dibujuk oleh Nando.


"Pak? ". kekeh Shila


Ariel melihat ke arah Shila dimana Shila tengah merangkul Vivi yang melihat ke arah wanita-wanita seksi di Sofa Ruangan Ariel.


"kamu datang? ". Ariel bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Vivi


Shila didorong oleh Ariel hingga masuk ke pelukan Varel, Varel hendak marah tapi Shila yang tertawa mencegahnya.


Vivi membelalak saat Ariel memeluknya hingga situasi jadi hening.


"akhirnya kamu datang juga Vi..! ". ujar Nando merasa lega penyelamatnya datang.


Izal membekap mulutnya melihat secara langsung Ariel memeluk Manager nya Shila.


"ayo ikut aku..! ". ajak Ariel mengabaikan semua orang membawa Vivi yang celingukan pasrah di tarik Ariel.


situasi mulai meribut hingga Izal, Varel dan Shila mulai turun tangan membantu Nando yang sudah penuh dengan bekas lipstik diwajahnya.


"dasar wanita jal*ng..! kalian pikir Tuan Ariel akan menyukai salah satu dari kalian? aku saja jijik apalagi Tuan Ariel". batin Nando mengambil tisu dan mengelap wajahnya yang penuh dengan lipstik.


.


"mereka meninggalkan kekacauan ini? dasar pak Ariel menyebalkan". kesal Shila yang tumbang di sofa.


Varel membukakan air minum dan memberikannya ke Shila yang langsung diteguk habis oleh Shila.


"aku merasa Tuan Ariel lebih populer dari Varel". kekeh Izal


Varel menatap tajam ke Izal yang bersiul pelan seolah tak terjadi apa-apa.


"Tuan Ariel kan masih jomblo jadi wajar banyak wanita yang menggila, sedangkan Tuan Varel sudah memiliki Nona Shila yang sangat diakui Indonesia kecantikannya, mana mungkin mereka berani membandingkan diri dengan Nona Shila". jawab Nando


"iya juga". jawab Izal mengakui


"diamlah kalian.. apa kalian tidak lelah setelah mengusir mereka semua? ". kesal Shila yang pusing dengan ocehan Nando dan Izal.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2