
.
.
Izal duduk bersama jajaran Sutradara papan atas tapi tengkuknya terasa dingin, matanya berbinar seketika melihat Nando
"Nando? ". panggil Izal
Nando menoleh merasa ada yang memanggilnya, "Izal? ngapain kau disitu? ayo ikut..! ".
Izal mengangguk lalu pamit pada sutradara yang begitu sombong itu, Izal hanya beruntung lulus di Fox Entertainment, koneksinya bisa membuat Shila membintangi filmnya bahkan Varel pun ikut hingga Film itu benar-benar booming, hal itu malah membuat mereka yang sombong seharusnya kan Izal yang bisa pamer tapi ia terlalu penakut menghadapi semua sutradara itu.
Nando merangkul Izal, mereka bercerita akrab layaknya teman seumuran tak berapa lama semua mata melihat ke arah belakang hal itu membuat Izal dan Nando memutar kepalanya melihat tatapan semua orang.
Nando dan Izal saling lempar pandang lalu tersenyum menggeleng-geleng kepala, mereka berjalan ke arah bangku depan.
"terimakasih..! terimakasih..!". ucap Shila tersenyum melambaikan tangan ke fans-fansnya.
kali ini Shila memakai gaun sopan namun panjang dan dalam, jika Shila kurang hati-hati maka Shila bisa saja tersungkur.
Varel merangkul pinggang Shila dan fokus dengan jalannya sementara Shila asik melambai-lambai saja, ia tau Varel akan menjaganya.
"hei .. kenapa kau duduk dijajaran Tuan Muda Fox Group? ". tanya seseorang tak senang melihat Izal berada dibarisan belakang jajaran Fox Group.
"siapa bilang tidak boleh? ". tanya Nando dengan datar
"maaf Tuan..! dia ini Izal seorang Mahasiswa tamatan dari kampus desa yang tidak ada predikatnya sama sekali, aku heran baru terkenal sesaat aja udah bergaya duduk dibarisan ini". kata Pria itu yang tak lain adalah temannya dulu yang merebut kekasihnya.
"kau kenapa kasar padaku didepan umum? bukankah kau sudah mendapatkan Tika? ". kata Izal dengan serius
"iya.. Tika sedang mengandung sekarang, dia memilihku karna aku lebih kaya darimu sementara kau apa yang bisa kau banggakan? ". kekeh Pria itu merendahkan Izal
Nando mencerna semuanya, "oh... Izal pernah di khianati oleh pacarnya, dan pacarnya memilih pria yang lebih kaya?". batin Nando
"sana pergi..! ". usir Pria itu dengan kasar lalu lengannya ditahan oleh Varel
"Rel? ". Izal berdiri sambil tersenyum ke arah Varel
"apa yang kau lakukan? kau berani mengusirnya? siapa kau? aku pemilik bangku ini, kau berani mengusir tamu ku yang duduk disini?". kata Varel dengan dingin
Glek
__ADS_1
Nando terkekeh melihat wajah pucat Pria itu,
"T.. Tuan? anda bicara apa? kenapa anda membela Pria lulusan dari desa ini? ".
"bicara apa bapak hah? kenapa bapak bawa-bawa desa? aku gadis desa pak! ". Shila menyambung
beberapa orang yang mendengarnya terbahak saat Shila si cantik memanggil Pria itu dengan sebutan Bapak.
"saya masih muda Nona.. panggil saya Putra". kata Putra dengan sopan
"kau...? ". Varel hendak mendekat tapi Izal menahan lengan Varel begitu juga Shila
"Tuan.! lakukan diluar saja disini banyak orang". desis Nando dengan tenang
"Rel.. udah.. Rel.. aku tidak apa-apa". Izal menenangkan Varel
Varel mendecih tak senang, "kau selamat ya? awas saja sekali lagi aku melihatmu".
"Udah Rel! ". bujuk Izal mengelus-ngelus dada bidang Varel
Shila merasa ada yang panas tapi tidak ada api, hatinya terasa mendidih melihat pemandangan itu padahal Izal seorang lelaki, tangan Shila menepis tangan Izal layaknya teman.
"jangan macam-macam sama om ku ya Zal? dia om ku ini om sayangku". Kata Shila dengan kesal
Izal berdecak pelan karna ia tidak sengaja, Nando tertawa melihat perdebatan mereka.
"om?.. kenapa om mau dipegang-pegang olehnya? ". tanya Shila berkacak pinggang
"wajahmu lucu sekali saat sedang cemburu sayang". gemas Varel membungkukkan badannya menatap Shila dengan jarak dekat.
"Ekheeemm...! ". Vivi yang dari jauh sudah kesal dengan tingkah mereka karna menjadi tontonan banyak orang pun berani mendatangi pasangan mesra yang persis seperti Pasutri muda alias pengantin baru saja padahal tidak.
Shila dan Varel menoleh ke Vivi, "apa? ". tanya keduanya serentak
"Tuan.. Nona tolong bermesraan lihat situasi! ". tunduk sopan Vivi seperti prajurit ala kerajaan
Shila dan Varel sontak saja memutar ke arah lain secara serentak hingga mata Shila melebar kaget, Varel hanya datar tanpa berekspresi.
"ayo duduk..! haha.. Maaf.. maaf.. ". ucap Shila dengan kikuk.
Vivi berjalan sambil menepuk-nepuk keningnya menggeleng kepalanya gemas, sebenarnya ia suka melihat Shila dan Varel bermesraan tapi tidak didepan umum.
__ADS_1
"duduk dan lihat saja.! ". kata Nando ke Putra yang tadi diam menatap Shila yang sangat cantik dilihat secara langsung walaupun memanggil dirinya tadi bapak padahal ia masih muda dan belum beruban.
.
Izal menjadi pemenang Awards sutradara pendatang baru yang paling terpanas karna Film pertamanya mendapatkan tontonan yang fantastis di bioskop selama berminggu-minggu tayang diberbagai wilayah.
Izal mengucapkan terimakasih pada Tuhan Yang Maha Esa, Varel yang menerimanya menjadi teman, Shila dan Nando, serta para pemeran Film dan Kru nya, tak lupa juga ia mengucapkan terimakasihnya pada sponsornya yang telah membuatnya berhasil menyelesaikan syutingnya tanpa kekurangan biaya.
"bagi saya kalian adalah harta yang tidak ternilai harganya dibanding kesuksesan saya saat ini". kata Izal berkaca-kaca lalu menundukkan kepalanya dengan begitu hormat.
Shila bertepuk tangan meriah dibalas oleh Nando, sedangkan Varel berdecak pelan.
"dia cengeng sekali..! ". ejek Varel tapi menyunggingkan senyum tipisnya.
Putra mengepalkan tangannya, ia yakin istrinya pasti tertarik pada Izal yang kini sudah menjadi orang kaya, apalagi Izal dekat dengan penguasa Fox Group, Nando dan Shila.
.
Varel terdiam terlintas dibenaknya bayangan Plat mobil pria misterius memiliki mobil duplikatnya.
"siapa dia? apa aku melewatkan sesuatu? ". gumam Varel tampak berpikir namun wajahnya yang datar tidak ada yang bisa menebak bahwa Varel sedang berpikir.
Shila menjadi Artis pendatang baru terpopuler, ia dibimbing oleh Varel sampai naik keatas tangga lalu kembali ke bangku nya sedangkan Shila mengambil piala serta mengucapkan pidato singkatnya.
Shila sudah biasa dijaga oleh Varel, padahal Varel menjaga seseorang itu sangat mustahil hingga wajar saja banyak orang yang iri dengan posisi Shila.
.
Shila menganga lebar saat adegan kiss nya bersama Varel masuk sebagai nominasi pasangan terhot padahal mereka berdua tidak beradegan ranj*ng seperti nominasi lainnya.
"apaa..? ". Shila membelalak tak percaya saat dirinya dan Varel mendapatkan kemenangan sebagai pasangan terhot di film.
semua orang bertepuk tangan, Varel berdiri membawa Shila yang terpaksa berdiri naik ke atas panggung.
"kenapa kita bisa menang om? kan kita tidak beradegan ranj*ng seperti nominasi lainnya? aku heran padahal mereka bagus-bagus semua". bisik Shila
"ini acara Awards sayang..! voting kita tertinggi artinya kita menang bukan main tunjuk saja". bisik Varel balik
Shila dan Varel berjalan ke arah mic dan berbicara secara bergantian, MC wanita dan Pria memohon pada Shila dan Varel kembali berakting sedikit saja dari naskah Film FirstLove.
.
__ADS_1
.
.