
.
.
di dalam mobil
"Om? ". panggil Shila
"iya sayang? apa kamu mau sesuatu? ". tanya Varel menggenggam tangan Shila dan mengecupnya sayang.
"apa om tau Pak Ariel menyukai kak Vivi? ". tanya Shila
"kamu tau sayang? dari mana kamu taunya? ". tanya Varel
Varel tau kekasihnya ini gadis polos jadi tidak akan tau jika tidak ada yang memberitau.
"Pak Ariel sendiri yang mengatakannya padaku". kekeh Shila
Varel tersenyum mengecup punggung tangan Shila, "lalu kenapa? bukankah bagus jika dia suka Vivi? itu artinya aku tidak punya saingan cinta".
Shila hanya menggeleng kepalanya pelan, "aku mencintai Tuan Muda Varel lalu laki-laki mana yang bisa menggantikan kekasihku ini? ".
Varel menepikan mobilnya lalu menarik tengkuk Shila, Shila melototkan matanya dengan kelakuan tiba-tiba Varel.
"om..? ini jalan tol tidak boleh berhenti". kesal Shila
Varel mengecup bibir Shila berkali-kali walaupun Shila mengoceh, mengomelinya tetap saja Varel mengecupnya hingga Shila diam menatap kesal Varel, Varel tergelak gemas.
"cepat lanjutkan perjalanan". pinta Shila menatap datar Varel
"siap Nyonya". Jawab Varel
Shila tersenyum mendengar jawaban Varel, Shila yang tidak bisa diam selalu saja mengajak kekasihnya berbicara walaupun Varel jarang sekali berbicara panjang X lebar tapi apapun cerita pujaan hatinya Varel selalu mendengarkan dengan senyuman.
Varel terkekeh gemas melihat Shila yang sudah tertidur disampingnya, "dasar Maharaniku". gumamnya lembut.
Varel menepikan mobilnya, dan ia mengambil selimut dari bangku belakang lalu menyelimuti kekasih hatinya, Varel bahkan mengecup sayang bibir Shila yang gemar mengoceh itu dan mengatur kursi Shila supaya tidur Shila menjadi lebih nyaman dan nyenyak.
.
Varel membawa Shila ke Apartemennya, setelah meletakkan Shila dikamarnya Varel mengangkat panggilan telfon dari mommynya.
"iya mom? ". sahut Varel
"dimana abangmu nak? ". tanya Jessy
"dia masih di bandung Mom". jawab Varel
"loh... kenapa? apa dia tidak pulang nak? ". tanya Jessy
"pulang mom, putra sulung mommy itu sedang kasmaran". jelas Varel
"apa maksudmu sayang? kasmaran sama siapa?? ". cecar Jessy
__ADS_1
"manager Maharani". jawab Varel
"apaaa?". Jessy syok namun terdengar cekikikan gemas Jessy oleh Varel.
"kenapa mom? ". tanya Varel
"bukankah Manager Shila adalah gadis biasa tapi mulutnya suka berbicara bukan?". tanya Jessy
"yaah... Nando pernah bilang tipe ideal Ariel itu gadis imut dan lucu tidak seperti Maharani Varel yang Bar-bar". Varel
"ok.. ok.. kalau dipikir-pikir Vivi memang imut dan lucu". Jessy
Varel mematikan panggilan secara sepihak sudah pasti Jessy mengamuk dan mengomeli Putranya itu yang tidak bisa mendengarkan ocehannya, di dunia ini yang bisa membuat Varel tidak jengah dengan semua ocehannya itu adalah Shila hanya Shila selain itu Varel malah bosan dan tidak tahan.
.
"ada apa mom? ". tanya Frans heran melihat mommynya yang berteriak kesal seperti orang gila saja.
"Varel, anak itu tidak bisa berubah, dia tidak mau mendengarkan cerita mommy". gerutu Jessy
Frans tertawa, "sejak kapan Bang Varel mau mendengarkan cerita kita mom? kalau di sini dia pasti langsung pergi ke kamar kan? siapa yang bisa membuat seorang Tuan Muda Varel mau mendengar ocehan manusia?".
"Shila". sahut Ramon tiba-tiba
"iya juga ya? Abang Varel tergila-gila sama kakak ipar, haha.. iya mom.. yang bisa membuat abang mau mendengarkannya cuma kakak ipar". Frans menyadarinya.
keluarga Varel sibuk menggosip anak mereka sendiri
.
pagi-pagi
Varel pergi ke toko Kue dan dirinya mengabaikan sorak-sorakan pengunjung saat ada artis yang masuk ke Toko itu.
"ck...! berisik". umpat Varel pelan
"Eeh.. Tuan Muda? ". sapa wanita itu membuat Varel meliriknya sekilas lalu fokus dengan belanjaannya.
"Tuan muda membeli kue? ". tanya wanita itu yang tak lain adalah Desiana.
".....?". Varel diam lalu mengangguk ke arah Pelayan toko
"Tuan Muda? ". Desi memegang lengan Varel entah dapat keberanian dari mana wanita itu.
Varel menatap tajam tangan itu, "berani kau menyentuhku?".
"eeh.. Maaf Tuan". Desi melepaskan lengan Varel namun ia meraba-raba otot lengan Varel
Varel menepis kasar tangan wanita itu lalu mengumpat hingga beberapa orang yang mendengarnya menahan tawa, umpatan itu memaki Desi sedangkan Desi wajahnya sudah merah padam menahan amarah.
"kurang ajar...! apa kurangku? aku sudah menjadi wanita terseksi dan impian banyak lelaki apa dia masih tidak sadar? setidaknya memintaku semalam kan? kenapa dia masih begitu sombong, angkuh". batin Desi mengepalkan tangannya.
setelah apa yang Desi lakukan tetap tak pernah dilirik oleh Varel tanpa tau apa-apa Pria tadi adalah Varel yang sesungguhnya sementara yang ia jebak hari itu adalah Ariel.
__ADS_1
.
"Om Kenapa? kenapa dari tadi mandi-mandi terus? ". tanya Shila mendongak ke Varel
Varel mendekat ke Shila dan mengelus pipi Shila, "tubuhku gatal terkena ulat bulu sayang".
"Ulat? kok bisa? om masuk hutan mana? ". cecar Shila yang tidak mengerti malah menganggap Varel memang terkena ulat bulu beneran.
Varel terkekeh,
"kenapa ketawa? sini om..! aku akan ambilkan salep, lihatlah lengan om sampai merah-merah begini". Shila menarik lengan Varel dan membawanya ke ranjang.
Shila mengambil kotak obat dari lemari kecil, "buka baju om..! ". pinta Shila tanpa menoleh
Varel melepaskan baju nya, Shila menoleh dan terkejut melihat tubuh Varel merah-merah semua.
"Om kenapa bisa terkena ulat bulu sih? ulat bulu mana yang berjalan-jalan di tubuh om sampai merah-merah begini? ". Omel Shila
sebenarnya tubuh Varel merah-merah seperti itu karna Varel mandi menggosok badannya berkali-kali hingga tidak sadar kulitnya seperti itu, jika bukan karna didepan umum Varel tadi pasti sudah menampar dan menjambak wanita jal*ng itu tapi ia harus jaga sikap, bisa Gila Varel jika berita itu sampai ke Shila dan Shila menjauhinya tanpa tau kejadian yang sebenarnya.
"sebenarnya ada wanita yang disebut Desiana oleh orang-orang, dia berani memegang lenganku sayang bahkan seperti jal*ng meraba lenganku, aku benar-benar jijik dan mandi serta menggosok badanku hingga seperti ini". jelas Varel
Shila terdiam disamping Varel, "Desiana? "
"kamu mengenalnya sayang? ". tanya Varel
"saat dia baru bergabung menjadi model itu langsung bersamaku om, tapi tunggu.. kenapa om tadi bilang ditempeli ulat bulu? ". tanya Shila dengan polos
Varel tersenyum, "tingkahnya itu yang menggelikan, hanya tau cara menggoda saja, aku pikir wanita seperti itu cocok berada di dalam bar saja".
Shila tersenyum, "aku percaya sama om, tapi lain kali tidak perlu jaga sikap ya? jika om jijik lakukan saja apa yang om nilai benar tapi jangan sampai membunuh ok? "
Varel mengulum senyumnya, "aku tidak pernah lagi membunuh orang sayang".
"apa maksud om? apa sebelumnya om sering membunuh orang? ". tanya Shila memicing
"hmm.. lumayan sebelum mengenalmu". jawab Varel
Shila menghela nafas panjang, Shila mau marah pun percuma bukan? dan pengakuan Varel adalah yang patut Shila hargai,
"apa om sudah minta maaf sama keluarga mereka?". tanya Shila
"sudah sayang, aku bahkan membiayai hidup mereka". jawab Varel
Shila tersenyum, "memang apa kesalahan mereka hingga om bisa menghabisi nyawa orang?".
"mereka menyakiti orang tercintaku". jawab Varel
Shila mengangguk, "kalau begitu om memang kesatria kuda malam".
Varel tertawa dengan candaan Shila yang pasti Varel ketahui hanya untuk menghiburnya, Shila tidak tau orang yang dimaksud Varel adalah dirinya sebab tadi Varel bilang pernah melakukannya sebelum mengenal Shila jadi berpikir orang yang dicintai Varel adalah Jessy (Mommy Varel).
.
__ADS_1
.
.