Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
berpengalaman


__ADS_3

.


.


.


"kenapa mas? ". tanya Vivi melihat wajah tampan suaminya di tekuk seperti bocah sedang ngambek saja.


"tidak ada". jawab Ariel ketus


Vivi terkekeh, "nanti tidak aku kasih jatah loh? ". ancam Vivi


Ariel melirik kesal ke Vivi, Vivi tertawa tanpa merasa bersalah.


"kamu tidak minta maaf padaku Beb? kenapa kamu tidak bilang dia mantanmu? ". tanya Ariel dengan serius.


"bukan mantan yang baik Mas, dulu tuh dia menggunakan kekuasaannya untuk dekat denganku, aku tidak bisa mengelak karna saat itu aku tidak mau ketahuan bekerja". jelas Vivi


"maksudmu? ". tanya Ariel


"dia tau aku bekerja setiap pulang sekolah dan saat dia datang ke toko Roti tempatku bekerja dia mengancam akan memberitau KepSek kalau aku bekerja, Mas tau kan SMA tidak boleh kerja". jawab Vivi


"lalu? apa saja yang dia lakukan padamu? apa dia pegang-pegang?". cecar Ariel


"tidak Mas..! dia mengajakku pergi ke pasar malam atau ke mal aku tidak bisa, dia juga ingin menyentuh tanganku tapi aku selalu punya cara untuk melarikan diri". jawab Vivi dengan sabar


"aku sengaja bersikap seperti itu sampai dia muak dan meninggalkanku sendiri". lanjut Vivi lagi


"kamu menyukainya? ". tanya Ariel


"tidak mas..! bagi aku Cinta pertama aku itu adalah Mas, karna begitu sibuk bekerja aku tidak ada waktu untuk jatuh cinta pada Pria manapun". jawab Vivi


"sejak kapan kamu menyukaiku Beb? ". tanya Ariel menyeringai


"siapa yang tidak suka sama Mas? ". tanya Vivi balik dengan polos hingga Ariel tertawa.


Ariel melupakan rasa cemburunya tadi karna perkataan jujur Vivi, siapa yang tidak jatuh cinta pada Ariel? gadis Cantik sampai gadis upik abu pasti menyukai Ariel.


setibanya di Kontrakan Rumah Vika, Vika menyambut baik Kakak dan abang iparnya, bukan tidak mau menginap di hotel tapi Vivi bilang sangat merindukan adiknya.


kedatangan Vivi dan Ariel membuat emak-emak tetangga senyam-senyum di jendela, nyapu, dan kegiatan lainnya, mereka takjub ada Varel yang lain di dunia ini.


.


"apa ada hubungan Dr. Leon dengan Shila Beb? aku penasaran tapi selalu lupa bertanya". tanya Ariel


Ariel baru tau dari Mommynya kalau Dr. Leon adalah saudara sepupu jauhnya Jessy, Cici (mamanya Dr. Leon) dan Jessy memang saudara tapi tidak terlalu dekat.


"ya iyalah lupa, setiap datang langsung minta jatah". gerutu Vivi


Ariel terkekeh, "tapi kamu suka kan? ".

__ADS_1


Vivi membuang muka, tentu saja apa yang Ariel lakukan padanya membuatnya senang.


"ayo jawab! ". pinta Ariel


Vivi menghela nafas panjang, "Dr. Leon tu pernah mencintai Shila tapi Shila enggak peka".


"dia memang bodoh". ejek Ariel membuat Vivi menatap tajam dirinya.


"iya.. iya.. lalu bagaimana Shila tau Dr. Leon menyukainya? ". tanya Ariel mengalihkan.


"ya ngaku lah". jawab Vivi


"tapi kalau dia tidak peka kenapa kamu juga tidak peka saat aku memberi perhatian padamu Beb?". kekeh Ariel


"aku memang merasa kalau Mas suka padaku tapi kalau dipikir-pikir dengan logika tidak mungkin, aku tidak secantik para wanita yang mengejar-ngejar mas di luar sana". jawab Vivi


"bukankah aku bilang kalau aku suka perempuan imut". kata Ariel


Vivi menggeleng-geleng pelan kepalanya, "aku bukan perempuan imut tapi perempuan cerewet". ralat Vivi


Ariel tergelak, "terimakasih telah memilihku, aku tidak pernah merasakan yang namanya bahagia, tapi saat aku hadir diantara keluargaku aku merasa hangat, apalagi saat aku jatuh cinta padamu hidupku berubah total".


Vivi tersenyum tulus lalu melepaskan kaus baju Ariel, hingga Ariel menyeringai


"mau apa?". tanya nya Ariel menggoda


"aku ingin mengoleskan salep untuk menghilangkan bekas luka di tubuh Mas". jawab Vivi


"aku yakin 1 bulan lagi semua bekas luka di tubuh suamiku akan hilang". senyum manis Vivi


"kenapa kamu malah menghabiskan uang membeli salep ini Beb? seharusnya kamu beli perhiasan untuk mempercantik dirimu". Ariel mengelus pipi Vivi


Vivi menatap Ariel sekilas, "aku tidak mau saat anak-anak kita lahir dia bertanya kenapa dengan tubuh Papanya? ".


Ariel terdiam, "kamu malu?".


"bukan malu mas.! aku yakin anak kita akan menjadi anak yang pintar sepertimu pasti memiliki watak keras kepala sepertimu, aku tidak mau mereka diam-diam berlatih mencari bekas luka seperti Papanya". jelas Vivi


Ariel yang mendengarnya tampak mengangguk karna apa yang Vivi katakan ada benarnya.


"Idola anak laki-laki itu adalah Papanya". ujar Vivi lagi mengelus rahang Ariel yang tersenyum menatap Vivi.


"tapi pertemuan yang Mas maksud memang hanya bertemu bedeb*h itu aja mas? ". tanya Vivi


"nanti malam ada acara di Hotel Pangeran, aku akan mencarikanmu gaun". kata Ariel


"aku ikut Mas..! gaun yang aku pakai harus sesuai pilihanku". dumel Vivi berjalan duluan mendahului Ariel yang terkekeh.


jika Ariel yang memilih Gaun pasti gaunnya besar, tebal, dan panjang lengan tidak boleh punggungnya terlihat, Vivi tidak suka gaun itu karna membuatnya terlihat gendut.


.

__ADS_1


Debby menyeringai memakai topeng wajah, semua orang datang menggunakan topeng wajah di pesta khusus ini.


"aku akan membuat malu dirimu". kata Debby dengan senyuman jahatnya memasukkan sesuatu ke dalam minuman lalu meminta pelayan untuk memberikan minuman itu pada Vivi.


walaupun Vivi tidak terlihat jelas tapi Ariel sangat dikenali karna postur tubuhnya sangat bagus dan mudah dikenali.


"Nona..? ". seorang pelayan memberikan segelas minuman untuk Vivi.


Vivi menggeleng-geleng kepalanya,


"Nona? ini minumannya! ". kata pelayan itu terlihat serius.


Vivi menautkan kedua alisnya, "kenapa pelayan ini bersikeras memberikan minuman ini untukku? ". batin Vivi.


Vivi terpaksa menerimanya hingga terlihat jelas oleh Vivi raut wajah lega pelayan itu sebelum berbalik.


"siapa dia? aku tidak mengenalnya". batin Vivi merasa tidak punya musuh.


"apa ini? ". tanya Ariel melihat Vivi sudah memegang segelas wine non alkohol.


"tidak tau Mas..! minuman ini mencurigakan". kata Vivi berbisik.


Ariel tersentak, ia tak menyangka istrinya sangat peka terhadap bahaya, apa karna kandungannya?


"coba aku lihat! ". Ariel mengendus minuman itu dan ia bisa melihat beberapa bubuk kecil yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang.


"sial..! ". Ariel mengumpat pelan


"tunggu mas..! jangan dibuang, kita harus bermain licik". senyum polos Vivi membuat Ariel terdiam.


"kamu yakin Beb? ".tanya Ariel


"iya Mas". jawab Vivi


Ariel benar-benar tak habis fikir istrinya yang polos kini menjadi perempuan licik yang jalan otak nya sangatlah licin.


Ariel bertanya, "kenapa kamu bisa selicik ini Beb? ".


"pengalaman hidup mas". jawab Vivi tersenyum lebar hingga Ariel menggeleng-geleng kepalanya.


"lalu apa rencanamu? ". tanya Ariel dengan serius.


Vivi berbisik pada Ariel walaupun berat hati, Ariel harus terima ide Vivi yang membuatnya harus tau siapa pelakunya sebenarnya.


Ariel dan Vivi tidak tau kalau Debby juga datang ke acara ini, sebab di kartu tamu undangan Debby memang tak diundang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2