
.
.
.
ke esokan harinya
Frans membawa Raisa bermain ke Kebun Teh yang ada di area Vila nya.
"Tuan Muda!! ". sapa beberapa pekerja kebun teh.
"iya..?". sahut Frans
Frans menggenggam tangan Raisa membawanya mendekati ibu-ibu yang memakai bedak beras hingga wajah mereka semua kuning.
"waah.. Tuan Muda berlibur dengan pacarnya ya? ". tebak salah satu Ibu-ibu yang suka dengan kepribadian Frans.
"bukan..! ini Istriku Bu". jawab Frans
"hah?? ".
mereka cengo untuk sesaat, Raisa tersenyum manis hingga lesung pipinya terlihat jelas betapa cantiknya senyum Raisa hingga mereka memuji Raisa yang terdiam tak berani lagi tersenyum.
mereka semua malah menggoda Raisa yang segera menyembunyikan wajahnya dibalik lengan Frans, terkadang Frans merasa Raisa sangat menggemaskan dan pasti sangat menyenangkan menggodanya seperti sekarang ini.
Frans diam-diam meringis lalu berbisik pada Raisa bahwa ia akan buang air kecil hingga Raisa tertinggal bersama emak-emak berwajah kuning itu sementara Frans sudah menghilang mencari toilet.
krik.. krik
"haha..! Maaf ya Bu..! saya sedikit malu". tawa canggung Raisa
mereka terkekeh,
"sebenarnya kebun teh ini milik siapa Bu? ". tanya Raisa penasaran
semua ibu-ibu itu malah tertawa, "ini kebun teh milik suami Nona atuh..! masa Nona tidak tau kekayaan Suaminya sendiri". gemas salah satu ibu-ibu diantara mereka.
Raisa menganga takjub, "pantas saja !! orang kaya mah bebas". gumam Raisa
Raisa suka dengan pemandangan indah di Kebun teh itu,
"aeeh..? ". Raisa kaget saat Frans mengelus kepalanya dan membawanya masuk ke pelukannya.
"maaf aku lama sayang". kata Frans
Raisa berbalik lalu tersenyum lebar ke Frans, "ini semua kebun Teh milik Mas? ". tanya Raisa berbinar
"hmm". jawab Frans
"tempatnya indah sekali Mas". senyum manis Raisa
__ADS_1
"kamu mau Kebun teh ini menjadi milikmu? ". tanya Frans membuat emak-emak disana menggerutu bukan karna iri tapi gemas akan perkataan Frans yang benar-benar sultan dengan mudahnya memberikan kebun teh yang luasnya belasan hektar ini untuk sang istri.
Raisa melihat ke Frans dengan tatapan tak percaya,
"aku akan buatkan surat kepemilikannya atas namamu tapi Vila itu bukan untukmu sayang tapi untuk anak kita nanti". sambung Frans lagi mengelus pipi Raisa.
"jangan Mas..! aku tidak mau". tolak Raisa
"hmm? ". Frans tidak mengerti
"aku hanya suka pemandangan disini jangan di jual ya? yang penting Kebun teh ini milikmu itu artinya juga milikku kan?? ". Raisa menyeringai lebar mengatakannya ke Frans
Frans tergelak mencubit pipi Raisa, "kamu menang...!! ".
sebenarnya mengurus kebun teh juga tidaklah mudah, Frans bahkan memiliki puluhan para pekerja khusus untuk memperhatikan kebun teh miliknya setiap hari untuk membuang dan membasmi hama seperti ulat yang merusak kebun teh miliknya.
jika banyak uang semua akan bersih, bisa dikatakan sejak Frans menjadi pemilik Kebun teh ini semakin berkembang pesat saja penjualannya kebun mereka karna teh milik Frans tidak berlubang dimakan hama.
"dimana Pak Eric? ". tanya Frans
Raisa membeku seketika mendengar nama Itu, "Eric? ". beo Raisa pelan bahkan nyaris pelan hingga Frans tidak mendengarnya.
"itu diujung Tuan".
"Pak Eric!! ". teriak emak-emak suara mereka menggema hingga Eric mendengarnya pun menoleh dan melambai-lambaikan tangan.
Pak Eric naik motor ke Frans dan yang lainnya,
"hmm..bagaimana kabar bapak? ". tanya Frans tersenyum tipis.
"baik Tuan". jawab Eric tersenyum lebar
"sayang..? kenalkan dia pekerja kebun teh disini hampir belasan tahun lamanya sebelum aku menjadi pemilik kebun teh ini". Frans berkata lalu menoleh ke Raisa yang diam menatap Eric.
Eric dibisikkan emak-emak disampingnya kalau Raisa adalah istri Frans, Eric cukup kaget karna tidak menyangka Frans sudah menikah pasti tidak diumbar ke publik seperti Ariel dan Varel.
"sayang? kenapa? ". tanya Frans menangkup pipi Raisa dan merapikan anak rambut Raisa yang basah karna keringat.
"Mas.. ?". Raisa hendak berbicara
"Papaaaaa?? ". teriak seorang anak kecil berumur 9 tahunan ke arah Eric.
Raisa menoleh dan mengerutkan keningnya, lalu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sayangnya Eric pada anak perempuannya itu.
"Sintia? ". beo Raisa
"iya Nona..! ini anak Saya Sintia masih berumur 9 tahun, 3 bulan lagi akan genap 10 tahun". Kata Eric.
Raisa tertawa hambar hingga orang-orang melihat ke arah Raisa termasuk Eric yang tidak mengerti mengapa Raisa tertawa.
"kenapa sayang? ". tanya Frans
__ADS_1
"anda meninggalkan kami dengan alasan tidak bisa menafkahi kami yang terlalu banyak tapi ternyata anda sudah menikah ya di sini? punya anak lagi, berarti Selama ini anda selingkuh dari Ibu saya? ". kata Raisa menusuk seketika tatapannya memerah dan penuh kebencian.
Frans menebaknya langsung mengerti, ibu-ibu disekitar Eric menatap Eric tak percaya sedangkan Eric malah memucat, menurutnya yang tau rahasia masa lalunya hanyalah istri sebelumnya dan juga anak-anaknya dari wanitanya dulu.
"K.. Kamu? ". Eric tergagap
Raisa melihat ke arah anak kecil itu, "anak selingkuhan yaa? ohh.. sudah besar hmm? seumuran dengan Ramon".
Eric tidak bisa berkata-kata sedangkan anak perempuan yang seumuran dengan Ramon itu menatap Raisa dan Eric bergantian dengan tatapan bingung.
"Mas...?". Raisa melihat ke arah Frans
Frans merangkul Raisa dan merapikan anak rambut Raisa dengan lembut, "ayo kita pergi ke pasar didekat sini..! mau kesana? ". tanya Frans
"ada kah? ". tanya Raisa
Frans mengangguk lalu membawa pergi Raisa tanpa mengatakan apa-apa pada Eric dan yang lainnya, emak-emak yang lainnya membubarkan diri sambil berdecak tak percaya kalau Eric adalah Pria Brengs*k yang meninggalkan istri lamanya memilih hidup dengan selingkuhannya.
terkadang Pria yang keliatannya baik belum tentu itu adalah sifatnya yang sebenarnya.
.
"Mas..? ".
"aku tau..! tidak usah mengungkit masa lalumu dengan Pria itu". potong Frans dengan senyuman memasangkan helm ke kepala Raisa.
Raisa tersenyum manis lalu mengecup pipi Frans hingga Frans terduduk di motornya sambil menghela nafas.
"kenapa mas? ". tanya Raisa yang tidak sadar apa yang ia lakukan.
"sayang kamu tau kan kita pengantin baru? ". tanya Frans dengan serius
"iya, aku tau". jawab Raisa dengan polos sambil celingukan
Frans melepaskan helm Raisa lalu menggendong Raisa membawanya masuk Vila, Raisa memekik akhirnya menyadari tujuan suaminya tapi tidak bisa menolak ataupun melawan hanya bisa pasrah dan menikmati saja.
sore hari
Raisa harus keramas, Frans mencium rambut Raisa yang sangat wangi melihat gelagat suaminya Raisa sudah tau pun tertawa canggung.
"haha..! ayo mas..! ". ajak Raisa buru-buru meninggalkan Frans keluar Vila hingga Frans terkekeh karna tau Raisa takut jalan-jalannya ke pasar gagal dan berakhir di ranjang.
"sayang..? ". panggil Frans
Raisa tersenyum manis, "nanti malam pulang dari Pasar ya Mas? ". rengek Raisa
Frans tertawa sedangkan Raisa buru-buru memakai helm di kepalanya sambil tersenyum cerah karna Frans lah yang membuat Raisa melupakan Pria brengs*k yang meninggalkan Mama dan adik-adiknya.
.
.
__ADS_1
.