
.
.
.
Varel memperhatikan Shila seorang sementara Shila tidak bisa syuting malah Sutradara menunda syuting Shila karna Varel datang secara tiba-tiba
Shila berdecak tak suka, ia menatap tajam Varel yang membuat pekerjaannya di tunda, ia berjalan ke arah Varel.
"bisakah Om Pulang saja? ". usir Shila bersidakap dada
"aku..? kamu mengusirku sayang? ". tanya Varel palsu
"iya.. Om datang tidak diundang, aku mohon dengan segala hormat pergi dari sini! ". jawab Shila
sementara Varel palsu terkejut, ia tidak menyangka Kekasih Varel memiliki sifat seperti ini bukannya senang dengan kedatangannya malah mengusirnya seperti tamu yang tak diinginkan kedatangannya.
"kenapa sayang? ". tanya Varel itu mendekat
"pergi..! ". usir Shila kini berwajah datar
"Shila sayang..? ". panggil Varel membuat Shila terkejut
"appaa? ". sahut Shila mendengar panggilan Varel
"kamu tidak marah? Shila ku sayang! ". senyum Pria tampan itu
Shila menatap kekasihnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, ia menggeleng-geleng kepalanya.
"dia bukan Om Raffan". batin Shila
"jika ada yang memanggilmu Seperti itu artinya Pria itu bukan aku sayang, Maharani adalah panggilan sayangku padamu". ingatan Shila mengenai kata-kata Varel
"pergi...! " usir Shila berubah dingin seketika
"sayang". Varel mendekat dan Shila menepis tangan Varel saat menyentuhnya.
"aku bilang pergiiii!! ". usir Shila menggema hingga semua orang melihat ke arahnya.
Varel terdiam, ia tidak mengerti mengapa Shila seperti itu.
Shila menatapnya seperti melihat hantu padahal sebelumnya baik-baik saja, entah dimana letak kesalahan pria tampan ini.
jika di lihat secara baik-baik pria ini memang sangat mirip dengan Varel bahkan benar-benar terlihat seperti Varel namun Shila sangat mengenal kekasihnya itu, dari awal kedatangan Pria ini tidak menyamar seperti yang dilakukan Varel nya sudah membuatnya heran ditambah lagi panggilan Pria itu membuatnya semakin yakin Pria ini adalah Pria yang ia temui malam itu, pria yang merebut hadiahnya.
Varel berbalik pergi saat Shila berbalik menjauhinya, ia berjalan cepat untuk merenungkan kesalahannya hingga ia tak sengaja menabrak seseorang.
__ADS_1
"apa kau jalan tidak pakai mata? ". bentak Varel palsu ke Pria culun itu
Varel asli berubah seperti Pria menyedihkan menunduk mencari kacamatanya, "maafkan saya Tuan". Varel Asli melihat ke arah Varel Palsu.
"benar-benar sangat mirip denganku". batin Varel asli
"minggir...! ". Varel palsu menepis tubuh Varel yang menyamar menjadi Leo
Leo sengaja terlihat lemah hingga tubuhnya membentur dinding, Varel Palsu pergi dengan rombongannya.
didalam Ruangan Istirahat Shila, Shila menggigit kukunya dan bergumam sendiri.
"siapa Pria itu? kenapa dia sangat aneh? wajahnya begitu mirip dengan Om Raffan bahkan aku sampai tertipu, aku pikir aku melihat hantu tapi siang hari begini tidak mungkin dia hantu". gumam Shila
Shila menggigit kukunya dan mengoceh tak percaya sosok Pria yang memiliki wajah seperti kekasihnya.
"Tuan? an...? ". Vivi tampak kaget melihat kedatangan Varel dengan penampilan culunnya.
"sssttt...! ". Varel meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya dan hal itu membuat Vivi terdiam.
"aku masuk..! ". Varel dibalas anggukan oleh Vivi
ceklekk..
"kenapa masuk kak? aku masih ingin sendiri". kesal Shila berbalik menatap pelaku dan matanya melebar melihat Varel dengan penampilan culunnya.
"Maharani? ". bisik Varel berjalan ke arah Shila
Shila berkaca-kaca seketika ia berlari ke arah Varel dan memeluk Pria itu yang kini ia yakini adalah kekasihnya yang sesungguhnya.
"kemana aja om? aku takut!". racau Shila di pelukan Varel
Varel membalas pelukan Shila dan terus saja tanpa henti mencium puncak kepala Shila, "maafkan aku sayang..! aku melihatnya secara langsung dan kini aku percaya dia memang sangat mirip denganku". bisik Varel
Shila melepaskan pelukannya dan mendongak menatap Varel, "maksud om? om melihat Pria yang mirip dengan wajah om tadi? ".
"iya sayang, tadi malam aku bertanya pada Papiku dan dia memang mengakui aku punya saudara kembar yang hilang di rumah sakit". jelas Varel membuat Shila semakin kaget
"a.. apa? ". Shila melebarkan matanya semakin kaget saja.
"maafkan aku sayang". Varel memeluk Shila seakan membuatnya merasa bersalah telah membuat Shila menangis karna takut.
"jika dia memang kembaran om artinya dia memang saudara kandung om dong". tanya Shila
"iya sayang.. dia abangku". jawab Varel
Shila mengangguk-ngangguk, "lalu kenapa dia menyamar om? kenapa dia menyamar sebagai Om?". tanya Shila penasaran
__ADS_1
"kamu tidak takut sayang? ". tanya Varel
"awalnya aku takut karna aku pikir melihat hantu tapi karna om tadi menjelaskan dia itu saudara kembar om yang hilang artinya dia manusia kan? aku tidak takut lagi". jelas Shila sambil nyengir
Varel tersenyum dan mengecup bibir Shila yang memejamkan matanya seketika, Shila tersenyum saat matanya beradu pandang dengan Varel.
bibir mereka kembali bertautan mesra, Shila melingkarkan tangannya di leher Varel, kemarahannya tadi seakan sudah hilang ditelan angin saat mendengarkan penjelasan Varel, ia tidak tau masalah keluarga Varel tapi ia yakin pasti masalah serius dan Shila juga percaya Varel tidak ingin membahasnya.
.
"ohh.. ceritanya begitu". Shila didalam mobil bersama Varel mengangguk-ngangguk
Vivi didepan juga tak kalah terkejut, ia tidak menyangka ada Pria lain yang sangat mirip dengan Varel karna Pria itu memang saudara kembar Varel yang hilang.
Varel merebahkan kepalanya di pangkuan Shila, "kepalaku pusing memikirkan abangku sayang". gumam Varel
"iya om..! om istirahat saja, aku akan mengantar om pulang". jawab Shila tersenyum.
Varel menyunggingkan senyumnya karna mendengar Shila akan mengantarkannya pulang seolah Varel tidak bisa minta dijemput tapi inilah Varel yang sangat bahagia berada didekat Shila.
Varel dengan mudahnya tertidur di pangkuan Shila, tadi malam Varel tidak bisa tidur dengan nyenyak saat tau cerita saudara kembarnya.
"Shila..? ". bisik Vivi
"biar aja kak..! Om kayaknya kelelahan banget deh". bisik Shila mengelus kepala Varel
Vivi mengangguk, alhasil Jessy yang baru datang melihat mobil Shila mendengar penjelasan Shila dan Vivi dengan bahasa bibir akhirnya ia percaya sambil tersenyum manis ia pergi membiarkan putranya istirahat di pangkuan manis Shila.
1 jam... 2 jam... 3 jam... tanpa sadar hari sudah gelap dan Shila serta Vivi tertidur pulas di dalam mobil, Varel membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah Shila yang tertidur.
"sayang..? ". gumam Varel tersenyum lembut
Varel bangkit dari tidurnya di pangkuan Shila, gerakan Varel membuat Shila terbangun.
"om udah bangun? ". tanya Shila dengan suara khasnya bangun tidur.
"maaf sayang, aku ketiduran kenapa tidak membangunkanku hmm? ". tanya Varel dengan lembut
Shila tersenyum lalu memeluk Varel dengan manja dan memejamkan matanya.
"sekarang om tanggung jawab, aku sangat mengantuk". kata Shila
Varel terkekeh lalu mencium mesra kening Shila, tanpa memikirkan apa-apa lagi ia membawa Shila masuk ke Mansionnya dan Vivi dibangunkan olehnya supaya berjalan sendiri.
.
.
__ADS_1
.