Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
tiba-tiba saja


__ADS_3

.


.


"a.. aku fans beratmu Shila". cicit Bu Wilda dengan malu-malu


Shila tersenyum manis, "benarkah?".


Bu Wilda mengangguk-ngangguk semangat.


"kalau begitu mohon adik saya dijaga ya bu? ". pinta Shila


"dengan senang hati Shila". jawab bu Wilda begitu semangatnya hingga Vika kaget sedangkan Vivi tersenyum saja.


Varel hanya diam dengan situasi itu, ia hanya menatap Shila saja sesekali ia meletakkan ponselnya demi mengambilkan Shila minum, menyuapi Kue Bronis pemberian Bu Wilda,


Vivi sudah biasa melihat kemesraan Varel dengan Shila berbeda dengan Vika dan Bu Wilda yang melihatnya langsung, selama ini mereka hanya percaya berita dan Rumor saja, tidak disangka semua itu sebagian ada yang salah dan sebagiannya lagi ada yang benar.


"om makan juga". Shila memutar balik sendok yang diberikan Varel untuknya.


Varel tentu membuka mulutnya tanpa malu ia mengusap kepala Shila dengan senyumnya yang membuat siapapun meleleh terutama Bu Wilda padahal sudah emak-emak.


"sudah.. sudah.. kalian kenapa bermesraan disini sih? ada anak kecil Tuan". Protes Vivi


Varel dan Shila kompak melihat ke depan dimana Vika dan Bu Wilda memperhatikan mereka.


"issh.. sana om menjauh! ". usir Shila merasa malu karna bermesraan dengan Varel didepan Vika yang masih muda padahal tidak berbeda jauh dengan Shila hanya beda bulannya saja.


Varel hanya memasang tampang datarnya saja lalu beranjak dari tempat duduknya, "dimana kamarku?". tanya Varel


Vivi menunjuk kearah Ruang tamu, "maaf tidak bisa mengantar Tuan".


"hmm". sahut Varel


"om bawakan koperku masuk! ". pinta Shila


"iya sayang". jawab Varel melenggang pergi tanpa peduli Bu Wilda dan Vika yang baper dengan panggilan Varel.


"maaf ya bu..! ". ucap Shila merasa malu


"kenapa malu Shila? hehe.. kalian sangat serasi tidak seperti yang dikatakan berita hubungan kalian tidak baik-baik saja, bahkan ada yang mengatakan kalau Shila berselingkuh". Bu Wilda berkata dengan serius namun membekap mulutnya seketika karna keceplosan.


Shila mengerjabkan matanya lalu tertawa lepas, "Bu Wilda sangat mirip dengan Kak Vivi saat pertama kali bekerja denganku bu, tapi rumor itu tidak benar Bu, aku tidak mungkin berselingkuh". jelas Shila dengan sopan.


Vivi tersenyum manis, "kenapa tidak bicara dek? bukankah kamu ingin sekali bertemu dengan Kak Shila mu heh? "


Shila tersenyum lembut ke Vika yang malu-malu padanya seolah Shila ini adalah seorang laki-laki tampan yang hendak dijodohkan dengan Vika begitulah tingkah Vika saat ini.


.


tak berapa lama kemudian tempat itu mulai sepi karna Shila memberi tanda tangan dadakan pada Fans nya dikalangan emak-emak,

__ADS_1


"kenapa sayang? tanganmu pegal? ". tanya Varel duduk disamping Shila mengambil tangan Shila dan memeriksanya.


Shila tersenyum dan mengangguk,


"siapa suruh kamu harus mengadakan pertemuan fans dadakan dengan mereka". ujar Varel dengan gemas mencubit pipi Shila.


Shila hanya mendengus dan Varel tersenyum mengelus kepala Shila dengan lembut,


"ini Tuan Air dingin untuk mengompres pergelangan tangan Shila". Vivi memberikan baskom kecil dan handuk kecil ke Varel.


"terimakasih Vi". ucap Varel


"sama-sama Tuan, kalau begitu aku dan adikku harus keluar membeli makan malam ya Tuan? ". Izin Vivi


"kak beli Sate". rengek Shila


"siap bos". balas Vivi memberi hormat hingga Vika tertawa padahal sebelumnya ia tidak berani tertawa.


.


"kak.. Apa Tuan muda Varel hanya bersikap lembut pada Kak Shila saja? ". tanya Vika penasaran disamping kemudi dimana Vivi yang menyetir.


"iya dek". jawab Vivi


"tapi Tuan Varel terlihat tidak banyak bicara kak". ujar Vika


"Tuan Varel memang tidak banyak bicara, hanya Shila yang bawel seperti kakak". kekeh Vivi


"kamu kenapa bertanya seperti itu dek? ". tanya Vivi


"karna aku penasran kak". jawab Vika


"bukankah kamu melihatnya sendiri? Tuan Varel tidak banyak bicara tapi sikapnya, perbuatannya yang lembut dan manis pada Shila itu yang membuat Shila mencintainya". jelas Vivi


"iya juga sih". jawab Vika nyengir kuda


"sekarang kita hanya bisa belanja di supermarket dek, tidak ada pasar jam segini, oh ya ingatkan kakak nanti mampir beli sate untuk Shila". ujar Vivi yang sudah memarkirkan mobil milik adiknya.


"iya kak". Vika yang mengerti


"apa kakak tidak mau beli mobil? ". tanya Vika penasaran


"asal kamu tau dek, kakak beli Apartemen yang dimiliki oleh Artis dan pengusaha hebat saja, walaupun tidak ditempat yang termahal tapi satu gedung itu sudah dikenal miliknya orang kaya, kakak lagi mencicil Apartemen". jawab Vivi


"benarkah kak? ". tanya Vika berbinar


"ya sudah jangan ajak kakak bicara lagi ayo kita masuk! ". ajak Vivi


.


saat berbelanja Vivi mendorong Troly dan Vivi tak habis-habisnya mengomeli Vika yang terus saja bertanya-tanya tentang Shila.

__ADS_1


"kenapa dek? kenapa dari tadi tanya Shila-shila meluluk? kamu tidak sayang lagi dengan kakak? ". kesal Vivi


"bukan gitu kak". Vika terkekeh geli melihat wajah kesal kakaknya lalu merangkul lengan Vivi yang memasang mode cemberutnya


"aah.. kenapa Tu...? ". Vika kaget saat dirinya tiba-tiba dihadang jalan mereka.


dari sepatunya saja Vika sudah tau itu orang Kaya Raya dan itulah sebabnya Vika menyebut Tuan tanpa melihat wajah namun saat mendongak melihat pelakunya betapa syoknya Vika.


"T.. Tuan Varel? ". Vika membekap mulutnya


"ssstt..! jangan kuat-kuat dek..! ". Vivi melindungi adiknya dibelakangnya


"ada apa Pak Eh.. Tuan? ". tanya Vivi berusaha untuk berani padahal kakinya gemetaran saat ini.


"sedang apa kalian disini? ". tanya Pria tampan itu yang tak lain adalah Ariel.


"bukankah kami sudah jawab tadi Tuan? kami keluar mau beli sayur mayur untuk makan malam dirumah, tapi kenapa Tuan bisa ada disini? apa Kak Shila membutuhkan sesuatu diRumah? ". cecar Vika penasaran takut Shila terluka


"Shila? apa mereka ada di Rumah kalian? ". tanya Ariel


"Tidak". jawab Vivi yang serentak dengan adiknya namun jawaban mereka berbeda.


"iya". jawab Vika yang memandang bingung ke kakaknya.


Ariel menyunggingkan senyum tipisnya, "bawa aku ke Rumahmu !". titah Ariel


"maaf Tuan.. Rumah kami sangat kecil lebih baik Tuan menginap di Hotel saja". tolak Vivi berusaha untuk ramah


Ariel melirik ke kaki Vivi yang gemetaran segera Vivi menutupinya dengan troly yang ia pegang kini.


"ada apa ini kak? ". tanya Vika yang sejak tadi tidak mengerti semua kata-kata Ariel.


"Tuan adik saya tidak tau". ujar Vivi


"biarkan saja dia tau, aku butuh tempat istirahat dan makan gratis". jawab Ariel dengan santainya mengambil makanan apapun yang ada didekatnya dan memasukkannya ke dalam Troly milik Vivi.


.


Vivi dan Vika diam saja didalam mobil, mereka saling melirik satu sama lain melihat Ariel yang ada dibelakang mereka padahal Ariel bawa mobil tapi ada saja alasan Ariel yang tidak mau membawa mobil karna lelah.


"entah bagaimana reaksi Vika saat tau ada 2 Tuan Varel di Rumahnya nanti". batin Vivi


"tapi kenapa Tuan Ariel bisa ada disini juga? dimana Tuan Nando? aku rasa mereka selalu bersama, urusan apa yang lebih penting dari Perusahaan nya?". batin Vivi terheran-heran


Vivi sibuk dengan pikirannya begitu juga Vika yang penasaran dengan apa yang terjadi dengan Varel,


"apa Tuan Varel memiliki daya ingat yang buruk? tapi tidak mungkin kan? ". batin Vika


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2