
.
.
.
sejak saat itu Erin berusaha mencari cara supaya bisa berbicara empat mata dengan Raisa tapi selalu gagal karna Raisa tidak pernah keluar Rumah.
Erin tidak habis fikir kenapa Frans mau sama perempuan seperti Raisa? Raisa tidak punya tubuh super seksi sepertinya tapi bisa membuat Frans mau menikahinya.
"cepat buka gerbangnya! ". titah Erin yang kini sudah ada di Mansion Jessy dan Ramon.
"maaf Nona..! kami tidak bisa membukanya". jawab satpam yang tau siapa Erin.
"kau pernah melihatku kan? aku kekasihnya Frans cepat buka atau kau aku pecat nanti". ancam Erin
"maaf Nona..! kami tau anda bukan siapa-siapa keluarga ini jadi jangan datang dengan membuat alasan anda adalah kekasih Tuan Frans, Tuan Frans sudah menikah".
"sialan kalian..! cepat buka gerbangnya..! aku mau bicara dengan wanita itu cepattt!! ". bentak Erin
tak ada yang mengindahkan kata-kata Erin, Shila dan Varel tiba membawa kedua buah hatinya hendak masuk ke Mansion Mommy dan Papinya.
"ada apa ini? ". tanya Varel
"eeh..? abang ipar?". panggil Erin ke Varel
Varel menautkan kedua alisnya, "siapa kau?".
"aku Erin abang ipar". jawab Erin
"ooh.. simantan, kenapa kau menghalangi jalan? minggirkan mobilmu! ". titah Varel dengan tatapan tajam.
Erin melototi kedua satpam yang menghalangi jalannya supaya ia bisa masuk juga ke Mansion itu tapi Varel membentak Erin memindahkan mobilnya sekarang juga.
Erin terburu-buru memindahkan mobilnya sebisanya pintu gerbang dibuka lalu buru-buru Erin hendak mengikuti mobil Varel tapi kedua satpam sudah menutup gerbang.
Erin keluar dari Mobilnya dan menjerit memaki kedua Satpam itu, tiba-tiba terdengar suara Raisa yang ada disebrang Erin terhalang gerbang.
"kalian pergilah..! biarkan aku berbicara dengannya". pinta Raisa
"baik Nona". jawab kedua satpam patuh segera menggembok gerbang dan meninggalkan Raisa disana dengan Erin.
Erin memegang jeruji besi gerbang mewah Mansion keluarga Frans,
"kau benar-benar istrinya Frans? ". tanya Erin dengan tatapan merendahkan.
"iya". jawab Raisa mengelus perutnya hingga Erin mengerti kalau Raisa tengah hamil.
"kau hanya pelampiasan Frans saja, dia hanya mencintaiku jadi jangan berharap kalau kau bisa memilikinya". sindir Erin
"kenapa kau berpikir seperti itu? Mas Frans itu suamiku dan ayah dari anak-anakku, terimakasih kau telah memilih karirmu dan meninggalkannya hingga dia memilihku yang seorang gadis biasa". kata Raisa
Erin menjerit memaki Raisa, "jangan macam-macam..!! aku tidak akan membiarkanmu memiliki Frans, aku hanya pergi sebentar dan dia hanya milikku..! milikku...!! ".
Raisa tersenyum sinis, "dia milikku! ". kata Raisa
__ADS_1
"terimakasih sudah meninggalkannya hingga dia memilihku". ucap Raisa lagi.
Raisa berbalik pergi meninggalkan Erin yang mengamuk seperti orang gila, Raisa ingin membuat Erin menyesali perbuatannya itu sebabnya sengaja memprovokasinya.
"ngapain kamu nemuin dia Raisa? ". tanya Shila tak suka.
"maaf kak..! Raisa cuma mau balas perbuatannya yang sangat angkuh itu, mentang-mentang paras dan tubuhnya cantik tapi hatinya busuk". gerutu Raisa.
Shila tersenyum manis, "ayo masuk..! ". ajak Shila
"Mommy..?". panggil Reza memeluk Shila sebisanya.
"iya sayang? ". sahut Shila dengan lembut membelai rambut putra sulungnya.
"Kata Daddy Mommy punya calon dedek ya? ". tanya Reza berbinar
"iya sayang, kenapa nak? kamu tidak suka punya adek lain selain Nisa? ". tanya Shila
"siapa bilang? leza senang kok punya dedek balu". jawab Reza dengan senyuman tulusnya bagi anak kecil.
"Mommy.. mommy..? nisa boleh tengok adek? ". tanya Nisa memegang tangan Shila.
Varel mendekat lalu menggendong putri kecilnya, "adek Nisa belum bisa dilihat sayang". gemas Varel.
Raisa tersenyum lebar melihat kemesraan keluarga Varel hingga Jessy tiba menggendong Reza menanyakan Vivi dan yang lainnya.
"biasalah Mom..! si Ariel masih betah di Bandung". jawab Varel
Shila tertawa cekikikan, "kak Vivi masih ngidam disana Mom".
Raisa dan Shila saling pandang dan tertawa bersama.
.
.
"bagaimana sayang? ". tanya Frans yang kini sudah ada di kamar melihat wajah istrinya dengan khawatir.
"tidak apa mas". jawab Raisa tersenyum dengan wajahnya sedikit pucat.
Frans langsung meninggalkan pekerjaannya mendengar kabar dari Jessy kalau Raisa mual-mual, entah mengapa ada waktu dimana Raisa bisa mual juga.
"aku beli sesuatu! mau minum sayang? ". tanya Frans menyiapkan minuman manis tapi tidak pakai es.
Raisa menerima perlakuan Frans dan menatap suaminya saja, Frans mengelap wajah Raisa.
"tadi dia datang kan? ". tanya Frans serius.
"iya mas". jawab Raisa
"kenapa kamu menemuinya hmm? ". tanya Frans
"maaf mas..! dia terus berteriak dan aku takut Mommy dan yang lainnya tidak nyaman karna dia". jawab Raisa dengan nada sangat berhati-hati.
Frans menghela nafas panjang, "kamu tenang saja sayang.. ! aku akan atasi dia dengan cepat".
__ADS_1
Raisa menatap Frans dengan bingung tapi Frans memeluknya memberi ketenangan pada Raisa semua akan baik-baik saja.
malam hari di Ruang tamu.
"lempar saja dia ke Pulau itu Frans". titah Varel
"kalau abang bisa lakukan saja". kesal Frans
"kenapa? ". tanya Varel
"kamu masih menyukainya? ". tanya Varel menyelidik
"ciih...! tidak..!". jawab Frans.
"lalu kamu apakan wanita tidak tau malu itu? bahaya jika dibiarkan". ketus Varel
Frans terkekeh, "aku akan buat dia gila dan diseret ke Rumah Sakit Jiwa".
"hmm..! boleh juga". senyum tipis Varel.
benar saja baru beberapa hari berlalu, Erin benar-benar sudah berada di Rumah Sakit Jiwa, Frans membuat Erin gila sama dengan Eric yang juga Gila di Rumah Sakit yang sama.
Raisa melongoh melihat berita di layar ponselnya Erin masuk Rumah Sakit Jiwa, bahkan melukai seorang wanita yang hamil mengatakan wanita itu adalah Raisa yang merebut Kekasihnya.
"Jal*ng...!!!! kau hamil anak siapa hah?? Frans milikku...! kau tidak ada cantiknya sama sekali, tubuhku jauh lebih sempurnaaaa! ". jerit Erin di penggalan Vidio yang tersebar di Sosmed.
beruntung wanita itu cepat diselamatkan, entah bagaimana cara Frans bisa membuat Erin benar-benar menjadi Gila tapi Raisa tidak mencurigai suaminya malah berpikir Erin stres karna Frans sudah punya Istri.
di kamar Varel dan Shila.
"hebat juga si Frans". kekeh Varel
"kenapa sayang? ". tanya Shila masuk kebalik selimut yang sama dengan suaminya.
Varel menunjukkan Vidio yang tersebar di Sosmed pada Shila, Shila menjatuhkan rahangnya.
"itu perbuatan Frans? ". tebak Shila tak percaya
"hmm". jawab Varel.
"dia tegas juga ya? tidak bertele-tele langsung masukkan ke Rumah Sakit Jiwa". gumam Shila bergidik.
Varel tertawa lalu memeluk Istrinya dengan penuh cinta, kedua anak kembar mereka sudah tertidur pulas dikamar masing-masing.
"mau makan apa sayang? ". tanya Varel.
"hmmm? tidak ada sayang badan aku pegal-pegal". jawab Shila.
Varel seperti biasa selalu memanjakan Istrinya tanpa ragu memijit bahu Shila, sementara di Kamar Frans dan Raisa juga sama bedanya Frans tidur dipangkuan Raisa yang membelai kepala Frans dengan lembut.
"tidurlah suamiku..! aku tidak akan meninggalkanmu seperti wanita itu meninggalkanmu". batin Raisa tersenyum lembut menatap suaminya yang terlelap dipangkuannya.
.
.
__ADS_1
.