Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
khawatir


__ADS_3

.


.


Varel menggenggam mesra tangan Shila sementara Shila hanya tersenyum ke arah Varel, mereka bergandengan tangan keluar dari kamar menuju meja makan.


"Tante.. Om? ". sapa Shila dengan ramah


"kapan manggil Mommy dan Papinya sayang? ". tanya Jessy


Shila terdiam lalu tersenyum malu, "Shila masih belum terbiasa Tante.. hehe.."


"ya sudah... jangan hiraukan perkataan Tantemu ini nak, ayo makan..! kita sarapan bersama". ajak Ramon


Varel membukakan tempat duduk untuk Shila, bukannya Shila yang melayani Varel posisinya terbalik Varel-lah yang mengambilkan segala sarapan untuk Shila.


"sayang kamu suka coklat kacang kan? ini selainya dan itu taburannya, semua ini favoritmu sayang". Varel mengelus lembut kepala Shila


"issh.. om ". Shila tersenyum kikuk ke Jessy yang berbinar dan Ramon yang hanya melirik dengan senyuman saja.


"kamu suka coklat kacang sayang? kenapa mommy tidak tau? ". tanya Jessy


"mom..! jangan menggoda gadisku!". peringatan Varel dengan datar.


"hei.. kau anak nakal jangan berbicara seperti itu pada istriku..! ". Ramon tak kalah datar


Shila menatap Ramon dan Varel begitu juga Jessy yang melakukan hal yang sama, Shila bangkit dan Jessy juga mereka malah bergandengan tangan berjalan meninggalkan meja makan.


"mau kemana sayang? ". tanya Ramon dan Varel serentak


"cari kecoak!". jawab Jessy dan Shila serentak pula


Ramon menggaruk-garuk kepalanya sedangkan Varel berdecak meletakkan kembali sendoknya tak berselera makan karna kekasihnya meninggalkannya padahal tadi mereka masih baik-baik saja.


"ini gara-gara Papi". kata Varel dengan delikan tajamnya


"kenapa kau malah menyalahkanku anak nakal? apa kau tidak ingat siapa yang memulainya terlebih dahulu heh? kau mengatai ibumu sendiri". ketus Ramon tak terima disalahkan


"jadi maksud Papi aku yang salah? ". tanya Varel berubah dingin


"tentu saja kau yang salah, jadi menurutmu Papi yang salah? ". ketus Ramon dengan acuh


Varel berdiri dari duduknya dan berjalan menuju dapur, Ramon pun tak mau kalah, mereka sempat-sempatnya bercekcok mulut dengan aura dingin saat menuju dapur mengikuti pujaan hati masing-masing.

__ADS_1


.


.


Varel bekerja seperti biasa sementara Shila juga berkarir, berkat filmnya itu Shila banyak mendapatkan tawaran iklan dimana-mana, ia tanpa ragu memberikan kontrak iklannya kepada teman-teman PI nya tapi tetap membintangi iklan tersebut alias bersama-sama.


semua yang melihat dan menonton Shila tentu tau artinya, Shila tidak ingin menjadi artis tenar sendiri, ia malah senang berbagi ketenaran dengan teman-temannya itulah penyebab dirinya begitu disenangi oleh rekan kerjanya.


di Perusahaan Fox Group


"apa kau sudah dapatkan orang itu Nan? ". tanya Varel bahasa teman


"belum Tuan, sepertinya dia orang yang pernah dekat dengan anda, apa anda memiliki teman yang kini menjadi musuh Tuan? ". tanya Nando


"mana ada..! kapan aku punya teman? bukankah kau tau kita selalu bersama bukan?". Varel


Nando tampak berpikir dan membenarkan kata-kata Varel, "siapa ya Pria itu? dia juga memiliki kekuasaan Tuan, walaupun tidak besar tapi dia bisa bersembunyi dengan baik".


Varel berdecak, "kau cari tau itu Nan..! aku tidak mau duplikat mobilku itu mengambil milikku".


"maksud Tuan? ". tanya Nando


"bukankah itu sudah terlihat jelas? dia membeli mobil yang sama denganku, plat mobilnya juga sama dan mengikuti kekasihku apa kau tidak bisa menebak dia menginginkan Maharaniku?". Varel


Nando melebarkan matanya, "Tuan..? saya akan cari lebih detail". Nando segera keluar dari Ruangan Varel terburu-buru


Vivi saja manager sekaligus temannya Shila tidak bisa mengontrol gadis polosnya itu apalagi bodyguard nantinya, yang ada kekasihnya akan terus saja main kabur-kaburan hingga Shila semakin tidak ter awasi tentu hal itu semakin membahayakan bagi Shila.


"pengawal bayangan? apa ada ya? tapi aku tidak bisa ceroboh..! bagaimana jika Pengawal itu mata-mata? ". Varel bergumam mengocehi masalah yang kini sedang dihadapi olehnya.


Varel cukup kesulitan mempercayai seseorang, hal itu yang membuatnya sering meragukan setiap orang yang datang padanya.


sementara di tempat lain Shila mengerutkan keningnya saat seseorang mengatakan Shila harus menemui dia.


"kenapa aku harus menemuinya? apa Om Raffan? tapi setauku tidak pernah melihatmu bekerja di tempat om Raffan? siapa kamu? ". tanya Shila


"saya pekerja baru Nona..! ". ujar pria itu dengan sopan


Shila mengedarkan pandangannya karna ia merasa memang tidak mengenal pria ini tapi mengapa ia bersikeras mengatakan bahwa dirinya bekerja dengan Varel.


sejak saat dirinya di ikuti oleh mobil yang mirip dengan milik sang kekasih, Shila menjadi sering mencurigai siapapun.


"ya sudah.. ! kau keluarlah..! aku harus selesaikan iklan ini lebih cepat dan menyusulmu, tunggu di mobilku". pinta Shila

__ADS_1


pria itu mengangguk percaya lalu pergi dari sana menuju mobil Shila.


Shila berlari kecil ke pintu Ruangannya lalu menguncinya rapat-rapat, Shila meraba ponselnya dan menelfon Varel.


Om Raffan ❤, nama Kontak Varel di Ponsel Shila.


"Om? ". sapa Shila berbisik


"iya sayang? kamu merindukanku? ". tanya Varel ditengah rapat tanpa peduli karyawannya tengah menatap ke arah Varel dengan tatapan tak percaya, iri, kagum dan lainnya.


"aku dapat kabar dari seorang pria katanya aku harus menemui Dia, apa om menyuruhnya untuk ku? ". tanya Shila dengan serius dan berbisik


"apa..? dia membawa namaku sayang? ". tanya Varel berdiri dari duduknya mengebrak meja seketika


"bukan om yang nyuruh? ". tanya Shila serius


"jangan ikuti orang itu sayang, aku akan segera menyuruh seseorang mengikuti pria itu, apa kamu tau dimana dia sekarang? ". tanya Varel berusaha setenang mungkin karna jika ia marah Shila bisa takut padahal marahnya bukan pada Shila melainkan pada orang itu.


"dia di mobilku om". jawab Shila


tok.. tok.. tok


"Shilaaa..? kenapa pintunya di kunci? ". protes Vivi di depan Ruangan Shila


"iya...iya.. bentar Kak". teriak Shila


"udah om..! aku harus syuting cepatlah datang!". Shila mematikan panggilan telfonnya dengan cepat.


Varel dengan cepat meninggalkan Ruangan rapatnya, Nando segera mengatasinya lalu berlari menyusul Varel.


"ada apa ini? apa Pria misterius itu juga? sebenarnya apa mau Pria itu? ". batin Nando penasaran


Shila syuting seperti biasa, dan tak lama kemudian Varel datang dengan penampilan culunnya bersama dengan Nando yang memakai wig panjang serta kacamata hitam.


Shila yang mengenal Varel segera memberi kode untuk masuk ke Ruangan belakang setelah selesai syuting.


Varel mengunci Ruangan belakang yang ternyata adalah gudang, "sayang..? Maharani kamu benar tidak apa-apa? ". tanya Varel dengan khawatir


"tidak Om..! aku tidak apa-apa". jawab Shila mengelus lengan Varel yang memegang pipinya.


Varel berdecak, "maaf sayang..! baru kali ini aku merasa tidak berguna, aku berusaha mencari pelakunya tapi tidak ada tanda-tanda sama sekali".


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2