Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
menjual


__ADS_3

.


.


.


"maafkan aku ya sayang". ucap Varel masih memeluk Shila dengan erat mencium aroma tubuh istrinya.


"kenapa suamiku? kenapa minta maaf? ". tanya Shila lembut.


"aku hanya ingin membiarkanmu istirahat panjang, aku tidak mau mengganggumu tapi gara-gara parfum sialan itu aku malah membangunkanmu". gerutu Varel


Shila tertawa, ia benar-benar gemas dengan tingkah suaminya, biasanya Varel bersikap kekanakan Shila akan menjadi wanita dewasa yang begitu juga sebaliknya, mereka saling melengkapi satu sama lain.


"ya sudah..! sekarang lepaskan pelukannya suamiku, bukankah tadi suamiku minta baju-bajunya dibuang? parfumnya juga". kata Shila


"hmm". dengan enggan Varel terpaksa melepaskan pelukannya dari Shila.


Varel mengekori Shila yang pergi ke Ruang ganti baju, ia menutup hidungnya seolah Shila sedang mengumpuli bangkai tikus saja.


"ini semuanya dibuang suamiku? yakin? ". tanya Shila


"iya sayang.. iya.. buang aja, anak kita tidak suka bau nya". racau Varel dengan hidung tertutup.


Shila tertawa cekikikan, dengan senang hati ia mengumpulkan semua nya dan memasukkan semua pakaian mahal Varel di dalam koper, tapi tidak muat ia kumpulkan saja bajunya di lemari kaca yang didalamnya berisi jam tangan limited Varel dari berbagai negara.


.


.


.


Varel berangkat kerja dengan baju kaos saja dipadu celana bahan, sungguh lucu tapi anehnya mengapa Varel yang mengenakannya sangat fashion?


"Tuan muda". seorang wanita yang berpakaian seksi mendekat, bukan maksud apa-apa tapi perempuan itu adalah pekerja Varel


"Tunggu...! ". Varel menahan dengan tangannya diudara


wanita itu mematung, bola matanya melirik ke kiri dan kekanan, "i.. iya Tu an? a.. apa saya melakukan kesalahan? ".


"aku sedang ngidam karna istriku, jadi ganti bajumu jika ingin menemuiku, aku benci bau parfummu yang menyengat hidungku". kata Varel menutup hidungnya lalu meninggalkan wanita itu dengan langkah terburu-buru.


"eeh..?". wanita itu mengendus-ngendus tubuhnya sendiri.


"ada apa Cis? ". tanya teman Yucis yang dikatakan bau oleh Varel.


"nggak tau ! aku pakai parfum biasa tapi Tuan Varel bilang parfumku sangat bau". jawab Yucis


"tadi aku dengar Tuan Muda bilang sedang Ngidam karna Istrinya, itu artinya Nona Shila sedang hamil? dan Tuan Muda yang merasakan morning sickness nya? ".


"waaahhh!! mereka saat ingin memiliki keturunan pun sangat manis".


"kok bisa? selama ini aku hanya tau-tau dari TV saja, aku belum pernah lihat didunia nyata".

__ADS_1


"sudahlah..! ayo kembali bekerja...! aku harus pulang dulu ganti baju ya? berkas ini sangat penting, jadi aku harus memberikannya dengan cepat". kata Yucis


Yucis tak marah dengan kata-kata Varel yang mengatakannya bau, karna sudah tau kalau orang hamil memang sensitif dengan bau padahal parfumnya tidak bau sama sekali, kalau memang bau busuk tidak mungkin parfum itu diciptakan bukan?


Varel bekerja seperti biasa, sesekali ia hanya menegur karyawan-karyawannya yang memakai parfum, Varel meminta mereka untuk tidak memakai parfum selama 10 bulan kedepan.


sementara ditempat lain


Shila dibantu Vivi,Jessy, Ramon dan Diani membawa


kardus-kardus, koper berisikan baju-baju Formal milik Varel, mereka akan melelang pakaian Varel dan uang nya diberikan ke Panti Asuhan.


.


.


"benar-benar banyak uangnya mom". senyum manis Shila


Jessy mengelus kepala Shila, "kamu pegang uangnya sayang! jangan terlalu lelah ya?"


Ramon kembali membawa air dingin dan diberikan pada Vivi yang duduk dengan kaki diluruskan, Diani mengipas-ngipasi Vivi.


"terimakasih Pi..! ". ucap Vivi dengan senyuman lebarnya.


"iya nak..! jangan terlalu lelah atau Ariel akan mengibarkan bendera perang pada kami". kekeh Ramon


Vivi nyengir kuda saja, Diani dengan cepat membukakan botol minuman nya dan memberikannya pada Vivi.


Ramon pergi ke Shila,


"iya, kenapa kamu bertanya begitu? ". tanya Vivi


"Nona Shila sangat cantik Nona". jawab Diani tersenyum tipis


"ya iyalah, dia artisku, uangku, adik kesayangan keduaku, karna nya aku mendapatkan Pria yang sempurna". jawab Vivi tersenyum bahagia melihat Shila disayang oleh Ramon dan Jessy.


"saya iri dengan persahabatan Nona dan Nona Shila". jawab Diani membuat Vivi menoleh padanya.


ini pertama kalinya Diani mengatakan apa yang ada dipikirannya.


"iri? kenapa? ". tanya Vivi


"Nona memiliki sahabat yang sangat cantik, tidak pernah iri satu sama lain malah saling mengerti dan saling menyayangi". kata Diani


Vivi semakin tidak mengerti, "apa kamu punya masalah dengan keluargamu? saudaramu? ".


Diani tersenyum saja menghapus air matanya, hal itu membuat Vivi yakin kalau Diani diam-diam punya masalahnya sendiri, padahal Diani sangat menyebalkan tanpa diduga ada sisi rapuh juga dibalik sifat itu.


"Nona Shila dan Nona Vivi tidak pernah saling iri satu sama lain, walaupun Nona Vivi tau Nona Shila sangat cantik tidak ada rasa iri sedikitpun dihatinya, bahkan dengan bangga mengatakan betapa cantiknya artisnya itu, berbeda denganku". batin Diani tersenyum pahit.


Vivi melihat itu hanya mengerutkan keningnya saja melihat senyum Diani yang terlihat menyimpan luka.


"apa dia anak Broken home? ". batin Vivi

__ADS_1


"sayang? ". panggil Jessy


"eehh? ". Vivi nyengir ke Jessy


"kak Vivi ngapain disitu? perlu aku yang kesana Nyonya Ariel? ". canda Shila


Ramon tersenyum menggeleng kepalanya, Jessy terkikik sedangkan Vivi tertawa malu berdiri tegak dibantu Diani mendekati Shila.


"baju-baju Tuan Varel laku banget ya Shil, apa tidak sayang, lalu suamimu pakai apa jika di jual semua?". kekeh Vivi


"dia yang memintaku membuang bajunya, dari pada dibuang lebih baik aku jual saja". jawab Shila yang otaknya ketularan Suryo yaitu otak bisnis.


"eeh...? apa papa tau kamu hamil Shila? ". tanya Vivi tiba-tiba


"hah?? aku lupa ngabarin Papa, iih.. ini karna om Raffan, dia muntah-muntah aku jadi panik dan lupa semuanya". gerutu Shila


Jessy dan Ramon tertawa cekikikan saja.


.


.


"terimakasih Nona, Nyonya, Tuan atas bantuannya". ucap Ibu Oci yang seorang pengurus Panti


"sama-sama bu". jawab Shila dan Vivi bersamaan, yang lain tersenyum saja.


Oci berbicara dengan Jessy dan Ramon mengenai Anak-anak panti.


Shila buru-buru permisi dan mengangkat Panggilan Suryo.


"nak..? papa mimpi melihat surga, apa kamu ada berita bahagia nak? ". tanya Suryo hingga Shila menganga lebar.


Papanya sudah punya firasat bahwa Shila tengah mengandung, dengan malu-malu Shila menjawab.


"iya Pa.. cucu-cucu yang Shila janjikan untuk Papa sudah hadir diperut Shila".


betapa senang dan terharunya Suryo diujung telfon, ia buru-buru mengatakan akan datang ke Mansion tempat tinggal anaknya itu.


"iya pa..! hati-hati Pa..! papa jangan nyetir sendirian". Shila


tut.. tut.. tut..


Shila menatap layar ponselnya lalu tertawa sambil Geleng-geleng kepala, "Papa bahagia sekali". gumam Shila senang mengelus perutnya.


Shila baru menyadari perutnya memang agak menonjol, "bodoh sekali Mommy tidak menyadarinya sayang? Mommy pikir karna makan Mommy terlalu banyak jadi perut mommy buncit, untung saja mommy tidak berolahraga kemarin-kemarin itu". celoteh Shila menatap perutnya.


mana tau Shila tengah mengandung karna ia tidak ada tanda-tanda sama sekali, hanya suaminya yang merasakan kehadiran bayinya.


"Mommy harap anak mommy jangan nakal ya? jangan terlalu menyusahkan Daddy kalian yang sedang mencari uang buat kita". oceh Shila dengan senyum lebarnya mengelus perutnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2