Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
kenapa kabur?


__ADS_3

.


.


"kalau begitu kenapa abang tidak mengatakannya pada Mommy? lihatlah mommy begitu panik". Frans tanpa ragu memukul bahu Varel


Varel menoleh ke Frans lalu melirik situasi.


"kenapa kakak ipar bisa kabur dari Mansion ini bang? apa kurangnya Mansion ini coba?? semua yang dia butuhkan ada! apa abang tidak bisa menebak kakak ipar sangatlah unik? aku benar-benar gemas bang". Frans


"itu sebabnya kau tertawa? ". tanya Varel dengan malas.


"tentu saja..! dia menghilang saja mommy panik dan Papi juga keliatan kebingungan menenangkan mommy, jelaskan pada mommy bang". Frans


Varel menghela nafas panjang, baru kali ini kehadiran 1 manusia bisa membuat Keluarga mereka yang dulunya harmonis kacau karna seorang gadis berumur 20 tahun itu.


seperti Ramon yang tidak bisa tidur bersama Jessy karna Jessy lebih memilih Shila, Varel yang ingin menghancurkan Shila tapi takut Mommynya malah menganggapnya tidak ada (diabaikan), Frans pulang dari tur nya karna bujukan Jessy dengan alasan Shila, sekarang Shila hilang pun Jessy yang paling heboh hingga semua pelayan pun mondar-mandir mencari Shila.


"bagaimana kalian bisa kehilangan jejaknya? apa dia tidak lewat pintu gerbang tadi? ". tanya Jessy pada kedua satpam nya.


"mom? ". sapa Varel.


"Varel? kamu cari Shila nak..! mommy tidak bisa tenang sebelum tau dia baik-baik saja". pinta Jessy


"mom.. dia itu tidak betah di sini, dia lebih menyayangi Papanya yang sedang sakit itu". jelas Varel membuat Jessy terdiam


"mom? ". Varel memegang bahu Jessy


Jessy melihat ke arah Varel, "apa dia memang tidak betah disini? ".


"mom..! tidak semua perempuan bisa didapatkan secara instan mom, dia sangat sombong dan arogan, mommy harus mengerti dia jika mommy suka padanya yang bar-bar itu". Varel


Jessy tertawa seketika, "iya.. dia memang unik dan berbeda, mommy harus lebih sabar lagi kan? ".


Varel mengangguk dan Frans berjalan mendekati Varel lalu memegang kening Varel dengan tatapan takjub.


plak..!


Varel menepis tangan Frans dengan tatapan tajamnya,


"abang? abang mengerti Kakak ipar? woww..! mom". pekik Frans


"ck...! aku hanya menghibur mommy". acuh Varel melenggang pergi meninggalkan mereka semua.


Frans membubarkan semua pelayan juga satpamnya, lalu memegang bahu Jessy membawanya duduk disofa.


"mommy udah lebih baik? ". tanya Frans membuat Jessy tersenyum dan mengangguk.


"apa yang Frans tebak benar kan mom? ". bisik Frans

__ADS_1


Jessy melihat ke atas, dimana Varel sudah tak terlihat lagi olehnya.


"abang tu tertarik dengan Kakak ipar mom! cuma harga dirinya masih tidak ingin tercoreng". bisik Frans


"kamu selalu bepergian kemana-mana, lalu kenapa bisa begitu yakin Abangmu tertarik pada Shila? ". ejek Jessy yang tau Frans tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Varel.


"mom? Frans ini Pria, Frans sangat kenal abang tidak akan mau disentuh perempuan manapun, tapi lihatlah kelakuan abang saat Kakak ipar memegangnya, biasa saja tidak ada ekspresi dingin dan marahnya sama sekali". jelas Frans


Jessy menonyor kening putranya, "itu pun mommy tau nak..! ". kekehnya geli


"Huh... sayang sekali Frans juga mau dengan kakak ipar, kami sebaya kan mom? ". decak Frans menyesali diri


"apa kamu mau terlibat cinta segitiga dengan abangmu? ". tanya Jessy


"no... no.. no.. tidak mom..! Jangan karna perempuan hubungan abang adik kami yang memang terjalin selama 20 tahun Frans hidup hancur seketika, Frans tidak sebodoh itu". elak Frans membuat Jessy tertawa.


"lagian siapapun yang bersaing dengan abang tidak akan pernah menang". decak Frans lalu tertawa seketika dan Jessy pun ikut tertawa.


.


.


ke esokan harinya


Varel menghadiri acara penting Perusahaan dan mengundang Shila sebagai dewi kecantikan tahun ini, Shila ditunjuk menjadi pembawa acara di tempat itu.


Varel memperhatikan gerak-gerik Shila yang begitu pandai berbicara dengan tutur katanya yang sopan dan lembut.


Shila tampak terdiam saat ia harus menyebutkan 1 nama pengusaha ternama yang harus maju ke atas panggung menyampaikan sepatah dua kata.


"ada apa Nona? apa anda tidak mau menyebut nama kekasih anda? ". bisik seorang Pria yang juga seorang pembawa acara bersama Shila.


"hah? sejak kapan? ". bisik Shila dengan kaget


"apa kamu tidak lihat sosmed? ". bisik Pria tampan itu.


Shila melihat para tamu undangan tengah menatap Shila dengan berbagai macam ekspresi.


"apa yang mereka ketahui? kenapa kak Agus tidak memberi tauku apa-apa? ". batin Shila tersenyum manis berusaha menutupi perasaan bingungnya itu yang tidak tau apa-apa.


"ayo sebut..! ". pinta MC tampan yang menjadi rekan kerja Shila saat ini.


Shila pun akhirnya menyebut nama Varel yang panjangnya melebihi nama normal pada umumnya.


"namanya panjang sekali? ". batin Shila mengumpat.


Varel berdiri dan Nando tampak membenarkan jas Varel lalu berjalan mengikuti Varel dari belakang.


setibanya diatas panggung, Varel mendekati Shila hingga gadis cantik itu melihat kiri-kanan dengan panik karna terlalu banyak orang tidak mungkin Shila meninju Varel.

__ADS_1


Varel merampas mic nya, lalu mematikan mic Shila dan berkata.


"kau berhutang penjelasan padaku!". kata Varel membuat mata Shila melebar kaget.


"aku tidak punya hutang apapun". bisik Shila.


"kita bahas nanti! ". ucap Varel lalu berjalan ke arah mimbar dan Nando menunduk sopan pada Shila yang tersenyum canggung.


saking kagetnya Shila karna permintaan Varel malam itu membuat Shila melupakan hadiahnya yang bisa meminta apapun pada Varel jika ia menuruti permintaan Varel.


"ada apa ini? kenapa kepalaku terasa panas? apa yang dipikirkan mereka semua? oh.. tolonglah..! jangan berpikir macam-macam, Aku tidak mungkin menyukai Pria yang tidak punya Etika sama sekali". batin Shila


Varel berpidato singkat sebab dirinya telah resmi diangkat menjadi CEO Muda Fox Group, dan hari ini hanya perayaannya saja.


Ramon telah mempercayai Varel menjadi penerusnya, sebelumnya Varel masih dalam masa percobaan tapi kini ia telah resmi menjadi pemimpin Fox Group.


.


.


dibelakang panggung, kamar ganti Shila.


Agus membekap mulutnya saat pintu dibuka ada Varel bersama Nando masuk ke Ruangan Pribadi Shila, Shila melihat dari cermin lalu segera berbalik melihat Pria tampan itu.


"ada apa om? ". tanya Shila ketus


"sudah aku bilang jangan panggil aku Om, sejak kapan aku menikahi tantemu". balas Varel dengan ketus juga mendekati Shila dan duduk di tempat meja rias Shila sambil bersidakap dada.


"ck..! ". Shila memutar bola matanya dengan jengah.


Shila satu-satunya perempuan yang berani melawan Varel, tapi Varel tidak marah karna ia tidak bisa melawan Mommynya, lama kelamaan Varel jadi terbiasa dengan sikap tak sopan Shila itu.


Nando meminta Agus untuk ikut bersamanya, dengan linglung Agus mengikuti Nando.


"jadi gosip itu benar? ". batin Agus menjerit.


"kenapa kau kabur? ". tanya Varel


"aku tidak mau menangis". jawab Shila


Varel menautkan kedua alisnya, "menangis? ". beo nya


"iya..! aku kehilangan ibuku saat umur 7 tahun om, jadi ya begitulah". jawab Shila dengan santai sambil menambah pemerah pipinya dengan tenang tanpa rasa gugup ditatap pria setampan Varel.


Varel menatap Shila dengan serius, "kau juga bisa sedih ya? aku fikir tidak". ejek Varel


"ya iyalah aku kan manusia om". ketus Shila.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2