
.
.
"kalau begitu Tante akan tawarkan kamu pekerjaan yang lain, Kamu tau Hotel Tante kan sayang? kamu mau jadi bintang iklan nya? ". tanya Jessy
"boleh Tante". jawab Shila tersenyum lebar
"baiklah..! tante akan terima usulan kamu dengan meminta Navira menjadi bintang iklan Restaurant Tante!". balas Jessy tersenyum manis
"terimakasih Tante". ucap Shila memegang tangan Jessy
Jessy tersenyum dan mengangguk lalu melihat ke arah Varel yang dengan cepat melihat ke arah lain karna tak sengaja bersitatap dengan mommynya yang galak.
.
ke esokan harinya.
Navira mendatangi Ruangan Shila dan memeluk Shila seperti adiknya sendiri.
"kenapa kak? ". tanya Shila dengan polos
"kakak dengar kamu memberikan iklan itu pada kakak ya? apa benar Shil? ". tanya Navira
Shila tersenyum lebar, "Shila bukan kasihan sama kakak tapi Shila memang mau libur dihari itu, kakak jangan merasa terbebani ya?".
"tapi bagaimana denganmu Shila? seharusnya hal ini kamu tau akan membuatmu semakin terkenal kan?". tanya Navira serius
"aku udah terkenal kak..! lagian aku tidak berminat makan-makanan mahal itu.. hehehe.. kan kakak tau aku cuma suka masakan kampung". cengir Shila membuat Vira tersenyum lalu kembali memeluk Shila.
"kamu baik sekali Shila.. kakak janji akan memberikan kamu hadiah spesial nanti". kata Vira
Shila terkekeh, "baiklah..! kakak belikan aku oleh-oleh dari Eropa ya?? awas aja kakak tidak ingat aku". kata Shila
Shila memang paling bungsu dan paling kecil umurnya diantara semua sang Juara PI tapi bagi mereka Shila lah yang lebih mulia karna tidak serakah akan ketenaran.
mereka belajar dari Shila, itu sebabnya mereka sangat menyayangi Shila seperti adik kandung mereka sendiri.
.
"Shila? kenapa kamu memberikan iklan itu padanya? aku yakin setelah ini dia akan semakin terkenal di luar negri". Vivi
Shila tersenyum, "dia memang ingin menjadi model internasional kak..!"
"kamu tidak? ". tanya Vivi
"aku Model lokal saja sudah senang". jawab Shila dengan santai membuat Vivi menganga
"aku harap mereka akan tetap baik padamu Shila, kamu terlalu bodoh memberikan peluang keberhasilanmu pada orang lain". gerutu Vivi
"kakak ini bicara apa sih? masa iya aku terima ini dan itu, yang ada indonesia akan bosan melihatku saja yang muncul-muncul diTV". omel Shila
__ADS_1
Vivi menjatuhkan rahangnya, "apaa? "
Vivi tidak percaya Shila yang memiliki kecantikan bak dewi itu bisa insecure muncul di publik terus-terusan, siapa yang bosan melihat wajah Shila? hanya orang gila yang bisa berpikir seperti itu.
.
di tempat lain
"kamu dengar kan Rel? Shila bagaimana? dia sangat tulus, itu sebabnya mommy sangat menginginkan dia menjadi menantu mommy". kata Jessy dengan senang
Varel menarik nafas panjang, "tulus dari mana? dia hanya bocah polos yang bodoh". ketus Varel
Jessy menggeleng kepalanya mendengar kata-kata ketus Varel,
"dia memang polos tapi dia bukan bodoh nak! dia memikirkan perasaan orang lain, bahkan dia tidak haus dengan ketenaran? ck.. biarkan saja dia terkenal atau tidak akan tetap menjadi menantu mommy". Gumam Jessy
"setelah mendengar kebodohannya pun mommy tetap ingin dia menjadi menantu mommy". decak Varel
Jessy mengabaikannya saja, ia semakin yakin 1000% Shila adalah menantu yang sangat pantas untuk putranya yang keras dan arogan ini.
.
.
malam harinya.
Shila menghadiri acara Awards, kedatangan Shila disambut banyak wartawan saat di red carpet, mereka semua menanyakan hubungan Shila dengan Varel.
Shila tidak menjawab hanya tersenyum dengan ramah sambil menangkupkan kedua tangannya,
di tengah acara yang sangat meriah itu, Shila melihat semua tempat sangat penuh dan PI juga hadir semua karna di undang, mereka melambai-lambai ke arah Shila yang tersenyum manis saja.
iri? wajar saja mereka iri pada Shila, tapi ketulusan dan kebaikan Shila menyadarkan mereka bahwa Shila tidak begitu buruk, malah mau berbagi ketenaran dengan mereka.
Vivi muncul lalu berbisik di telinga Shila hingga membuat gadis dengan penampilan seperti Tuan Putri itu menoleh ke arah Vivi.
"maksud kakak? aku duduk disamping Om Varel? ". bisik Shila
"O.. Om?". beo Vivi
"dimana tempatnya? ". tanya Shila dengan malas
"disana! jajaran terdepan". jawab Vivi yang masih bingung dengan panggilan Shila.
seorang Penguasa Fox Group yaitu Tuan Muda Varel yang umurnya masih 26 tahun dipanggil Om oleh Shila, bukankah itu lucu dan tidak cocok.
Shila melihat ke arah tunjuk Vivi dan ada Nando disana tengah menunduk sopan padanya, tundukan hormat Nando sudah menjelaskan keadaan bahwa ada hubungan spesial antara Shila dan Varel.
"kenapa kau menunduk padanya? apa dia tuanmu? ". tanya Varel dengan tatapan tajamnya.
"Saya menghormati Nona kecil karna disayangi oleh Nyonya Besar dan Tuan Besar, Tuan Muda". jawab Nando dengan enteng hingga Varel tak bisa berkata-kata karna Shila memang disayang oleh kedua orangtuanya.
__ADS_1
"bos mu itu aku atau orangtuaku? ". tanya Varel mengintimidasi
"bos saya anda tapi atasan anda prioritas saya Tuan Muda". balas Nando membuat Varel kembali menatapnya dengan dingin.
Nando mempersilahkan Shila duduk disamping Varel.
"ck.. bocah". decak Varel
Shila mencoba untuk tersenyum lalu menginjak sepatu mahal Varel hingga mata Pria tampan itu semakin melototinya.
sakit? tentu saja tapi yang membuat Varel tak terima adalah Sepatu itu buatan khusus negara AS untuknya dan hanya 1 di dunia,
"hei.. kau..? ".
Shila membekap mulut Varel lalu tersenyum manis ke arah tamu dan jajaran tempat duduk Varel.
Vivi menahan senyum saja melihat tingkah mereka, ia sangat beruntung bekerja dengan Shila.
.
.
acara di mulai, semua penyanyi papan atas lulusan terbaik dari ajang pencarian bakat diundang diacara itu, ada yang masih muda curi-curi pandang ke arah Varel namun tidak tertangkap kamera.
"apa yang menarik dari om mulut jahat ini? mereka bodoh sekali hanya tertarik dengan wajah tampan saja". batin Shila berdecak
Shila memenangkan Awards sebagai model pendatang yang terpopuler, semua PI memberi tepuk tangan meriah pada Shila.
kecantikan Shila di sorot dekat oleh sutradara Awards saat memberi pidato singkatnya, mereka berteriak memuji kecantikan Shila.
Vivi melihat saja ekspresi Varel yang tersenyum tipis melihat wajah Shila disorot dekat, mata Vivi melebar sempurna
"haha.. berarti gosip itu benar.. bisa saja Tuan Muda tertarik pada Shila.. Shila kan sangat unik". batin Vivi beralih ke Shila.
baru beberapa hari bekerja dengan Shila saja, Vivi tau Shila gadis yang baik walau masih Was-was takut memancing amarah Shila, karna gadis baik pun punya batas kesabaran.
.
"om? ". bisik Shila
Varel melirik ke Shila
"dingin..! " rengek Shila melihat jas Varel dengan pandangan berbinar
Varel menatap tajam ke Shila, "kau berani meminta jasku? ".
"om mau aku sakit? nanti aku kaduin Tante bagaimana? kalau aku sakit om juga yang repot". ancam Shila menyeringai
Varel berdecak, ia terpaksa memberikan Jas luarnya pada Shila karna sebelum berangkat Varel dapat peringatan oleh Jessy harus menjaga Shila dengan baik diacara malam ini.
.
__ADS_1
.
.