Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
arti saudara


__ADS_3

.


.


.


"sekarang katakan tujuan kalian! aku sangat sibuk". kata Varel


"ckkk..! kau fikir aku tidak sibuk". ketus Ariel


"sudah-sudah.. kalian selalu bertengkar, bantu cari Perusahaan untuk Frans". pinta Frans serius


"kau mau buka Perusahaan apa Frans? aku tau kau tidak tahan dengan komputer". ledek Varel


"abang tidak tau saja kalau Frans tidak tahan dengan nol uang yang kalian hitung, dan juga rencana-rencana untuk berhasil, Frans tidak cocok dibidang itu". jawab Frans serius.


"lalu buka Perusahaan apa? ". tanya Varel


"Game". jawab Ariel


"kenapa buat Perusahaan Game? kamu mau dituntut oleh orangtua anak-anak yang kecanduan game heh? ". kekeh Varel


"abang, sejak kecil Mommy dan Papi sangat sibuk, selalu saja meminta Frans didalam kamar walaupun dibelikan mainan mahal seharga ratusan juta pasti ada rasa bosan karna tidak menantang, jujur saja Game yang membuat hari-hari Frans lebih bersemangat". kata Frans


"maksudmu? ". tanya Ariel


"sejak kecil sampai umur 17 tahun Frans selalu didalam Rumah Bang, bahkan dikamar, belajar pun harus dirumah tapi saat Kuliah itulah pertama kalinya Frans merasakan bahagianya berada di luar Rumah". jelas Frans


"itu semua demi kebaikanmu Dek! ". kata Varel yang cukup tertegun Frans memiliki sisi rapuhnya sendiri.


"iya bang, itu sebabnya Frans senang berpetualang". kekeh Frans


"iya.. kau suka kebebasan karna sering dikurung". Ariel mengusap kepala Frans


"bukan dikurung, bahasamu kasar sekali". peringatan Varel ke Ariel


"lalu apa namanya? jangan bilang dikunci? ". seringai Ariel.


"kau tidak tau alasan Mommy dan Papi selalu menyembunyikannya karna tidak mau ada musuh Papi tau tentangnya". kesal Varel


"apapun itu hidupmu yang paling enak". ledek Ariel


"enak saja, aku harus lebih kuat dan kejam, demi mendapatkan kepercayaan Papi aku harus magang di Perusahaan Papi, didikannya bukan enak". Varel tak terima hidupnya dibilang paling enak.


"sudah.. sudah.. kenapa kalian jadi bertengkar? cepat bantu Frans cari gedung untuk Perusahaan baru Frans". Frans menengahi


"mau mu dimana dek? ". tanya Ariel dan Varel serentak lalu saling berdecak dan membuang muka.

__ADS_1


Frans geleng-geleng kepala, alhasil Ariel dan Varel menemani Frans mencari gedung untuk dijadikan awal usaha Frans.


"suatu kehormatan bagi saya Tuan Muda". hormat pemilik Gedung yang sudah bangkrut dan hendak menjual gedung miliknya.


"kenapa kau menjualnya? ". tanya Varel karna ia kenal pria ini.


"siapa dia? ". tanya Ariel


"oh.. ini Pak Vikram, dia pengusaha juga". jawab Varel


"oh.. ". Ariel mengangguk


"menjawab Tuan, saya ingin pindah ke Bandung Tuan, saya akan buka Usaha toko baju disana". jawab Vikram


"kalau begitu berapa harga nya? ". tanya Varel


"tidak usah sungkan pak, mereka bukan Tuan Muda Fox Group, saat ini mereka datang sebagai abangku". kata Frans.


Pak Vikram membawa ketiga Pria tampan itu berkeliling gedung, Frans sangat menyukai Perusahan barunya, ia tidak sabar ingin meluncurkan game terbaru dengan gaya baru sesuai dengan impiannya saat kecil.


waktu kecil Frans ingin menjadi seorang Gamers tapi karna suka berpetualang ia melupakannya sejenak.


.


"deal...! saya akan transfer uangnya pak". senyum lebar Frans


Frans langsung mentransfer uangnya, sementara Ariel dan Varel sudah berpencar melihat Ruangan lainnya.


betapa senangnya Vikram, Putra bungsu Fox Group yang membeli Gedung Perusahaannya, jika orang lain pasti minta diturunkan harganya padahal Vikram tidak meninggi-ninggikan harganya, jika di turunkan Vikram tidak sanggup karna ia akan merasa rugi, itu sebabnya tak ada yang membeli Gedung Perusahaannya padahal sangat bagus dengan interior yang menakjubkan.


"benarkah? kenapa murah sekali? ". tanya Varel heran harga gedung itu.


"terimakasih Tuan, diluar sana mereka bilang saya meletakkan harga terlalu tinggi". Vikram berkata dengan kepala tertunduk.


"hanya orang bodoh yang tidak tau uang yang dihabiskan untuk membangun Perusahaan ini, Interiornya bahkan bisa dikatakan lumayan". Ariel tersenyum sinis pada orang-orang yang bilang harga tempat ini sangatlah mahal.


"sudahlah pak..! tidak usah pikirkan para orang bodoh itu ya? terimakasih atas kerjasamanya, segera buatkan surat kepemilikannya ya pak? ". pinta Frans


Varel mentransfer ke Frans dan Ariel tak mau kalah ia juga mentransfer uang ke Frans.


"kenapa ini bang? ". tanya Frans melihat kedua abangnya mengirim uang dengan jumlah tak normal.


"transfer ke Vikram dan urus suratnya lebih cepat! ". titah Varel


"uang itu untuk usahamu dek, abang adalah investor pertamamu". kata Ariel


"aku yang investor pertamanya". ketus Varel

__ADS_1


"aku". Ariel tak terima


Vikram hanya menganga melihat perdebatan Varel dan Ariel demi membuat senang adik bungsunya, pantas saja keluarga Fox Group tidak pernah terlibat persaingan berdarah demi menduduki Perusahaan Fox Group, ternyata beginilah kehidupan orang kaya raya ini.


"sudah.. sudah.. kalian Investor pertama Frans, Frans janji akan mengganti uang kalian". kesal Frans ditengah-tengah mereka.


"tidak usah dek..! uang dia pulangkan". pinta Ariel


"enak aja, tidak usah Frans uangnya yang harus kau kembalikan". ketus Varel


alhasil mereka mendebatkan hal itu hingga Vikram semakin takjub dengan ikatan saudara Frans yang tidak minta uangnya diganti.


"aduuuh.. kenapa kalian bertengkar lagi sih? sudah ya? uang kalian tidak akan aku pulang kan oke? sekarang diamlah". kesal Frans


Ariel dan Varel serentak membuang muka hingga Frans geleng-geleng kepala dengan tingkah kedua abangnya itu.


ada saja perebutan Varel dan Ariel, jika bersama Mommy mereka juga seperti itu begitu juga saat bersama Papi (Ramon), mereka jarang akur hingga keluarganya pusing sendiri.


.


"kenapa kamu nak? ". tanya Jessy khawatir melihat jalan Frans yang lemah seperti tidak ada tenaga sama sekali.


"kenapa mereka tidak berubah mom? satu udah jadi calon Papa satu lagi sudah menikah, kenapa tingkah mereka seperti anak-anak 7 tahun?". Kesal Frans


Jessy tertawa seketika, "kamu mengajak kedua abangmu nak? ". tanya Jessy disela-sela tertawa lepasnya.


"iya". jawab Frans


"udah tau mereka itu jarang akur, kamu yang salah mengajak mereka". kekeh Jessy tak henti-hentinya tertawa.


Frans mendelik ia tidak menyangka Jessy malah menyalahkannya, tidak tau saja jika Frans hanya membawa Varel pasti Ariel marah begitu juga sebaliknya.


"sepertinya mereka memang senang bertengkar". gerutu Frans


"sudah.. sudah.. sekarang istirahatlah.. besok kedua abangmu akan membantumu memilah-milah Karyawan baru mu? ". Jessy


Jessy tak melarang apapun kesenangan Putranya, sebenarnya sejak Frans kecil Jessy tau anaknya bosan di sembunyikan tapi mau bagaimana lagi anaknya masih terlalu kecil, Jessy tidak mau apa yang terjadi pada Varel terkena imbasnya pada Frans.


Jessy tau Frans ingin membangun Perusahaan Game, Ramon tidak melarang Putranya membuat Perusahaan Gamers, jika memang menghasilkan uang dan itulah kesenangannya maka orangtua Frans tidak melarang hal itu.


masalah modal mereka tidak akan tanggung-tanggung menolong, bahkan Varel saat membuka Perusahaan Kecantikan Ramon membantu walaupun Varel tidak minta, dan Ariel juga membantu Varel walau mulut mereka tidak bisa akur tapi namanya ikatan saudara mereka mau membantu satu sama lain.


lain dimulut lain dihati, Baik Varel maupun Ariel tipikal orang yang sangat menjaga harga diri.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2