Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
mencari


__ADS_3

.


.


Brakkkh.....


"kerahkan semua orang-orang kita mencari Varel! ". teriak Ariel dengan marah mendengar kabar yang menimpa saudara kembarnya.


Aham dan Rion pun sampai syok memegang dadanya karna begitu tak disangka olehnya akan dapat respon seperti itu dari Ariel.


Ariel meloncati meja kerja Perusahaan Ms. Paramastri milik Varel, ia berlari terburu-buru sedangkan Aham dan Rion tersadar segera mengejar Varel.


"bukankah mereka sering bertengkar? ". bisik Rion


"diamlah..! Tuan muda Varel seperti itu karna menggantikan posisi Tuan kita". jawab Aham


para Karyawan Ms. Paramastri sempat panik melihat Pria gagah yang penuh karisma itu berlari sekencang angin.


"ada apa ini? ".


"apa kalian tidak lihat berita? ".


"kenapa? "


"mobil Tuan Ariel jatuh ke Jurang bersama Sekretarisnya".


"Apaaaa? ".


"dari mana kau melihatnya? ".


"bukankah ramai di sosmed? zaman ini wartawan sudah kalah dengan ponsel canggih sekarang".


"aah.. iya juga, ayo kita datangi lokasinya! "..


"ayooo!! ". sahut yang lainnya serentak.


.


"Tuan..? ". sapa Nando ke Ariel dengan raut wajah cemas


"bagaimana? ". tanya Ariel


"tim sar sedang berusaha mencarinya Tuan, bangkai mobil sudah diangkat tapi tidak ada siapapun didalamnya". jawab Nando


Ariel melihat kebelakang, Aham dan Rion melihat ke arah Jack. segara Pria bertato itu bergerak disusul rekan-rekannya.


"Kasihan Tuan Muda Ariel, dia baru saja bergabung dengan Fox Group sudah banyak yang memusuhinya".


"hei.. Tuan Muda tidak selemah itu".


"tapi sekretarisnya bagaimana? jangan bilang mereka cinlok nanti, kalau iya gimana kekasihnya manager Shila itu? "


"entahlah..! tapi aku dengar dari pelayan Keluarga Varel, gadis itu sedang anak Tuan Ariel".


"ya Tuhan..! bagaimana nasib ibu dan anak itu saat kehilangan Tuan Muda Ariel".


Ariel mendengarnya membeku, ia sedang berpikir bagaimana hal ini menimpanya? apa Varel menggantikannya karna tidak mau Vivi dan bayinya terkena imbas dari Musuh Ariel.


"Tuan mau kemana? ". tanya Nando menahan lengan Ariel yang hendak melihat ke dasar jurang

__ADS_1


"aku akan turun kebawah! ". seru Ariel serius


"kita naik helikopter! jangan gegabah Tuan". kata Nando serius


.


Suryo mendatangi Rumah Keluarga Varel, disana ia melihat Jessy menangis memeluk Ramon, dan Ramon mengelus-ngelus kepala Vivi yang terdiam dengan pandangan kosong.


memang Vivi baik-baik saja tapi ia dan Shila seperti saudara kandung, ia tidak bisa terima saat dirinya tau bahwa Varel dan Shila kecelakaan bahkan tidak tau masih hidup atau tidak.


"Jessy..? Ramon? ". panggil Suryo


Jessy dan Ramon bangkit dan berjalan cepat ke arah Suryo, Suryo terlihat sayu matanya sembab.


"Suryo..? kita akan menemukan Shila dan Varel ya?? mereka mengatakan kemungkinan besar Mereka masih hidup, jasad mereka belum ditemukan". Jessy membujuk


"tidak terjadi apapun diantara mereka, untuk sekarang kita berpikir positif". Ramon menepuk-nepuk pundak Suryo


"aku tidak akan bisa hidup tanpa nya..! dia adalah alasanku hidup selama ini, aku tidak ingin terjadi apapun padanya, sejak dulu dia selalu membuatku khawatir dengan keadaannya yang suka keluar masuk hutan".


Ramon dan Jessy menghibur Suryo, mang Aji dan mang Ujang yang mengikuti Suryo hanya diam dengan raut wajah pucat, mereka berharap Shila baik-baik saja dengan kekasihnya.


"tidak bisa begini..! aku harus mencarinya". Suryo hendak berbalik tapi dicekal oleh Jessy.


"Pi.. Papi pergi dengan Suryo, aku akan menjaga Vivi disini..! " pinta Jessy ke Ramon


"baiklah sayang..! ayo Suryo..! " ajak Ramon


Ramon membawa Suryo diikuti Mang Aji dan Mang Ujang yang selalu setia mengikuti Suryo, bagi mereka Shila sangat istimewa tentu sangat baik.


Jessy kembali memeluk Vivi yang masih mematung dengan pandangan kosong.


"jangan sedih sayang..! tidak baik untuk kandunganmu". ujar Jessy lembut.


.


keluarga Varel begitu sibuk mencari Shila dan Varel sementara di kedalaman hutan, Varel hanya terdiam melihat Shila tengah memanggang ayam hutan hasil tangkapan Shila sendiri.


"kamu benar-benar menakjubkan sayang". puji Varel melihat betapa profesionalnya Shila masak ditengah hutan


"jangan remehkan aku gadis kampung om". ucap Shila dengan sombong.


"tapi dimana kita mandi sayang? ". tanya Varel melihat pakaiannya begitu kotor.


"aah.. iya Om, kita harus cari air terus cuci baju dan jemur dibebatuan". kata Shila


.


"apaaa? kenapa tidak pakai baju? ". tanya Varel tak terima


"kalau om mau bersembunyi dibalik semak-semak silahkan saja". jawab Shila dengan santainya


"apa tidak dingin sayang?". tanya Varel


"iya dingin jadi besok saja di cuci". jawab Shila


Shila melihat ke atas dimana langit sudah mulai gelap, "ayo kita cari tempat yang aman Om! ". ajak Shila menarik lengan Varel.


Varel terhuyung mengikuti Shila, hingga ia mematung saat Shila memintanya untuk ikut naik ke atas pohon.

__ADS_1


"kenapa harus keatas sayang? ". tanya Varel tak terima


"walaupun aku mahir membuat tunduk hewan buas, tapi kalau bab* hutan aku tidak bisa mengatasinya". jawab Shila


"hah? ". Varel celingak-celinguk lalu ikut memanjat seperti yang diperintahkan Shila.


"hahaha". Shila tertawa terbahak-bahak melihat Varel tengah kesulitan mencari tempat nyaman untuk duduk.


"lagian badan om besar semua sih". ejek Shila


"ckk.. bukan aku yang besar sayang tapi pohonnya yang kecil". elak Varel


Shila tertawa lepas hal itu membuat Varel menatapnya lekat, "kamu tidak menangis terkurung disini sayang? ".


setau perempuan tidak akan suka berada di dalam hutan, tidak perawatan lah, inilah, itulah, hingga tidak ada waktu untuk mempercantik diri.


"kenapa emangnya? ". tanya Shila mengelap air matanya


"perempuan kan suka dipuja-puja". jawab Varel


Shila terkekeh, "aku hanya mau di puji oleh om aja".


Varel tersenyum, "aku betah disini berlama-lama".


"om gila ya? mana mungkin kita bisa lama disini, Papaku pasti udah khawatir, jika bukan karna bab* hutan mungkin aku udah lanjut jalan". kesal Shila mengangkat-ngangkat ponselnya supaya dapat jaringan tapi nyatanya tidak ada tanda-tanda.


"aku bawa pistol, kamu sayang? ". tanya Varel


"huuh.. Pistolku sepertinya terlempar kedasar jurang om". jawab Shila


"ya sudah kita disini aja dulu". kata Varel


ditengah malam


Shila yang tertidur pulas terbangun seketika mendengar suara, Varel yang tidak bisa tidur di gigit nyamuk mendongak keatas.


"Varellll?? ".


"om..? itu Pak Ariel kan? ". tanya Shila


"iya". Varel menyahut.


"Arieeellll? ". teriak Varel


"tunjukkan ini om !". Shila menghidupkan senter ponselnya


Varel mengambilnya lalu melambai-lambaikannya ke atas, Nando melihat cahaya itu segera berteriak ke Ariel dan Frans yang langsung bergerak mengikat pinggangnya dengan aman.


"eehhhh? Frans...? ". teriak Ariel


"sial..! anak itu tidak ada takutnya". Ariel segera bertindak dengan melompat ke luar mengikuti Frans.


"berhati-hatilah tuan". teriak Nando


Nando menghandel didalam helikopter supaya bisa turun ditempat yang aman dan membantu mereka semua.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2