
.
.
.
Arga tidak bisa berkata-kata mendengar semua pengakuan Raisa, sebenarnya Raisa bukan maksud apa-apa mengatakan hal itu pada Arga tapi ia hanya ingin memberitau Arga bahwa mereka tidak sama.
Keluarga Arga sangat mementingkan pendidikan, Raisa tau itu karna cerita teman-temannya yang sama saat melamar pekerjaan di Perusahaan Game milik Arga.
.
.
di dalam kamar
Raisa menarik nafas berkali-kali, ia tidak mengerti mengapa Arga begitu terobsesi padanya padahal Raisa tidak memiliki kelebihan yang bisa membuat Pria hebat itu tunduk padanya? senyumnya? tidak mungkin, Raisa tidak percaya Arga bisa terobsesi hanya karna senyumnya itu.
"dia pasti terobsesi karna dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, sementara aku selalu menolaknya dan dia semakin terobsesi. dasar..! aku tidak percaya itu cinta karna kau itu hanya tidak terima di tolak". dumel Raisa
Raisa memijit-mijit kepalanya yang terasa pusing karna ulah Pria itu, Raisa melihat ponselnya yang ternyata menunjukkan pesan dari sang Pacar.
"aah.. ini dia obatku". senyum manis Raisa lalu berdehem merapikan rambut dan suaranya padahal hanya melihat pesan saja bukan VC.
"hah?? ngedate?? ". Raisa sampai kaget melihat pesan Frans yang mengajaknya kencan untuk pertama kalinya.
Raisa memekik meloncat dari kasurnya berlari mengambil handuk dan lari ke kamar mandinya yang ada di dapur.
Ibu Lely sampai kaget merasa ada angin kencang lewat yang ternyata adalah putrinya sendiri, "kenapa sayang?? ". tanya Ibu Lely
"Raisa buru-buru bu". sahut Raisa
Ibu Lely menggeleng kepalanya pelan dan mengaduk nasi nya yang sedang ia masak dengan kompor.
.
Raisa berdandan sendiri untuk pertama kalinya, Raisa tidak bisa berdandan menor hanya bisa ala kadarnya saja, sama seperti dandanannya ketika awal-awal bekerja di Perusahaan Frans, tapi lama-lama tidak berdandan seiring berjalannya waktu.
"waah... Kakak cantik yaa? mau kemanaa?? ". tanya Rumini baru masuk Rumahnya melihat sang kakak sudah cantik dengan heels, gaun bunga yang murah alias harga pasar dan tak lupa rambut Raisa di gerai.
"kakak mau ketemu sama abang bos". jawab Raisa
__ADS_1
Ibu Lely mengajak putri bungsunya untuk tidak mengganggu kakaknya, alhasil Raisa berpamitan pada keluarga kecilnya dan keluar dari Rumahnya ternyata Frans sudah menunggu dengan gaya casualnya yang sangat tampan.
Frans melihat kaki Raisa hingga naik dan melihat penampilan Raisa berdandan untuk pertama kalinya membuat senyum Frans melebar, Frans mendekati Raisa dan memegang telinga Raisa yang mengenakan anting.
"siapa ini? apa ini memang pacarku? ". tanya Frans
Raisa menundukkan kepalanya karna malu, "kalau Mas malu biar aku ganti lagi"
"siapa bilang aku malu..! ayo masuk! ". Frans menarik tangan Raisa dan membukakan pintu untuk Raisa.
Frans membawa Raisa ke Wahana yang ada di Bandung, mereka menghabiskan waktu bersama-sama layaknya sepasang kekasih biasa bukan pasangan orang kaya yang menghabiskan waktu di Mal berbelanja.
"ayo kita nonton..!". ajak Frans
Raisa tersenyum cerah mengikuti Frans yang menggenggam tangannya, mereka menonton dengan berbagai ekspresi, tertawa lepas namun diakhir film Raisa menangis sesegukan hingga Frans malah tertawa fokus dengan wajah Raisa yang menangis terlihat menggemaskan.
film habis,,
"Mas..? jangan lihat-lihat". Raisa melihat ke arah Frans
Frans menangkup Pipi Raisa dan mengecup kedua mata Raisa yang bengkak juga memerah, Raisa memejamkan matanya sambil tersenyum.
entah punya keberanian dari mana Raisa memeluk Frans,, "aku hanya takut Mas..! apalagi kita berasal dari dunia yang berbeda".
"tidak..! kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, kita juga tinggal dibumi yang sama, jika Aku terlahir dari keluarga tidak kaya kamu berasal dari keluarga terpandang apa kamu akan tetap memilihku? ".
Raisa melepaskan pelukannya.
"tentu saja..! aku rela meninggalkan semuanya jika keluargaku tidak mendukung". jawab Raisa cepat tapi menutup mulutnya rapat-rapat seketika.
Frans tersenyum mengecup kening Raisa, "jadi jangan bandingkan kita lagi ya? ".
Raisa mengangguk, ia kembali memeluk Frans lebih erat karna hatinya merasa bahagia bisa memeluk Frans seperti ini.
Raisa tersenyum cerah mengalahkan terangnya rembulan saat ini, Frans merasa hatinya ikut senang melihat Raisa bahagia dan tertawa seperti sekarang.
"aahhh! ". Raisa memekik saat kakinya terkena batu
Frans yang kaget pun segera memegang bahu Raisa dan bertanya dengan khawatir sambil melihat kaki Raisa, Raisa memekik saat Frans menggendongnya dan membawanya duduk ditepian danau.
Frans membuka heels di kaki Raisa dan melihat ibu jari kaki Raisa merah sangat merah, Frans bisa melihatnya karna dibawah sorot lampu.
__ADS_1
"kenapa pakai heels hmm? lihatlah kakimu lecet semua, dari tadi kamu menahannya? ". tanya Frans
Raisa hanya diam sambil melihat arah lain,
"ayo jawab..! " pinta Frans
"..aku hanya ingin terlihat cantik dikencan pertama kita, aku tidak mau Mas malu membawaku". cicit Raisa
Frans menghela nafas panjang, "tunggu sebentar..! tadi ada jual sepatu aku akan belikan ya? ".
Raisa ingin melarang tapi Frans sudah berlari meninggalkannya, "bahkan saat berlari pun dia sangat keren dan tampan". gumam Raisa lirih.
Raisa tidak tau harus bahagia atau sedih dengan kelebihan Frans tapi dibandingkan dengan Erin, Raisa merasa tidak ada apa-apanya Raisa hanya bisa memberikan Cinta yang tulus untuk Frans, sementara dirinya tidaklah seterkenal Erin yang sosoknya di puja-puja lelaki.
Raisa menegakkan punggungnya melihat Frans kembali membawa 1 kantong plastik, Raisa berbinar seketika melihat sepatu putih yang Frans berikan sangat cantik.
Frans mengobati ibu jari kaki Raisa lalu menutupnya dengan handiplast lumayan besar.
.
"jangan meniru orang lain lagi Raisa..! aku menyukaimu bukan karna orang lain tapi sifatmu yang penyayang itulah yang aku sukai dan jarang dimiliki oleh perempuan lain, jadilah dirimu sendiri melihatmu tertawa disampingku itulah yang aku inginkan". kata Frans dengan serius menangkup pipi Raisa.
Frans merasa semakin terjerat kepolosan gadis yang telah resmi menjadi miliknya, pantas saja Ariel langsung menid*ri perempuan yang dicintainya supaya gadis itu percaya dan tidak akan lari dari Ariel.
karna gadis baik-baik jika sudah disentuh tidak minta apa-apa hanya tanggung jawab yang gadis itu inginkan, mereka tidak menarik tapi sebenarnya sangat mahal bukan seperti wanita menarik yang ternyata murah*n yang bisa menyerahkan dirinya pada pria lain.
cup..!
Raisa mengerjab-ngerjabkan matanya saat Frans mengecup bibirnya, Frans dan Raisa bertatapan begitu dekat melihat cara Raisa yang polos melihatnya tentu Frans kembali menciumnya.
Raisa melirik situasi yang tak berbeda jauh, ternyata ditepi danau ini memang untuk pasangan kekasih yang saling bertukar madu, Raisa memejamkan matanya dan meremas kuat baju kaus Frans, bunyi petasan di udara pun menambah kesan romantis keduanya.
"aku ingin menikahi gadis ini". batin Frans yang ketagihan mel*mat madu dari bibir Raisa.
Frans yakin ini adalah cium*n pertama Raisa, apalagi cara Raisa yang tegang tidak membalas cium*nnya sudah jelas Raisa tidak berpengalaman.
.
.
.
__ADS_1