Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
karna parfum?


__ADS_3

.


.


.


Varel sudah makin baikan setelah meminum obat yang diresepkan khusus oleh dokter,


"Suami udah yakin setelah minum obat memang udah baikan? ". tanya Shila memicing curiga


Varel tertawa, "kenapa? maharani pikir aku hanya bersandiwara? ".


Shila tersenyum sambil mengangguk, "soalnya suamiku seorang aktor".


Varel memeluk Shila dan menciumnya sayang, Jessy didepan dijadikan supir.


"dasar anak durhaka ! untung aja aku lagi senang Shila juga hamil". gerutu Jessy pelan.


jujur saja jika Shila tidak hamil, Varel berani menjadikannya supir sudah habis Varel sejak tadi dicakar, dicocol dengan cabe rawit, diulek oleh Jessy sejak tadi.


"mommy? ". panggil Shila merasa tidak enak dengan tingkah manja suaminya membuat mereka mengabaikan sang ibu.


"tidak apa sayang, karna kamu lagi hamil mommy maafkan si anak durhaka itu". kekeh Jessy


sebenarnya Vivi hamil anak kembar sudah membuat Jessy dan Ramon senang, tapi jika dapat tambahan calon cucu dari menantu impian seperti Shila bertambahlah kebahagiaan Jessy. bukan berarti Jessy tidak sayang Vivi tentu saja Jessy menyayangi keduanya karna sama-sama menantu kesayangannya punya kelebihannya masing-masing hingga begitu disayang oleh putra-putranya.


.


.


.


setibanya di Mansion


Vivi tersenyum kembali ke Mansion diikuti oleh Diani namun saat tiba di sana, Vivi mengerutkan keningnya melihat Jessy dan Ramon saling berpelukan senang.


"Mommy? papi? ada apa? ". tanya Vivi melangkahkan kakinya mendekati kedua mertuanya itu.


"haha.. sayang.. sepertinya anak-anak mu tidak akan kesepian". Jessy melepaskan pelukannya dari sang suami beralih memeluk Vivi.


"maksud Mommy?". tanya Vivi tidak mengerti.


"Varel mengandung". celutuk Ramon


"apa? ". Vivi tampak syok malah percaya kata-kata Ramon

__ADS_1


Jessy memukul Ramon yang terkekeh geli,


"mommy?". rengek Vivi


"Shila hamil nak". jawab Jessy tersenyum lembut


"hah? Shila hamil? ". pekik Vivi berbinar seketika


"iya". jawab Ramon dan Jessy bersamaan.


"dimana dia mom? Vivi mau ketemu...haha.. Shilaa...?? Kakak bumil senior datang..! selamat datang di dunia wanita hamil.. hahaha". Vivi merentangkan tangannya di udara sambil tertawa lepas.


Shila selalu menertawai Vivi saat hamil begitu di jaga oleh Ariel bahkan tidak bisa bekerja, tidak bisa bebas, bahkan saat hamil diberi pengawal yang mengikuti kemana-mana, akhirnya kini Vivi mencium bau-bau Shila akan mengalami hal yang sama.


"hmmmfftt...!! ". tawa tertahan Diani hingga Vivi menoleh padanya.


wajah Diani berubah datar seolah tak terjadi apa-apa hingga Vivi memicingkan matanya curiga, ia yakin tadi mendengar tawa Diani padahal Diani tidak pernah tertawa, pengawal Vivi itu sangat menyebalkan jadi saat tertawa Vivi malah merasa aneh.


"kenapa kamu ketawa? ". tanya Vivi melototkan matanya sok-sok jadi bos galak padahal malah terlihat lucu hingga Jessy tertawa terpikal-pikal, Ramon juga tak bisa menahan image nya sebagai Tuan yang berwibawa, ia tertawa lebar.


Vivi membulatkan matanya menoleh ke arah Jessy dan Ramon yang semakin menertawainya,


"saya tidak tertawa Nona". jawab Diani membuat Vivi menoleh padanya.


"jangan mencoba menipu ku ya? ". ancam Vivi menunjuk-nunjuk jari telunjuknya ke wajah Diani.


"hmm, sangat cocok dengan pribadi Ariel yang tak berbeda jauh dengan Diani". bisik Ramon


"udah Diani..! aku mau ketemu Shila". Vivi hendak berjalan meninggalkan Diani.


"kenapa lagi? ". tanya Vivi menatap kesal ke Diani yang mencekal tangannya dengan kedua tangan Diani.


"Nona tidak bisa mengganggu Kebahagiaan Tuan Muda Varel dengan Nona Shila". ujar Diani


Vivi menatap kesal Diani karna apa yang Diani katakan memang benar, alhasil Vivi mendumel tanpa rem saat tangannya ditarik seperti anak kecil oleh Diani. Vivi seperti bocah yang ketahuan main diparit oleh ibunya dan dipaksa pulang saat lagi senang-senangnya bermain hingga Jessy semakin terjungkal-jungkal saja dengan tawa nya di sofa, Ramon merasa rahangnya telah keram akibat tawanya itu.


kebahagiaan Jessy semakin lengkap memiliki Menantu idaman seperti Shila, juga memiliki menantu lucu seperti Vivi sungguh idaman nya semua ibu anak laki-laki.


"bukankah kamu dulu pernah ingin punya menantu lucu seperti Vivi mom? Papi tidak tau Vivi sebenarnya selucu itu, apa mommy tau? ". tanya Ramon


"iya Pi, cuma tadi entah kenapa bisa bertambah lucu, mungkin karna Diani, dia sangat kesal dengan pengawalnya itu Pi, berapa kali Vivi menggertak, memarahi dan semua telah ia lakukan pada pengawalnya itu tapi tidak pernah tu Diani memberikan surat pengunduran dirinya, mungkin itu sebabnya Vivi selalu ceplas-ceplos sama pengawalnya itu". Jessy berbicara panjang X lebar


"tentu saja wajah imut seperti itu hanya Ariel yang takut". kata Ramon, lalu Jessy dan Ramon pun tertawa bersama-sama.


.

__ADS_1


Shila begitu bahagia dengan perlakuan Varel yang semakin memanjakannya, ternyata menjadi istri itu sangat menyenangkan.


sebenarnya di luar sana banyak wanita yang tidak punya suami bertanggung jawab, mertua yang jahat, ibu tiri, dan ayah mertua mesum dan masalah rumit lainnya.


Shila yang disebut sebagai dewi keberuntungan itu hanya bisa di irikan oleh banyak wanita, suami Tampan, Kaya, Baik, bertanggung jawab, Hot, ditambah keluarga Varel menerima Shila dengan begitu baik alias mertua impian tentunya bagi semua wanita.


"ehhh..? kenapa suamiku? ". tanya Shila memegang lengan Varel.


"enggak ada sayang.. kepalaku pusing saja, tidak lagi mual mungkin karna obatnya bekerja dengan baik". jawab Varel lembut


"ya udah.. Suami tercinta sudah memanjakanku giliran aku yang memanjakan Papa dari calon bayiku ini, sini tidurlah dipangkuanku..! ". senyum manis Shila.


Varel tersenyum langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Shila, wangi tubuh Shila mudah sekali membuat Varel tertidur.


ke esokan paginya.


"hoeeekkk...! ".


Shila terbangun dengan kaget melihat kiri-kanan ternyata sang suami tidak ada, tentu ia segera turun dari ranjangnya dan berjalan cepat ke kamar mandinya ternyata Varel sudah memakai celana bahan panjang tapi tidak pakai baju, Varel terlihat kesakitan saat muntah dengan perut kosong.


"sayang? ". Shila berlari tanpa sadar memanggil Varel dengan sebutan Sayang dan mendekati Varel lalu mengelus punggung Varel dengan lembut.


"iya sayang". Varel mengelap bibirnya lalu berbalik dan memeluk erat istrinya mencium aroma tubuh Shila yang anehnya membuat rasa mualnya sembuh detik itu juga.


"kenapa suamiku? apa lupa minum obat? mau aku ambilkan obatnya? ". tanya Shila khawatir


"sayang..?". panggil Varel lemas


"iya suamiku, katakan saja!". sahut Shila


"tolong buangkan parfum-parfum yang ada di meja ku sayang...!". pinta Varel dengan lemas.


"kenapa suamiku? bukankah itu parfum-parfum mahalmu yang limited? ". tanya Shila serius.


"buang saja Maharani, perutku tidak bisa mencium aroma itu, bau sekali..! ". jawab Varel


"iya.. iya. nanti aku berikan sama orang lain ya? siapa tau lebih bermanfaat". Shila mengangguk menuruti permintaan Varel.


"jangan nanti sayang.. baju-baju ku yang terkena parfum itu buang saja sayang atau mau dibagikan sama orang diluar sana yang tidak muntah mencium bau itu terserahmu saja sayang, aku mohon singkirkan benda-benda itu". Varel memelas.


"iya suamiku.. iya.. ". senyum lembut Shila akhirnya mengerti mengapa Varel tidak pakai baju hanya celana bahan panjang saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2