
.
.
.
"kalau begitu kita sepakati mereka menikah dalam waktu 1 bulan lagi". kata Jessy
"apaa? 1 bulan?? lama sekali, tidak bisa harus dalam 1 minggu". bantah Varel
"kau fikir pernikahan kalian mudah hah? kalian belum tunangan, ijab kabul, pesta pernikahan mewah". kata Ramon dengan geram
"menikah 1 minggu lagi dengan pesta besar-besaran tidak mungkin". sahut Jessy
"ckk...! kalau sudah ngebet buntingi aja dulu". celutuk Ariel dapat tatapan sengit dari Ramon, Jessy dan Suryo.
"ckk..! apa salahnya? ". Ariel seakan merasa tidak berdosa
"bagaimana pernikahan Kak Vivi dengan bang Ariel juga di gelar? diadakan 2 pengantin bagaimana? ". tanya Frans
"tidak mau". jawab Shila dan Vivi serentak
"kenapa? ". tanya yang lainnya heran ke Vivi dan Shila yang tidak mau pernikahan mereka digandeng bersama.
"Shila terlalu cantik, keliatan sekali nanti kakak iparmu ini upik abu". kesal Vivi
"aku tidak mau ada orang yang berbisik-bisik kalau Pak Ariel dengan Om Raffan tidak romantis sama sekali, yang namanya jadi Ratu itu hanya 1 dan Shila tidak bisa berbagi dengan kak Vivi". jawab Shila
"benar..! Vivi juga nggak mau berbagi dengan Shila". sahut Vivi
yang lain hanya menghela nafas panjang, tak bisa berkata-kata lagi jika Shila dan Vivi memang tidak mau dijadikan Ratu dihari yang sama.
"kalau begitu kamu mau pernikahan kita di umumkan Beb? ". tanya Ariel
"iya Mas..! aku mau". jawab Vivi merangkul lengan Ariel
Ariel tersenyum, "baguslah".
Vivi tak heran lagi jika Ariel bicara singkat atau panjang, sudah biasa Vivi mendengarnya.
"kalau begitu orang kepercayaanku akan menggelar pernikahan kami 1 minggu lagi". kata Ariel
"bisa". jawab Ramon, Jessy dan yang lainnya serentak
"hah? lalu kenapa giliran Varel tidak diterima? ". tanya Varel protes
"kamu setidaknya 2 minggu lagi setelah pernikahan Vivi dengan Ariel, mereka hanya pesta saja". jawab Jessy
"tapi mom". rengek Varel
"sudahlah..! pernikahan Shila dan Varel akan ditetapkan 3 minggu lagi". kata Suryo tak bisa diganggu gugat lagi.
Shila tersenyum hanya Varel yang datar tak bersemangat padahal ia tidak sabar menikahi Shila, Vivi tertawa cekikikan melihat Varel yang terlihat tidak sabar menjadikan Shila miliknya seutuhnya.
"apa kau? ". ketus Varel
__ADS_1
"dasar payah..! ". ejek Ariel
"aku sudah mendapatkannya terlebih dahulu sebelum menikahinya". kekeh Ariel merasa puas melihat raut wajah kalah Varel.
memang ajaran Ariel sesat tapi memang seperti itulah gaya hidup sepasang kekasih zaman sekarang, hamil tinggal menikah berbeda dengan laki-laki yang punya prinsip sendiri ya harus super sabar ada saja ujiannya.
.
hari pesta pernikahan Vivi dengan Ariel pun telah tiba, Vivi terlihat cantik dengan gaun pernikahan impiannya yang selama ini hanya bisa ditatap olehnya tapi sekarang bisa dimiliki walau perutnya sedikit membuncit.
"waah.. ciee.. pengantin lama". kekeh Shila
"heheh". Vivi tersenyum malu
"Shila bagaimana bisa kamu begitu cantik? hari ini akulah ratunya". gerutu Vivi melihat betapa cantiknya Shila saat ini.
Shila tertawa, "maaf Nyonya tapi saya memang selalu cantik". kata Shila
Vivi mendengus, "tidak ku sangka sifat Tuan Muda Varel juga ada didalam dirimu".
Shila tertawa lebar, "ayo keluar..! semua tamu sudah menunggu pengantin perempuannya".
"iya.. iya.. Pengantin Lama ini sudah siap". jawab Vivi kesal membuat senyum Shila kian melebar.
kedatangan Vivi bersama Shila membuat semua mata menoleh padanya, Vivi tidak benci pada Shila yang memang pada dasarnya cantik.
semua orang begitu kagum dengan kecantikan Shila, semakin lama Shila semakin bersinar padahal ia sudah keluar dari pekerjaannya, berbeda menatap Vivi dengan iri karna bisa menguasai hati Ariel.
Shila turun dari panggung setelah melihat Vivi aman bersama Ariel diatas panggung pengantin.
"Eehh..? ". Shila menoleh dan tersenyum lebar,, "Kak Agus". cengir Shila.
"kau ini kebiasaan sekali main cabut dari pekerjaanmu ya? lalu siapa yang akan menjadi modelku nanti? ". omel Agus yang pada dasarnya sedikit kewanitaan (cerewet) padahal ia laki-laki.
Shila tersenyum lebar, "iya Kak, nanti anakku saja bagaimana? ". goda Shila
Agus berbinar seketika, "kamu mau punya anak perempuan? ".
"hmm.. boleh pasti lucu kan? ". tanya Shila tertawa
Agus berubah datar, "kamu hanya menggodaku saja biar jangan marah kan? ".
"ketara kah? ". tanya Shila
"huuh..! terserah mu saja lah, aku yakin kamu pasti bahagia dengan Tuan Varel". kata Agus pasrah
"hmm.. jika Pria setampan dan sekaya Tuan Varel pasti tidak butuh istri bekerja kan? hanya butuh perempuan yang dicintai bermain diatas ranjang". kikik mesum Agus
Shila memutar bola matanya dengan jengah, "kalian sama-sama mesum".
"sama-sama mesum sama siapa? ". tanya Agus berbinar
"sama Om Raffan lah". kesal Shila
"hahaha". Agus tertawa cekikikan melihat Shila tampak kaget membekap mulutnya sendiri segera Shila melarikan diri karna tidak sengaja keceplosan.
__ADS_1
pesta pernikahan Vivi dan Ariel berjalan lancar, Jack dan kawan-kawan begitu bangga membawa hadiah pernikahan mereka untuk Ariel dan Vivi, Aham dan Rion membeli kado biasa untuk Vivi yang pasti akan disukai oleh wanita nya milik Ariel itu.
Vika datang dan bermain dengan Shila, Dr. Gibran tentu datang memberi ucapan selamat.
.
Vivi tinggal sendiri dibawah panggung pengantin, ia duduk karna merasa lelah diatas panggung pengantin.
"Vivi".
Vivi menoleh dan tampak terkejut melihat kedatangan segerombolan wanita yang dahulunya pernah membulinya.
"tidak ku sangka kau menjadi Nyonya Muda Tuan Muda Fox Group ya? ".
"apa rahasiamu Vivi? ".
"lihatlah kulitnya semakin bersih dan bersinar".
"aku merasa jika kita dekat dengan Shila pasti keberuntungan akan kita terima, lihat saja Vivi selalu bersama dewi keberuntungan dan benar saja keberuntungan menular padanya".
"aah.. iya Juga, padahal tidak ada cantik dan seksinya sama sekali".
Vivi mulai geram mendengar cemoohan mereka semua, ia terus mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia bukanlah Vivi yang mudah ditindas lagi, sekarang Vivi harus kuat demi anak-anaknya kelak supaya bangga pada nya walaupun Vivi tidak punya pendidikan tinggi.
"sekali lagi kalian bicara aku cabik-cabik mulut kalian". ancam Vivi dengan tatapan tajamnya.
"waah.. udah berani ya? ".
"mentang-mentang sudah jadi Nyonya".
"diam kalian..! apa kalian tidak takut jika aku mengadukan sikap kalian pada suamiku? dulu aku tidak berdaya saat kalian memamerkan kekuasaan kalian, apa kalian lupa kalau sekarang keadaannya berbalik, Roda takdir terus berputar sekarang jika aku mau aku bisa saja membuat usaha kalian bangkrut jika satu perkataan ku telah kuucapkan". ucap Vivi dengan sinis
mereka semua terdiam saling pandang.
"kalian pikir aku tidak tau kalian diundang oleh pacar atau suami kalian hah? apa jadinya jika pacar serta suami kalian tau bahwa istri dan pacar mereka adalah wanita kejam yang suka membuli orang lain dulunya? ". seringai Vivi tanpa rem
wajah mereka semua kian memucat, tapi mereka seolah tidak percaya.
"Beb? ". panggil Ariel
"Mas...? ". senyum manis Vivi memeluk Ariel dengan manja
"ada apa? ". tanya Ariel heran
"mereka adalah orang-orang yang membuliku dulu mas? ". adu Vivi begitu dramatis hingga Ariel beralih tajam ke mereka semua satu persatu.
"aku mengerti..! biar aku atasi mereka". jawab Ariel
Vivi tersenyum manis lalu menjulurkan lidahnya ke wanita-wanita jahat itu, jujur saja Vivi sudah melupakan semuanya karna berpikir mereka pasti berubah tapi pada nyatanya mereka semua tidak sadar-sadar juga, mereka harus diberi pelajaran kalau kekuasaan harus di pergunakan baik-baik bukan disalah gunakan.
tidak selamanya manusia itu selalu dibawah pasti ada saatnya yang diatas berputar kebawah begitu juga sebaliknya.
.
.
__ADS_1
.