Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
acara


__ADS_3

.


.


.


film pendek yang Shila bintangi di Jerman telah muncul di siaran TV Raksasa di Perusahaan Fox Group, banyak fans yang menginginkan Shila menjadi artis dengan ikut berakting dalam film-film Bioskop.


Shila sangat cantik di dalam rekaman itu ditambah lagi mimik wajah Shila sangat sesuai dan tidak ada unsur dibuat-buat, natural sungguh sangat natural hingga tidak bisa membedakan mana yang asli dan akting belaka.


"mommy? ". varel berdiri tegak melihat kedatangan Jessy.


"mommy hanya ingin bertanya 1 hal". kata Jessy berjalan ke arah sofa di ikuti Varel.


"apa kamu mencintai Shila nak? ". tanya Jessy


"ya". jawab Varel hal itu membuat Jessy tersenyum lebar.


"sejak kapan? ". tanya Jessy


"entah, mungkin sejak dia menolak masuk ke kamar itu, menampar Varel dan menyalahkan Varel karna dia di lec*hkan orang lain". jawab Varel dengan serius.


"kamu mencintainya sejak itu? ". tanya Jessy


"bukan..! saat itu hanya sekedar mengakui dia perempuan". jawab Varel


"diluar sana banyak perempuan dan dia adalah perempuan yang kamu akui maksudmu bagaimana nak? ". tanya Jessy menahan senyum.


"dia perempuan pertama yang Varel akui karna sangat kuat dan berani, begitulah karakter perempuan yang seksi menurut varel". jawab Varel dengan enteng


"baguslah nak". Jessy tersenyum bahagia


"apa maksud tujuan Mommy ini? kenapa bertanya seperti itu? ". tanya Varel


"karna Shila itu gadis ideal semua laki-laki yang berasal dari kalangan pengusaha, mereka tau Shila tidak mencintaimu dan mereka sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi pertama di hati Shila". jelas Jessy


"siapa mom? ". tanya Varel dengan dingin


"nanti malam mommy dan papimu diundang ke acara pesta pernikahan anak mereka, kamu datang dan lihat apa yang akan terjadi pada Shila karna dia seorang primadona". Kata Jessy berdiri memasang kaca mata hitamnya lalu melenggang pergi meninggalkan Varel.


Varel menghela nafas sambil memijit pelipisnya, apa yang Jessy katakan memang benar, Shila bukan miliknya dan bisa saja hatinya itu terpaut pada salah satu saingan perusahaannya, membayangkan hal itu saja membuat Varel ingin sekali mencincang pelakunya.


kata orang Cinta pertama itu sangat sulit untuk di lupakan, Varel baru pertama kali jatuh cinta tentu dirinya tidak akan mudah menyerah untuk mendapatkan hati Shila.

__ADS_1


"aku tidak akan melepaskan apa yang aku genggam!". gumam Varel meremas meja yang kini ada di hadapannya.


Varel bangkit untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat supaya ia bisa pulang menghadiri acara pernikahan anak dari rekan kerja Jessy dan Ramon.


.


.


"kak.. kenapa gaunku seperti ini?? ". protes Shila mengusap bahunya yang terbuka


Agus melepaskan tangan Shila, "ini sangat cantik Shila..! aku sedang membuat model gaun terbaru, kamu adalah model pertama sebagai percobaanku". senyum menawan Agus dengan nada centil


Vivi tersenyum bertepuk tangan saja melihat Agus dan Shila yang tengah berdebat masalah gaun, Shila terlihat tidak suka sedangkan Agus malah terlihat gembira karna gaunnya sangat pas di tubuh Shila.


"rambutnya tolong di tata ya? ". kata Agus melihat MUA pribadinya Shila.


"baik Kak Agus". jawab wanita itu dengan sopan.


semua pekerja Agus akan terus memanggil Agus dengan sebutan kakak, baik muda maupun sudah tua dari Agus, Agus tidak suka di panggil lain dari Kakak.


malam harinya di Hotel tempat acara di selenggarakan pesta pernikahan Anita dan Chanzo, Anita berasal dari kalangan artis sama seperti Shila berbeda dengan Chanzo yang seorang pengusaha.


Shila keluar dari mobil pribadi khusus dibelikan oleh Entertainment untuk Shila dan Vivi demi urusan pekerjaan.


Shila tersenyum melambai-lambaikan tangannya, ia menerima bunga-bunga dari fans hingga Vivi cukup kewalahan mengumpulkan bunga-bunga itu.


"terimakasih..! terimakasih". ucap Shila menundukkan kepalanya sambil menutupi belah*n dadanya padahal tidak menonjol sama sekali hanya saja membuat Shila tidak nyaman dengan pakaiannya kini namun demi pekerjaan ia masih bisa menahannya.


.


Shila mengedarkan pandangannya hingga ia mulai kaget mendengar bisik-bisik wartawan bahwa mereka kedatangan Tuan Muda Fox Group sebagai pengganti Nyonya Besar Fox Group dengan Tuan Besar Fox Group yang tidak bisa hadir ke acara Pernikahan Anita dengan Chanzo malam ini.


"om Varel kesini? kenapa aku merasa dimana aku berada om Varel juga ada disitu". batin Shila dengan kesal lalu mengambil hadiahnya dari Vivi dan berjalan ke arah mimbar pengantin.


Vivi izin keluar acara menyimpan bunga-bunga Shila.


Shila mendatangi Anita dan Chanzo, Anita saja gemas dengan kecantikan Shila, sang juara Putri Indonesia season ke-7 sungguh menakjubkan.


"selamat atas pernikahan kalian semoga menjadi pasangan paling bahagia di dunia ini". kata Shila dengan senyuman.


"terimakasih". jawab Anita dan Chanzo serentak.


Chanzo mengagumi Kecantikan Shila layaknya pada seorang artis saja bukan ingin memiliki, setelah bersalaman dengan sang pengantin Shila turun ke tempat makanan pembuka.

__ADS_1


"huuffft..! om Varel katanya datang dia dimana sih? aku dingin sekali ! aku ingin meminjam jasnya". gumam Shila celingukan tapi tubuhnya biasa saja karna seorang artis di tuntut untuk menjaga image nya terlebih lagi Shila mengenakan gaun spesial Agus.


"eeh..? ". Shila kaget saat banyak para lelaki dari kalangan pengusaha mendatanginya.


"Shila..? ". sapa mereka serentak


"ahh.. iya saya Shila". jawab Shila tersenyum ramah menangkupkan kedua tangannya.


"boleh minta tanda tanganmu Shila? kami ini semua penggemarmu". kata salah satu dari pria tampan diantara gerombolan itu.


"ahaha.. boleh saja tapi saya lagi tidak bawa pulpen". jawab Shila


"saya bawa pulpen".


Shila tetap tersenyum dan memberi tanda tangan dadakan pada fans nya, lama kelamaan tangan Shila merasa pegal karna tidak ada habisnya.


"ya ampun...! kenapa tidak selesai juga? tanganku seperti mau patah". batin Shila dengan tangis tertahan.


Shila tidak mungkin mengusir mereka semua, Shila sangat menjaga perasaan fansnya, lelah bisa ia tahan hingga tiba-tiba terdengar suara membuat semua orang menoleh pada nya.


dingin...!! Shila melihat sekeliling menjadi dingin,


"om..? tolong aku". batin Shila merengek.


Varel menarik tangan Shila hingga kini masuk dalam dekapan Varel, Shila tersenyum pada fans laki-lakinya.


hanya tatapan dingin Varel saja sudah menjelaskan bahwa mereka telah melakukan kesalahan, bagaimana cara mereka mendapatkan hati Shila jikalau Varel selalu hadir diantara mereka.


Shila menarik nafas lega dibawa pergi oleh Varel menuju Lift.


"om bawa aku kemana?? ". tanya Shila


"ke ruang VVIP". jawabnya tenang.


"om? ". rengek Shila


Varel seolah tau, ia membuka jas nya lalu memasangkannya ke tubuh Shila yang menyeringai lebar saat ini karna ia kini merasa sedikit hangat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2