
.
.
.
setelah membicarakan perihal Eric, Raisa kembali ke Apartemen dengan mobilnya bukan Raisa maksud Pamer tapi suaminya memaksa untuk Raisa bawa kendaraan, Raisa pakai tidak pakai mobil pemberian Frans bayarannya tetap sama yaitu dengan tubuh Raisa, dari pada berpikir lain lebih baik Raisa bawa mobil saja lagian dekat dan minyaknya Full diisi oleh orang suruhan Frans.
beberapa hari kemudian
Eric menemukan tempat kerja Raisa, tanpa malu ia datang ke Perusahaan PlayerGame dan melihat situasi di Player Game ternyata belum ada yang tau kalau Raisa adalah Istri sah Frans.
"Raisa..?". panggil Arif
"hmm? ". sahut Raisa berdiri dan berlari kecil ke arah Arif.
"ada yang mau bertemu denganmu di Ruang tunggu, katanya Ayahmu". kata Arif
Raisa mengerjabkan matanya, "Ayahku? ". beo Raisa yang belum menyadari nya.
"iya.. dia bilang kalau dia itu ayah kandungmu maka nya dibiarkan masuk tadi oleh para OB". jawab Arif.
Raisa tersadar lalu bertanya ciri-cirinya ke Arif hingga Raisa menghela nafas panjang karna ia tau itu adalah Eric.
"setelah apa yang dia lakukan pada Ibuku masih berani dia menemui kami". batin Raisa.
"kenapa Raisa? ". tanya Arif menepuk tangan didepan Raisa.
Raisa terkejut lalu menghela nafas, "dia Pria brengs*k yang meninggalkan kami Rif".
Arif membelalak akhirnya menyadari kalau Raisa punya Ayah yang meninggalkan keluarga hanya karna tidak sanggup membiayai anak-anaknya terlebih lagi Lely pernah sakit sebelumnya.
"apa perlu aku usir Raisa? ". tanya Arif
"aku akan temui dia, entah apa maunya setelah membuang kami". jawab Raisa melenggang pergi.
Arif merinding seketika, "apa tidak ada yang dipikirkan Pria itu? setelah membuang keluarganya berani-beraninya mengaku sebagai Ayah, ck.. ck.. ckkk.. ".
Raisa menemui Eric dengan tatapan dingin, "mau apa kau datang ke tempat kerjaku? ". tanya Raisa dengan dingin.
"kenapa aku datang kesini tidak ada yang tau kalau kau adalah Istri Tuan Frans? ". tanya Eric.
"aku tidak perlu menjelaskannya padamu..! kau tenang saja aku tidak memberitau suamiku tentang kebusukanmu tapi kau harus mengerti dengan perubahannya itu karna dia sangat pintar, pasti dia mencari tau tentangmu". Raisa berkata tidak ada kesan sopannya sedikitpun.
__ADS_1
"bukankah kau sudah kaya raya? keluargamu kau berikan Rumah kan? beri aku uang 1 M". kata Eric dengan serius.
Raisa menaikkan sebelah alisnya, "siapa kau memangnya? ".
"beri aku uang 1 M setelah itu aku tidak akan mengganggu hidup kalian lagi". tegas Eric.
Raisa tertawa keras bahkan sangat keras hingga air matanya keluar, ia merasa geli dan jijik akan permintaan Eric.
"kenapa kau tertawa? ". tanya Eric dengan serius.
"apa kau sedang berpikir aku bercanda? ". lanjut Eric lagi.
"beri aku uang 1 M bagimu itu tidak ada harganya kan? setidaknya anggap saja balas budi karna aku sudah membesarkanmu". kata Eric lagi.
"balas budi? ciih...! tidak akan ku berikan walau hanya 1 Juta saja". jawab Raisa dengan sinis.
kebenciannya pada Pria ini sangat membekas, bahkan melihat wajah Eric saja ingin sekali Raisa menampar dan mencakar wajah Pria tak tau malu itu.
Raisa berbalik pergi,
"aku akan beritau mereka semua kalau kau simpanan Tuan Frans". ancam Eric.
"silahkan saja..! kami sudah menikah sah secara hukum dan agama, aku bisa membuktikan lewat surat nikah kami, asal kau tau kami menikah hanya keluarga dekat saja yang tau, orang asing tidak akan tau". balas Raisa lalu melangkah pergi.
Eric hendak keluar tiba-tiba ia membeku ditempat melihat seorang Pria tampan yang tengah bersidakap dada menatapnya dingin dan menusuk yang tak lain adalah Frans.
"inikah wajah aslimu? ". tanya Frans menyeringai.
"T.. Tuan? ". cicit Eric.
"sekali lagi kau mengganggu istriku, aku akan buat hidupmu menderita sampai ke tulang rusukmu. aku beri kau kesempatan jauhi istriku". kata Frans
"masih berani kau meminta uang pada istriku, balas budi? aku sudah membalas budinya bukan? apa yang sudah aku berikan padamu itu tidak cukup?". sambung Frans lagi.
"Tuan..? ". Eric hendak mendekat tapi Frans menatapnya tajam dan penuh ancaman.
"pergi sebelum aku marah! ". desis Frans dengan gigi merapat.
Eric melihat raut wajah Frans yang tak biasa pun segera melarikan diri seperti melihat hantu saja, Frans memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam.
setelah Frans merasa tenang lalu kembali ke Ruangannya ternyata ada Raisa yang tengah menunggu di Sofa,
"sayang? ". panggil Frans
__ADS_1
Raisa bangkit dan berjalan cepat ke arah Frans, Raisa perlahan masuk ke pelukan Frans dan ia mengatakan kebenarannya sebab Raisa merasa suaminya harus tau.
Frans berkata,, "aku sudah tau sayang".
Raisa mendongak, "hmm? maksud mas? ".
Frans, "aku mendengar semuanya tadi, terimakasih telah terbuka dan jujur padaku". Frans menghapus air mata sang istri.
Raisa berkaca-kaca, "kenapa dia begitu tidak tau malu mas? apa semua yang dia lakukan belum cukup? apa dia tidak bisa berkaca? setelah meninggalkan kami dia minta balas budi dan bayar pengorbanannya saat membesarkanku".
"aku sudah atasi dia, jika masih berani mendatangimu aku yang akan menendangnya jauh dari sini". bujuk Frans yang tidak suka melihat Raisa menangis.
sejak saat itu Eric tidak berani menemui Raisa tapi masih mencari Lely, ia tak menyerah mendapatkan uang 1 M pada Raisa melalui Lely
"lepaskan akuu!! ". teriak Lely
Rumini yang melihat ibu nya disakiti pun berlari lalu menggigit tangan Eric, ia tidak kenal siapa Eric sebab Rumini ditinggal saat Rumini masih bayi.
"aaah...! ". Eric melepaskan tangan Lely.
"penjahat...! tolong...! ada penjahat disini.. tolong...!". jerit Rumini
beberapa tetangga pun berdatangan, tubuh mereka besar-besar karna orang-orang kaya diperumahan itu sangat menjaga bentuk tubuh juga ada dari kalangan petinju ternama.
"aku suaminya! ". teriak Eric.
"tidak..! dia orang gila..! aku tidak kenal dengannya, entah siapa dia tiba-tiba minta uang 1 M padaku, aku takut". teriak Lely memeluk Rumini.
alhasil Eric dibawa ke Rumah Sakit Jiwa, bukannya dipercayai tapi kata-kata Eric membuat orang percaya kalau Eric orang sakit jiwa.
"sialan kalian...! aku masih waras...!" teriak Eric memegang jeruji besi.
Eric seperti orang gila saat ini padahal ia hanya emosi di permalukan oleh Lely, Eric berjanji akan membalas perbuatan Lely tapi ternyata Frans menggunakan koneksinya untuk menahan Eric tetap di RSJ bahkan membuat Eric benar-benar gila.
"salah sendiri kau berani mencari perkara dengan istriku walau melalui ibu mertuaku tapi sama saja kau mengusik istriku, dasar tidak tau malu". seringai Frans setelah mendapat kabar dari suster yang menjadi mata-mata Frans.
Frans tidak peduli bagaimana kehidupan anak dan istri kedua Eric, ia sudah muak dengan tingkah tidak tau malu Pria itu yang terus saja mengganggu Lely meminta uang 1 M, dengan tak tau malunya Eric menyuruh Lely minta pada Raisa.
"lebih baik aku berikan uang 1 M itu pada anak panti dari pada diberikan pada Pria tidak tau malu itu". decak Frans lagi.
.
.
__ADS_1
.