
.
.
Ariel diam saja menatap Frans yang terus saja mengoceh akrab dengan Jessy layaknya ibu kandung dan anak kandung walau ada perdebatan kecil tapi Jessy tidak menyebut Frans anak lampir.
"sebenarnya anak mommy ini siapa sih? apa benar aku anak mommy? ". tanya Ariel tiba-tiba
"tentu saja kalian berdua anak mommy tapi Frans lebih penurut darimu". ketus Jessy
Frans terkekeh geli melihat raut wajah kesal Ariel, "tumben Abang keliatan cemburu mom".
"benarkah? apa kepalanya terbentur sesuatu? ". tanya Jessy juga keheranan
Frans tergelak keras melihat tatapan tajam abangnya, ternyata pria itu memang abangnya dan hal itu membuatnya bahagia bisa melihat pria itu dengan raut wajah seolah sudah kalah, kapan lagi Frans menang dari abangnya yang sempurna itu.
"lebih baik aku pergi saja dari sini". gumam Ariel dengan delikan tajamnya
"mom..aku menyusul abang". Frans berlari menyusul Abangnya sedangkan Jessy hanya mengulas senyum lalu pikirannya teringat pria berjubah hitam yang berpelukan dengan Shila.
"apa hanya perasaanku saja? kenapa aku merasa nyawa mereka berbeda seolah anakku ada 2". gumam Jessy merasakan ada perbedaan diantara pria itu dengan anaknya tadi.
"tidak mungkin". Jessy menepis pikiran anehnya itu.
.
"abang..? abang dicampakkan kakak ipar? ". tanya Frans asik mengejar Ariel yang tampak enggan menjawab.
"abang kenapa sih? tumben kayak gini! jadi benar karna dicampakkan? ". tanya Frans dengan tampang meledeknya
pletakk..
Frans meringis dengan mata melotot tak percaya abangnya melukainya,
"apaaa? ". tatap tajam Ariel
"abang makin galak aja setelah dicampakkan kakak ipar". celutuk Frans
Ariel hendak memukul Frans namun dengan cepat pria itu berlari, "apa bang? abang malu karna dicampakkan oleh kekasih abang? heh? ".
perkataan Frans membuat orang-orang menoleh ke arah mereka, ada yang tertawa ada yang cengar-cengir gemas karna Varel terlihat sangat lucu dengan muka nya yang merah padam.
"kemari kau! ". Ariel melambaikan tangannya
aksi kejar-kejaran diantara mereka pun terjadi, betapa bahagianya Frans bisa memancing kekesalan abangnya sementara Ariel menyerang karna dirinya sudah terlanjur malu dikenal sebagai Varel bukan Ariel yang sangat diketahui publik tergila-gila pada sosok Shila.
diluar gedung Rumah Sakit, Frans membelalak melihat ada mobil ambulance melaju kencang ke arah abangnya.
__ADS_1
"abang awaaasss! ". jerit Frans berlari ke arah Ariel mendorong abangnya ke belakang
Ariel yang kaget dengan cepat menarik lengan adiknya hingga mereka tersungkur dan menggelinding seperti bola mengenai pembatas jalan di area Rumah Sakit.
"abang tidak apa-apa? ". tanya Frans bangkit dengan posisi intim
Ariel tertegun sejenak, inikah yang namanya saudara kandung saling menolong satu sama lain.
"abang kenapa? ". tanya Frans menepuk tangannya didepan wajah Ariel
Ariel tersadar memasang wajah datarnya, "minggir...! posisimu menggelikan". usir Ariel
Frans melototkan matanya dengan cepat ia bangkit dan menunduk ke orang-orang yang melihatnya
"hati-hati Tuan..! ini area rumah sakit, Pasien dalam keadaan kritis". teriak pengemudi ambulance tadi yang fokus menangani Pasien yang bersimbah darah
"iya.. iya.. jangan hiraukan kami...! selamatkan saja pasienmu". balas Frans
Ariel berdehem pelan sambil membenahi pakaiannya, "terimakasih".
Frans melebarkan matanya melihat ke arah Ariel, "wowww...! abangku mengucapkan terimakasih". heboh Ariel
"berisik..! ". ketus Ariel melenggang pergi dan Frans dengan senang hati mengekori abangnya
Ariel sangat menghargai nyawanya, sejak dulu mana ada orang yang mau menolongnya, jadi saat ada seseorang yang menyelamatkan nyawanya sudah pasti hal itu sangat penting baginya.
"berisik..! ". ketus Ariel malah dibalas cengiran geli oleh Frans
.
Ariel di Perusahaan bekerja seperti biasa sedangkan Frans hanya tidur seperti kucing pemalas saja, Ariel berjalan ke arah sofa dan tersenyum tipis melihat wajah bodoh Frans yang tertidur pulas.
Nando masuk dan tak sengaja melihat senyuman lembut Ariel walau tipis ia sudah menangkap senyum itu tentu ia tau senyum itu adalah rasa sayang sesama keluarga.
"sepertinya cara Tuan Muda memang ampuh, Frans memang blak-blakan tapi hatinya tulus". batin Nando berjalan seolah fokus dengan dokumennya tak melihat Ariel
Ariel melihat kedatangan Nando pun memasang tampang datar dan dinginnya, ia berjalan kembali ke bangku nya.
"Tuan dari mana? ". tanya Nando
"melihat orang bodoh". jawab Ariel ketus dibalas senyuman aneh oleh Nando
"cepat katakan..! ". titah Ariel
Nando memberikan berkas-berkas pentingnya dan memberikannya ke Ariel, "kenapa berkas ini lagi? bukankah aku sudah menolaknya".
"saya tidak tau cara mengatasinya Tuan, keluarga orang ini bersikeras menawarkan putrinya yang pernah dibeli oleh Tuan besar". jawab Nando
__ADS_1
Ariel menaikkan sebelah alisnya karna ia memang tidak tau masalah Varel yang di jodohkan banyak wanita dari kalangan Perusahaan yang pernah dibantu oleh Ramon.
Nando menjelaskannya dengan jengah seolah Varel orang yang lupa ingatan saja, padahal Nando tau pria di hadapannya ini bukan Varel.
"lalu apa mau pria ini? ". tanya Ariel dengan dingin
"dia meminta anda datang ke Hotel ini". jawab Nando memberikan kunci kamar yang tertera nomor kamar penginapannya.
Ariel melempar dokumen itu, "apa maunya sebenarnya?". desis Ariel dengan nada menahan amarah.
Nando menggerutu dalam hati karna pria ini lebih pemarah dari pada Varel,
alhasil Ariel mendatangi juga kamar itu, ia mengedarkan pandangannya dengan tatapan dingin dan datar.
"ck..! ". Ariel hendak berbalik pergi namun pintu kamar nya langsung tertutup
"Tuan? ". nada suara berat memanggil Ariel
Ariel melirik kesamping tanpa memutar badannya, seorang wanita seksi memakai pakaian transparan berjalan tanpa alas kaki mendekatinya.
"saya senang Tuan mau datang, Daddy menyuruh saya datang kesini untuk melayani anda dan Tuan akan membantu keuangan Perusahaan kami". kata wanita itu dengan suara lembut nan aduhai
Ariel menaikkan sebelah alisnya, "apa hidup anak itu harus menghadapi wanita jal*ng seperti ini? bahkan melihatnya saja aku jijik". batin Ariel
"Tuannn".
"aku akan patahkan jarimu jika berani menyentuhku, coba saja". ujar Ariel mengancam
Wanita seksi itu tertegun namun ia berusaha untuk tersenyum
"apa karna Nona Shila Tuan? anda menjadi semakin kasar? saya masih murni Tuan, saya rela menyerahkan diri untuk kebaikan Perusahaan keluarga saya". kata Wanita itu tersenyum lebar seolah ada ketulusan disana padahal Ariel tau wanita ini sangat licik.
Ariel menoleh ke arah wanita itu, "kau fikir kau itu sama dengannya?". ejek Ariel
"apa maksud Tuan?". tanya Wanita itu bernama Desi
"kau murah*n sedangkan dia gadis mahal, aku lebih suka gadis menantang dari pada wanita yang rela melebarkan pah* nya untukku atas nama pengorbanan". ejek Ariel dengan senyum tipisnya yang terkesan kejam
"saya melakukan ini terpaksa tuan". bela Desi seakan tidak merasa bersalah
"cuuuiihh". Ariel meludah
"jangan sok suci didepanku ! hanya sekali melihat saja aku tau kau bukan gadis baik-baik". kata Ariel dengan nada sarkas membuat Desi mengepalkan tangannya tak terima.
.
.
__ADS_1
.