
.
bonus.. bonus... haha.. Happy Reading..!!
.
.
berita kemunculan ada 2 Varel di negara Indonesia ini menggemparkan semua kalangan, baik dari kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas, mereka akhirnya mengerti bahwa Varel ada 2 orang yang berbeda menjalin kasih dengan 2 perempuan yang berbeda, tidak ada perselingkuhan.
perselingkuhan tidak ada dan Nama Shila dan Nama Vivi bersih tanpa ada yang berani menjelek-jelekkan Vivi lagi yang dituduh berselingkuh dibelakang Shila., begitu juga Shila yang dituduh memiliki kekasih lain.
Ariel menerobos kerumunan wartawan dan mencari sosok Vivi,
"Shila...? ". Ariel mendekati Shila
"dimana dia? ". tanya Ariel
"kak Vivi sakit perut terus dia bilang harus pulang". jawab Shila menunjuk arah Vivi pergi tadi
Ariel hendak pergi namun dicekal oleh Jessy, "mom? ".
"nanti nak..! Mommy tidak akan melarangnya setelah kamu menyelesaikan semuanya". tutur Jessy.
Ariel terpaksa menuruti kemauan Jessy, mereka harus mengatasi wartawan yang kini sedang menggila itu mencercanya berbagai pertanyaan yang enggan untuk dijawab oleh Ariel.
.
setibanya di Perusahaan Fox Group, semua karyawan Fox Group baik dari OB sampai direktur menyambut kedatangan Varel, mereka tau lewat berita bahwa ada 2 Varel saat ini yang mengguncang media sampai menggila.
"salam hormat kami Tuan Muda! ". sapa mereka semua secara menyeluruh
Ariel melirik ke arah samping dimana Frans dan Varel juga keluar dari mobil yang sama dengannya, mereka semua yang melihat hal itu tentu saja melebarkan mata, sungguh diantara mereka tidak ada yang mengira bahwa pria yang di hormati kini adalah Ariel ataupun Varel.
Varel yang berjalan sejajar dengan Ariel membuat semua wanita menahan diri untuk tidak berteriak heboh, bagaimana bisa ada 2 Varel di dunia ini sedangkan 1 Varel saja sudah membuat mereka menggila menginginkan Varel apalagi ada 2 Varel, bisa dipastikan para wanita malah pusing memilih 1 diantara mereka, namun Varel telah memiliki Shila hanya Ariel satu-satunya harapan semua wanita walau dikabarkan memiliki hubungan dengan Manager Shila.
"mau kemana nak? ". tanya Jessy menarik kerah baju Frans yang hendak pergi.
Nando buru-buru pergi mengikuti Varel dan Ariel karna tidak ingin terlibat masalah keluarga Varel.
Frans nyengir ke arah Jessy, "mom.. Frans sama sekali tidak cocok berada di Ruangan abang yang banyak buku dongengnya, Frans benar-benar mengantuk disana Mom". rengek Frans
"kau bilang dokumen itu dongeng? apa kau tau berapa harga kontrak 1 dokumen itu nak?". tanya Ramon tak percaya putra bungsunya malah meremehkan semua dokumen yang ada di Ruangan kerja Varel.
"iya.. iya.. Triliun pun tidak akan bisa membuat mata Frans melek Pi.. Mom.. Biarkan Frans pulang duluan ya? ". rengek Frans
"ayo ikut..! ". ajak Ramon dan Jessy menarik paksa putra bungsunya itu.
__ADS_1
Frans berubah datar dan pasrah dibawa seperti seorang tahanan oleh Papi dan Mommynya.
di Ruangan Rapat.
"selama ini beberapa bulan ini yang menduduki posisi CEO Fox Group adalah Tuan Muda Ariel". kata Varel dengan serius.
seketika situasi menjadi riuh namun Ariel menggebrak meja hingga kembali hening.
"aku hanya ingin kalian tidak berburuk sangka pada kekasihku, aku adalah Varel dan Maharani milikku sedangkan Ariel dia berbeda denganku, siapapun gadis pilihannya bukan urusanku". Varel menjelaskan dengan nada dingin
"kalau begitu ada kesempatan untuk Tuan Ariel menjadi menantuku...! "
"haha.. iya.. anakku bisa menikah dengan Tuan Muda Fox Group yang lain".
brakkkh..
"berani sekali kalian mencampuri kehidupan pribadiku..! jika aku tidak suka ya tidak suka, jangan berani-beraninya kalian mengaturku..! ". ancam Ariel dengan tatapan tajamnya
dingin... dingin... dingin...
tatapan tajam dan aura dingin kedua pria tampan itu mencekik mereka satu persatu, bahkan untuk bernafas saja mereka harus curi-curi udara saking takutnya melihat tatapan Varel dan Ariel.
"siapa yang berani berkhianat seperti Tetua Joko lagi?? katakan dari sekarang supaya aku membasmi hama lebih cepat". titah Varel
"kau sana pulang saja..! biar aku yang atasi". usir Ariel.
"bukankah aku sudah membuat saham Fox Group meroket? kau yang diam dan pergi sana! ". usir Ariel
"Tuan Muda! lihatlah situasi". Nando menengahi
Ariel dan Varel memutar kepala melihat ke arah orang-orang yang tengah berkumpul kini menatap bodoh pada mereka.
"Ekhemmm..". Varel dan Ariel berdehem serentak lalu saling melirik satu sama lain malah membuang muka saat sama-sama terciduk.
Frans menguap lebar sambil menepuk-nepuk keningnya mendengar perdebatan abang-abangnya itu.
Nando disamping Frans hanya diam menonton aksi kehebatan Ariel maupun Varel.
situasi pun di tenangkan dengan mudah, mereka akhirnya percaya Pria yang selama ini ada bersama mereka adalah Ariel, pria yang ada hubungan dengan Manager Shila adalah Ariel bukan berselingkuh seperti yang dikatakan orang-orang.
"Fyyyuuuh...! akhirnya selesai juga". gumam Frans menghela nafas lega
"iya.. semua teratasi dengan mudah". sahut Ramon
"semoga semua akan baik-baik saja kedepannya". sambung Jessy
"sekarang aku boleh pergi kan? ". tanya Ariel membuat semua orang menoleh padanya.
__ADS_1
"apa terjadi sesuatu dengan Vivi nak? ". tanya Jessy
"tadi Shila bilang perut Vivi sakit dan harus pulang". jawab Ariel
"ckk... pergilah..! sisanya biar aku yang atasi !! besok kau hanya tinggal masuk seperti biasa". ujar Varel
Ariel segera mengambil jas nya dan berlari kecil meninggalkan mereka semua, Nando hanya diam menatap kepergian Ariel yang ia ketahui Pria itu begitu khawatir dengan keadaan Vivi.
"dimana Shila nak? ". tanya Jessy
"tadi Varel antar ke Apartemen Mi..! Varel tau akan seperti ini hasilnya, Varel tidak mau membuat Maharani menunggu Varel yang bekerja". jawab Varel
Jessy tersenyum lembut mengelus kepala Varel.
"kalau begitu kami pulang!! ". seru Ramon
Jessy dan Frans mengangguk, mereka bertiga pergi dari Perusahaan hingga tinggallah Varel bersama Nando.
"huuh...! kau merindukanku Nan? ". tanya Varel melirik Nando yang tersenyum lebar padanya.
"iya Tuan". jawab Nando tanpa mengelak
"apa dia memperlakukanmu dengan baik? ". tanya Varel
"iya Tuan, Tuan Ariel hanya berubah seperti orang gila saat bertemu musuh saja". jawab Nando
"huuh..! ayo kita ke Ruangan..! ". Varel berdiri dari duduknya.
Nando mengangguk, saat Varel melewati beberapa Pekerja yang menebak-nebak Pria tampan ini Varel atau Ariel.
"Ini Tuan Muda Varel! ". jawaban Nando membuat para pekerja Fox Group segera memberi hormat pada Varel.
"hhmmm...! walau aku ataupun Ariel yang datang ke kantor ini, semua tetap sama tidak akan ada yang berubah, dia pantas menggantikanku kalian percayalah padanya". kata Varel pada Pekerjanya
"baik Tuan, kami percaya dengan perkataan Tuan Muda". jawab mereka serentak
benar saja mereka akhirnya teringat dan sadar perbedaan Varel dengan Ariel saat berada di Perusahaan, Varel awalnya dingin dan kejam tapi saat bersama Shila ia menjadi pribadi lebih hangat mau menyapa Pekerjanya walau wajah datarnya tak bisa diubah.
Ariel juga memang kejam dan dingin, tidak peduli sapaan Karyawannya hanya tangan kiri terangkat sebagai tanda menghargai sikap hormat mereka. tapi baik Varel maupun Ariel tetap sama, mereka seolah satu kesatuan yang sama tidak ada yang berubah meski Ariel dan Varel bergantian masuk ke Perusahaan memimpin Fox Group.
.
.
.
.
__ADS_1