
.
.
Shila tersenyum menyapa semua kru Varietyshow terkenal yang jauh-jauh hari mengundangnya untuk menjadi tamu undangan istimewa mereka.
"Shila kamu sangat cantik di lihat secara nyata". puji mc perempuan bernama Vinne
"terimakasih sebenarnya karna make up juga". jawaban polos Shila membuat semua orang terbahak.
Shila tersenyum memegang kedua pipinya
"tapi benar Shila kamu sangat cantik, kami sudah lama mengundangmu tapi selalu termundur-mundur ya? banyak fans kami yang sangat berharap denganmu loh". Riz berkata dengan serius
"benarkah?". tanya Shila
Riz dan Vinne sebagai MC acara Realtyshow itu mengangguk-ngangguk,
"sebenarnya aku fans kalian berdua". jawab Shila tersenyum lebar
"waaaahhh". Riz dan Vinne berdebar sambil berdiri dari duduknya mondar-mandir mengelus dada, mereka saja sangat terpesona oleh kejujuran Shila pantas saja Seorang Varel bisa bergetar oleh pesona Shila.
"kenapa? ". tanya Shila tersenyum manis
mereka asik berbincang hingga kru syuting mendatangi Vinne dan Riz, mereka membelalak tak percaya saat mendengar perkataan Kru itu.
Shila melirik situasi dan melihat Vivi yang tengah memberi kode nama tamu baru acara ini, Shila yang tidak mengerti mengangkat kedua tangannya dengan raut wajah bingung, Vivi menepuk keningnya.
Vivi tidak bisa mengirim pesan pada Shila karna ponsel Shila ada bersama Vivi, semua yang ada di tubuh Shila saat ini adalah sponsor, dari perhiasan, Heels, baju juga model rambut semua nya milik sponsor.
"ehemm.. kita kedatangan tamu istimewa teman-teman! ". kata Vinne dengan bangga
"benar..! kalian tidak akan pernah menduganya". sambung Riz
Vinne dan Riz memanggil Tuan Muda Fox Group hingga Shila terkejut melihat Vivi yang mengangguk-ngangguk.
"ngapain om Varel kesini? ". batin Shila juga tidak mengerti mengapa Varel menjadi tamu khusus Variety show bintang papan atas yang lagi booming saja.
Varel berjalan dengan pakaian kasualnya yang terlihat santai dan nyaman, ia tidak tersenyum sama sekali terus berjalan dan membalas sapaan Vinne dan Riz dengan anggukan datarnya.
Vinne berdecak kagum, "ini pertama kalinya aku melihat Tuan Muda Varel secara langsung". bisik Vinne pada Rizko
"sama..! dia sangat tinggi". balas Riz juga merasa kecil dibanding Varel.
Shila berdiri dan Varel berhenti tepat di hadapan Shila, "om ngapain disini? ". desis Shila
"aku datang karna di undang! ". bisik Varel lebih dekat di telinga Shila.
__ADS_1
hening.. hening..
Shila melirik situasi lalu mendorong dada bidang Varel dan tertawa hambar pada semua yang ada disekitarnya.
Varel duduk di samping Shila, Shila menatap kesal Varel tapi bibirnya berusaha untuk tersenyum kepada Varel hal itu membuat Varel langsung menutupi bibirnya kini tersenyum gemas melirik hal lain.
"Tuan Muda.. terimakasih telah mau menerima undangan kami Tuan! ". kata Vinne
"hmm". jawab Varel
Shila menoleh ke Varel,
"apa? " tanya Varel seolah tidak tau kesalahannya.
"kenapa jawabnya singkat sekali? kalau malas bicara ngapain datang kesini? jangan membuat varietyshow yang dikenal kocak ini buyar karna om yang tidak lucu sama sekali". desis Shila memberi peringatan.
"apa aku membuat kalian tidak nyaman? ". tanya Varel
"ehh..? ". Shila memukul paha Varel dengan mata melotot garang sedangkan Vinne dan Riz dengan cepat mengelak.
"kami merasa terhormat Tuan.. haha.. nyaman kok.. haha.. nyaman Kan Riz? ". tanya Vinne mencairkan suasana
"iya.. sangat nyaman..! kami hanya gugup berbicara dengan Tuan Muda Terkaya di Negara ini". jawab Riz dengan jujur lalu tertawa ditengah kegaringan mereka semua.
"mereka baik-baik saja tuh..!". jawab Varel dengan enteng
"kenapa? kau pusing? ". tanya Varel dengan serius menatap Shila
"om yang buat aku pusing". jawab Shila dengan gigi merapat.
"aku?? kenapa?? ". tanya Varel malah terlihat bingung dengan jawaban Shila tanpa tau apa-apa dirinya membuat canggung semua orang.
Shila melebarkan tangannya lalu mendorong Varel kembali bersandar di sofa, perlakuan Shila seperti itu membuat kedua MC berbeda jenis kelamin itu membelalak syok dengan raut wajah masing-masing, lucunya Varel tidak marah malah patuh saja di dorong seperti itu oleh Shila.
mereka sebenarnya tidak pernah mengundang Varel tapi direktur TV tentu merasa terhormat Varel sendiri yang ingin datang ke acara kecil itu yang pasti akan menambah rating acara Varietyshow kecil itu.
Vinne mengambil Ipad melihat komentar-komentar penonton yang jauh dari ekspetasi mereka, Vinne menatap Riz begitu juga sebaliknya.
alhasil mereka harus persiapkan mental untuk cepat beradaptasi dengan seorang Penguasa Fox Group yang terkenal kejam dan tidak punya hati itu, jika Varel merasa tersinggung mereka akan dipecat dan dibuang ke jalanan hingga tidak ada yang berani memperkerjakan mereka lagi.
.
.
Vinne dan Riz cukup sulit beradaptasi dengan Varel hingga kamera harus Off untuk situasi tegang mereka yang harus di netralkan, alhasil Shila turun tangan membantu Vinne dan Riz supaya tetap aman karna Shila sangat dekat dengan Jessy (Ibu Kandung Varel).
kamera On
__ADS_1
"baiklah kita langsung ke pertanyaan pertama! apa Tuan Muda melihat berita yang sedang menyebar diseluruh negara indonesia? ". tanya Vinne dengan hati-hati
"hmm.. !". Varel mengakui
"apa Tuan tidak menyangkalnya? ". tanya Rizko yang sering dipanggil Riz.
"kenapa aku harus menyangkalnya? ". tanya Varel balik dengan senyum misteriusnya.
"om? ". protes Shila dan Varel menekan kepala Shila.
"hmm..? kenapa aku harus menyangkalnya jika mamaku membunuhku bagaimana? ". bisik Varel begitu dekat dengan telinga Shila.
Shila akhirnya mengerti mengapa Varel tidak pernah menyangkal berita itu ternyata karna Jessy, Jessy memang sangat menyayanginya tapi bukan berarti Shila mau bersama Varel.
"berarti Tuan Muda mengakui berita itu?". tanya Vinne
"hmm! ". Varel mengangguk lagi hingga Shila merasa acara ini adalah milik Varel bukan untuknya.
"bagaimana kata-kata Netizen Tuan Muda? artinya Tuan Muda memiliki perasaan pada Shila? atau itu hanya gosip belaka? ". tanya Riz
"dia sangat istimewa kalian seharusnya tau jawabannya". jawab Varel dengan senyuman manisnya malah membuat Shila menatapnya sengit.
"lihatlah wajahnya ini..! imut sekali". Varel mencubit pipi Shila didepan kamera, sungguh semua konfirmasi yang sangat mengejutkan dibanding Varel dan Shila mengadakan konferensi pers.
"haha..! apa kalian sudah selesai bertanya nya? jika acara ini hanya untuk bertanya pada Tuan Varel seharusnya tidak usah mengundang saya kan? ". Shila
Vinne dan Riz gelagapan lalu dengan cepat meminta maaf pada Shila, Shila tidak mungkin tidak memaafkan mereka, masalahnya muncul itu karna kedatangan Varel hingga semua tertuju pada Varel sebab dunia sedang heboh dengan kisah dirinya dengan Varel.
selama pembicaraan Vinne, Riz dan Shila, Varel menatap Shila seorang dengan lirikan, tatapan, yang pasti dimata Varel itu hanya ada Shila dan Shila tidak ada yang lain, hanya Shila yang mampu masuk ke mata tajam Varel itu.
"terimakasih atas kedatangan Tuan dan Shila". ucap Vinne dan Riz
"sama-sama!". jawab Shila sambil tersenyum dan Varel mengangguk dingin saja.
Varel menjadi kulkas 10 pintu pun tetap menjadi sorotan publik belum lagi tatapan Varel yang tertuju pada dewi mereka tahun ini.
Shila dan Varel berdiri berdampingan sungguh serasi hingga Sutradara hanya menyorot keduanya sampai habis dan kedua MC di kamera lainnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1