
.
.
.
beberapa puluh menit kemudian, Varel datang dan mengedarkan pandangannya ternyata ada seorang Pekerja yang membantu Varel untuk pergi ke Ruangan Shila dan yang lainnya berkumpul.
"sayang? ". panggil Varel
Shila berdiri lalu mendekat ke Varel yang langsung merangkul pinggang Shila menghadiahkan kecupan lembut dan mesra di kening dan pipi Shila.
Vivi hanya memutar bola matanya dengan jengah, begitu juga Frans, dan Vika terlihat biasa saja hanya Raisa yang malu-malu melihat perlakuan lembut Varel.
"sayang..? putri kita tidur". Shila melirik putri kecilnya yang masih tertidur pulas di pangkuan Reza.
Reza, Vikram dan Vikri bermain game, entah game apa yang mereka mainkan hingga tidak mengeluarkan suara sepatah katapun dari bibir mungil mereka saking sayangnya mereka dengan Nisa, tak heran lagi mereka bisa menahan suara supaya tak membangunkan Nisa.
Varel mengangguk lalu berjalan ke arah Sofa tempatnya anak-anak berkumpul.
"Ohh.. Sayangg". Varel menggendong Nisa dan meletakkannya dibahunya.
Nisa memeluk leher Varel tapi matanya masih terpejam seakan matanya itu tidak bisa dibuka saking mengantuknya.
"kalau begitu kami pulang ya kak? ". izin Shila
"siap". jawab Vivi dan yang lainnya pun tersenyum
"undang Raisa juga frans untuk datang ke Acara ulang tahun Putra kecilnya Bang Leon". kata Shila yang kini menggandeng tangan kecil Reza.
Raisa terlihat terkejut menoleh kiri-kanan.
"iya kak". jawab Frans
Vivi dan Vika saling berbisik-bisik,
"ciee.. yang di undang ke acara ulang tahun Orang penting". goda Vivi menoel-noel lengan Raisa
Raisa menggeleng kepalanya, "ta.. tapi ak.. aku tidak punya pakaian bagus kak".
"gampang". jawab Vivi dan Vika serentak.
Raisa terdiam melihat ke arah Frans yang tampak biasa saja, seolah dirinya tidak keberatan membawa upik abu seperti Raisa.
"kenapa Tuan Frans tidak protes? bagaimana ini? ". batin Raisa.
.
.
sore harinya sekitar jam 5 lewat.
"tapi Tuan ini terlalu berlebihan". protes Raisa
__ADS_1
"heii.. aku tidak mungkin memberimu pakaian murah Raisa, sudahlah jangan protes..! tinggal pakai saja". Frans berkata sambil sibuk memainkan ponselnya.
Raisa tak bisa apa-apa saat Frans begitu keras untuk memintanya berganti pakaian, Raisa diseret kesana-kemari oleh penata rias yang dibayar Frans untuk merubah Raisa.
"aawwhh". pekik Raisa saat alisnya dicabutin.
"sakit mbak". protes Raisa
"sabar ya Nona..! setelah ini alis anda akan sangat rapi".
Raisa berusaha mengelak tapi pekerja lainnya menahannya sambil tersenyum ramah,
"aaahhhh". jerit Raisa saat bulu kakinya dicabutin, ia meronta-ronta tapi tubuhnya sedang dipijit-pijit oleh beberapa wanita.
Raisa sudah pasrah bagai tak bertenaga lagi saat ini, sejak tadi Raisa sudah lelah berteriak sementara mereka semua malah mengatakan hal yang menyebalkan bagi Raisa.
"setelah ini Anda akan cantik Nona".
begitulah kata-kata mereka, kini Raisa dipasangkan gaun simpel dan berwarna maron.
"anda semakin cantik Nona". puji salah satu pekerja yang mendandani Raisa.
Raisa hanya melirik wanita itu sebentar, ia tidak tertarik karna ia merasa kulitnya melepuh semua karna melewati perawatan yang begitu menyiksanya itu.
Raisa memejamkan matanya saat didandani,
"matanya tidak perlu pakai penjepit lagi, bulu matanya sudah lentik".
.
"Nona..? ".
Raisa terbangun dan tangannya memegang sudut bibirnya hal itu malah membuat para pekerja tertawa,
"maaf aku ketiduran". ucap Raisa nyengir kuda
"iya Nona, tidak apa".
Raisa meregangkan otot-otot dilehernya hingga berbunyi dan membuat mereka yang mendengarnya ngilu, Raisa melihat penampilannya dicermin bukannya terpesona Raisa malah terpekik hingga yang lainnya pun panik mengira Raisa tidak suka dandanan mereka.
"wajah siapa kalian tempelkan diwajahku? ". tanya Raisa
sementara yang lainnya kebingungan.
"Nona itu wajah Nona, apa Nona suka hasil dandanan kami? ".
Raisa memperhatikan wajahnya dengan teliti hingga ia menatap diam cermin itu, wajahnya benar-benar sangat cantik dan manis.
"sudah? ". Frans melihat tirai terbuka lalu berdiri dan melihat penampilan Raisa dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Frans tertegun sejenak, Raisa sangat cantik dengan gaya kikuknya itu, apalagi wajah Raisa kecil seperti barbie belum lagi dagu lancip Raisa semakin terlihat jelas karna make up nya sengaja memperlihatkan garis indah wajah Raisa.
__ADS_1
"T.. Tuan? ". cicit Raisa
"ayo..! ". ajak Frans tersenyum puas melihat penampilan Raisa.
.
.
Kini Raisa sudah ada di Rumah Mewah milik Dr. Leon dengan dr. Ayu, mereka pasangan yang cukup diakui dikalangan masyarakat karna Dr. Leon terkenal sebagai Pria yang cintanya tak terbalas oleh si cantik Shila.
Ayu berhasil menakhlukkan hati dingin Leon hingga Leon bisa melupakan Shila seutuhnya dan dikaruniai Putra tampan yang bernama Virgo Pratama.
"apa tidak ramai Tuan? ". tanya Raisa.
"tidak...bang Leon hanya mengundang kerabat dan sahabat baik saja". jawab Frans
Shila dan Vivi menyambut Frans lalu berdecak kagum melihat penampilan Raisa.
"ya ampun Frans..! kamu ketemu dimana gadis cantik ini? dia sangat cantik seperti putri cantik yang ada di dalam kepompong". decak Vivi
"kamu cantik sekali Raisa". puji Shila
"tapi Kak Shila dan Kak Vivi jauh lebih cantik, aku hanya memakai make up tebal saja". jawab Raisa dengan polos.
mereka tertawa lepas, sedangkan Frans menahan tawanya disamping Raisa jawaban gadis itu sangat lucu, diluar sana para wanita malah enggan menunjukkan wajah asli mereka malah berlomba-lomba ingin menjadi cantik dengan dipakaikan make up setebal 7 inci tapi Raisa dengan lugu nya dan menjawabnya begitu jujur.
Vikri berlari ke arah Raisa dan memeluk Raisa, "tatak mau jadi pacal aku? tatak cantik cekali". Vikri mendongak
Vivi melototkan matanya segera menarik tangan Vikri dan menutup bibir mungil putranya yang bisa bicara seperti itu, Shila tak kuasa menahan tawanya sedangkan Frans menjatuhkan rahangnya.
Raisa tersenyum lebar, "kamu masih terlalu muda Vikri..! jika kamu besar nanti pasti banyak perempuan yang lebih cantik dari kakak".
"maaf ya? sepertinya dia seperti ini karna Papanya, lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya". gerutu Vivi menggendong Vikri meninggalkan mereka semua mencari Ariel.
yang lainnya terkekeh,
"ayo Raisa.. aku kenali sama abangku juga keluarga kami". Ajak Shila
Frans memutar pandangannya mencari rekan-rekan jomblo nya yaitu Jack dan Rion, Aham sudah menikah dengan Diani (pengawal setia Vivi), dan Nando juga sudah menikah dengan Sari (pengawal Shila).
Diani dan Sari sedang hamil muda, mungkin hanya selisih beberapa bulan saja sebab pernikahan mereka juga berdekatan, jadi wajar hamilnya juga hampir bersamaan.
"kak Ayuu? ". gemas Shila memeluk dan saling kecup pipi dengan Ayu.
Ayu tersenyum cerah, "ya ampun Shila.. kamu cantik sekali".
"kakak juga". jawab Shila juga memuji Ayu.
"ini siapa Shila? ". tanya Ayu melihat Raisa.
.
.
__ADS_1
.