Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
tinggal di mansion


__ADS_3

.


.


"Papa? Shila akan jaga diri dengan baik, jangan pikirkan uang ya pa? pikirkan kesembuhan Papa, jangan lupa kabarin Shila kalau sudah sampai ya?". cecar Shila memegang tangan Suryo.


Suryo mengelus kepala Shila, "iya papa percaya padamu nak..! papa akan kembali dalam keadaan sehat-sehat lalu Papa akan membayar semua uangmu nak".


Shila tertawa lalu mengangguk-ngangguk, "Shila memang tidak akan memudahkan Papa jika sudah sembuh nanti, Shila akan minta di gendong sama Papa keliling desa ya?? ".


"Papa dengan senang hati mengabulkan permintaanmu nak, Papa akan kembali 1 bulan lagi, jangan bekerja terlalu keras ya?". Suryo


mang Aji mengusap air matanya yang jatuh melihat kasih sayang Suryo dan Shila, bahkan Jessy pun iri dengan kasih sayang keduanya.


"Neng..! sudah ada peringatan neng..! kami harus masuk". Mang Aji


Shila memegang tangan Aji dan mengatakan banyak hal hingga Jessy tertawa dan Suryo tersenyum saja, Shila melambai-lambai ke Suryo dan Aji yang bersiap masuk.


Jessy merangkul bahu Shila dan mengelus-ngelusnya sayang, hingga Shila tidak melihat Suryo dan Aji lagi, Shila menutupi wajahnya dan tubuhnya bergetar-getar.


"tenang ya sayang..! tenang saja Papamu akan sembuh". Jessy berkata dengan lembut


Jessy memutar tubuh Shila dan memeluk Shila yang menangis seketika,


"Shila tidak menangis Tante, tapi selama ini kami tidak pernah berpisah, hiks..hiks.. ". isak Shila di pelukan Jessy


"iya sayang.. tante tau..! tapi Papamu pergi untuk kesembuhannya kan? kamu yang memaksanya supaya cepat sembuh, mang Aji akan memastikan perawatan Papamu dengan baik ya? jangan sedih karna kalian akan bertemu lagi". Jessy berkata


Shila gadis yang tangguh tapi ia juga punya kelemahan yaitu Papanya, sejak kecil Shila selalu bersama Papanya mengatasi apapun bersama, dari melawan binatang buas, belajar beladiri di hutan, senang bermain dengan alam, belajar memasak dan sekolah pun karna Papanya, anak Papa? Shila akui Shila memang anak Papa yang manja.


bagaimana Shila tumbuh menjadi gadis tangguh itu juga berkat didikan Suryo, bagaimana bahagianya Shila memiliki Suryo hingga suatu saat Shila melihat Suryo sakit dan ternyata sakitnya sangatlah parah, sebagai anak satu-satunya yang selalu dimanja bagaimana Shila bisa mengabaikan Suryo? terlebih lagi Papanya bekerja keras selama ini demi Shila.


.


.


"halo kakak Iparr?? ". sapa Frans melambai ke arah Shila.


Shila tersenyum kikuk hendak kabur pun tidak bisa karna Jessy sudah memegang tanggung jawab penuh atas diri Shila, jika Shila menolak maka Jessy akan melaporkannya pada Suryono, jika papanya tau maka tanpa memikirkan pengobatan Suryo akan kembali ke Indonesia.


"jangan memanggil Kakak ipar!". pinta Shila dengan serius.


"kenapa? apa perlu aku panggil sayang? ". tanya Frans berkedip genit.


"jangan mengganggu anak gadis polosku". Jessy memukul kepala Frans.


Shila tersenyum, ia merasa sedikit terhibur mendengar gurauan Frans yang seolah tidak keberatan dirinya disini atas perintah Jessy.


"Tante..! Shila bisa tinggal di Rumah Kok, Tante tidak perlu repot-repot menampung Shila". Shila berkata ke Jessy


"menampung apanya? pokoknya selama 1 bulan penuh kamu harus disini, Agus ya? ha? dia akan kesini setiap hari, kamu bisa bekerja seperti biasa sayang". Kata Jessy membuat Frans berdecak kagum

__ADS_1


.


.


di kamar Shila.


"udah tante..! jangan bantu Shila lagi, Shila bisa kerjakan sendiri Tante". tolak Shila memegang tangan Jessy.


"benarkah? apa kamu lapar sayang?". tanya Jessy


"tidak tante.. haha.. Shila tidak lapar". jawab Shila tertawa.


kruk.. kruk...


bunyi perut Shila menghentikan tawa Shila, Jessy terkekeh dengan cepat menarik lengan Shila yang malu bercampur pasrah di tarik oleh Jessy menuju dapur.


"biar Shila yang masak tante..! ". Shila menarik lengan Jessy meminta wanita baik hati itu untuk tidak memperlakukannya seperti itu.


"kamu bisa masak sayang? ". tanya Jessy dibalas anggukan cepat oleh Shila.


"baiklah.. tante tunggu disini ya sayang? ". pasrah Jessy membuat Shila tersenyum lebar seketika.


Jessy yang gemas mengelus kepala Shila,


di balik pintu.


"ada apa?". tanya Varel membuat Frans membekap mulutnya cepat.


"diam bang..! abang nggak lihat kakak ipar sedang bersama mommy". bisik Frans


Varel mengangkat sebelah alisnya lalu menepis tangan Frans, ia berjalan ke arah dapur dan hal itu membuat Frans menepuk jidatnya melihat kelakuan abangnya yang tidak bisa diajak bersembunyi.


Varel melihat Shila memasak dengan lihai sambil sesekali Jessy membantu Shila memasak,


"kenapa Gadis bar-bar itu bisa disini? ". batin Varel


Frans menarik lengan Varel keluar, Frans membawa Varel ke Rooftop lalu menceritakan Papa Shila yang pergi ke Jerman dan Jessy menawarkan diri mengawasi Shila selama ditinggal oleh Suryono.


"dia langsung membawa Papanya pergi ke Jerman?". batin Varel dengan alis mengkerut.


"Mommy benar-benar menyayanginya abang, tolong abang beritau pada Mommy, dia terlihat tidak nyaman dengan kasih sayang mommy". Frans


"bukankah seharusnya dia senang? ". Varel


"beda abang..! dia terlihat tidak nyaman, kan Aku udah bilang kakak ipar itu tipe gadis yang sudah langka". decak Frans


.


.


malam hari

__ADS_1


Ramon sangat menyukai masakan Shila, Varel tidak berbicara tapi makannya lebih lahap, Frans memuji masakan Shila.


"mommy akan tidur bersama Shila Pi..! Papi tidur sendiri ya? ". kata Jessy dengan santai


"momm? ". rengek Ramon


"haha..! tidak usah tante.. Shila tidur sama Om tampan aja". tolak Shila tertawa canggung menatap Varel.


"uhuk.. uhuk..! "


semua mata melihat ke arah Varel, Varel melototkan matanya ke arah Shila yang tanpa takut menutup mata Varel.


"iya.. Tante.. Shila tidur sama om tampan aja". Shila menganggukkan kepalanya dengan yakin.


"dengar mom..? Menantu kesayanganmu memilih tidur dengan Putramu". Ramon


"diam pi..! ". ketus Jessy


Jessy berubah lembut ke Shila, "kamu yakin sayang?"


"iya Tante..! ". jawab Shila


"hei.. siapa bilang kau tidur denganku? ". tanya Varel dengan dingin


"diam om..! ". ketus Shila sama seperti Jessy yang ketus pada Ramon.


Frans hanya diam melirik Varel juga Shila.


.


.


"kau Gila ya? ". marah Varel


"tenang aja om, aku hanya tidak ingin merepotkan Tante baik". jawab Shila dengan santainya.


"tapi kau merepotkanku gadis bar-bar". kata Varel


"om tinggal tidur di ranjang om kan? aku tidur di sofa". balas Shila tanpa beban mengangkat bantalnya berjalan ke arah sofa dan melompat disana seperti rumahnya sendiri.


"apa dia musuh bebuyutanku dulu? kenapa dia selalu merepotkan Pria sibuk sepertiku? ". decak Varel


Varel berusaha mengabaikan Shila yang memilih tidur di Sofa, awalnya Varel khawatir Shila tidak bisa tidur tapi nyatanya gadis kampung itu bisa terlelap dengan sangat nyenyak.


"apa dia tidak takut tidur bersamaku? dia tidak takut aku mencekiknya? ". gumam Varel tersenyum tipis melihat wajah damai Shila yang tengah terlelap.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2